THE NEW ERA IS BEGIN : Secret Organization (Bahasa Indonesia)

THE NEW ERA IS BEGIN : Secret Organization (Bahasa Indonesia)
Chapter 3 - Death Smile


__ADS_3

Tier Magic memiliki lima tingkatan. First Tier Magic, Secon Tier Magic, Third Tier Magic, Fouth Tier, Five Tier magic. Itu semua tidak mewakili seberapa kuat suatu sihir melainkan serumit apa setruktur sihirnya.


Untuk seorang penyihir, membutuhkan setidaknya beberapa kalimat agar bisa mengaktifkan lingkaran sihir, dan itu membutuhkan waktu beberapa saat.


Semakin tinggi Tier Magic, semakin banyak pula kalimat dan kekuatan agar bisa merangkai struktur lingkaran sihir.


Tentu saja Tier Magic memiliki semacam korelasi dengan hal-hal seperti bakat bawaan atau kecerdasan individu yang membuat kekuatan serangan sihir memungkinkan untuk menjadi lebih kuat dari biasanya, namun.


Sama seperti ketika menanam tanaman tanpa di siram air, meski dia memiliki tanah subur dan benih berkualitas itu tidak akan tumbuh jika satu tetes airpun tidak menyentuh tanah.


Pada akhirnya pengalaman dan ketrampilan lah yang menentukan seberapa kuat seorang penyihir, meski seseorang memiliki potensi sihir cukup besar tetap saja akan kalah jika harus melawan seorang penyihir Veteran dengan potensi sihir kecil.


Tidak semua manusia mampu mengunakan sihir. Para penyihir memiliki struktur tubuh yang sedikit berbeda, biasanya itu di turunkan dari orang tua mereka, bagaimanapun juga, mereka tetap manusia dengan darah yang mengalir di tubuhnya.


Di atas terangnya bulan, hanya ada kegelapan bagi para kesatria dan petualang dari dalam hutan. Angin dingin yang berhembus membuat orang-orang berbaju logam dapat merasakan suhu dingin lebih jelas dari pada yang tidak mengenakannya.


Memegang pedang lalu kemudian mengarahkannya. Seseorang berteriak dengan suara keras untuk memperingatkan rekan-rekan di sekitar.


"Siapkan pedang dan tongkat kalian!!!, Chimera penguasa hutan ada di depan mata"


Kawanan monster berdiri tepat di depan segerobolan kesatria dan petualang yang tergabung kedalam satuan unit campuran, bertaring panjang dan bercakar tajam. Mata merah menyala di kegelapan memberikan kesan sangat mengintimidasi siapapun manusia yang masih memiliki rasa takut.


Segelintir kesatria yang masih memiliki kewarasan di pikirannya, memberikan printah tepat untuk situasi saat ini.


"Berteriak sekeras mungkin agar Tim lain bisa datang kemari, Katakan pada mereka kita berhasil menemukan Chimera"


Para kesatria maupun petualang tidak pernah terlintas di pikirannya bahwa akan ada saat dimana mereka berhadapan langsung dengan kawanan Chimera Legendaris. Ketakutan akan kematian membuat beberapa kesatria dan petualang pemula gemetar ketakutan ketika melihat monster raksasa keluar dari balik kegelapan di belakang kawanan Chimera.


Kemudian Chimera raksasa berlari sangat cepat lalu menerkam beberapa petualang. Hembusan angin kencang merobohkan pepohonan ketika ekor Chimera di ayunkan tak terarah, itu membuat semacam area tanpa pepohonan di sekitar tempat mereka berdiri.


Para penyihir yang mulai panik mempersiapkan mantra sihir sambil mengakat tongkat kearah Chimera. Namun karna mereka adalah penyihir First Tier Magic membuat kalimat-kalimat panjang harus di ucapkan agar serangan sihir cukup kuat melukai Chimera.


"Dewi Cahaya, tolong berikan pengikutmu ini kekuata---!!!"


