
Musim akan selalu berganti
Kasih Tuhan tetap abadi
Tak akan berubah,
sampai selamanya
Ku tetap percaya
Kuyakin Tuhan memberkati
Ku yakin Tuhan melindungi
Burung di udara Tuhan pelihara
Karena kasih-Nya.
Tuhan selalu menolongku
Selalu menjagaku
Sehelai di rambutku
Tak akan terjatuh
tanpa seizin-Mu.
Tuhan selalu menolongku
Selalu menjagaku
Dia mengenyangkanku dan peliharaku Seumur hidupku .....
Lagu ini yang diputar oleh Lily setelah bangun dan melakukan saat teduh, tak henti-hentinya Isak tangis menemani pagi Baru ini, dimana ia akan menjalani hidup tanpa support lagi dari sang ibu...
"Tuhan, aku kecewa kenapa Tuhan memanggil ibu begitu cepat tapi aku sadar ini yang terbaik untukku dari Tuhan, maka kuyakin bahwa hari-hariku engkau akan menjagaku" ucapnya mengakhiri doa saat teduh paginya...
Hatinya terasa lega...
"Ibu, aku akan menjalani hidup ini tanpa melihat senyum ibu, tapi cinta ibu ada dalam hatiku yang akan terus menyemangati ku" ucapnya tersenyum melirik Figura besar sang ibu dan dirinya berfoto ketika dirinya di wisuda beberapa bulan yang lalu, yang diletakkan di Ruang kerja sementara itu. Belum tergantung karena masih tahap renovasi.
"Selamat pagi, Bu Lilyana Ivanca designer tercantik yang memiliki tangan ajaib" ucap Rena muncul dengan senyum manisnya
"Good morning, Bu direktur calon istri Reno" balasnya dengan senyum tulusnya
"Apakah pagi ini kamu akan ke kantor?" Tanya Lily melihat sahabatnya itu bangun dan sudah menenteng tasnya
"Iya, aku tidak mau ayah akan menghukum ku jika harus cuti lagi" jawabnya memasang ekspresi tersolimi... Lily tahu bagaimana sifat tegas Pak Frans ayah Rena jadi ia hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu. Meskipun anaknya tapi ia harus disiplin soal keprofesionalan kerja.
"Baik Bu direktur, semoga harimu menyenangkan" balasnya
"Gaunmu akan diantarkan, Besok Nyonya" ucap Lily sebelum Rena benar-benar hilang di pintu yang dimana Reno sudah muncul untuk menjemput nya.
"Baiklah, kutunggu pelunasan semuanya sudah Ki transfer, silakan cek" ucap Rena menghilang dari balik pintu.
Lily mengecek hp ada Notif Mobile Banking
Bukti transferan dana dari Reg milik Rena
__ADS_1
Lily sekali lagi mengecek angka nol di layar hpnya jangan-jangan dia yang salah hitung tapi tetap 9 nol yang dihitungnya
Lily segera menelfon sahabatnya itu menanyakan apakah sudah benar Rena membayar dengan nominal sebanyak itu
"Rena bayarlah sesuai harga saja, kamu yang membeli berlian itu sendiri, kenapa harganya masih di hitung dengan biaya pengerjaan?" Tanya Lily pada sahabatnya itu, dirinya tak enak hati jika Lily membayarnya tak sesuai harga patok
"Anggap saja, saya lagi berinvetasi untuk Bisnismu" suara Rena dari sebrang sana
"Hmm, baiklah thanks for all of your support" balasnya karena Lily tahu jika Rena sudah mengatakan demikian maka tidak bisa dibantah lagi.
