
Lily bertemu sekertaris Kim diluar ruangan, mereka lalu bergi bersama ke Salon langganan Kel. Tuan muda
"Nona Lily, bersiaplah berdandan dengan baik dan nanti malam akan dijemput Tuan muda" ucap Sekertaris Kim
"Bolehkan saya minta tolong?" Ucap Lily pada sekertaris Kim
"Minta tolong apa nona?" Balasnya
"Saya akan sangat senang jika saya diantar ke Ruko untuk mengambil baju untuk kupakai nanti" balasnya merasa tidak enak hati karena merepotkan sekertaris Kim
"Nanti saya akan mengambilkan untuk Nona, katakan pada orang disana untuk menyiapkannya untuk ku ambil nona, disini saja dan bersiaplah" lanjut sekertaris Kim
"Hmm, baik terimakasih sekertaris Kim, saya menghubungi salah satu orangku" balasnya tersenyum.
"Baik Nona, saya pergi... Ayana dia akan menemani Tuan muda Dareen nanti malam, make over nona ini, dan jangan lupa untuk mengikuti saja kemauannya" pesan sekertaris Kim pada wanita yang bernama Ayana itu ibu seorang anak yang juga sepupu Dareen.
"Baik sekertaris Kim, ayo Nona ikut saya" jawab Ayana mengantar Gadis itu. Sedangkan Sekertaris Kim meninggalkan mereka.
"Siapa namamu Nona? Anda beruntung bisa menemani Tuan muda sampai di ajak ke acara makan malam sperti ini, Aquila memang bodoh menghianati Tuan muda, dia pasti sangat menyesal karena akhirnya Dareen menemukan gadis seperti mu" ucap Ayana memandang gadis didepannya
"Oh iya, nama saya Lilyana panggil saja Lily kak" Balasnya tersenyum ia tidak mengerti apa maksud orang di depannya
"aku Ayana, sepupu Dareen, santai saja ya" balas Ayana
"Ayana... Iya trimaksih kak" balasnya tersenyum
"Baiklah mari kita mulai" Ayana kemudian melakukan aksinya untuk membuat sepupunya Dareen makin menyukai wanita yang ada di depannya ini, karena pikirnya gadis yang bernama Lily ini adalah kekasih baru sang sepupu.
Lily yang biasanya hanya melakukan aktivitas perawatan dirumah sendiri merasakan hal berbeda ketika dilayani sperti ratu. Ia menikmati nya dan mengikuti apa saja yang dilakukan Ayana.
Setelah 3 jam, Lilyana melakukan ritual perawatan dirinya sangat senang, sekertaris Kim juga sudah tiba membawa mini dress nya.
Jam sudah menunjukkan pukul 17.25 dan Lily sudah siap, ia sedang asik chattingan dengan sahabatnya Rena tidak menyadari jika Dareen sudah sampai dan berada di depannya berdiri dengan menyilang kan tangan menatap gadis di depannya.
"Hmmmm, sampai kapan akan membalas chat nya ?" Ucap Dareen sudah merasa jengkel lagi-lagi di abaikan gadis itu.
__ADS_1
"Oh ehh, Tuan maafkan saya" ucapnya berdiri langsung memasukkan hp ke dlm Handbag nya.
"Harus banget ijin ke pacar mau keluar ya? Sindir Dareen
Lily tidak menanggapi, ia merapikan pakaian nya kemudian mengikuti Dareen "Kak Ayana thanks ya buat hari ini, semangat kak, aku pamit" Lily dengan senyum tulus melambaikan tangan pada Ayana dan para pekerja yang ada disitu.
"Sampai jumpa Lily, jangan sungkan datang lagi ya" ucapnya tersenyum tapi Ayana bermaksud menyindir sepupunya itu, karena kalau Lily kesana pasti Dareen akan membayar banyak seperti saat ini lagi..
Lily mengikuti Dareen dari belakang menuju mobil yang terparkir di depan Salon itu.
"Kalian baru bertemu tapi sudah akrab banget" Dareen melirik ke arah Lily yang terlihat sangat menawan malam ini dengan make up yang meskipun natural tapi sangat menarik entah apa yang membuat perasaan Dareen mengatakan itu.
"Kak Ayana memang orangnya asik banget kok, baik juga" balas Lily tanpa mengalihkan pandangnya karena malu dilihatin dari tadi oleh Dareen .
"Aquila saja sudah lama kenal dengannya tapi tidak pernah akrab seperti itu" Dareen kembali mengingat mantannya itu lalu menggeleng pelan..."Ngapain juga harus mengingat penghianat itu lagi" ucapnya pada diri sendiri dalam hati
"Kamu nanti diam saja ya, ikuti saja saya" Dareen mengingatkan
"Baik Tuan" jawabnya lalu kembali terdiam dan keadaan mulai sunyi... Lily yang tidak menyukai keadaan canggung seperti itu minta ijin untuk memutar lagu saja dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Dareen.