Sebelum mantra selesai di ucapkan, Chimera raksasa berdiri tepat di atas kepala si penyihir lalu melebarkan mulutnya bersiap untuk melahap.


Chimera raksasa jauh berbeda dari Chimera lainya. Dia memiliki tubuh seperti singa lalu ekor seperti ular sementara pada bagian wajah hitam pekat yang sangat mengerikan. Leher Chimera selaras dengan diameter pada bagian kepala, mata putih besar seperti manusia namun tanpa kelopak mata serta gigi putih tanpa bibir. pandangan Chimera hanya menunjukan kegelapan kecuali gigi putih dan mata yang melotot seolah-olah bisa keluar kapan saja dari tempatnya.

__ADS_1


Chimera ini di beri nama [Death Smile] oleh para sejarawan yang mencatatnya dalam Legenda.


KRAUK!!


KRAUK!!


Suara seperti remahan ranting terdengar sangat keras ketika Monster itu mulai mengunyah target manusia yang dia incar.


Menjadikan ranting pohon yang dia kunyah itu tidak lebih dari tomat yang jatuh ke tanah lalu pecah berhamburan ke segala arah.


Para petualang yang sudah terbiasa, melihat semua itu sebagai tanda agar mereka melebarkan pandangan dan menajamkan tatapan. Namun bagi petualang yang tidak tahan melihat gigitan tomat berjatuhan hanya bisa terjatuh dan merikuk ketakutan.


Para Kesatria memegang pedang mereka dengan sangat erat. Tebas demi tebasan pedang memenuhi sekitar mereka ketika Chimera yang lebih kecil mulai menyerang.


Satu persatu Korban mulai berjatuhan, cairan merah kesatria mulai berserakan. Bau menyengat menyebar ke segala arah membuat beberapa petualang pemula mulai mencoba melarikan diri.


"Chk... Dasar pengecut, ini alasan sejak awal kami para kesatria menolak keterlibatan mereka"


Gumam marah kapten kesatria saat melihat pemandangan putus asa dari para petualang maupun kesatria pemula.


Menusuk rahang Chimera kemudian membelahnya, itu membuat cairan merah menghiasi Armor yang dia kenakan.


"Sialan!!... Apa yang sebenarnya di pikirkan para atasan sejak awal? "


Expresi sakit kepala di tunjukan oleh kapten kesatria dan para bawahanya. Tidak ada yang lebih buruk ketika mereka melihat fakta bahwa rekan-rekan di sampingnya tidak layak untuk menjadi pedang atau tameng mereka dan hanya sebatas ranting yang bahkan tidak memberi perlawanan berarti.


Bagi Kapten Kesatria yang mengetahui sifat para atasan, situasi seperti ini bagaikan dua ujung pedang berada tepat di depan dan belakang lehernya. Jika dia terus melanjutkan pertarungan bisa saja Tim yang dia pimpin sekarang akan di habisi, namun jika dia memutuskan mundur, yang akan menanti ketika dia pulang adalah keputusan atasan untuk membuat kepala dia pada akhirnya menjadi objek penelitian oleh para penyihir bangsawan.


Jelas pilihan pertama itu lebih rasional.


Tapi keberuntungan berpihak pada kapten kesatria ketika bantuan yang sangat di harapkan akhirnya datang.


Di belakang mereka, pada sisi lain hutan gelap sebuah Cahaya menyilaukan menyinari seorang pria muda berambut putih. Pria itu memegang pedang api di tanganya.


Hawa panas mulai menyebar ketika pria itu berjalan dengan pelan, kemudian membungkuk sambil mengarahkan mata pedang.


"Wahai Fire Dragon Lord, tolong beri pengikutmu kekuatan untuk memperoleh anugrah kecepatan agar bisa memberantas kejahatan.... [Fire Acceleration] "

__ADS_1


Lingkaran sihir di bawah kaki mulai terbentuk. kemudian pria itu melesat bagaikan peluru menuju Chimera rasaksa, tanah tempat pria tadinya berdiri terbakar hebat yang mendorong kebelakang, nyala api melayang di udara membuat semacam lintasan.