"Never mind, okay see you ...bye" ucap Rena kemudian memutus hubungan telfonnya
****
Hari ini pertemuan team design interior Ruko tiga lantai yang ingin di renovasi Lily
Lantai 1 Butik, lantai 2 kantor dan lantai 3 tempat tinggalnya, iya baru memiliki 5 pekerja dan semuanya adalah anak trining jadi boleh dikatakan Lily masih mengerjakan semuanya sendiri *Lily's Boutique* baru berjalan 2,5 Tahun jadi masih tertati untuk membangun bisnisnya itu dengan cicilan Ruko nya
"Ibu Lily menginginkan design yang seperti apa?" Tanya kepala Team Pekerja interior itu
"Saya menginginkan interior Simple tapi terlihat elegant, sedikit aksen mewah" kemudian interior rumah tinggal d lantai 3 lebih ke aksen warna soft blue" Jelas Lily menunjuk design interior sedikit polesan warna gold
"Baik Bu Lily" jawab bapak paru baya itu
Sebenarnya jika dilihat Lily belumlah ibu tapi keprofesionalan kerja sama maka ia memanggil Lily dengan panggilan Ibu.
Hari ini, Ke-5 Karyawan, Karyawati masih di liburkan karena masih tahap renovasi dan Lily masih dalam keadaan berduka
"Pak Bolehkah tahap renovasi ini selesai dalam seminggu ini?" Tanya Lily
"Maaf, untuk renovasi interior bagian Butique pasti selesai hari ini paling lambat besok karena saya melihat sedikit saja touch fisnishing sudah sangat bagus tapi untuk interior rumah lantai 3 kami tidak jamin selesai secepat itu Bu, kami butuh waktu seminggu lagi" ucap si bapak menejelaskan
"Baiklah tidak, masalah asal Butik sudah selesai dalam Minggu ini" Balas Lily
"Bu, lihat Butik yang ku impikan sudah mulai terlihat, tapi sayang ibu tak disini lagi bersamaku" Ucapnya sedih memandang Butik yang sedang di renovasi itu.
Sedang memperhatikan pekerja, tiba-tiba telfon nya berdering ada telfon dari nomor tak dikenal, awalnya Lily ragu untuk mengangkatnya tapi ini pasti orang penting karena menelfon di nomor pribadi Lily, bukankah yang mengetahui nomor pribadinya hanya Ibu dan Rena sahabatnya.
"Shalom, selamat siang...maaf saya sedang bicara dengan siapa?" Lily mengangkat telfon dengan nada khasnya yang lembut
"Nona Lily?" Nada balasan tapi pertanyaan dibalas tanya dari seberang
"Iya, benar... Ada yang bisa dibantu, maaf dengan siapa?" Jawab Lily masih dengan nada yang lembut seperti biasa
"Saya Sekretaris Kim, asisten pribadi Tuan Emilio Dareen Alexiz " jelas Sekretaris Kim
"Tuan Alexiz?" Tanya Lily memperjelas pendengarannya
"Iya, Nona dimana kita akan bertemu, Saya akan serahkan ukurannya dan penjelasan tentang model dan design yang di inginkan Tuan Muda?"
"Tentukan saja tempatnya aku akan datang" Balas Lily
"Baik Nona, datanglah ke Cafe Hotel Alexiz no meja 8, di jalan Merpati, pukul 12 tepat, saya sangat menghargai orang tepat waktu Nona" ucapnya menekankan tepat waktu
"Baik, Terimakasih sampai ketemu" Balas Lily melirik jam tangan nya ini sudah pukul 10 pagi
Setelah bersiap, Lily kemudian langsung menuju Cafe Hotel Alexiz dimana dia janjian dengan Tuan Kim sekertaris tuan Muda Alexiz
Masih menunggu 1 jam maka Lily menyempatkan diri untuk sarapan disana saja
__ADS_1
Setelah jam menunjuk pukul 11.45 Ada seorang pria tinggi dan tampan menuju mejanya, Lily meyakini dia adalah sekertaris Kim.
