
Lily menyesuaikan pencahayaan yang masuk dalam retina matanya ketika perlahan membuka matanya, melihat sekeliling mendapati dinding putih "Kenapa kamarku seperti rumah sakit" ucapnya belum sepenuhnya sadar
ia lalu menengok ke samping dan mendapati hp nya di meja ada beberapa pesan yang masuk, ada pesan Rena yang kuatir dan menanyakan dirinya dimana.
Lily kemudian bangun dan baru benar-benar sadar jika dirinya memang sedang di RS sekarang, ia mengingat semalam tangan Dareen terluka dan berdarah hingga membuatnya pingsan.
"Dimana dia, tega sekali orang Pingsan dibiarkan sendiri" ucapnya sedih dalam hati, ia bangun dan turun dari bangsal, Upss bukan bangsal seperti biasa ya, ini lebih seperti kamar hotel karena bangsal diganti dengan king size.
Lily berusaha mencari tasnya tapi tidak ditemukan hingga akhirnya ia menyerah
"bagaimana bisa keluar dari RS jika tidak ada uang yang ku pegang, aku baru ingat lupa mengambil tas dan dompet di rumah puncak" keluhnya
"Tuhan, masalah apa lagi ini" ucapnya tersenyum namun hatinya teriris, ia berusaha untuk menyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja karena Tuhan tidak mungkin memberinya cobaan melebihi kekuatan nya.
Lily kembali duduk dan memandang jauh keluar melalui jendela rumah sakit yang begitu cerah, pemandangan yang indah menampakkan lautan luas nan tenang disinari mentari pagi yang indah dan awan cerah.
__ADS_1
Lily berusaha tenang, ia menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan perlahan, lalu tersenyum dan menutup mata nya dengan rasa sukacita kemudian merapalkan do'a di pagi hari.
"Thank God, for everything, for your Grace, your glory, your Joy ku percaya jika semua yang Tuhan buat atas diriku, atas hidupku pasti yang terbaik, even aku melihatnya dari sudut pandang ku sendiri ini tidak baik, tapi aku berusaha mempercayai bahwa rencana-Mu indah, bohong jika aku mengarahkan aku tidak kuatir saat ini, aku sangat kuatir Tuhan, tapi aku percaya Engkau bapaku yang tahu segalanya jadi semua ku pertaruhkan di dalam tangan-Mu, in Jesus name Amen" ucapnya menutup doa kemudian bersiap untuk keluar namun ia mendapati Dareen di pintu sedang bersandar dengan tas yang sangat dikenali di tangan kanan pria itu, sedang tangan kiri berbalut kasa yang diyakini luka yang membuatnya pingsan.
"Tuan, sejak kapan disana, ku fikir saya ditinggalkan?" ucapnya mendekat tanpa sadar ucapannya itu
Dareen menatapnya tanpa berkedip ia mendengar semua yang di ucapkan Lily
"Jadi kamu sudah takut ku tinggalkan, padahal baru saja kita ketemu loh bagaimana jika sudah hidup lama bersama pasti kamu akan sangat frustasi jika ditinggal " Dareen mengejek
"Hmm, tapi ini sangat mengganggu ku jika melakukan beberapa tugas lainnya" ucapnya beralasan agar bisa memanfaatkan Lily
"minta bantuan ku saja, jika perluh" ucapnya sambil mengambil tas dari tangan Dareen
"Maaf dan terimakasih sudah merepotkan" lagi-lagi Lily mengucapkan kata itu
__ADS_1
"Apa kamu tidak capek mengucapkan maaf?" kata Dareen "Baiklah, mari pulang biar kuantar dan jangan tidur karena saya tidak melihat arah ke tempatmu tinggal" lanjutnya
"Hmmm" jawabnya mengangguk saja sambil berjalan bersebelahan dengan Dareen, banyak mata yang memandang, pasalnya seorang Dareen itu terkenal dan dikabarkan akan menikah tapi pasangannya tidak di publikasikan dan pemandangan pagi ini Dareen sudah terang-terangan berjalan berdua dengan seorang gadis. dan mereka menyangka bahwa gadis manis itu adalah wanita yang akan dinikahi akibat rumor pernikahan yang di umumkan di media massa hingga semua orang mengetahui nya.
#flashback on
Dareen yang menyadari pandangan Lily menatap tangannya yang baru dirasakan peri itu ternyata mengeluarkan darah. Sibuk membalut luka agar tidak mengeluarkan darah terlalu banyak ia bahkan tidak menyadari Lily pingsan.
"Lily, hei sadar" melihat tidak ada reaksi Dareen akhirnya berhenti dan memperbaiki posisi Lily yang kepalanya sudah rebah ke samping jika dibiarkan akan membuat leher gadis itu sakit ketika sadar nantinya.
"Apakah ia takut darah? bagaimana mungkin hanya darah seperti ini membuatnya pingsan, Astaga lemah sekali" ucapnya meremehkan tanpa tahu penyebab nya apa Dareen lalu menelfon dokter Still Hope Hospital lalu mengarahkan mobilnya kesana kebetulan dekat dengan jalan yang dilaluinya.
#flashback off
Mengingat dengan semua hal yang terjadi Dareen sangat senang "Bagus juga, ada insiden kecil itu, saya punya kesempatan untuk memanfaatkannya" ucapnya tersenyum lalu menjalankan mobil...
__ADS_1
"Tunggu, waktunya Lily..." ucapnya dengan seringai liciknya #Dareen