THE NEW ERA IS BEGIN : Secret Organization (Bahasa Indonesia)

THE NEW ERA IS BEGIN : Secret Organization (Bahasa Indonesia)
Chapter 2 - Pesta Minum


__ADS_3

"Nona Sonia,.. apa maksudnya semua ini!!! "


Teriak marah Liona ketika dia membuka kantong uang, dimana banyak sekali koin perak dan juga beberapa koin emas.


"Ayolah nona Sonia, kami kerja keras mempertaruhkan nyawa untuk menghabisi puluhan [Shaidow Red Eye] dan hanya segini bayaran kami"


Resepsionis Guild, Sonia hanya tersenyum ramah terhadapan reaksi Liona, kemudian Sonia berkata dengan nada sindirian.


"Ya, banyak sekali ekor serigala dari kantong yang kau bawa tapi Aku tidak memintamu untuk membasmi mereka sebanyak dari Quest yang diminta, mengerti? "


Liona mengerutu kecewa, lalu Sonia melanjutkan.


"Ada banyak party petualang lain yang membutuhkan pekerjaan. Jika kau membasmi kawanan lebih dari Quest yang diminta itu sama saja kamu mencuri penghasilan mereka"


"Aku tidak peduli, cepat Berikan aku tiga kali lipat bayaran"


Sonia mengelengkan kepalanya untuk permintaan konyol Liona.


"Kau tahu ada banyak sekali cipratan darah yang harus aku bersihkan mengunakan sihir air ku, ditambah lagi aku mengalahkan setengah dari kawanan. itu menguras banyak sekali Mana yang harus aku ganti dengan membeli beberapa Mana Potion mahal"


Sonia kembali tersenyum ramah, tapi kali ini dibalik senyumannya terlihat denyutan pada kepala Sonia.


"Hadiah Quest sudah termasuk bonus, itu semua lebih dari cukup untuk mengatasi masalahmu"


"Lalu bagaimana dengan kaka ku?. hadiah Quest belum termasuk bonus untuk nya"


"Ini aneh.. Bukankah sejak dulu sebagian besar hadiah selalu masuk kekantong peribadimu?"


"Apa!!!!...."


Tingkah Liona semakin menjadi-jadi, wajah manis hanya ditunjukan untuk Pria, bukan wanita. Itu alasan mengapa Liona tidak akan menahan diri pada Sonia.


Sonia mengerakan kepalanya sedikit untuk menunjukan pemandangan Kai yang terlihat gembira karna makan-makanan enak. Senyuman Kai terlihat tulus tanpa sedikit-pun menujukan kelelahan karna sebuah Quest.


Menyipitkan mata pada kaka-nya sambil mendecakan lidah, kemudian berkata.


"Cihk... Kaka konyol itu, tidakah setidaknya dia sedikit membantuku"


Ketika dia bergumam hal itu. Lawan bicara Liona langsung menunjukan kartu Truf dengan tujuan untuk mengakhiri perdebatan.


"Kamu beruntung Kai bukan tipe Pria yang suka memesan jasa pelayanan di malam hari, jadi seharusnya keuangan kalian berdua tidak akan ada masalah"


Ekspresi Liona semakin kuat, perasaan jengkel memenuhi dirinya. Itu adalah perasaan rumit dimana fakta nyaman yang Liona sadari namun dikatakan oleh orang yang dia tidak sukai.


Mengambil hadiah Ques tanda bahwa Liona mengakui kekalahan, lalu berusaha mundur sambil menujukan wajah mencemooh.


"Kaka-ku bukan seorang pria berengsek!.. Dia tidak akan pernah berfikir sesuatu seperti itu selama ada aku mengawasinya"


........


Guild petualang Utara Ibukota terkenal akan keberadaan petualang kuat, ada beberapa kisah pada masa lalu yang mengisahkan Part rank A tumbuh dari ganasnya hutan-hutan Utara. Hutan-hutan yang terdapat banyak sekali monster kuat, pada beberapa kesempatan Militer kekaisaran sampai mengirim Tim Expedisi untuk menghabisi monster kuat ketika dia mulai mengamuk dan merusak pemukiman, bahkan keluarga pahlawan-pun kadang kala dikirim untuk menyelesaikan masalah jika Tim Expedisi gagal.


Begitu lah ganasnya hutan Utara Ibukota yang dikenal sebagai [Bersek of Forest], nama itu mengacu pada fakta bahwa tumbuhnya beberapa Party petualang kuat ketika mereka berhasil menaklukan beberapa monster dari hutan tersebut.


Kehadiran para petualang kuat sangat amat diperlukan untuk Guild Utara. Oleh karna itu bagi seorang mantan Party petualang rank A dan juga Guild master sekarang yang bernama Teodor Valden, kehadiran Kai Bearwood sangat di sambut baik.


Kai melahap makanan tanpa memperdulikan apa pun, kemudian seseorang menanyakan sesuatu.


"Kai,. Bagaimana rasa makanannya?"