"Maaf Nona, membuat anda menunggu" Sapa Sekretaris Kim pada Lily
"It's okay, waktunya masih 15 menit juga waktu yang sudah ditentukan" Jawab Lily
"Oiya pekenalkan saya Sekertaris Kim, sekertaris Tuan Muda Emilio Dareen Alexiz " sekertaris Kim menyalami gadis yang di yakini Nona Lily
"Saya Lily, senang bertemu dengan anda, Silakan duduk" balas Lily
"Baik Nona, to the point saja ini permintaan Tuan Muda silakan di cek, dalam Minggu depan harus diselesaikan, ini untuk digunakan di acara ulang tahun perusahaan sekaligus acara Tunangan tuan muda Alexiz jadi mohon kooperatif kerjanya nona" Jelas sekertaris Kim langsung pada inti pembicaraan
"Minggu depan?" Lily membeo pasalnya ini bukan design kaleng2
"Baik, I'll try my best" lanjutnya senyum
Lily tak pernah menyadari ini adalah permulaan babak baru yang mengubah hidupnya.
"Saya akan mengirim biaya DP, dan setelah pengambilan Gaunnya akan dilunasi segera" Ucap sekretaris Kim, iya harus cepat karena ada tugas lain dari sang Tuan muda.
"Baik, terimakasih untuk kepercayaannya" balas Lily mengambil dokumen yang diletakkan di meja oleh Sekertaris Kim tadi.
"Baik Nona, sampai ketemu dilain waktu" ucap Sekertaris Kim sambil berlalu meninggalkan Lily dengan suasana hati yang seakan ingin melompat setelah melihat besaran dana yang masuk dari projek besar ini.
"Thank God" Ucapnya tersenyum akhirnya punya dana untuk membayar cicilan Ruko yang sudah meninggal beberapa bulan karena operasi dan pengobatan sang ibu...
"Cici, Yuli, Ina, Wana, Lia datanglah ke butik hari ini ada yang harus kita kerjakan"
Ia mengetik nama Karyawati nya kemudian memberi pengumuman di group WA yg dibuat untuk pekerjanya
"Baik kak" Cici dan yang lainnya membalas
"Baik Bu bos, asal cuan ngalir" balas Ina
"Wana dan Cici minta tolong, hubungi Bu Anita untuk segera mengantar kain pesananku ya" Lily mengingatkan
"Baik, Kak" balas Cici
Karena Mobil kantor digunakan oleh Karyawati nya maka Lily kesana kemari naik angkutan umum.
"Brakkk...." Ia menabrak seseorang...
berkas yang dibawa Lily jatuh berantakan, Setelah pertemuannya ia keluar dari Hotel Alexiz itu dengan buru-buru ia memesan Ojol
"So sorry" ucap Lily tersenyum tulus menatap pada lelaki asing di depannya
Tatapan dingin dari aura mengintimidasi laki-laki itu sangat dirasakan oleh Lily
" Maaf Tuan" Lily minta maaf sekali lagi kemudian bergegas meninggalkan Pria asing yang meskipun tampan itu tapi sangat dingin. Lily yang tidak mau lama-lama ditempat itu segera meninggalkannya
Tuan muda Dareen Alexiz diabaikan, hargadirnya tersinggung...biasanya wanita-wanita akan mengejarnya bagaimana bisa gadis kecil itu mengabaikannya ?
Sekertaris Kim yang baru saja tiba melihat raut wajah Tuan muda berubah, entah apa yang terjadi...
"Siapa gadis kecil itu?" Tanya Dareen pada sekertaris Kim
Sekertaris Kim yang masih mengingat Nona Lily designer yang baru di temuinya masih mengingat penampilan Gadis itu.
"Nona Lilyana Ivanca designer muda cantik yang kutemui tadi Tuan" balas sekertaris Kim
__ADS_1
"Buat gadis itu menemui ku" ucap Dareen kemudian meninggalkan Sekertaris Kim dengan bingung.
"Tuan Dareen, apa yang terjadi ?" Sekertaris Kim bermonolog kemudian memikirkan cara untuk mempertemukan mereka sesuai keinginan Tuan mudanya....,