
Dua jam perjalanan dari kota ke puncak, akhirnya mereka sampai, tapi Lily masih belum ada tanda-tanda untuk bangun.
Dareen mengangkat tubuh kecil itu ke dalam Rumah tujuannya. sebuah rumah terbuat dari kayu dan di dominasi warna hitam dan juga berdinding kaca sehingga pepohonan di luar terlihat sangat jelas.
Dareen meletakkan tubuh kecil Lily di atas tempat tidur dan menyuruh penjaga rumah itu untuk membuatkan makan malam untuk dirinya dan Lily.
Ema dan Pak Tarjo bingung melihat Tuan mudanya itu membawa seorang wanita, selama 10 Tahun sejak rumah itu di bangun belum pernah Dareen mengajak orang lain ke rumah itu, hanya pak Tarjo sekeluarga dan dirinya yang tahu keberadaan rumah puncak itu.
Dareen lalu mengabari Sekertaris Kim untuk mengirimkan pakaian ganti untuknya dan untuk Lily juga kemudian mengirim alamat tempatnya menginap. setelah itu Dareen ke taman belakang untuk menikmati udara segar puncak. " Cuaca puncak selalu mampu menenangkan hati "batinnya
Lily mulai sadar dan terbangun, melihat sekeliling ia merasa aneh pasalnya tadi dirinya di Mobil tapi kenapa tiba-tiba iya di ruangan aneh ini, mana semuanya hitam lagi ? "apakah aku diculik?" Ucapnya bergidik ngeri memikirkan hal itu. melihat penampilannya masih sama dan tidak ada hal aneh yang dirasakan, ia kemudian turun dan melihat sekeliling keluar dari kamar itu ia turun ke lantai bawah masih dengan suasana yang sama tapi ruangannya lebih luas disana ada beberapa sofa hitam dan juga meja kayu dan terlihat transparan ke luar, semua yang dilihat adalah pepohonan
Lily juga melihat ada tanaman di dekat tangga dan itu benar tanaman hidup. Lily masih penasaran dan berkeliling semuanya sama warna hitam yang mendominasi rumah itu dari Ruang tamu juga pantry
bahkan ruang makan pun sama warna hitam, Lily masih dengan kebingungannya melangkah ke arah Dapur
__ADS_1
semua yang dilihat Lily adalah ruangan warna serba hitam dan perabotan seperti kursi dan meja warna coklat. dalam hati ia kagum melihat tempat ini, tapi ia bingung kenapa ada dirinya ada disana ? apakah ia mimpi? ia kemudian melanjutkan langkahnya ke ruangan di sebelah sepertinya itu ruang keluarga karena disana ada sofa dan juga tv besar yang tergantung di dinding
dengan suasana masih sama ruangan hitam dengan sentuhan lantai warna kecoklatan.
Dengan mengendap-endap Lily keluar dari ruangan itu dan mendapati sepasang wanita dan pria paru baya membopong belanjaan.
"Nona sudah bangun ternyata, maaf kami baru akan menyediakan makan malam" ucap Bu Ema menyapa nya dengan rama
"Oh, iya tidak apa-apa, saya Lily" Lily menghampiri mereka dan menyalaminya
"Apakah bapak dan Ibu kemana Dareen?" tanya Lily yakin jika yang membawanya ke tempat itu adalah Dareen
"Tuan Dareen biasanya akan duduk di taman belakang Nona, ikuti arah ruang depan, dan belok kiri disana ada taman, biasanya Tuan muda disana" Pak Tarjo yang memberi instruksi
"baik pak, makasih" Lily kemudian berjalan sesuai instruksi dan benar ia menemukan Dareen duduk di Gazebo taman dan memejamkan mata mendengar musik melalui earphone dengan Buku di meja dan gelas Jus yang sudah kosong.
Lily menarik nafas dalam menenangkan diri agar tidak emosi lagi menghadapi sikap Dareen yang dianggapnya semena-mena
"Tuan.... Tuan Dareen" ketika Lily membangunkan Dareen tak merasakan apa-apa, Lily melihat Dareen dengan wajah letih, maka ia enggan untuk membangunkannya, amarahnya meluap ketika melihat wajah letih pria di depannya itu. ia kemudian memutuskan untuk duduk ketika ia sudah melepas earphone dari telinga dan Hp dari genggaman Dareen dan meletakkan nya di meja.
__ADS_1
"Tuhan, semua yang terjadi begitu membingungkan saya, tapi ku percaya semua yang terjadi ada dalam rencana Tuhan, Tuhan mengirim orang yang salah pun pasti ada maksud Tuhan dibalik semua ini, semua pergumulan dan masalah yang dihadapi ada dalam tangan Tuhan, jadilah seturut kehendak -Mu saja" Lily berdo'a dalam hati menikmati keindahan alam disekitar nya.
"Dia sangat tampan jika tidak memiliki attitude yang buruk" Lily menatap Dareen yang masih setia menutup matanya
"Astaga, apa yang ku pikirkan?" Ia kemudian berdiri berniat untuk meninggalkan tempat itu
"Mau kemana?" Dareen membuka mata dengan sigap memegang tangannya menahan Lily
"Tuan Dareen sudah bangun?" Lily gelagapan dan berharap Dareen tidak mendengar apa yang baru saja diucapkan nya.
"iya sudah, sejak kamu memanggil namaku, dan melepaskan earphone dan mengatakan kalau aku ini tampan" ucapnya duduk mengerling kan mata dan menarik Lily untuk duduk di pangkuan nya.
"Tuan jangan seperti ini" Lily berusaha lepas dari Kungkungan tangan kekar Dareen tapi semakin berusaha, semakin kuat Dareen memeluknya. akhirnya ia menyerah karena perlawanannya sia-sia
"Rambutmu sangat harum" ucap Dareen mencium pucuk kepala Lily
Lily menegang merasakan perlakuan seperti itu, ia merasa tak nyaman "Tuan, mohon lepaskan saya, ini tidak baik" ucap Lily gugup atas perlakuan Dareen
"Maaf, aku terbawa suasana" Ucap Dareen melepaskan Lily "karena kamu sangat manis dan menggemaskan" lanjutnya dalam hati tanpa sadar mengelus rambut hitam milik Lily
Lily berusaha menahan gejolak dalam dirinya, mukanya panas dan jantungnya seperti ia sedang lari maraton, pengaruh Tuan muda Dareen sangat besar.
setelah beberapa saat, ia tersadar dan mengikuti Dareen ke arah rumah. ia lupa bertanya kenapa dirinya dibawa Dareen ke tempat ini.
__ADS_1