The Little Lily

The Little Lily
Bab 10 Siasat Tuan Muda


__ADS_3

Dengan tergesa-gesa Lily turun dari Grab car yang di tumpangi ia menuju Ruko di sana sudah berkumpul beberapa orang yang menunggu kedatangannya.


"Kak, apa yang terjadi?" Tanya Cici dengan mata berkaca-kaca


"Tenang, saya belum bicara dengan pengembang bangunan di belakang" Lily berusaha tenang meskipun dia sempat shock mendengar kabar bahwa Ruko yang di beli 5 tahun lalu dan sudah bayar setengah itu akan di tarik alasan belum bayar dan kebetulan ada yang menawar untuk membelinya cash tentu dengan harga 5x lipat dari harga awal di beli.


"Pak Andreas, kenapa jadi begini?" Bukankah saya mengatakan akan melunasi tunggakannya dalam bulan ini, saya mohon pak jangan diberikan ke orang lain, saya akan rugi banyak jika bapak melakukan itu" Lily berusaha tenang memohon agar Ruko itu bisa dipertahankan


"Maaf Nak Lily, pengembang Hotel di belakang juga keberatan atas bangunan kecil ini yang menghalangi depan Hotel nantinya, jadi Bapak Akan mengganti rugi semua biaya yang kamu pernah keluarkan tapi kembalinya hanya 50% saja" pak Andreas menjelaskan


"Pak di kontrak 5 tahun lalu tidak seperti itu, selagi saya tidak mengatakan saya tidak sanggup membayar lagi maka akan saya serahkan sendiri" balas Lily melihat ekspresi wajah pekerjanya seakan mengatakan kami akan kerja dimana ?


"Iya, nak tapi kalau tidak menyetujui maka kamu sendiri yang akan rugi karena pengembang bangunan di belakang sudah mengatakan pada saya akan meratakan dengan tanah bangunan itu, saya terlanjur menjualnya karena butuh uang untuk pengobatan Istri saya" kata pak Andreas terlihat sedih


"Saya terpaksa menjualnya karena keadaan kami mengharuskan melakukan itu, biaya pengobatan Leukimia istri saya sangat banyak, dan anak-anak saya pun sudah memberikan semua yang mereka miliki tapi masih butuh biaya banyak" lanjutnya


"Pak, tapi tidak harus begini caranya, sama saja bapak menipu saya" Lily antara emosi dan kasian tidak bisa berkata apa-apa lagi...


"Maafkan saya nak, saya butuh biaya banyak, besok akan saya kirimkan pembatalan kontrak dan biaya 50% Ganti rugi" Ucap Pak Andreas


"Kenapa jadi begini Tuhan" ucap Lily dalam hati


"Atau jika ingin melanjutkan pencicilan Ruko ini silakan hubungi pengembang proyek di belakang, nanti bapak kasih nomornya" ucap pak Andreas padanya


"Baik pak, kirimkan nomornya segera" ucap Lily ia ingin marah tapi pak Andreas sudah dianggapnya orang tua selama ini karena beliau sering membantunya sehingga ia tidak ingin masalah ini mempengaruhi hubungan baik mereka tapi jujur saja Lily sangat sangat kecewa. Ia merasa di khianati orang terdekatnya sendiri.


"Maaf Lily, kita bertemu besok lagi" Pak Andreas meninggalkan Lily dan para karyawan yang tidak paham apa yang sedang terjadi


"Lily segera menghubungi nomor yang dikirimkan pak Andreas dan berjanji ketemu siang ini juga ketika istrahat kantor pukul 01.00 siang, ia melirik jam tangan dan sudah menunjukkan pukul 10.02

__ADS_1


Lily masuk diikuti para karyawan yang bekerja disana yang sudah dianggap keluarga sendiri setelah kebersamaan mereka 2,5 tahun itu.


"Maafkan saya, ada sedikit masalah soal Ruko ini, tapi saya janji tidak ada yang akan bisa mengambilnya dari kita ini rumah kita jadi tolong doakan saya untuk bisa mempertahankan HAK kita semua" Lily menjelaskan pada karyawatinya apa yang terjadi kemudian Lily mengajak mereka untuk keluar makan siang, untuk pekerjaan siang ini biarkan saja.


"Sebelum saya bertemu pengembang proyek Hotel di belakang mari kita makan siang saja dulu, tinggalkan saja pekerjaan hari ini biarkan Tukang tetap lanjut interior" Lily berusaha tersenyum untuk masalah yang terjadi, pikirnya masalah sudah selesai tapi ternyata masalah terbesar datang lagi.


