The Last Page

The Last Page
Ratu Amerta.


__ADS_3

[Di depan Gubuk]


"Hmm... rasa rusa bakar ini sangat enak. Dagingnya juga sangat empuk dan lembut. " Gumam Johan.


"Kau benar... ini semua karena rusa ini mati dengan tidak menyakitkan. Kalau kita membunuh dengan memanahnya daging rusa ini pasti keras dan kaku. " Ujar Putri Anisia menjelaskan.


"Ow.. begitu ya? Aku baru tahu akan hal ini, dan juga ini kali pertama aku makan daging rusa. "


"Johan.. Apa kau mau jujur padaku? " Tanya Putri Anisia dengan nada serius.


"Tentu saja! Memangnya ada apa? "


"Aku sering bertanya - tanya mengapa kau dibenci oleh kerajaan? "


"Itu karena... "


"Tolong jujurlah padaku! Aku hanya perlu memastikan. " Ujar Putri Anisia menyela.


"Dia ini ingin memastikan apa? " Ucap Johan didalam hati.


"Jadi begini......


Johan menceritakan secara panjang lebar tentang segala permasalahan yang ia alami di Celestial Kingdom.


Permasalahan dari ramalan Peramal Quang, legenda anak iblis, sampai para warga yang mencari keberadaannya.


"Hmm...jadi begitu. Ternyata kau ini anak yang sungguh malang. " Ujar Putri Anisia dengan lembut.

__ADS_1


"Sudahlah... itu semua sudah berlalu. Mari kita lanjut makan, soalnya aku masih lapar. " Jawab Johan.


"Keraguanku sudah hilang. Dia memang anak yang kucari! Kini tinggal menunggu waktu yang tepat. " Ucap Putri Anisia di dalam hati.


Hari berganti hari. Minggu berganti minggu. Johan yang dulunya hanya berencana menetap sementara, kini ia sudah tinggal dengan Putri Anisia lebih dari 2 bulan.


Pada suatu malam datanglah seorang prajurit utusan raja dari Celestial Kingdom mendatangi gubuk dimana Johan dan Putri Anisia tinggal.


"Permisi... apakah ada orang disini? " Tanya prajurit tersebut.


"Sstt... Johan, ada orang diluar. Aku rasa dia datang untuk mencari dirimu. " Bisik Putri Anisia.


Putri Anisia pergi keluar untuk menemui prajurit tersebut. Johan yang penasaran memutuskan untuk mengikuti dari belakang secara diam - diam dan menguping pembicaraan Putri Anisia.


"Permisi nona... Apa kau. Hah! Salam hormat kepada Ratu Amer.... "Kata prajurit tersebut sambil membungkukkan badan.


"Apa Ratu Amerta masih ingat dengan hamba? Hamba adalah ksatria kepercayaan anda. Namun semenjak anda dikeluarkan dari istana. Pangkat saya diturunkan menjadi prajurit biasa. "


"Hah! Tidak mungkin! Jadi nama asli Putri Anisia adalah Amerta! Dia adalah orang yang dulu aku cari. Mengapa sejak dulu aku tidak menyadari akan hal ini? " Ujar Johan di dalam hati.


"Itu semua sudah berlalu. Sekarang cepat katakan masalah apa yang sampai membawamu kemari? "


"Ratu, saya menyampaikan perintah dari raja. Saya diberi perintah untuk menemukan anak bernama Johan. "


"Hmnn... Kalau raja sampai mencari anak itu sampai keluar kerajaan pasti anak ini sangat penting, bukan? "


"Anda salah yang mulia. "

__ADS_1


"Hmnnn...kalau begitu, bisa ceritakan padaku lebih mendetail tentang anak ini?"


"Anak tersebut seharusnya sudah dieksekusi mati sejak 2 bulan yang lalu."


"Di eksekusi mati? Memang nya anak ini telah berbuat apa? "


"Menurut ramalan Peramal Quang, anak ini akan menjadi penghancur kerajaan maka raja mememrintahkan untuk membunuh anak ini."


"Lanjutkan! "


"Anak ini berhasil lolos dari penjara sebelum di eksekusi. Keberadaannya sangat susah untuk ditemukan. Namun kami mendengar kabar yang mengatakan bahwa anak itu diselamatkan oleh keluarga Wilbert.. Jadi... "


"Jadi kenapa? Cepat bicara! "


"Jadi raja turun sendiri untuk menggeledah rumah keluarga Wilbert. Karena beliau tidak menemukan apa - apa. Sang raja pun menjadi murka dan memerintahkan untuk memenggal seluruh anggota keluarga Wilbert, termasuk anak perempuan dan saudara - saudaranya. " Ucap prajurit tersebut menjelaskan.


"Apa yang raja itu pikirkan? Dia telah membunuh orang - orang yang tidak bersalah! Sunggu bodoh! " Ujar Johan didalam hati.


"Raja juga mendengar rumor bahwa seorang pria paruh baya bernama Holmes Wilbert membawa anak ini kabur keluar dari kerajaan. Jadi beliau memerintahkan hamba untuk mencarinya sampai saat ini. " Lanjut prajurit tersebut.


"Maaf tapi aku tidak pernah mendengar tentang anak bernama Johan ini dan aku juga tidak tahu keberadaanya. "


"Kalu begitu, permisi yang mulia. Hamba mohon undur diri. "


"Tolong rahasiakan keberadaanku di tempat ini. "


Ketika Putri Anisia kembali masuk kedalam gubuk. Ia mendapati Johan dengan wajah serius berdiri tepat dihadapanya.

__ADS_1


"Kini kau bisa menjelaskan lebih lanjut tentang Ratu Amerta ini, kan? Apa aku benar Putri.. Anisia..? " Tanya Johan dengan nada serius.


__ADS_2