THE NEW ERA IS BEGIN : Secret Organization (Bahasa Indonesia)

THE NEW ERA IS BEGIN : Secret Organization (Bahasa Indonesia)
Chapter 1 - Bearwood Bersaudara


__ADS_3

Awan putih di pagi hari. Awan itu cukup tebal dari biasanya serta bergerak ke arah barat oleh angin yang cukup kencang.


Tepat di bawahnya pemandangan hutan lebat mengisi daratan sejauh mata memandang. Pada salah satu bagian hutan ada sungai besar yang melewati lembah lalu terhubung dengan Air terjun pada ujung hutan.


Seekor Serigala besar minum dari hilir sungai. Tiba-tiba suara memekakan telinga terdengar didekatnya.


Sstak!!!!...


Hanya dalam sekejab, sebuah siluet berkecepatan super melawatinya. Kemudian Serigala yang tidak menyadari sesuatu meski dengan insting binatang terlatih sekalipun seketika terbelah menjadi dua.


Dihadapan tubuh serigala yang masih mengeluarkan darah, seorang pria muda berdiri menatap sambil terlihat puas.


"Dengan ini, sudah kesembilan"


Membersihkan darah dengan cara mengibaskannya, lalu menyarungkan kembali pedang panjang yang saat ini pria muda itu pegang.


Kini Quest memburu telah selesai.


Pria muda itu bernama Kai Bearwood. Dia memiliki penampilan seorang pria muda yang bisa di temukan dimana saja, satu hal yang menonjol tentang Kai adalah rambut putihnya yang berkilau. Membuat Kai cukup menawan di mata para wanita ditambah dengan wajahnya yang tidak terlalu buruk.


Jika saja Kai tidak memiliki gaya rambut poni samping sekarang, mungkin tidak akan ada perbedaan antara Kai dengan orang biasa pada umumnya.


Mengibaskan poni kesamping dengan tujuan untuk menebarkan pesona seorang pria pada gadis didekat Kai sekarang.


"huf. Bukankah kaka-mu ini cukup menawan?"


"Tidak, tidak keren sama sekali... Mungkin jika kaka mau menegakan kepala sedikit ke-atas akan jadi lebih baik"


Kai menegakan kepalanya ke-atas untuk mengikuti saran sang adik.


"Segini?"


"Terus, Terus, kurang tinggi"


Mengikuti arahan adik perempuan Kai. Dia terus menaikan pandanganya ke-atas sampai melihat awan, Lalu berhenti ketika Kai menyadari sesuatu.


"Tunggu, kau menjahiliku?!"


Adik Kai tertawa manis.


"Xi.. xi.. xi.. xi, bodoh"


Untuk seorang gadis muda adik Kai yang bernama Liona Bearwood cukup cantik dari pada wanita seumuran dia. Senyum manis dan suara yang lembut membuat pria manapun terpesona, apa lagi Leona memiliki rambut putih indah sama seperti Kai.


Meskipun gadis itu bernama Leona yang melambangkan ketegasan seperti Singa, tapi dia adalah seorang gadis dengan sifat lembut seperti gadis biasa pada umumnya.

__ADS_1


Tapi di balik semua itu Liona suka sekali mengoda kaka laki-lakinya yang bodoh, menandakan sejauh mana hubungan kekeluargaan antara keduanya.


Mereka saling melindungi dan saling melengkapi, tanpa ada salah satu dari mereka tidak akan ada yang lain.


Di tengah candaan sesaat, sesuatu mengagu Liona.


"Kaka.. , aku pikir sekarang Quest kita selesai . tapi sepertinya kawanan lain datang menambah daftar permintaan yang harus kita tangani"


"Woah.., bukankah itu berita bagus? Karna itu berarti kita akan di bayar lebih banyak, kan? "


Menangapi perkataan bodoh kaka-nya, Liona tersenyum kecut.


Bagi Lione. Menambah pekerjaan dari yang diminta sebenarnya cukup merepotkan, terlebih lagi kenyataan bahwa mereka berdua adalah petualang yang dimana setiap Quest yang di ambil terkadang lebih berbahaya dari pada kelihatannya.


Jika bisa, Lione selalu ingin mengambil Quest yang memiliki tingkat bahaya rendah namun dengan bayaran tinggi tapi si Kai selalu percaya diri pada kemampuannya membuat Liona kadang kerepotan. Sebenarnya percaya diri itu bagus namun setidaknya harus tahu rasionalitas dalam pengunaannya.


Mengambil nafas pelan seakan pasrah terhadap tingkah Kai yang mulai bersemangat.


"Huf... Baik, baik.. Terserah.. Selesaikan secepat mungkin"


Dari dalam hutan kawanan serigala menunjukan kehadiran mereka. Jumlahnya sekitar dua puluh empat ekor, memiliki taring dan gigi kuat matanya yang berwarna merah darah bersinar memberikan tekanan menakutkan.


Untuk petualang pemula Monster Serigala bernama [Shadow Red Eye] cukup kuat, bahkan untuk sekelompok Party Rank E harus membawa setidaknya empat orang hanya untuk melawan satu di antara mereka.


Namun Kai yang berdiri tegak tanpa rasa takut dihadapan puluhan kawanan Serigala dibarengi rasa percaya diri mutlak, menunjukan seberapa kuat Kai dibanding petualang lain.


