
Setelah makan Lily bergegas membersikan meja makan, itu tidak luput dari perhatian Dareen
"Kenapa, ada yang salah dengan saya dari tadi liatin nya gitu amat?" Lily bertanya tapi tangannya masih menumpuk piring kotor dan menyatukan makanan sisa yang pikirnya masih bisa akan di panaskan untuk sarapan besok seperti kebiasaan di rumahnya bersama ibu nya
"Gak ada, suka saja lihat kamu " Dareen keceplosan "hmmm maksud saya liat kamu kerja seperti itu, sepertinya kamu sangat ahli" Lanjutnya salah tingkah (Huuuu seorang Dareen salah tingkah ? ini berita hot guys 😁)
"Oh, iyalah saya selalu melakukan nya karena saya tidak sekaya Tuan, untuk menyewa pekerja di rumah, lagian hal kecil yang bisa ku kerjakan ibu selalu mengajariku melakukannya sendiri" ucapnya sedih karena ia mengingat ibunya matanya berkaca-kaca "Ahh maaf, saya masih sangat sensitif ketika membicarakan ibuku" ucapnya mengelap air mata kemudian ke dapur mengangkat piring kotor
"Aduh Nona Lily, biarkan bibi yang mengambilnya" Bi Ema tidak enak hati melihat wanita tuannya yang melakukan itu sendiri
"Bu, lanjutkan makannya saya biasa kok melakukannya, jadi Ibu tenang saya tidak akan memecahkan barang-barang ini" Lily salah tanggap dikiranya Bi Ema melarang karena akan merusak piringnya
"Nona Lily itu kerjaan saya, Bibi tidak bermaksud seperti itu saya cuma tidak mau nona melakukan pekerjaan seperti ini, Tuan nanti memarahiku" Bi Ema masih Keukeh melarangnya
__ADS_1
"Bu, tidak apa-apa lagian ini cuma seberapa, sudah biasa di rumah lakukan seperti ini" lanjutnya
Dareen yang melihat kejadian itu mendekat lalu menganggukkan kepala pada Bi Ema yang se ketika melihat ke arahnya dengan tatapan takut.
"Baik, Nona lanjutkan semau mu saja, Bibi sudah melarang melakukannya, Tuan Dareen kami akan pulang, apakah masih ada yang dibutuhkan?" tanya Bi Ema
"Pulanglah, saya akan mengurus sendiri apa yang masih ku perlukan" Kata Dareen bersandar memperhatikan Lily mencuci
"Pulang saja, ada Lily yang akan membantu ku jika memerlukan sesuatu" ucapnya
"oh iya, baik Tuan, terimakasih untuk hari ini selamat malam, Bibi pamit pulang, Nona Lily Bibi pulang ya" pamitnya
"Hati-hati Bu, terima kasih untuk kerja keras dan bantuannya hari ini" Lily menatap wanita paruh baya tersenyum tulus, lagi-lagi teringat dengan ibunya
__ADS_1
"Iya, Nona" jawabnya "Hmmm baiklah tuan Dareen sekarang bersama Nona Lily, Nona Lily sangat beda jauh dari Nona Aquila, semenjak jadi tunangannya Dareen sudah seperti ratu yang ingin selalu di layani, *** *** ***" Bi Ema menggeleng dalam diam lalu benar-benar hilang dari pandangan ke dua orang yang dilanda canggung di pantry
Lily menyibukkan diri pura-pura mengabaikan Dareen pasalnya iya tidak tahu akan membahas apa ketika bersama Tuan Muda Dareen.
"Ini dimana, Tuan?" akhirnya satu pertanyaan yang sejak tadi ingin ditanyakan muncul juga dan ada kesempatan untuk menanyakannya
"Puncak" ucap Dareen singkat tanpa mengalihkan pandangnya dari aktivitas Lily dari menyimpan piring dan membersihkan tangan
"Kenapa Tuan membawaku kesini ? masih banyak tugas yang harus ku kerjakan" Lily kemudian menuju Sofa ruang tengah mengikuti Dareen.
"Bagaimana dengan kontrak pra nikah?" Dareen bertanya serius sambil menatap Lily
"Maaf" hanya kata itu yang terucap dari bibir kecilnya
__ADS_1