
Kicau burung, udara dingin dengan semburat merah jambu muncul di ufuk timur mengintip melalui sela-sela pegunungan. Embun dan angin sepoi-sepoi bisa dirasakan dengan baik jika menikmati ciptaan Yang kuasa dengan bersyukur....
#Apartement Dareen
"Kicau burung dan silau matahari yang sama menyinari tempat tidur hingga Dareen terbangun dengan rasa pusing dikepalanya, ia kemudian berkemas lalu turun untuk sarapan.
Biasanya ia akan keliling kompleks apartemen untuk lari pagi, tapi tidak pagi ini ia terbangun dengan suasana hati yang buruk
"Tuan muda, kopinya untuk menghilangkan rasa pusing ada di Meja" ucap pembantu menghampirinya mengucapkan selamat pagi ketika Dareen sudah hampir mencapai tangga paling bawah
Dareen tidak menghiraukan ART itu ia melangkah ke meja untuk sarapan. Rasa jengkel masih dirasakan nya, hari ini dia harus menemui si gadis keras kepala itu dan mengancamnya.
"Sekertaris Kim, duluan ke kantor dan handle semua rapat dengan kepala devisi, saya akan ikut rapat daring saja" ucap Dareen ketika melihat Sekertaris Kim menghampirinya
"Baik Tuan, tapi ada hal penting yang harus ku sampaikan" ucap Sekertaris Kim dengan takut-takut jika Tuan Mudanya itu merasa marah
"Hmm katakan" ucapnya menyesap kopi hitam untuk memulihkan rasa pusing nya akibat mabok semalam
"Maaf Tuan, nona Lily memutuskan untuk tidak membuat pesanan Tuan" ucap Sekertaris Kim sekali tarikan nafas
"Saya tahu, berikan saja padaku" ucapnya santai lalu meninggalkan meja makan tanpa menyentu makanan itu sedikit pun. Suasana hatinya sangat buruk
"Baik, saya ke kantor sekarang" Sekertaris Kim merasa lega dan cepat-cepat ke kantor
Dareen dalam perjalanan menuju ke tempat Lily hari ini ia memutuskan untuk mendatangi tempat itu langsung, semalam ia sudah menghubungi Tuan tanah di tempat Lily kebetulan tanah itu adalah tanah yang seharusnya di gusur karena akan ada pembangunan Hotel proyek kedua Alexiz Group, dia sudah memikirkan satu rencana
"Selamat pagi Tuan, cari siapa?" Tanya Cici pekerja di Butik nya Lily, ia sedang membersihkan lantai satu yang kebetulan telah direnovasi kemarin dan rencana pembukaan Resmi dalam Minggu ini .
"Lily ada?" Tanya Dareen dengan sikap dingin
"Ada Tuan" jawab Cici dengan muka takut karena intimidasi tatapan Dareen, Cici sedang berfikir dimana ia melihat laki-laki tampan yang mencari Bos nya itu, kemudian ia teringat dengan berita menghebohkan Kalayak akhir-akhir ini jika Tuan Muda Dareen sudah akan menikah .
"O,oh apakah benar dia Tuan Muda Dareen? Untuk apa mencari Bu Bos sepagi ini?" Cici sedang berfikir tapi tetap ke lantai atas untuk memanggil Bu Bos
__ADS_1
Dareen melihat-lihat sekeliling, ia tersenyum simpul, ide gilanya terpikirkan setelah mengetahu bahwa Hotel proyeknya yang baru tepat di belakang bangunan Butik Lily.
"Kak Lily ada laki-laki tampan yang mencari Kak Lily" ucap Cici ketika melihat Lily baru selesai keramas
Pikir Lily itu Sekertaris Kim, yang akan datang mengonfirmasi jika ia memutuskan kerja sama dengannya untuk tidak lanjut membuat Design Baju couple pesanan Tuan muda nya.
Lily dengan santai Turun, masih dengan handuk putih melilit di kepalanya.
"Saya sudah bilang tidak akan melanjutkan kerja sama itu sekertaris Kim" ucap Lily ketika muncul dipintu dan melihat sosok lelaki tinggi yang diyakini sekertaris Kim
"Manis" ucap Dareen tersenyum ketika menatap Lily dengan mode santai dengan bareface nya
"Tu...tuan Dareen, kemana sekertaris Kim?" Balas Lily dengan sangat malu dipikirnya itu Sekertaris Kim
"Apakah Sekertaris Kim lebih menarik dibanding saya?" Tanya Dareen tersenyum mendekatinya
"Hmmm karena saya ada urusan dengan sekertaris Kim, bukan dengan Tuan" jawabnya santai ia tidak ingin emosi lagi dengan menghadapi Dareen yang tidak punya hati itu.
