
"Ya Tuhan, kamu apa kabar?" Setelah kelulusan kamu langsung pulang ke Indo juga ternyata ?" Tanya Lyani pada Lily
"Iya kak, tidak ada yang menemani Ibu jadi setelah pendidikan aku pulang" jawabnya ada nada kesedihan ketika mengingat ibunya
"So sorry to hear that your Mom has passed away, maaf, Lily aku tidak datang ketika ibu Rutmi meninggal aku dan Kak Rion mengunjungi Mommy di AS" jawabnya turut merasakan kesedihan teman kelas dan juga teman sepelayanan di Perkantas.
"It's okay kak, Ibu sudah di Surga kok" balasnya memaksakan senyum.
"Hmmm hmmmm hmmmm, sayang...." Arion memberi kode pada Istrinya pasalnya ia sedang ada tamu penting yang sedang duduk di depannya.
"Oh hmmm, maaf Tuan Dareen, saya sangat senang bisa bertemu dengan teman kelasku yang luar biasa ini" ucap Lyani tersipu malu ia baru ingat jika ada orang lain lagi selain Lily
"Kelihatannya kalian sangat akrab" jawab Dareen melirik ke arah Lily
"Hmmm ya seperti itulah" jawabnya merasa malu karena dirinya juga baru menyadari di depannya ada Tuan Arion
"Jadi mempelai wanita Tuan Muda Alexiz itu adalah kamu Lily? Waahh aku turut bahagia mendengar kabar itu, Dareen kamu beruntung mendapat gadis hebat dan pekerja keras sperti Nona Lily, dia cantik, muda dan memiliki bakat luar biasa" ucap Lyani memuji Lily dengan Tulus.. pasalnya ia kenal baik dengan Lily adalah teman pelayanannya di Perkantas.
Lily hanya diam dan melirik ke arah Dareen dengan senyum kaku, ia tidak mungkin berbohong untuk mengatakan "iya'' dan jika iya mengatakan "tidak" ia tak punya alasan kenapa ada disana saat ini.
"Iya Nyonya, Lily adalah calon mempelai wanitanya" Ucap Dareen ia tidak sepenuhnya berbohong karena niat Dareen memang Lily yang harus menjadi mempelai wanitanya nnti di Altar menggantikan Aquila mantan yang menghianati nya itu.
Lily yang mendengar perkataan Dareen merasa tidak tenang atas kebohongan yang diucapkan Dareen...
"Maaf Tuan tuan, kak Lyani saya ijin ke toilet dulu" ucap Lily
"Tuan, apakah tidak keterlaluan anda berbohong demi satu kerja sama yang berkepanjangan? Jangan membangun suatu kepercayaan dengan kebohongan dasar nya akan rapu dan jika itu terjadi kerja sama tuan tidak akan berlanjut" itu isi pesan Lily pada Dareen ketika dirinya ijin ke Toilet ia menyempatkan diri untuk menuliskan pesan itu.
Para pelayan telah menyajikan berbagai hidangan malam untuk mereka, setelah semua tersaji "Lily, pimpin do'a makan untuk kita semua" ucap Lyani memandang ke Lily yang kebetulan sedang duduk baru balik dari Toilet.
"Hmmm, baik kita bersyukur atas berkat dan penyertaan Tuhan sepanjang hari ini kita berdo'a" Lily yang ditodong tiba-tiba pimpin doa sedikit gugup pasalnya yang didepan adalah Tuan Rion dan Tuan Dareen entah kenapa dirinya sangat gugup
".......... Kami terima berkat-Mu Tuhan dengan ucapan Syukur, Amin" kata Lily mengakhiri do'a
"AMIN ..." Ucap Lyani dan Rion bersamaan
__ADS_1
Dareen yang merasakan hal baru seperti itu jadi canggung sendiri, dirinya tidak pernah berdo'a bahkan ke gereja pun tidak pernah iya merasa diri tidak pantas untuk melakukan itu. Bahkan Ia merasa tidak bisa menyebut dirinya orang Kristen sama sekali? Iya malu sendiri.
"Mari makan Tuan Dareen, Lily" lnjut Rion membantu sang Istri membalik piring didepannya.
Bentuk perhatian kecil itu tidak lepas dari pandangan Dareen "ow so sweet juga ternyata si Tuan Arion yang dikenal dingin" ucap Dareen dalam hati tersenyum geli membayangkan dirinya bucin seperti itu, karena memang benar ia menyanyangi Aquila tapi tidak dengan perhatian kecil seperti itu
"Jangan makan makanan pedas, nanti kamu menyiksa calon baby kita" Arion tidak segan-segan menampakkan kebucinannya pada istri di depan Tuan Dareen dan Lily
"Sayang, ish malu tahu" ucap Lyani tersipu dengan perlakuan suaminya di depan tamu
Dareen dan Lily hanya tersenyum simpul melihat pasangan serasi di depannya yang menurutnya romantis
"Maaf..." Ucap Lyani tersipu meminta maaf pada Dareen dan Lily
"Tidak apa-apa" Lily yang menjawab dengan senyum manisnya
Lily melirik ke arah Dareen yang sudah menusuk steik daging dengan garfu ia menghalangi Dareen untuk memakannya, lalu menukar piringnya dengan piring Dareen.
