
"Terima kasih Tuan untuk malam ini, sebaiknya kita berpisah disini saja" Lily berucap setelah melihat Tuan Arion dan Lyani hilang di pintu keluar
Mendengar Lily berbicara seperti itu ada bagian di dalam diri Dareen merasa tak rela jika harus berpisah tapi dirinya sendiri tidak tahu.
"Saya akan mengantarmu, karena saya yang menyuruh Sekertaris Kim menjemput mu, katakan saja alamatnya" Dareen melangkah meninggalkan Lily
"Tidak apa-apa saya bisa pulang sendiri" Lily Keukeh ingin pulang sendiri saja ia berjalan mengikuti langkah Dareen, ketika mendengar Lily seakan tak mau diantar pulang olehnya Dareen berhenti membuat Lily menabrak punggungnya.
"Bug" ....
"Maaf Tuan" jawab Lily
Kejadian itu mengingatkan Dareen pada pertemuan pertama nya dengan Lily yang juga menabraknya
"Apa kamu selalu berjalan seperti ini dan menabrak siapapun di luar sana" ucap Dareen dengan nada dingin seperti biasa
"Apa maksudnya?" Lily tidak paham dengan maksud Dareen
"Hmmm, sudahlah ikut saja denganku saya akan mengantarmu" Dareen tak menghiraukan penolakan Lily ia kemudian menggenggam tangan Lily dan menariknya menuju mobil
Lily speachless, ia menurut saja pada Dareen, ada perasaan hangat ketika Dareen menggenggam tangannya seperti itu.
"Masuklah" ucap Dareen ketika sampai di Mobil yang sudah di bukanya untuk Lily
Lily yang baru menyadari itu langsung menarik tangannya dan masuk ke dalam mobil, menyibukkan diri mencari sesuatu di tas dan mengambil Hpnya serta mengeceknya. Pipinya terasa panas, ia merasa malu.
Dareen yang sudah di tempat kemudi menyadari perubahan di wajah Lily " kamu makin cantik, jika malu-malu seperti itu" Ucap Dareen mendekat ke arah Lily
"Deg" ...
Menyadari Dareen mendekat kearahnya, Lily menutup mata nya dan menahan nafas. Jantungnya memompah dengan cepat. Dan mukanya makin panas...
"Tek" suara dahi di ketuk "apa yang kamu pikirkan hu, saya memasangkan seatbelt mu saja" Dareen mengetuk Dahinya dan menyadarkannya
Lily membuka mata dan merasakan hawa panas di mobil, apa yang dipikirkan nya tadi ? Astaga kenapa ia sampai menutup mata? "Lily apa yang kamu pikirkan" ucapnya dalam hati lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan berusaha untuk menetralkan rasa malunya
__ADS_1
"Dimana alamatmu?" Tanya Dareen masih dengan senyum yang tidak lepas dari wajah tampannya itu
Lily meliriknya masih dengan senyuman di wajah itu "Cakep" ucapnya tanpa sadar
"Hmmm, di jalan Merpati Ruko no 10" jawabnya agar Dareen tidak menyadari tadi dia keceplosan mengakui ketampanannya
"Okay, arah kita sama" jawabnya tersenyum simpul kemudian sadar dan mengatur raut wajah sok coolnya.
Lily memutar musik di hpnya kemudian bergumam kecil mengikuti lagunya, ia lakukan untuk mengusir rasa malu yang masih menyelimuti hatinya atas tingkah bodoh yang baru saja dilakukannya.
"Tuan, saya tidak suka diseret dalam kebohongan" ucap Lily ketika mengingat Dareen mengatakan pada Tuan Arion dan Istrinya jika dia Tunangannya yang akan di Nikahi
Dareen, menepi dan menghentikan mobil "saya tidak berbohong Lilyana Ivanca, saya melamarmu tadi" ucap Dareen serius dengan ucapannya
"Hahahaha jangan bercanda tuan" Lily tertawa terbahak-bahak sampai air matanya keluar
"Saya tidak bercanda, Nona Lily" ucapnya memegang tangan Lily
"Apa kamu gila? Ini pertama kalinya kita bertemu dan tuan bilang saya mempelai wanitamu ?" Lily menarik tangannya
"Maaf, cari saja designer lain aku memutuskan untuk tidak membuatkan Baju couple pesanan Tuan, saya akan mentransfer uang DP yang sudah dikirimkan " ucap Lily dan berusaha keluar dari mobil yang berhenti itu.
