The Little Lily

The Little Lily
Bab 11 Penolakan Lily


__ADS_3

"Tidak muda untuk melakukan itu, saya tidak menginginkan pernikahan tanpa Cinta, saya lebih baik kehilangan sesuatu hari ini daripada saya hidup dalam neraka pernikahan seumur hidup, karena Prinsip Alkitab menurut ajaran yang saya yakini Pernikahan Kudus dalam kekristenan adalah pernikahan sekali seumur hidup, apakah Tuan tidak pernah berfikir untuk hidup dengan orang menyebalkan sepanjang hidup itu bagaimana? Bisakah pernikahan Kudus menjadi berkat dan untuk kemuliaan Tuhan jika tanpa komitmen dan kasih di dalamnya? Kufikir tidak bisa" Lily menjelaskan agar Dareen mengerti kenapa ia tak ingin bermain roll play pernikahan


"Pernikahan seperti apa yang kamu inginkan?" Dareen bertanya dengan serius


"Pernikahan yang memuliakan Tuhan" ucapnya singkat


"Seperti apa itu?, Apakah saya tidak masuk kriteria pria yang kamu ingin nikahi ?" Jawabnya ada kekecewaan di dalamnya karena dia merasa harga dirinya terluka atas beberapa kali penolakan


"Saya ingin menikah dengan pria yang takut Tuhan, mencintai saya dan berkomitmen untuk saling menghormati dan mengasihi seperti Kristus mengasihi jemaatnya" Lily berharap Dareen mengerti


"Bagaimana untuk menjadi orang takut Tuhan? Apakah saya tidak layak untuk melakukan apa yang kamu inginkan ?" Tanya Dareen


" Sangat bisa tapi saya tidak bisa membuat Tuan untuk berubah jika bukan dari tuntunan Roh Kudus dan diri tuan sendiri, saya tidak berani menjamin" Lily cukup sabar menunggu keputusan Dareen


"Mauka kamu jadi pengantin wanita ku jika mengikuti kemauanmu itu?" Tanya Dareen dengan kesungguhannya


Lily tidak menyangka Tuan keras kepala seperti itu mengatakan hal tidak masuk akal, " Mengikuti semua kemauan saya? Tanya Lily


"Iya saya akan melakukan hal yang kamu inginkan, tapi jadilah mempelai wanita ku" kata Dareen, dalam hati ia tersenyum urusan seperti itu pasti sangat muda pikirnya.


"Tuan melakukan semua itu tapi dengan paksaan juga percuma, tapi jika Tuan benar-benar memiliki rasa takut akan Tuhan maka Tuan tidak akan melekukan hal yang tidak manusiawi seperti ini" Lily menatap Dareen dengan tatapan tulus


"Hanya itu syaratnya, menjadikanmu Istriku apakah itu tidak manusiawi? Kamu akan menjadi Ratu di keluarga Alexiz, berkelimpahan Harta dan kamu pun akan memiliki kekuasaan" Dareen kembali menatap Lily


"Maaf, semua hal yang Tuan tawarkan adalah hal sementara, semua itu akan berlalu, meski saya akui harta dan kekayaan sangat di butuhkan ketika masih didunia tapi itu bukan tujuan utama saya, karena itu berhentilah membicarakan hal itu didepanku, jika hanya karena itu Tuan ingin menikahi saya, maaf" balas Lily menantang

__ADS_1


"Apa susahnya mengatakan iya?" Jawab Dareen "Apa sebenarnya yang kamu inginkan?" Lanjutnya


"Saya mengatakan tidak ingin menikah jika tidak ada Cinta di antara kita, jika Tuan tidak berkomitmen sungguh-sungguh tentang pernikahan, jangan bercanda tentang hal seserius ini, jika memnginginkan menikah cari saja wanita lain" ungkapnya kepalanya rasa mau meledak berhadapan dengan Dareen yang bebal tidak mengerti maksud nya.


"Saya bersungguh-sungguh, ini tidak bercanda, dan saya berjanji meskipun nantinya kita menikah bukan karena Cinta, saya akan berkomitmen menjadikanmu satu-satunya wanita dalam hidupku, asal kamu tidak ada niat menghianati ku, tetap disampingku dan kita saling mengasihi seperti katamu itu" ucapnya sungguh-sungguh


"Tuan, anda mengatakan seperti itu karena belum mengenal pribadi saya" Lily kemudian menenguk air yang ada dihadapannya ia sangat kehausan ketika sudah banyak bicara


"Terima syaratku dan berikan saya kesempatan untuk membuktikannya, dalam 3 bulan jika memang tidak ada kecocokan diantara kita maka pernikahan boleh di batalkan dan membebaskanmu pergi" Dareen seakan memohon kepada Lily untuk menerimanya.