"Tentu saja itu enak Master, terima kasih atas teraktirannya, lain kali sering-sering lah meneraktirku agar aku bisa membasmi sebanyak apapun monster yang di inginkan Guild"


Teodor Valden adalah seorang pria berumur 39 tahun, dia berpenampilan kuat yang penuh akan otot di tubuhnya, berkumis tipis serta memiliki luka kecil pada pelipis mata kanan.


Tidak seperti Kai, Teodor merupakan Swordman murni tanpa menguasai satupun mantra sihir, semua kekuatannya berasal dari kemahiran teknik berpedang dan kekuatan otot.

__ADS_1


Jika Teodor bertarung melawan Kai dengan bermaksud untuk membunuh satu sama lain. Memperhitungkan keahlian dan pengalaman bertarung, Teodor akan bisa memenangkan pertarungan meski pada akhirnya beberapa hari kemudian Teodor akan mati karna luka yang dia terima, setidaknya itulah yang dipahami oleh kedua belah pihak dengan cukup baik.


Merangkul Kai dengan sambil mengatakan beberapa kata nasihat.


"Tentu saja aku akan meneraktirmu selama kau terus mencapai perestasi yang luar biasa"


Malam ini para petualang di Guild berpesta-pora dengan semua biyaya di bayar oleh Teodor, itu semua dilakukan untuk menghormati prestasi Kai.


"Ayo semuanya, tuangkan Bir sekali lagi dan nikmati malam ini dengan penuh sukacita"


Semua orang bersorak "HORRAAAIII!!!!!....", baik wanita maupun pria, baik muda maupun tua, semuanya bergembira.


Hari ini Guild dipenuhi para petualang dengan bau Bir melekat pada mereka. karna beberapa alasan kebanyakan orang datang ke Guild diantaranya karna ingin mengambil Quest sementara yang lainya untuk menerima hadiah, sebagian besar petualang mengagap ini waktu yang tepat untuk itu.


Teodor tersenyum penuh semangat sambil menyarankan Kai sesuatu.


"Kai,. Kau lihat disana. Ada beberapa wanita cantik seumuran denganmu, mengapa tidak mendekati mereka sambil menunjukan pesona. mungkin ada beberapa yang cocok untuk kau nikahi di masa depan"


Kai menutup matanya sesaat, kemudian menjawab.


"Sayang sekali Master, tapi aku lebih suka Wanita dewasa yang bisa meniup telingaku dengan nada suara sangat mengoda,.."


"Bahahahah.... Haha..."


Guild Master Teodor tertawa terbahak-bahak. Itu lelucon bagus untuk seorang pria ketika menolak saran tentang percintaan.


Lalu dia menoleh ke salah satu sudut ruangan diamana terdapat dua orang wanita, yang satu wanita dewasa sementara yang satunya gadis muda, dilihat dari manapun sepertinya mereka cukup akrab dengan cara mereka sendiri tentunya.


"Jika itu yang kau inginkan.. Aku bisa saja merekomendasikan resepsionis Guild Sonia,.. Dia mungkin cocok untuk keriteriamu... Hahah."


"Terima kasih atas sarannya,.. Tapi masalahnya Nona Sonia dan Liona tidak terlalu akrab"


Meskipun Kai menunjukan sikap tidak setuju, tanda bahwa dia menggap ide Guild master cukup tidak masuk akal dan sangat tidak rasional, namun Teodor memasang expresi yang menunjukan dia memiliki pendapat lain.


"Kau salah Kai, Mereka sebenarnya sudah akrab.. memang begitulah cara para gadis muda bergaul dengan sesamanya, kita para pria tidak akan pernah mengerti perasaan seorang gadis remaja"


Waktu berlalu beberapa saat.


Ketika pandangan Teodor secara tidak sengaja melihat seorang pria mengenakan Armor datang dari pintu masuk, sikap riang Teodor mulai berhenti.


"Kesatria.."


Menyadari sesuatu yang aneh. Kai menoleh kearah yang di perhatikan Teodor.


"Owh... Kesatria kekaisaran, tidak biasanya mereka datang kemarkas Guild, apakah mereka merasa terdesak sampai harus meminta bantuan Guild petualang? "


Bagi para petualang keberadaan kesatria terkadang membuat kesal. kesatria memiliki harga diri cukup tinggi dan mengagap petualang sebagai orang kelas bawah dibanding mereka, karna karakteristik mereka sering kali muncul kejadian dimana Party petualang dan kesatria berselisih satu sama lain, dengan semua fakta itu sangat jarang untuk seorang kesatria sudi mengijakan kakinya ke Guild petualang, tetapi apa yang terjadi sekarang adalah salah satu dari sedikit kejadian.


"Maaf Kai, sepertinya ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan"


Teodor pergi meningalkan Kai untuk menemui sang kesatria.


Kai menujukan expresi penuh tanda tanya. Kemudian mencari seseorang yang mungkin saja tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Melihat kearah sudut ruangan dimana ada dua wanita saling berbincang lalu berjalan kearah mereka.