"Urusan sekertaris Kim adalah urusan saya seutunya, jadi bicaralah dengan saya" ucapnya langsung duduk di sofa yang masih terbungkus plastik karena itu sofa baru
"Saya tidak memaksa, tapi ini sebuah keharusan untuk mengikuti kontrak kerja jika di langgar maka ada konsekuensi dan denda yang harus dibayar" ucapnya dengan seringai jahat
"Maaf Tuan, saya tidak ada menandatangani kontrak" ucap Lily santai
"Jika sudah berurusan dengan saya, maka itu sudah menyetujui aturan dari saya sewaktu-waktu" jawab Dareen
"Haha, sejak kapan ada undang-undang seperti itu, coba tunjukkan saya ayatnya dan pasalnya" tantang Lily
"Ini bukan soal undang-undang, tapi ini aturan dari saya jika tidak, kamu akan melihat akibatnya" ucapnya dengan serius
Lily melihat ekspresi wajah Dareen, laki-laki itu sangat serius dengan ucapannya.
"Tuan Dareen anda tidak berhak untuk memaksa saya hanya karena alasan aturan tidak tertulis, saya akan tunduk jika ada aturan UU nya dan memang itu sah, anda jangan menggertak saya hanya karena memiliki uang dan kekuasaan, tidak semua hal yang Tuan inginkan bisa Tuan dapatkan" Lily mulai emosi lagi dengan sikap Dareen yang bertindak semaunya
__ADS_1
"Saya tidak memaksa, saya hanya mengatakan jika tidak menuruti keinginan saya maka Nona Lily akan menanggung akibatnya" jawabnya santai
"Saya tidak takut, jika tidak memiliki kesalahan" balasnya masih mengontrol emosi karena sudah ada team interior yang datang dan karyawan semuanya juga sudah berdatangan, Lily menarik Dareen untuk mencari tempat privasi iya tidak ingin masalahnya diketahui orang lain.
"Ikut denganku, disini tidak baik banyak yang menyaksikan" Lily menarik Dareen ke lantai 3 dan memperingati karyawan untuk tidak ada yang naik ke atas.
"Atas dasar apa tuan memaksa saya? Saya tidak ingin berurusan dengan Tuan Dareen lagi, jadi mohon untuk mencari tempat lain, masih banyak yang bisa melakukannya dengan baik daripada saya" ucap Lily menjelaskan
"Saya tidak ingin mengikuti, kemauan Tuan yang seenaknya ini bukan hanya soal kerja sama tapi saya tidak ingin terseret dalam keinginan Tuan menjadikan saya mempelai wanita, saya tidak berani bermain-main dengan hal yang menurut saya salah, pernikahan menurut saya adalah hal sakral jdi Tolong mengertilah, cari wanita lain yang bisa menjalani kontrak atau menjalani pernikahan tanpa cinta" lanjutnya masih tetap tenang menjelaskan keinginannya
Dareen mengerti sekarang bukan soal kerja sama tapi soal dijadikan mempelai wanita yang tidak diinginkan gadis didepannya.
Tapi Dareen yang keras kepala dengan keinginannya akan tetap mencari cara untuk menikahi gadis keras kepala ini yang sudah terang-terangan menolaknya.
"Baiklah, saya tidak memaksa tapi soal menjadikanmu mempelai wanitaku itu mutlak" ucap Dareen kemudian meninggalkan Lily dalam keadaan yang tidak bisa ditolak lagi
"Halo, lakukan sesuai perintah" kata Dareen ditelfon setelah meninggalkan Ruko Lily
Melihat kepergian Dareen hati Lily lega merasa bahwa Dareen sudah tidak akan mengganggunya lagi, dengan senyum bahagia ia menuju kamar dan siap-siap untuk memulai kegiatan di hari cerah ini, Ia mengganti Baju kaos rumahan dengan baju mini dress Sifon warna kuning bercorak bunga, benar-benar several mentari pagi degan penampilan seperti itu, kulit kuning Langsat terlihat lebih putih akibat pantulan warna kuning yang cerah.
Mood nya kembali baik, ketika melihat kepergian Dareen tadi, iya turun dengan bernyanyi lagu-lagu yang sering di dengarnya, ia berencana untuk Piknik sambil mencari ide dan inspirasi diluar.
Setelah mengatur semuanya baik-baik saja dan pekerja juga sudah mengerti keinginannya maka ia dengan segera memesan grab car dan bersiap untuk pergi.
Tidak beberapa lama Mobil datang menjemputnya dan akan membawanya ke taman dekat Danau buatan, Ia ingin merasakan hembusan angin dan hamparan ladang hijau juga bunga liat yang bermekaran dengan indah.
"Kring...Kring....kring" ada telfon masuk, Lily mengangkatnya 'Iya, halo selamat pagii" sapa Lily dengan Rama
"..........."
"Apa......?" Lily shock Hp ditangannya pun terjatuh
"Pak maaf Putar balik sekarang kembali ke Ruko" kata Lily masih shock mendengar kabar tadi
__ADS_1
"The weather is Nice but not her day"
Hari dan suasana hati gadis itu benar-benar buruk... Apa yang terjadi?