Tanpa menghiraukan jika ada Dareen di sampingnya, itulah Lily kadang lupa keadaan jika sudah mendengarkan musik yang menurutnya sangat menghibur hati dan lirik-liriknya yang membuat tenang dan damai itu.
Dareen yang mendengarkan lagu itu ikut merasakan damai ketika Lily mengikuti lirik yang ada...
"Apakah kamu sangat menyukai lagu-lagu Rohani?" Tanya Dareen membuka pembicaraan lagi setelah diam beberapa saat hanya mendengarkan musik hatinya seakan ingin terus berbicara pada gadis di sampingnya tapi ia tidak tahu harus ngomong apa.
"Sangat, kenapa Anda tidak menyukainya Tuan?" Tanya Lily merendahkan volume sehingga ia bisa mendengar jawaban Dareen
"Bukan tidak suka, tapi saya baru mendengar ada gadis jaman sekarang yang masih menyukai lagu-lagu Rohani sperti kamu" jawab Dareen
"Oya? Tapi bagi komunitas kami lagu rohani adalah lagu favorit, kami tidak terlalu menyukai lagu sekuler yang kadang liriknya makin membuat hati tak karuan" ucapnya terkeke mengingat lagu-lagu sekarang yang menurutnya tidak berfaeda
"Komunitas apa ?" Tanya Dareen penasaran (Guys ini pencapaian terbesar jika seorang Dareen sudah kepo)
"Perkantas, itu komunitas dari semenjak saya Maba, sampai alumni begini pun masih sering ikut komunitas itu?" Ucapnya antusias mengingat moment bersama teman sepelayanan di Perkantas.
__ADS_1
Dareen yang tidak tahu soal komunitas itu hanya mengangguk-anggukkan kepala, yang ada di pikirannya komunitas itu seperti kumpulan arisan yang biasa dilakukan Mommynya.
"Kita sampai..." Ucap Dareen ketika mereka sampai di depan H Hotel (Hotel Huygens)
Lily kemudian membuka seatbelt dan tidak lupa merapikan pakaiannya ketika turun dari mobil mewah Dareen, ia akan bertemu dengan orang penting dan tidak ingin membuat Dareen yang ditemani nya malu, setiap yang dilakukan harus tulus karena mindset nya adalah melakukan segala sesuatu tujuannya untuk kemuliaan Tuhan yang dipercayainya.
"Ingat tidak perluh melakukan apapun, cukup diam dan temani saya" Dareen sekali lagi mengingatkan
"Iya Tuan" Lily yang merasa cukup tegang itu menjawab dengan sabar pasalnya Dareen sudah mengatakan hal yang sama berulang-ulang.
Ia kemudian mengikuti Dareen dari belakang menuju Restoran di dalam hotel yang sudah reservasi oleh Dareen.
Ada banyak pasang mata yang memandang mereka, upsss bukan mereka tapi Tuan muda Dareen yang terkenal itu.
Tapi seakan tak peduli Dareen tetap melangkah dengan cool menuju ruangan tempat janjian dengan Tuan Arion.
Lily berusaha menyamakan langkah Dareen yang cukup sulit untuk diikuti pasalnya dirinya lebih pendek dari Dareen karena itu Ia harus melangkah 2 kali untuk menyamai langkah Dareen satu kali.
Setelah pintu dibukakan oleh petugas Hotel yang menunggu kedatangannya Dareen dan Lily melihat Tuan Arion sudah menunggu ditemani seorang perempuan mendampinginya.
"Maaf Tuan Arion membuatmu menunggu, tadi sedikit ada macat" Dengan sopan Dareen menyalami Arion tidak sperti biasa jika bertemu dengan orang diluar sana menampkkan wajah jutek dan dinginnya.
"Selamat malam Tuan Alexiz, tidak masalah saya dan Istri kebetulan menginap di Hotel ini jadi duluan kesini" Jawab Arion Rama membalas uluran tangan Dareen
Setelah menyalami Dareen Arion mengulurkan tangannya pada gadis di samping Dareen "Silakan duduk" lanjut Arion
"Tuan Darern, ini Istri saya" Arion memperkenalkan wanita cantik sederhana di sampingnya
Lily lebih dulu menyalami wanita itu "Kak Lyani, bukan?" Sapa Lily hampir tidak terdengar takutnya ia salah orang.
Lyani membalas uluran tangan Lily seraya memeluknya "Iya aku Lyani, woaa Lily kan? ini sungguh kamu Lily yang aku kenal kan?" Lyani melepas pelukannya dan memperhatikan gadis di depannya dengan hebo bertemu dengan teman kelasnya dulu di Universitas
"Iya kak, saya Lilyana Ivanca" balasnya kembali memeluk wanita itu
Kedua Pria yang menyaksikan itu duduk dan merasa kebingungan sendiri memperhatikan kedua orang yang sedang berbicara dengan akrab tanpa mempedulikan siapa yang disekitarnya "serasa dunia milik Meraka"
__ADS_1