Melirik sesaat ke adik perempuanya yang saat ini tengah bersandar di pohon, kemudian berkata.


"Liona, aku butuh sedikit bantuan.."


"Oh.. ayolah kaka, mengapa selalu aku yang merapal mantra?! bukankah kaka bisa melakukannya sendiri, apa artinya menjadi seorang Magic Swordman jika selalu mengandalkan Penyihir untuk merapal mantra"


"Kau itu seorang penyihir yang mampu mengunakan [Third Tier Magic]. Perapalan sihir-mu jauh lebih singkat dari pada miliki-ku"


Dengan decakan lidah. Liona mengangkat tongkat yang di bawanya selama ini lalu merapalkan mantra.


"Sang agung Fire Dragon Lord, tolong beri pengikut setiamu ini kekuatan untuk membumi hanguskan kejahatan dari muka bumi.. [Enchant Fire Magic]"


Lingkaran sihir mulai keluar dari hadapan tongkat Liona, semakin besar dan berwarna merah terang, banyak sekali tulisan-tukisan rumit menghiasi lingkaran sihir.


Ketika lingkaran sihir Liona hilang. tiba-tiba aura sihir berkumpul di sekitar Kai kemudian terkonsentrasi ke arah pedang panjang yang dia pegang menyebabkan cahaya merah terang menyelimuti pedang.


Aura di sekitar mulai bertambah panas membuat udara seakan-akan dirobeknya.


Mengangkat pedang panjang dengan kedua tangan. kemudian Kai meluncur layaknya peluru yang di tembakan ke arah kawanan serigala, pedang api Kai dalam sekejab mencapai targetnya lalu membuat tebasan Horizontal ke arah seekor serigala sehinga monster itu pun terbelah menjadi dua.

__ADS_1


Darah monster menyebar di udara tepat kearah belakang menuju kawanan lain.


Darah itu memiliki sejumlah energi panas dari pedang Kai, beberapa menguap di udara tapi ada juga yang mencapai kawanan. menyebabkan beberapa serigala yang terkena cipratan darah mulai terbakar seketika.


"Tiga ekor!.. , empat ekor!.. , lima ekor!... Sekarang tersisa sembilan belas!.. "


Kai melanjutkan serangan dengan beberapa gerakan membabi buta. Membakar dan menebas sejumlah serigala lainya.


Kawanan serigala yang kini kehilangan beberapa anggota semakin marah. Dua ekor maju menyerang Kai, ketika serigala itu mendekat salah satu diantaranya terkena tebasan Kai lalu terbakar hebat, sementara satu lagi yang tersisa mencapai Kai.


Dengan reflek kuat. Kai menahan serangan mengunakan pedang membuat gigitan Serigala yang bertujuan mengoyak tubuhnya kini tertahan, setelah itu Kai mengeratkan gengaman kemudian mendorong pedang dari rahang serigala.


Api menyebar ketika Kai mencapai tengorokan Serigala, membuat monster itu terbakar hebat sampai titik dimana si serigala menjadi seongok daging pangang.


Setengah dari kawanan Serigala menyerang secara bersamaan ke arah Kai. Siluet-siluet dari pedang panjang menebas beberapa serigala ketika mereka mencoba menerkam, gerakan seperti kilat menghanguskan setiap serangan monster.


Tidak butuh waktu lama untuk Kai agar bisa membuat kobaran api berbahan bakar tubuh serigala.


"Lemah... Terlalu lemah... Aku kira akan sedikit menantang"


Ketika Kai mengeluarkan energi besar,. insting kawanan serigala mulai memperingati mereka bahwa petualang di depan sangat berbahaya lalu membuat gerakan seakan ingin melarikan diri.


Namun semua terlambat. Lingkaran sihir api terbentuk di depan Kai, kemudian mantra di ucapkan.


"Wahai Fire Dragon Lord yang agung sang penguasa Fire Magic.. , tolong pinjamkan cakar Sugawi untuk menebas segala sesuatu yang tidak di inginkan Dewi.. [Flame Slash]!!!"


Kai menebas pedang panjang ke udara, kemudian api besar keluar dari gelombang tebasan menuju kawanan serigala yang tersisa.


Menghantam target lalu meledak, seluru kawanan serigala kini musnah terbakar api suci mantra [Fire Dragon Lord] miliki seorang petualang rank B bernama Kai Bearwood dari Guild Petualang Utara Ibukota.


Berdiri tegak sambil menyarungkan pedangnya.


Pemandangan di sekitar Kai dipenuhi oleh kobaran api.


"Sepertinya sudah tidak ada yang tersisa lagi"


Ketika Kai mengatakan itu, Liona bereaksi.


"Jika kita melaporkannya ke Guild, Pak kepala mungkin akan senang mendengar berita ini"


"Maksudmu Guild Master Teodor??"


Liona mengaguk setuju sambil menunjukan senyuman manis, senyuman itu memiliki maksud lain.


Kai tersenyum percaya diri ketika dia menyadari apa maksud sebenarnya Liona.

__ADS_1


"Tentu, Akan kubuat dia mentraktirku beberapa makanan"


__ADS_2