The Little Lily

The Little Lily
Bab 5 Perintah bukan Permintaan Tolong!


__ADS_3

"Membuat kesalahan lebih baik daripada memalsukan kesempurnaan"


@Syalin98


"Sekertaris Kim" sapa Lily ketika melihat Sekertaris Kim menghampirinya, Ia merasa tidak meninggalkan sesuatu di Cafe Hotel tadi tapi kenapa Sekertaris Kim mengikutinya ?


"Nona Lily, maafkan saya karena mengikutimu sampai ditempat ini" Sekertaris Kim berucap


"Iya, apakah ada yang ingin ditambahkan dari berkas tadi?" Tanya Lily tersenyum  Pikitlrnya ada yang terlewat dari design baju yang di inginkan Tuan muda nya .


"Bukan soal design Nona Lily, ini soal hidupku, tolong saya" ucap Sekertaris Kim memelas


"Tolong...? Apa yang bisa kubantukan sekertaris Kim?" Ucap Lily bingung dengan perkataan ambigu sekertaris Kim


"Tuan muda Dareen Alexiz ada pertemuan malam ini" ucapnya Sekertaris Kim berusaha menjelaskan tapi ia menarik napas terlebih dahulu


"Terus, urusannya dengan saya apa? Bajunya harus digunakan malam ini juga?" Tebak Lily melihat ekspresi wajah Sekertaris Kim


"Bukan Nona, dengarlah dahulu"


"Malam ini harus ada yang menemani Tuan muda Dareen dan Tuan meminta kesediaan Nona Lily ini perintah bukan permintaan Nona, jika nona Lily tidak hadir maka tamatlah riwayatku" ucap Sekertaris Kim berharap Lily mengerti


"Apa maksudnya? Bukankah Dareen akan menikah sebentar lagi dimana Tunangannya kenapa memerintakan aku untuk menemaninya ?" Balas Lily sama sekali tidak paham apa maksud sekertaris Kim.


"Ada alasan pribadi jika soal itu Nona, saya tidak berhak menceritakannya" balas Sekertaris Kim


"Tuan mudamu saja saya belum pernah ketemu, bagaimana bisa saya menemaninya ke sebuah acara, pasti akan sangat canggung" balas Lily


"Nona jangan kuatir soal itu, datang saja menemaninya, bicara seperlunya" balas sekertaris Kim


"Nanti akan kuantarkan ke kantor, bertemulah terlebih dahulu untuk berkenalan dengan Tuan muda" Ucap sekretaris Kim


"Apakah tidak ada maksud jahat dari perintahnya itu?" Ucap Lily polos sampai sekarang ia belum ngeh dengan permintaan tiba-tiba itu... Sama sekali belum pernah bertemu dengan Tuan Muda Alexiz kenapa sekarang harus menemani ke sebuah acara ? Bukan kah ini suatu hal aneh ?


"Tidak Nona, ini hanya permintaan tolong dari saya, datanglah temui Tuan Muda, saya jamin nona tidak akan kenapa-kenapa," ucap Sekertaris Kim


"Maaf, tapi saya akan melakukan apa disana? Bukankah Tuan muda mu bisa mengajak pegawai di kantor nya saja? Kenapa harus saya?" Lily masih tetap ngeh dengan pertanyaan nya , ia bingung...


"Untuk lebih jelas, ikutlah denganku ke kantor sekarang, Nona bisa bertanya langsung pada Tuan muda" ucap Sekertaris Kim dengan sangat memelas mukanya terlihat menyedihkan di hadapan Lily


"Hmmm, baiklah tapi jika terjadi apa-apa, aku akan melaporkan kalian ke pihak berwajib" ucap Lily polos mengiyakan permintaan aneh sekertaris Kim itu.


"Baik, Nona saya akan menjaminnya dengan nyawaku sendiri" ucapnya tersenyum menuntun Lily ke Mobil


"Dari mana Sekertaris Kim mendapatkan info tentang latar belakang ku bahwa saya seorang Desainer? Bukankah Keluarga Alexiz punya designer khusus?" Tanya Lily dengan pertanyaan yang sejak tadi ingin ditanyakan


Mereka saat ini di mobil, menuju  Alexiz Group tempat Tuan muda Dareen menunggu kedatangan mereka.

