The Last Page

The Last Page
Awal dari Akhir.


__ADS_3

"Dendam kalian akan terbalaskan! "


Johan yang melihat ke arah luar merasa bingung dan bertanya-tanya maksud dan tujuan Ratu Amerta mengumpulkan prajurit.


Kemudian Johan sadar dan teringat akan mimpi yang ia alami sebelumnya, dimana Celestial Kingdom terjadi pembantaian oleh sosok bayangan hitam dan Ratu Amerta terlihat memimpin pasukan bayangan tersebut.


"Ratu Amerta akan menyerang Celestial Kingdom? Apakah mimpi yang aku alami akan menjadi kenyataan? Aku harus segera memperingatkan Celestial Kingdom akan hal ini!" Kata Johan didalam hati.


Johan lantas bangkit dari tempat tidur dan melihat ke sekeliling. Ia tidak menemukan apa-apa selain jendela dan sebuah pintu kayu yang terkunci.


Johan segera untuk mencoba mendobrak pintu tersebut. Tanpa sengaja Johan menjatuhkan kunci yang tergantung dibalik pintu. Johan meraih kunci tersebut dari celah yang ada dibawah pintu. Tak lama kemudian ia berhasil mendapatkan kunci tersebut dan segera membuka pintu ruangan tersebut.


Johan segera keluar dari ruangan tersebut dan mengendap-endap keluar dari rumah tersebut. Namun sayang sekali seorang prajurit mengetahui keberadaan Johan dan segera menangkapnya. Prajurit tersebut membawa Johan ke hadapan Ratu Amerta.


Ketika Johan berada dihadapan Ratu Amerta ia bertanya dengan nada kesal.


"Apa? Apa yang akan kau perbuat dangan tentara sebanyak ini? "

__ADS_1


Ratu Amerta terdiam sejenak dan kemudian berkata.


"Tentu saja aku akan membumi hanguskan kerajaan sampah itu. Asal kau tahu aku juga menyimpan rasa benci dan dendam terhadap kerajaan itu. Maka... Johan bergabunglah dan mari kita runtuhkan kerajaan itu bersama-sama! "


Johan tidak tahu harus berkata apa dan ia juga tidak mungkin bisa kabur dari tempat itu begitu saja.


Kemudian Johan melihat kearah para pasukan Ratu Amerta. Prajurit-prajuritnya menggunakan armor besi hitam dengan seluruh kulit pucat dan banyak bekas luka dan mereka semua tunduk atas perintah Ratu Amerta.


"Kenapa Johan? Kau terkesan melihat pasukanku? Mereka terlahir atas rasa bencimu. Rasa bencimu terhadap diriku. Rasa bencimu terhadap Celestial Kingdom. "


Johan sebenarnya juga menginginkan Celestial Kingdom dihukum, namun setelah ia mengalami mimpi tentang pembantaian yang terjadi, ia merasa sedikit kasihan dan rasa bencinya pun lama kelamaan memudar.


"Ratu Amerta, apakah kamu serius akan melakukan hal ini? "


"Kemenangan sudah pasti kita raih, Johan. Maka dari itu mari bergabunglah dengan ku! "


"Apakah kamu tidak tahu apa itu rasa belas kasih dan mengampuni? "

__ADS_1


Ratu Amerta memalingkan wajah dan terdiam. Ia terlihat meneteskan air mata. Melihat hal tersebut membuat Johan heran dan bertanya-tanya didalam hati.


"Mengampuni katamu? Belas kasih katamu? Apa yang mereka lakukan padaku malah sebaliknya! Aku dicampakan! Aku dibenci! Aku tidak diinginkan! Aku sudah dimakan rasa amarah dan dendam! Aku sudah buta akan rasa belas kasih! ha.. ha. ha.. ha... "


Seluruh tubuh Ratu Amerta diselubungi oleh bayangan hitam. Wajahnya yang dulu cantik nan jelita kini berubah menjadi tua dan tidak elok lagi. Jubahnya yang dulu berwarna merah menyala kini menjadi hitam pekat. Kini Ratu Amerta sama persis dengan apa yang Johan lihat didalam mimpinya.


"Dengar wahai prajuritku! Balaskan dendam kalian! Jangan ada rasa ampun didalam hatimu!"


Ucapan Ratu Amerta disambut sorak sorai para prajuritnya.


Johanpun lari ketakutan meninggalkan Ratu Amerta dan prajuritnya. Johan berniat untuk kembali ke Celestial Kingdom dan memperingatkan mereka.


Seorang prajurit melihat Johan berlari meninggalkan mereka. Prajurit tersebut menghadap Ratu Amerta.


"Ratu ku... Anak kecil itu berhasil kabur. Biarkan hamba menangkapnya kembali. "


"Tidak perlu! Biarkan dia memimpin jalan kita masuk ke Celestial Kingdom! " Jawab Ratu Amerta.

__ADS_1


__ADS_2