Chimera lebih kecil yang berkumpul di sekitar Chimera rasaksa mulai terhempas oleh beberapa tebasan super kencang, gumpalan potongan daging dan percikan darah yang belum sepenuhnya menguap terbakar api lalu menyebar ke kawanan lain sehinga jalur lintasan di penuhi kobaran api dari para monster.


Pria muda itu mencapai Chimera raksasa kemudian serangan membabi buta penuh kobaran api di udara menyinari gelapnya malam.


Insting Chimera mulai berteriak, lalu melompat dan berlari untuk menjaga jarak yang pada akhirnya pria muda itu mulai mendekat dengan cepat untuk penutupinya.


"Luar biasa... Ini kah kekuatan seorang petualang Rank B yang di rumorkan akhir-akhir ini??, dia mungkin setara dengan bawahan Pahlawan di Ibukota, " komentar Kapten kesatria ketika melihat ledakan api bermunculan ke berbagai tempat.


Pria muda berambut putih terus mengejar dengan kecepatan luar biasanya. Beberapa ledakan terjadi akibat gelombang tebasan api yang di arahkan, meskipun begitu keungulan Chimera terhadap kecepatan dan kelincahan sangatlah jelas.


Dia yang menyadari kesenjangan kecepatan mulai merapalkan mantra [Fire Acceleration] sekali lagi, dengan begitu jarak dalam sekejab tertutupi.


Dengan kobaran api layaknya tornado akhirnya Pria itu berdiri tepat di hadapan Chimera. Chimera yang menyadari tidak ada jalan lain selain melawannya kemudian mengaung dengan keras, suara memekakan telinga bisa terdengar sejauh beberapa kilometer menyebabkan gelobang angin menyapu dedaunan.


ROOAR!!!!!!


Suara keras dari mulut tanpa bibir semakin keras dari waktu ke waktu.


Gumpalan lingkaran hitam mulai muncul di sekitar Chimera kemudian sebagian Tombak hitam pekat muncul dari leher Chimera lalu melayang ke udara. Dengan lirikan mata Chimera Puluhan tombak menghujani pria itu, tetapi tebasan pedang api super cepat membuat tombak hitam terpental ke segala arah.


Area sekitar sedikit jauh dari para Kesatria dan Petualang membuat kawanan Chimera lebih kecil mulai bermunculan di sekitar.


Namun pria muda itu mulai tersenyum lebar, seakan-akan yakin akan kemenangannya. Kemudian Pria muda berteriak keras.


".... LIONA SEKARANG!!!! "


Lingkaran sihir berlapis-lapis mulai muncul di udara, dan seorang wanita memegang tongkat mulai merapal mantra.


"Wahai Fire Dragon Lord, pinjamkan palu suci keadilan untuk pengikutmu yang setia... [Meteor]!!!!"


Gelombang panas yang mencakup area luas mulai terasa, energi-energi sihir terkonsetrasi dari atas langit, lalu bola api layaknya matahari muncul saat lingkaran sihir menghilang.


Mantra sihir Third Tier Magic dengan konsetrasi sihir area sangat kuat dimana hanya para pengikut Fire Dragon Lord saja yang bisa mengunakannya, yang menjadi lambang nyata dari seberapa taatnya para pengikut, saat ini di gunakan oleh seorang gadis muda.


Bola api jatuh dengan kecepatan luar biasa, lintasan merah dari langit bisa terlihat bahkan oleh mata yang berada di luar hutan sekalipun. Ketika bola itu menyentuh tanah ledakan besar terjadi membuat kobaran api di sertai asap hitam pekat menyebar seperti piringan cincin tiga lapis, ******* mahluk apa saja yang ada di pusat ledakan.

__ADS_1


Monster Chimera raksasa [Death Smile] di buat menjadi abu tak tersisa.


Ketika asap hitam mulai memudar, seorang pria di dalam lingkaran api berdiri sedikit dari pusat ledakan kemudian menyarungkan pedangnya..


__ADS_2