The Last Page

The Last Page
Ramalan Menjadi Nyata.


__ADS_3

"Biarkan dia memimpin jalan kita! " Ucap Ratu Amerta.


Johan berlari sangat ketakutan. Ia tidak menyangka bahwa mimpi buruk yang ia alami semalam akan menjadi nyata. Pembantaian serta kehancuran Celestial Kingdom akan benar-benar terjadi apabila ia tidak memperingatkan kerajaan akan hal tersebut.


Johan berlari sangat kencang, namun hal aneh ia rasakan. Johan merasa bahwa dirinya telah disihir. Perjalanan dari Celestial Kingdom menuju rumah Ratu Amerta dulunya membutuhkan waktu berjam-jam, kini setelah Johan berlari hanya sekitar beberapa meter saja ia sudah melihat gerbang megah Celestial Kingdom.


Di lain sisi Ratu Amerta bersama prajuritnya membuntuti Johan secara diam-diam. Ratu Amerta telah memanipulasi kenyataan jarak dan waktu, sehingga jarak dan waktu tempuh menuju Celestial Kingdom hanya sebentar.


Ia melakukan hal tersebut karena tidak mau lama menunggu.


Johan heran akan hal tersebut namun ia tidak memperdulikannya.


"Apabila aku lewat gerbang utama aku bakal langsung mati, karena aku buronan di kerajaan itu. " Ucap Johan didalam hati.


Alhasil Johan masuk menggunakan tembusan gorong-gorong. Johan ingat betul tembusan gorong-gorong tersebut nantinya akan menuju ke rumah Pak Wilbert. Ia segera masuk kedalam gorong-gorong. Tanpa sadar Johan telah membongkar jalan masuk kedalam kerajaan selain pintu gerbang.


Ratu Amerta dan para prajuritnya yang telah diberi mantra tak terlihat terus membuntuti Johan dan akhirnya menemukan Johan yang masuk ke dalam gorong-gorong.


"Ha... ha... ha.. hah... Itu jalan masuk kita! " Ucap Ratu Amerta dengan sedikit tersenyum.

__ADS_1


SERANGGG..!!!


Di lain sisi Johan sudah berada didalam kerajaan. Suasana takut, gelisah, dan khawatir ada dalam diri Johan. Ia masih takut kepada para penduduk yang ingin membunuhnya karena mengira ia anak iblis.


"Kalau aku tidak segera memperingatkan mereka, kerajaan ini pasti akan porak poranda! " Ucap Johan didalam hati.


Tanpa pikir panjang Johan berlari ketengah-tengah penduduk. Ia naik ke atas sebuah air mancur yang berada di pusat pasar kerajaan tersebut. Beberapa penjaga yang berada disanapun ikut mendekat.


"Penduduk Celestial Kingdom! Aku peringatkan! Ratu Amerta akan menyerang kerajaan kalian! " Teriak Johan terbata-bata.


Salah seorang penduduk mengenali wajah Johan dan berkata.


"Tidak! Aku tidak berbohong! "


Sekeras apapun Johan memperingatkan para penduduk tetaplah sia-sia.Tidak satupun mau mendengarkan. Tak lama kemudian seorang prajurit menangkap Johan.


"Kau anak iblis terkutuk! Pada hari ini kau akan mati! " Kata prajurit tersebut sambil mengangkat pedangnya.


"Tidak! Kalian harus percaya kepadaku! Segera bersiap bertempur! "

__ADS_1


"Ha. hah... haha... haha... Kebohonganmu akan segera berakhir disini anak iblis! "


"TIDAKKKKK...... "


Johan menutup mata dengan gemetaran. Kemudian terdengar suara terompet tanda peperangan.


"Kita diserang! Kita diserang! "


Johan perlahan membuka mata dan benar saja Ratu Amerta bersama dengan para prajurit telah berada didalam kerajaan.


Prajurit yang berniat membunuh Johan menjatuhkan pedangnya dan berlari ketakutan, begitu pula dengan penduduk yang ada disekitat Johan. Mereka berlari terbirit-birit masuk kedalam rumah masing-masing.


Johan bertanya-tanya didalam hatinya bagaimana cara Ratu Amerta beserta prajuritnya dapat berada didalam kerjaan Celestial Kingdom.


Johan melihat kearah gerbang dan menemukan fakta bahwa gerbang tersebut masih berdiri utuh tanpa suatu kerusakan. Johan kemudian melihat tembok disekeliling dan terlihat masih berdiri kokoh seperti sebelumnya.


Di lain sisi Ratu Amerta telah memperintahkan prajuritnya untuk segera memporak porandakan kerajaan.


"Ingat! Jangan ada rasa ampun! Bunuh mereka semua!! " Teriak Ratu Amerta dengan amarah yang mengebuh-gebuh.

__ADS_1


__ADS_2