The Last Page

The Last Page
Keluarga Baru.


__ADS_3

Johan kini berada di ruang keluarga sebuah rumah dengan sebuah perapian yang menghangatkan tubuhnya.


"I.. ini d.. dimana? " Tanya Johan di dalam hati.


Terdengar pula suara dua orang yang terdengar sedang bertengkar.


"Mengapa kau melakukan itu? Aku tak percaya kamu ini benar - benar bodoh! "


"Dengar apabila aku tak menyelamatkan nya dia akan tenggelam dan meninggal di gorong - gorong itu! "


"Apapun itu alasan mu aku ingin kau menyingkirkan anak iblis itu dari rumah kita. Sampai besok aku masih melihat anak itu dirumah kita maka aku akan..!...!"


"Kau akan apa? Kau sangat bodoh karena langsung percaya dengan ramalan orang itu. Apakah kamu sudah tidak punya akal sehat dan tidak berpikir jernih? "


"Sudahlah! Aku tak ingin mendengar alasanmu lagi! Pokoknya anak itu harus pergi dari sini besok pagi titik! "


Keadaan rumah tiba - tiba menjadi sepi. Johan mendengar suara langkah kaki mendekat.


"Kau sudah sadar. Syukurlah... aku kira engkau sudah mati tenggelam di gorong -gorong itu. "


"Si... siapa kau? " Tanya Johan.


"Setidaknya ucapkan terima kasih. Ah.. lupakan saja, namaku Wilbert, Holmes Wilbert, kau bisa memanggilku Tuan Wilbert. Oh ya, siapa namamu? "


"Johan, namaku Johan. Terima kasih karena telah menolongku. Tapi kelihatannya istrimu tidak menyukai kehadiranku disini."


"Dia bukan istriku. Dia putriku, istriku sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Semenjak dia kehilangan ibunya, sikapnya semakin kasar padaku. " Kata Tuan Wilbert.

__ADS_1


"Aku turut berduka cita." Jawab Johan.


"Yah... hari ini kau menginap saja disini sampai kau baikan. "


"Tapi bukankah putrimu tidak mengijinkan? " Tanya Johan.


"Jangan dipikirkan. Dia memang seperti itu. " Kata Tuan Wilbert menenangkan.


[ Keesokan harinya ]


"Johan turunlah, mari kita sarapan. " Seru Tuan Wilbert.


"Baik...aku datang. " Jawab Johan.


Suasana sarapan di meja makan sangat menegangkan. Tiba - tiba putri Tuan Wilbert berdiri dan menggebrak meja makan.


"Cukup Felicia! cepat tarik kata - katamu!" Kata Tuan Wilbert dengan kesal.


"Tidak, aku tidak akan menarik kata - kataku! Karena itu semua adalah fakta! Engkau memang orang tua bangka yang tidak bisa apa - apa! Menyelamatkan ibu saja kau tidak bisa! " Kata Felicia sambil berlari keluar rumah.


"FELICIA! dasar anak ini! Apa aku terlalu keras terhadapnya? " Kata Tuan Wilbert.


"Tuan Wilbert rasanya lebih baik kalau aku pergi sekarang. Maaf telah membuat hubunganmu dengan putrimu memburuk. " Ucap Johan.


"Tidak ini semua bukan salahmu. Aku memang terlalu keras terhadap anak itu. " Kata Tuan Wilbert.


[ Seusai sarapan ]

__ADS_1


"Hei nak, apa kau ingin ikut? " Tanya Tuan Wilbert.


"Ikut kemana?"


"Pergi bekerja, terkadang ketika aku bekerja aku bisa lupa dengan masalahku. "


Johan ikut Tuan Wilbert bekerja. Mereka berdua pergi ke gorong - gorong yang berada di bawah tanah kerajaan.


"Aku memang ditugaskan oleh raja untuk mengelolah gorong - gorong ini lebih dari 15 tahun jadi aku tahu segala belokan, tembusan dan jalan dari gorong - gorong ini. " Ucap Tuan Wilbert.


"Pantas saja kalau orang ini menemukan ku kemarin di gorong - gorong ini. " Ucap Johan didalam hati.


"Semenjak istriku meninggal, ketika aku bersedih tempat inilah tempat yang paling cocok menurutku untuk melepas segala persoalan dunia. " Kata Tuan Wilbert.


Johan dan Tuan Wilbert mengelilingi gorong - gorong sekitar 2 jam. Tuan Wilbert mengajarkan kepada Johan tentang segala seluk beluk tentang gorong - gorong tersebut sehingga kini Johan sudah mulai hafal dengan segala tembusan dari gorong - gorong tersebut.


Kruyuk... kruyuk....


"Ah.. aku lapar. Mari kita pulang dan menyantap makan siang, Johan. " Kata Tuan Wilbert.


Ketika mereka berdua semakin dengan rumah Tuan Wilbert. Mereka berdua melihat segerombol orang dengan obor dan senjata berada di depan rumah tersebut dan berteriak


"SERAHKAN ANAK IBLIS ITU KEPADA KAMI!"


Johan dan Tuan Wilbert lantas bersembunyi di semak - semak supaya tidak ketahuan.


"Ah... ini pasti ulah Felicia, ketika anak itu kabur tadi pagi dia pasti mengumpulkan massa. Anak itu harus diberi pelajaran! " Ucap Tuan Wilbert dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2