The Last Page

The Last Page
Tamu Tak Diundang.


__ADS_3

[ Ke Esokan Hari ]


"Johan bangunlah, matahari sudah terbit kau masih ingin tidur? Aku baru saja membeli beberapa makanan di kota, ini makanlah. " Ujar Tuan Wilbert sambil memberikan sebuah apel.


"Terima kasih... Oh ya..apa rencana kita hari ini? " Tanya Johan.


"Apa kau lupa? Hari ini aku akan mengantarmu kepada suadaraku di kerajaan sebelah. Dia pasti akan menerimamu disana."


Seusai makan, Tuan Wilbert dan Johan berjalan menuju gerbang utama. Mereka berdua berjalan secara mengendap - endap karena masih takut dengan orang - orang yang membenci Johan.


[ Di Gerbang Utama ]


"Hei! Berhenti! Ada urusan apa kau disini? " Teriak seorang penjaga dari kejauhan.


"Atas perintah raja aku ditugaskan untuk membawa anak ini ke daerah Selatan dan membuangnya. " Kata Tuan Wilbert menyakinkan.


"Anak ini! Bukannya dia yang ada di ramalan? Baiklah.. kalau itu perintah raja, aku akan membiarkanmu lewat. " Kata penjaga.


"BUKA GERBANGNYA!! "


Gerbang utama Celestial Kingdom. Sebuah gerbang dengan tinggi sekitar 32 meter dijaga ketat oleh puluhan penjaga.


Sebuah gerbang yang dimana menjadi akses keluar masuk Celestial Kingdom. Ketika gerbang di buka nampak hamparan rumput yang luas dengan berlatarkan pegunungan yang menjulang tinggi.


Celestial Kingdom sangat persis dengan kerajaan yang berada di sebuah negri dongeng.

__ADS_1


"WOW! baru pertama kali aku melihat dunia diluar kerajaan. " Ucap Johan terpesona.


"Jangan senang dulu, Johan. Perjalanan kita akan memakan waktu kurang lebih satu hari. " Ujar Tuan Wilbert.


"Ha.. ha... ha.. Tak kusangka kau mampu mengelabuhi para penjaga tadi dengan mudah. "


"Hah! Itu hal biasa bagi ku. " Kata Tuan Wilbert dengan nada sombong.


Johan dan Tuan Wilbert berjalan cukup jauh. Menyusuri padang rumput, menyebrangi sungai, dan menuruni lembah.


Sekitar kurang lebih 6 jam perjalanan, Johan dan Tuan Wilbert berada di daerah pegunugan dengan semak belukar dan pohon - pohon rindang disekitarnya.


SREK.... SREK...


"Siapa disana?!" Teriak Johan.


"Entahlah... mungkin perasaanku saja. "


SREKK... SREKK...


"Johan! Dibelakang mu! " Teriak Tuan Wilbert.


Seketika Tuan Wilbert menarik tangan Johan untuk menghindari serangan pisau dari orang berjubah hitam yang tiba - tiba berada di belakang mereka.


"Si... siapa kau? Apa yang kau mau dari kami?" Tanya Johan sambil gemetar.

__ADS_1


"Dengar ya anak muda! Pegunungan ini adalah daerah kekuasaan kami! Siapapun yang lewat haruslah menyerahkan pajak kepada kami! "


Kemudian dua orang berjubah hitam lainnya keluar dari semak - semak dan mengepung Johan serta Tuan Wilbert.


"Sial! Kita terkepung! Apa yang harus aku lakukan sekarang? " Ucap Johan didalam hati.


"Cepat serahkan seluruh harta kalian! Atau tidak kami tidak akan segan - segan membunuh kalian! "


"Kami tidak punya apa - apa! Tinggalkan kami berdua! "


"Oi... boss! Anak kecil ini lumayan juga kalau kita jadikan budak. " Bisik seorang penjahat kepada yang lain.


"Apa yang kalian inginkan? Sudah kami bilang, kami tidak punya apa - apa!" Kata Tuan Wilbert.


"Dasar tua bangka! Kalau benar kau tidak punya apa - apa maka serahkan anak itu kepada kami, dan kami akan membiarkanmu hidup lebih lama lagi. "


"Tidak! Tidak akan pernah! Jangan pernah kalian bermimpi untuk aku menyerahkan anak ini! " Kata Tuan Wilbert.


"Kau ini sudah bosan hidup ya? Beraninya menentang kami! Cepat serahkan anak itu! "


"Tidak! Anak ini memang bukan anakku sendiri, namun aku sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Maka dari itu aku tidak akan pernah menyerahkannya! " Ujar Tuan Wilbert.


"SUDAH CUKUP! Aku sudah muak dengan sandiwara ini!" Kata seorang penjahat sambil berlari ke arah Johan.


"Johan! Awas! " Teriak Tuan Wilbert sambil mendorong Johan menjauh.

__ADS_1


Sebuah pisau menusuk perut Tuan Wilbert. Darah bercecer dimana - mana dan akhirnya Tuan Wilbert tewas ditangan para penjahat tersebut.


"TUAN WILBERT!!!!! " Teriak Johan.


__ADS_2