The Last Page

The Last Page
Malam Bertabur Bintang.


__ADS_3

"Johan, kelihatanya sudah tidak ada tempat aman lagi disini. Bagaimana kalau aku mengantarmu ke rumah saudaraku di kerajaan sebelah? " Tanya Tuan Wilbert.


"Mohon maaf karena selalu menyusahkanmu, Tuan. Mungkin inilah jalan keluar yang terbaik. Ucap Johan.


"Tenang saja, aku pasti mengantarmu kesana dengan selamat. Malam ini kita tidur di penginapan saja. "


"Ya Tuhan, mengapa semua hal ini terjadi padaku? Kapan aku bisa pulang? Aku sangat rindu dengan ayah dan ibuku. " Ucap Johan didalam hati.


[ Malam Hari ]


Johan dan Tuan Wilbert telah berkeliling ke segala daerah di kerajaan untuk mencari penginapan.


Namun sangat disayangkan tak satupun penginapan yang mengijinkan Johan menginap. Mereka semua tidak mau menerima kehadiran Johan karena takut dengan ramalan Peramal Quang.


"Johan, aku akan mencoba untuk menanyakan pada penginapan ini. Kebetulan pemiliknya adalah kakak kandungku. " Ucap Tuan Wilbert.


[ Di dalam ]


"Salam.. saudaraku.. aku berniat akan menginap. Apa masih ada kamar untuk kami berdua? " Kata Tuan Wilbert.

__ADS_1


"Kalian berdua? Sejauh ini aku hanya melihat dirimu seorang. "


"Ya, aku dan anak ini. Tolonglah... bantu kami." Ucap Tuan Wilbert memohon.


"Dengar Holmes, anak ini buronan. Aku tidak bisa mengijinkannya untuk menginap! "


"Kumohon Andrew, saudaraku. Aku akan menaikan harganya asal kau membiarkan kami berdua menginap. " Ucap Tuan Wilbert memohon kembali.


"Tetap tidak bisa! Aku tidak bisa menanggung resiko untuk menerima anak ini di penginapanku! "


"Ya sudah! Aku tidak akan memaksamu lagi!


Johan, ayo kita keluar. Orang ini tidak memperbolehkan kita menginap disini. " Kata Tuan Wilbert sambil berjalan keluar.


Johan dan Tuan Wilbert kembali mencari sebuah penginapan diseluruh daerah di kerajaan namun hasilnya tetap lah sia - sia.


Tak ada satupun dari penginapan tersebut yang mau membiarkan mereka berdua menginap.


Akhirnya mereka berdua menyerah mencari dan pergi ke sebuah hamparan padang rumput yang amat teramat luas.

__ADS_1


"Maaf Johan, aku tidak menemukan satupun penginapan. " Ucap Tuan Wilbert pelan.


"Tidak masalah, tuan. Tidur di hamparan rumput hijau di malam bertabur bintang memang ingin aku lakukan sejak dulu, tapi ibuku tak pernah mengizinkan. " Kata Johan sambil merebahkan dirinya ke rumput.


"Baiklah kalau begitu aku putuskan untuk istirahat disini malam ini. " Ucap Tuan Wilbert sambil merebahkan diri disamping Johan.


"Tuan Wilbert, bagaimana dengan putrimu? Mengapa kau malah menemaniku disini? " Tanya Johan penasaran.


"Kalau masalah itu, aku rasa Felicia akan baik - baik saja. Lagipula ketika kami berdua bertengkar dia akan kabur dari rumah. Jadi mungkin saat ini aku rasa giliranku untuk kabur dari rumah. Ha.. ha.. ha.. " Ucap Tuan Wilbert.


"Oh.. ya, dari kemarin aku penasaran dari mana asalmu dan dimana keluargamu saat ini? " Tanya Tuan Wilbert penasaran.


"Sebenarnya aku tidak berasal dari sekitar sini, bahkan mungkin tidak berasal dari dunia ini, hmmnnn....entahlah ceritanya panjang. Kau tidak akan mengerti meski aku bercerita panjang lebar. " Jawab Johan.


"Kalau tidak mau bercerita, ya sudah jangan. Aku juga tidak memaksa. " Balas Tuan Wilbert.


"Ngomong - ngomong, Tuan. Mengapa anda tidak takut akan ramalan tentang diriku? " Tanya Johan.


"Hmmmnnn.... Kenapa Ya..? Ya mungkin karena aku tidak percaya akan ramalan sama sekali. Menurutku ramalan itu hanya omong kosong belaka, jadi aku tidak seberapa mempercayainya. " Jawab Tuan Wilbert.

__ADS_1


Johan dan Tuan Wilbert tertidur di sebuah padang rumput yang luas dengan berlangit - langitkan malam bertabur bintang.



__ADS_2