The Last Page

The Last Page
Reruntuhan Misteri.


__ADS_3

Johan berlari sekencang mungkin dan 'GEDUBRAKK... ' Johan tersandung akar pohon dan terjatuh ke kaki lembah.


"Aduh... hari ini sial banget deh aku.. "


Seketika Johan sadar bahwa ia sudah sangat jauh dari daerah kemah, kini ia tidak tahu harus melakukan apa. Daerah disekitar lembah tersebut gelap gulita ditambah lagi Johan tidak membawa apa-apa.


"Mama... papa... aku takut... tolong aku... aku janji gak bakal nakal lagi.. huhuh... huhuh. "


Kemudian terdengar suara yang memanggil Johan dengan nada menyeramkan dan bergema.


"Johann.. johann.. apa yang sedang kamu lakukan?"


"Hih.... serem udah gelap begini malah kedengaran suara...aneh bet dah. " kata Johan sambil gemetar.


"Johann... Johann... janganlah takut... aku tahu kamu penasaran tentang akhir cerita bukumu itukan? "


"Tunggu... tunggu aku kan lagi tersesat begini


suara itu malah membahas cerita buku ku?? "


"Mengapa kau tidak kemari dan mencari tahu jawabannya sendiri? " (suara itu semakin menghilang.)


"Apakah aku sedang berhalusinasi karena kelaparan? Apa suara ini suara hantu? Ih... serem banget."

__ADS_1


Seketika cahaya kunang-kunang menyinari daerah kaki lembah tersebut membuat semuanya tampak jelas. Suara desir angin malam yang tenang membuat Johan benar-benar mengantuk.


Tiba-tiba terdapat cahaya yang terlihat sengaja menuntun Johan ke sebuah tempat.


Entah mengapa Johan seperti sudah terhipnotis oleh cahaya tersebut dan mengikutinya begitu saja.


Cahaya tersebut menuntun Johan ke sebuah reruntuhan kuno. Ketika Johan menyentuhkan jarinya ke reruntuhan tersebut, reruntuhan tersebut mulai bersinar, sinarnya sangat terang benderang namun anehnya Johan semakin mengantuk.


[Di Perkemahan]


Pak Jemi dan beberapa guru sudah mempersiapkan peralatan untuk pencarian Johan.


Bu Natalia, wali kelas Johan juga sudah menelepon orang tua Johan dan mengatakan bahwa mereka akan datang dan turut membantu mencari.


"Baik, saya telah membagi kelompok. Kelompok A kalian pergi ke arah Selatan, Kelompok B kalian pergi ke arah Utara, dan kelompok C kalian pergi ke arah Timur. Apakah sudah jelas semua? " kata Pak Jemi dengan tegas.


[Di Utara]


"Johan... Johannn.. Johannn... dimana kamu. Dengar ini semua salahku oke.. Karena aku menyuruhmu mencari kayu kamu malah tersesat, maafkan aku oke.. " Teriak Adit sambil mencari Johan.


[Di Timur]


"Johan... keluar atau kamu ingin di hukum push up 1.000.000.000 kali hah?? " Teriak Pak Jemi.

__ADS_1


[Di Selatan]


"Johan dimana kau?? Aku minta maaf Johan.. Seharusnya pada saat itu kita tidak perlu berpisah.. Ini semua ideku. Aku tahu ideku payah malah kau lakukan saja.. Johan keluarlah." Anton tetap mencari sembari menyalahkan dirinya sendiri.


Karena hari mulai semakin gelap dan mereka tetap tidak mendapatkan titik terang tentang keberadaan Johan.


Pak Jemi selaku kepala pramuka menyuruh anak-anak dan para guru kembali ke perkemahan agar tidak bertambah orang yang hilang.


Pak Jemi juga sudah menghubungi Pasukan Ranger yang memang bertugas untuk mencari orang hilang di perkemahan tersebut.


[Di Reruntuhan]


Tanpa disadari Johan sudah lama berada disekitar reruntuhan tersebut.


"Ini.. tempat apa?" Tanya Johan penasaran.


Johan semakin mengantuk. Ia sangat kelelahan dan kelaparan sama seperti anak kucing yang kehilangan induknya berjalan tak tentu arah.


Setiap reruntuhan yang ia sentuh semakin teranglah daerah sekitar namun ia juga semakin mengantuk. Tiba tiba suara aneh itu terdengar kembali.


"Johan... oh... Johan sampai kapan kamu menahan diri? Segeralah temukan Ratu Amerta dan kamu akan menemukan apa yang kamu cari... "


"Ratu Amerta? Apa yang kamu bicarakan?" Tanya Johan penasaran.

__ADS_1


Suara itu tak kembali mejawab dan Johan akhirnya tidak kuat lagi dan kehilangan kesadaran. Akhirnya ia tertidur di reruntuhan tersebut.


Ketika ia sadar dan membuka mata hal yang sangat aneh berada di hadapannya...


__ADS_2