"Nona Sonia, sebenarnya apa yang Kesatria itu inginkan sampai harus datang ke Guild?"


Berhenti berbincang dengan gadis satunya untuk menangapi perkataan Kai. kemudian Sonia mulai memperhatikan kearah yang di tunjuk Kai saat ini.


Expresi Sonia mulai berubah serius. Melihat kembali ke arah Kai untuk mulai menjelaskan.


"Menurut laporan, Ada beberapa Kesatria menemukan jejak Chimera di ujung Utara [Beserk Forest], Para Bangsawan mulai kawatir lalu ada seorang putri Bangsawan mengusulkan untuk membuat Quest darurat ke Guild petualang"


"Huh?.. Chimera. Maksudmu Chimera dari legenda? "

__ADS_1


"Entahlah, mungkin saja iya"


"Melihat utusan Kesatria datang sepertinya mereka menerima usulan itu, ini kemungkinan akan jadi pekerjaan kami nantinya"


Berbeda dari biasanya, expresi Sonia menunjukan ketidak setujuan.


"Aku sarankan kau tidak usah ikut. Mengesampingkan soal kekuatan dan keterampilan, Umurmu terlalu muda untuk mengambil Quest darurat "


Satu gadis tersisa mulai masuk ke pembicaraan antara Kai dan Sonia sambil memukul meja untuk menunjukan pertentangan, gadis itu adalah Liona.


"Omong kosong macam apa ini, yang kita bicarakan itu mereka para bangsawan kan. Hadiahnya pasti sangatlah besar, benar bukan Nona Sonia? "


"Chk.. Ya!! , itu sekitar 50,000 koin emas bagi siapa saja yang berhasil memusnahkan Chimera, " Sonia mengatakan itu sambil mendecakan lidah pelan.


Leona kaget mendengar jumlah uang hadiah, dia menunjukan wajah seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar sekarang.


Dengan penuh percaya diri dan ketertarikan kuat pada uang, Leona menatap Kai kemudian berkata.


"Kaka.. mari kita ikut!!.. "


Di hari keberangkatan.


Ada banyak sekali petualang berkumpul didepan Guild bersama dengan para kesatria. Mereka terdiri dari banyak sekali Party Rank D dan Rank C, hanya Party Kai saja yang Rank B, bisa dikatakan Party Kai adalah Party terkuat.


Suasana diantara para petualang dan kesatria sebenarnya terlihat cukup dingin. Siapapun komandan Expedisi pasti akan merasa kawatir mengenai kordinasi antar kedua golongan nantinya.


Di antara kerumunan ada Kai, Liona dan Teodor, Teodor terlihat tengah melakukan salam perpisahan dengan Kai, kata-kata penyemangat atau yang lainya. Tapi kali ini sedikit berbeda.


"Kau yakin Kai?"


"Tentu saja Master aku yakin akan kemampuanku"


Tadi malam Liona mengusulkan untuk ikut Expedisi, dan tentu saja Kai tidak akan menolak permintaan Adik perempuannya.


"Pak kepala, menurutmu kami akan kalah melawan Chimera itu? " Liona bertanya untuk memastikan sesuatu, itu karna sikap Teodor mengagu pikiran Leona.


Teodor menjawab sambil memasang Expresi sulit di mengerti.


"Tidak, aku yakin kalian berdua mampu menghadapinya"


Dengan perasan lega Liona menghela nafas.


"Jika menurut pak kepala tidak apa-apa, maka Expedisi ini tidak akan terlalu sulit bagi kami berdua"


Bagi Liona, Teodor merupakan seseorang yang memiliki penilaian bagus, terkadang Liona meminta pendapat Teodor terlebih dahulu sebelum mengambil atau menolak Quest. Dan jika Teodor mengatakan mereka mampu maka itu pasti terjadi.


Merogoh kantung di bajunya, kemudian memberikan Sebuah kalung dengan liontin Tengkorak.


"Kai, aku ingin kau memakai ini selama Expedisimu. Anggap saja hadiah dariku ketika kau berhasil kembali nantinya"


Kai mengapai tangan Teodor untuk mengambil kalung lalu segera memakainya.


"Terima kasih Master, aku akan menjaga pemberianmu"


Liona yang melihat itu sedikit menyindir.


"Pak kepala, seharusnya anda memberikan Kai kalung dengan ukiran Naga, karna aku dan Kai merupakan pengikut Fire Dragon Lord, bukan malah memberinya kalung Tengkorak"


Teodor mengaruk kepala sambil meminta maaf.


"Maaf, maaf, aku akan membelikanmu Kalung ukiran Naga ketika kamu kembali nanti"


"Benarkah?! , aku sangat-sangat berterima kasih pada kebaikan hatimu, pak kepala"


Bergembira sambil menunjukan perasan penuh suka cita. Bagi para pengikut [Fire Dragon Lord] apapun pernak-pernik yang menujukan identitas mereka sebagai pengikut, akan sangat mereka hargai.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu berlalu, Tim Expedisi gabungan Kesatria dan Petualang akhirnya berangkat..


__ADS_2