Melihat itu Dareen bingung "why?" Kata Dareen dengan gerakan mulut tanpa bersuara ke arah Lily, Lily yang mengerti maksud nya
"Kamu alergi dengan serbuk kayu manis, steik daging sapi biasanya ditaburi kayu manis, makan salad fried chicken saja" ucapnya tersenyum lalu ia yang memakan Steik itu
"Hmmmm" Ia mengambil air lalu menengoknya, Dareen merasakan panas di wajahnya ini perlakuan khusus yang baru dirasakannya, pasalnya setelah lama bersama Aquila tidak pernah berlaku seperti itu padanya bahkan gadis itu tidak pernah tahu makanan kesukaan Dareen apalagi alerginya.
Tapi gadis di depannya ini sungguh istimewa bagaimana bisa ia tahu Dareen alergi dengan kayu manis kalau ini kali pertama mereka kenal ?
Lily merasa biasa saja, ia mengingat pesan dari sekertaris Kim jika Tuan muda Dareen alergi dengan makanan yang ada kayu manisnya.
"Tuan Dareen apakah akan lanjut berkonsultasi soal pembuatan resort dan hotelmu di Bali ?" Rion bertanya setelah pelayan membersihkan meja
"Iya, itu rencanaku tapi saya akan mengikut jadwal Tuan Arion saja, jika sempat nanti kabari saya langsung atau Sekertaris Kim" jawab Dareen ia sangat senang dengan lampu Hijau dari Arion pasalnya Ia tahu Tuan Arion tidak gampang mengadakan kerja sama.
"Baiklah, kebetulan Istri saya juga akan belajar terjun langsung ke Bisnis ini jadi baiknya jika Nona Lily pun terlibat kulihat mereka memiliki banyak kesamaan" bukankah dia juga jurusan Fakultas Teknik ?" Tuan Rion melanjutkan
" Iya Lily, biar kita punya kesempatan untuk sering-sering bertemu" jawab Lyani
__ADS_1
Dareen yang hanya mengetahui Lily lulusan designer itu diam lalu melirik ke arah Lily seakan mengatakan"kenapa kamu tidak bilang jika kamu juga lulusan Teknik"
"Baik Tuan Rion aku akan membicarakannya dengan Lily" balas Dareen
"Maaf, saya memang lulusan Teknik tapi mungkin kali ini saya lebih ingin fokus di Dunia Design Fashion saja" balas Lily tidak ingin Jika Dareen membawahnya ke Dunia kebohongan yang diciptakannya ini
"Tapi bukankah dulu kamu lebih tertarik untuk terjun di dunia Bisnis Perhotelan daripada Design ?" Lyani membalas
"Iya kak, tapi sekarang saya sudah jatuh cinta dengan Dunia Bisnis Fashion dan Design saja" balasnya sambil tersenyum
"Oh yeah, kupikir kamu masih seperti dulu sangat tertarik dengan Arsitektur daripada Fashion" jawab Lyani
"Tidak apa-apa, tapi bolehkan setiap pertemuan ini Lily juga ikut" Lyani melirik kearah suaminya lalu mengarahkan pandang ke Tuan Dareen
"Hmm, kupikir Lily tidak keberatan" ucap Dareen seakan memohon pada Lily mengatakan Iya
"Maaf, tapi jika sibuk aku tidak akan mengikuti pertemuannya" jawabnya tidak enak jika harus berbohong dan mengatakan iya
"Tidak, apa-apa tapi kapanpun boleh kan saya yang berkunjung? Saya masih ingin belajar Desain lagi denganmu" lanjut Lyani
"Tidak, apa-apa datanglah di Butik jika kak Lyani ingin sharing tentang design seperti dulu" jawab Lily antusias
"Baiklah, Tuan Dareen saya akan menghubungi anda untuk kelanjutan kerja sama ini, saya berharap pertemuan ini tidak mengecewakan" Arion akhirnya berucap karena ia tidak ingin berlama-lama istrinya diluar dengan keadaan hamil muda begini...
"Terimakasih, Tuan Arion atas feedback baiknya saya yang berterimakasih sudah di jamu malam ini" Balas Dareen
"It's okay, kapan-kapan kita bertemu dalam keadaan yang lebih santai, ajaklah calon istrimi juga saya dan Istriku pasti akan menghadiri acara kalian" Ucap Arion ketika melihat istrinya dekat dengan tunangan Dareen
"Baik Tuan Arion sekali lagi terimakasih" jawabnya menyalami Arion dan Lyani yang sudah pamit pulang
"Saya akan menghubungimu nanti, kami pamit duluan ya" ucap Lyani mengulurkan tangan pada Dareen setelahnya memeluk Lily sebagai tanpa pamit
"Baik kak Lyani saya tunggu kabar nya" jawab Lily membalas pelukan Lyani
"Hati-hati, God Bless" ucap Lily
__ADS_1
"God Bless too" jawab Lyani tersenyum
Perpisahan mereka berakhir, akankah perpisahan malam ini antara Lily dan Dareen juga berakhir?