__ADS_1


"Itu, designer nya telah meninggal" balas sekertaris Kim sekenanya karena memang ada anggota dari designer keluarga Alexiz yang baru meninggal beberapa bulan lalu.


"Hmmm" hanya itu yang diucapkan Lily ia diam tanpa bertanya lagi hingga mereka tiba di Perusahaan Alexiz Group yang dipimpin Emilio Dareen Alexiz.


Lily tidak kaget melihat bagunan tinggi di depannya karena ia tahu siapa keluarga Alexiz.


Dengan santai ia menuju ruangan Tuan muda ia mengikuti langkah sekertaris Kim banyak mata yang memperhatikannya, kususnya para cewek-cewek penggemar Tuan Muda.


"apakah gadis itu, yang menggantikan si gatal Aquila itu?"


"Secepat itu Tuan Dareen berali hati?" Kata yang lain


"mungkin hanya wanita, penggemar Tuan Dareen, tapi kenapa ada bersama Sekertaris Kim" lanjut yang lain


"Beruntung sekali kakak itu bisa bertemu langsung Presdir"


Dan banyak bisik2 lain dari kumpulan penggosip itu.


Lily berjalan percaya diri tanpa terintimidasi dengan tatapan dan bisik2 yang di dengarnya.


"Nona Lily, jangan dengarkan mereka, mereka hanya iri saja" ucap Sekertaris Kim menyamai langkahnya


"Tenang, sekertaris Kim saya bukan orang tipe terintimidasi" balasnya dengan tersenyum menuju lift yang sudah terbuka, kemudia Sekertaris Kim menekan 28 lantai dimana ruangan Presdir berada


Lily hanya mengikuti saja kemana sekertaris Kim membawanya.


"Selamat Sore Tuan muda" ucap Sekertaris Kim setelah masuk dan mendapati Dareen sedang serius mengecek Dokument


"Hmmm, keluarlah sampai saya memanggilmu lagi" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya


"Baik Tuan" balas sekertaris Kim


"Songong amat nih orang, bisa-bisa nya sekertaris nya di usir seperti itu, bicara pun tidak melihat orang yang sedang bicara dengannya" ucap Lily dalam hati


"Nona Lily duduklah sampai Tuan Muda selesai" ucap Sekertaris Kim tidak enak hati pada Lily, pasalnya kalau Tuan mudanya itu lagi serius tidak boleh ad yang menginterupsi nya


"Nona Lily, Tuan muda tidak suka di ganggu kalau lagi serius jadi mohon mengertilah, bersabar sampai beliau selesai mengecek Dokument" bisik sekertaris Kim padanya


"Hmm, baiklah makasih sudah mengantarku kesini" balas Lily senyum tulus


Meskipun sebenarnya sekertaris Kim lah yang harus berterima kasih pada Lily pasalnya gadis itu sudah mau membantunya.


"Saya yang harusnya berterimakasih Nona sudah mau membantuku" ucap Sekertaris Kim lalu meninggalkan Lily yang menuju Sofa hitam di ruangan itu yang mengarah ke luar jendela kaca yang berada di ketinggian.


Melihat pemandangan itu, Lily merasa sangat bahagia, kapan lagi menikmati pemandangan seperti itu, ada baiknya juga di seret ketempat ini meskipun ia tidak tahu harus buat apa.


Dareen yang merasa tidak dihiraukan sama sekali atas diamnya gadis yang dibawa oleh Sekertaris Kim melirik kearah gadis yang hanya dikenal namanya itu.

__ADS_1


"Wow, ciptaan Tuhan memang luar biasa... Aku bersyukur Tuhan untuk setiap kesempatan yang masih diberikan padaku" Lily tersenyum melihat langit cerah sore itu, dan hamparan bangunan tinggi lainnya di samping tempatnya sekarang.