Bodo amat dengan harga diri, egonya untuk tidak ditolak masih lebih besar.


"Baiklah, saya akan berikan kesempatan itu, tapi Ruko nanti akan kubayar meskipun di cicil" Lily menyerah dan memberikan kesempatan pada Dareen ketika melihat kesungguhan nya memohon


"Ok, tidak masalah, jadi apakah sekarang kita berpacaran ? Dan jadi calon tunangan saya?" Ucapnya bahagia akhirnya pernikahan itu tidak akan batal dan Saham ayahnya tidak akan diberikan ke orang lain


Lily yang mendengar Dareen mengatakan Pacaran, Calon Tunangan itu tersipu malu, pasalnya di umur 25 tahun dia baru akan merasakan pacaran.


"Hmmm, tapi... Tidak ada sentuhan fisik" balas Lily


"Jangan kepedean Nona, badan kecil begitu mana bisa membuat seorang Dareen bergairah" jawab Dareen tertawa


"Baguslah kalau begitu, itu lebih baik" ucap Lily


"Tanda tangani kontraknya" Dareen menyodorkan dokumen. Tanpa membaca lebih detail Lily langsung menandatanganinya

__ADS_1


"Kamu tidak membacanya terlebih dahulu?" Tanya Dareen


"Saya mau percaya sepenuhnya pada Tuan, jadi saya yakin kontrak ini tidak akan merugikan dua bela pihak" ucapnya


"Yakin tidak ingin membacanya ? Lihatlah di aturan terakhir" tunjuk Dareen


"Mematuhi perintah Suami....?" Baca Lily


Ia lalu menatap Dareen dengan tidak percaya "apa maksud nya?" Tanya Lily terbelalak setelah melihat dengan teliti, ini bukan dokumen tentang Ruko tapi dokumen persyaratan pra nikah.


"Bagaimana Tuan menipuku seperti ini?" Lily terlihat berkaca-kaca, ia merasa emosi tertahan ia ingin marah tapi banyak orang di tempat itu, ia harus mengontrol diri, ia tidak ingin berlama-lama, ia kemudian tanpa bicara lagi meninggalkan Dareen dengan surat pra nikah yang di tanda tangani nya tadi. Berjalan dengan mata berkaca-kaca dan buliran bening menetes ia berjalan dengan menunduk agar orang lain tidak melihatnya sedang menangis.


"Lily, tunggu...." ucap Dareen mengikutinya tak lupa ia mengambil surat pra nikah itu


"Kamu kenapa? Salahnya siapa tidak membaca Dokumen lalu membubuhkan tanda tangan ? Itu bukan salahku kan?" Ucap Dareen merasa menang


"Tuan, menipuku... Anda sangat jahat" Lily yang tidak tahan lagi mulai menangis dan memukul dada Dareen ketika ia dekat mobil Lily tidak peduli lagi dilihat orang berlalu lalang, ia sudah sangat emosi dan sakit hati diperlakukan seenaknya oleh Dareen.


Dareen membiarkan Lily melampiaskan emosinya ia lalu berusaha memeluk Lily agar tidak terlalu keras memukul dadanya, meskipun Lily kecil tapi pukulannya luar biasa, setelah Dareen melihat Lily sudah agak baikan dengan perlahan melepas pelukannya dan menuntunnya ke Mobil.


Lily hanya pasrah karena tidak memiliki kekuatan lagi untuk berontak. dan jika berontak juga pun rasanya akan sia-sia saja.


Dareen membuka pintu mobil dan membantu Lily duduk, ia kemudian berlari ke tempat kemudi dan memasangkan Lily seatbelt.


Lily yang memang merasakan capek, dan emosinya yang meluap-luap itu akhirnya tertidur di mobil ketika ia memejamkan matanya dengan kondisi mobil yang sejuk karena AC. itulah seorang Lily jika merasa capek dan memiliki masalah dia akan tertidur lebih cepat

__ADS_1


"Manis" ucap Dareen ketika melihat Lily yang sudah tertidur dengan nafas yang mulai teratur. Dareen kemudian memacu mobil untuk menuju rumah Puncak dimana dia akan pergi ketika mengalami penat bekerja atau sedang dalam suasana yang tidak baik.


__ADS_2