"Maaf untuk kali ini saya harus mengaitkannya dengan urusan pribadi, saya tidak harus ikut dalam kebohongan yang tuan buat demi kerjasama, saya tidak ingin berbisnis dengan pembohong" ucap Lily sudah emosi tapi masih mengontrol amarahnya
"Saya tidak sedang bebohong Nona Lily, kamu sudah kuputuskan menjadi pengantin wanitaku" jawab Dareen tegas dengan nada dinaikkan
"Ha lucu sekali, ini pertama kalinya kita bertemu, dan anda mengatakan omong kosong seperti itu seakan memaksa saya untuk anda nikahi ? Memangnya saya boneka yang bisa anda atur ? Lily sudah benar-benar emosi
"Apa anda pikir dengan memiliki uang dan kekuasaan anda boleh bertindak semau yang tuan inginkan, pakailah hatimu untuk bertindak" setelah mengatakan itu, Lily keluar dari mobil Dareen
Dareen diam mencerna apa yang dikatakan Lily, tapi niatnya tidak pudar untuk memaksa Lily menjadi mempelai wanita nya nanti di Altar, ia belum pernah gagal untuk mendapatkan sesuatu.
Lily masih dengan emosi yang membara memesan grab car dan segera meninggalkan Dareen. Ia tidak peduli dengan pria itu lagi.
"Uuuihhh hufffff..." Lily duduk dan menarik nafas dalam setelah duduk di mobil yang dipesan.
__ADS_1
"Alamat sesuai aplikasi nona?" Tanya pak Sopir
"Iya pak" jawab Lily berusaha tersenyum
***
Lily Baru saja meletakkan handbag
Kring.... Kring.... Kring..."
Suara hp Lily ada panggilan masuk tapi di abaikan olehnya ia menyadari itu panggilan dari Dareen. Awalnya Lily pikir dia laki-laki tampan dan idaman para wanita tapi dengan sikap yang tidak punya hati seperti itu semuanya terbalik.
Lily mematikan hpnya, kemudian membersihkan diri dan bersiap untuk istrahat ... ketika ia sampai di Ruko semua karyawan dan pekerja interior sudah pada pulang...
Maka disini lagi dia, dengan kesendirian dan melewati malam panjang dengan kerinduannya pada sang Ibu....
"Uuuuhhhhh huuuuuuuuuffffff, suara tarikan nafas dari gadis itu ia mengambil Kitab yang sudah di kasih tanda kemudian memutar musik Favorit nya dan berjalan mendekati meja kerja yang mengarah di jendela kaca besar yang memperlihatkan bangunan dan jalan di depan, suasana jalan itu mulai tidak seramai seperti siang hari karena waktu sudah menunjukkan pukul 23.45
Membaca kusuk dan mendapatkan Ayat yang bisa membuatnya kuat lagi...
Ibrani 13:5b
Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Benar Tuhan aku percaya bahwa Engkau setia dan akan tetap menemaniku, aku tidak takut lagi, ucapnya lirih. Setelah membaca Alkitab iya meletakkannya kemudian merenung dan memutuskan untuk istrahat saja setelah menenguk segelas nitrishake coklat hangat kesukaannya.
***
Di lain tempat Dareen sedang mengamuk, harga dirinya makin terluka diabaikan oleh Lily
Ia membuang dan menghancurkan apapun yang ada di depannya, tekadnya makin kuat dalam hatinya untuk menjadikan Lily mempelai wanitanya.
"Kita liat saja Nona Lilyana Ivanca siapa yang menang atas ini semua" ucapnya pada diri sendiri ia kemudian minum wine yang ada di depannya
Begitulah Dareen sifat keras dan kasar ketika yang di inginkan tidak dia dapatkan.
__ADS_1
Setalah mabuk dan membuat hancur tempat itu ia terkapar diatas sofa, para pembantu yang mengetahui Tuan Muda nya marah tidak ada yang boleh mendekat, setelah Pingsan akibat mabok Pembantu itu memanggil Sekertaris Kim untuk membantu sang Tuan pindah ke tempat tidur dibantu 2 pengawal pribadi Tuan Dareen.
"Hmmmm, apa lagi ini " sekertaris Kim geleng-geleng kepala melihat Tuan mudanya pingsan akibat alkohol ia lalu menutup pintu meninggalkan Dareen sendiri