Dareen yang meliriknya ikut merasakan hal aneh yang menjalar dalam dirinya, ia ikut tersenyum melihat senyuman tulus gadis di depannya itu.


"Apakah kamu sebahagia itu?" Dareen menyapanya


"Hmmm, Tuan sudah selesai?" Lily mengalihkan pandangnya ke arah tuan muda Dareen.  Mata mereka saling mengunci saling menatap, ada desiran aneh yang dirasakan Kemudian Lily segera memutus pandangannya dengan mengarahkan tatapannya ke sebelah.


"Oh, hmmm iya" jawab Dareen mengatur perasaan aneh yang juga dirasakannya. Dirinya tiba-tiba gugup di depan Lily, apa ini ? Benarkah seorang Dareen merasa gugup ? Daebakkkkkk!!!!


"Tuan memanggilku karena apa?" Tanya Lily basa-basi menutupi groginya


"Apakah Sekertaris Kim belum mengatakannya ? Tapi kenapa anda kesini tanpa tahu tujuannya?" Balas Dareen dengan ucapan dingin seperti biasa setelah ia mengatur ekspresi normalnya.


"Saya hanya mengikutinya, karena Sekertaris Kim mengatakan membantunya saja, tapi tidak jelas bantu dalam hal apa, sekertaris Kim mengatakan Tuan yang akan memberikan perintah" jawabnya kembali mengarahkan pandang ke Dareen, ia mengharapkan jawaban pasti


"Temani saya ke acara makan malam bersama Tuan Arion, pergilah bersiap nnti malam kita kesana" jawabnya lalu kembali ke Dokumen yang diperiksanya tadi meskipun ia masih menajamkan pendengarannya menanti jawaban gadis itu ..


"Oh iya, baik Tuan... Perkenalkan saya Lilyana Ivanca" ucap Lily mendekat lalu tersenyum mengulurkan tangan nya ke Dareen


Dareen yang tidak menyangka tindakan tiba-tiba itu bingung menatap uluran tangan Lily, beberapa menit kemudian baru ngeh mereka belum kenalan resmi, karena kejadian di depan Hotel waktu itu pun Lily kurang memperhatikannya sehingga tidak sadar yang ditabrak waktu itu adalah Dareen yang ada didepannya sekarang.


"Oh iya, Emilio Dareen Alexiz" balasnya sedikit kaku ini hal pertama kali dilakukan mau bersalaman dengan orang asing.


"Salam kenal Tuan, kebetulan saya adalah designer Baju couple pesanan Tuan muda, terimakasih atas kepercayaannya" balas Lily


Dareen yang belum ngeh atas apa yang dikatakan Lily hanya diam, lalu melepas tangannya ada seperti aliran listrik yang dirasakannya, sentuhan tangan gadis didepannya sangat hangat dan nyaman, ia mengangguk dan melanjutkan aktivitas nya sambil menekan tombol on dan menghubungi seseorang dengan telfon d meja kerja.


"Antarkan Lily ke Salon, saya akan menjemput nya disana" Dareen menghubungi sekertaris Kim


"Pergilah ikuti Sekertaris Kim dan pakailah pakaian yang rapi dan sopan karena nanti malam kamu akan menemaniku menemui Tuan Arion" ucap Dareen mengarah kan pandangnya ke Lily lalu kembali fokus pada berkas di tangannya.


"Baik Tuan, sampai ketemu nanti" Lily kemudian berbalik untuk keluar ruangan.


"Hmm Lily, mana nomor kamu...?" Belum juga pintu otomatis itu terbuka, Dareen sudah memanggilnya


"Nomor telepon?" Tanya Lily berbalik


"Nomor rekening.... Iyalah nomor WA kamu" ucap Dareen serius


Lily lalu berbalik dan mengarahkan kode QR wa ke depan Dareen, kemudian Dareen meng scane kode itu dan otomatis tersave


"Lily's Boutique" nama itu yang tersave otomatis beberapa saat Dareen melihat nya tanpa mengganti langsung di save.


"Gracias" balasnya


"Sama-sama" balas Lily kemudian benar-benar? Meninggalkan ruangan itu

__ADS_1


__ADS_2