"Bersenang-senanglah hari ini saya akan membayar untuk apa yang kalian sudah kerjakan, anggap ini istrahat tambahan" ucapnya


Mereka ber 6 menuju mobil kantor mereka dengan Lily yang mengendarai, ia membawa karyawati nya pergi makan disebuah restoran mahal di " H Hotel " Hotel terkenal yang sering di kunjungi Lily bersama Rena.


"Makanlah sepuasnya, saya akan membayarnya" ucap Lily ketika mereka duduk di meja dalam restoran itu


Tampaknya para karyawati itu sangat senang, lalu mereka makan dengan ceria seperti tidak ada masalah yang terjadi.


Sejam mereka habiskan untuk makan kemudian lanjut ke tempat SPA di Hotel itu yang juga masih di bayar oleh Lily sudah satu jam setengah mereka disana lalu akan ke bioskop untuk menonton tapi Lily tidak ikut karena harus bertemu dengan orang lain (pengembang proyek)


"Kalian saja yang nonton, kapan-kapan baru saya ikut dengan kalian, saya harus bertemu dengan seseorang" jawab Lily


"You're welcome " balas Lily senyum tulus pada mereka lalu meninggalkan nya karena harus ke kantor sekarang bertemu dengan orang yang ditelfon tadi.


***


Lily datang di Cafe dekat kantor yang ditunjukkan oleh Orang yang ditelfon tadi Ia menuju nomor meja yang sudah dipesan sebenarnya masih ada 20 menit dari waktu janjian tapi Lily datang sebelum waktu yang ditentukan.


"Nona Lily?" Sapa seorang Pria paru baya dengan perut buncit mendatanginya


"Iya betul sekali pak" jawab Lily Rama


"Ok baik, perkenalkan saya pak Elifas kuasa hukum Kel. Alexiz" ucapnya

__ADS_1


"Loh kenapa kuasa hukum Kel Alexiz ?" Tanya Lily


"Karena Nona Lily sedang berurusan dengan Kel. Alexiz" jawab Pria Buncit itu


"Maaf tapi apakah ini masalah Ruko pak?" Lily memperjelas


"Iya Nona, karena pengembang Hotel itu adalah proyek dari Alexiz Group" jawabnya


"Ya Tuhan, apa semua ini? Kenapa semuanya seakan terhubung dengan Tuan muda Dareen yang sangat ingin ku hindari" ucapnya menangis dalam hati


"Jadi bagaimana pak, untuk bisa mempertahankan Ruko saya?" Ucap Lily lesu


"Mari tunggu Tuan muda Dareen, Beliau sendiri yang akan memberikan syarat nya secara langsung, ini kontrak baru ketika sudah menyetujui aturan dari Tuan Dareen" jelas pak Elifas


"Tuan Dareen?" Ucapnya tidak percaya


"Iya, itu beliau sudah tiba" balasnya


"Selamat datang Tuan, silakan duduk saya sudah menjelaskan peraturannya dan menyerahkan kontrak baru, silakan kalian bicarakan lagi, saya pamit Tuan" pak Elifas langsung meninggalkan mereka atas permintaan Tuan muda Dareen semua adalah skenario yang dirancangnya


"Tuan?" Lily tidak menyangka jika ujung-ujung dari semua masalah ini berkaitan dengan Tuan tidak punya hati ini


"Ya, selamat bertemu kembali, apakah ini takdir dari Tuhan kita selalu dipertemukan dengan cara yang ajaib" ucapnya sekian mengejek "syarat dari saya semua akan selesai jika kamu menerima tawaran untuk jadi mempelai wanita ku" lanjutnya kemudian duduk


"Apakah tidak ada syarat lain?" Tanya Lily dengan harapan Dareen akan berubah pikiran


"Tidak ada, syaratnya hanya satu, jadilah wanitaku dan semua akan selesai" jawabnya enteng


"Tuan Dareen, bagi saya pernikahan adalah hal Sakral bukan suatu permainan seperti ini" Lily tidak habis pikir apa yang ada dalam otak pria di depannya ini

__ADS_1


"Saya tidak sedang bercanda, saya serius" Dareen menatap dalam mata gadis didepannya


Lily tidak tahu harus mengatakan apa lagi


__ADS_2