
"Ayo, ini sudah lebih dari 30 menit. Dan lihat ini, dia masih hidup ternyata." Yunyang menunjukkan isi item berbentuk hati itu pada ke empat temannya.
"Haha, aku tidak menyangka di sangat tangguh seperti itu dalam bertahan hidup." balas Yunte.
"Benar... Sekarang kita panggil orang dewasa,"
"Apa yang kau lakukan? Kita bisa di hukuman jika ketahuan masuk dungeon!" marah Joori.
"Hei Joori... Jangan membentak ku,"
"M-maaf bos.. t-tapi kita nanti dalam masalah," ucapnya takut.
"Tenang saja, aku kan sudah bilang tadi. Aku sudah merencanakan semuanya dengan baik!"
"Apa yang kau rencanakan?" tanya Jiwon.
"Nanti kau juga akan tahu Jiwon." ucap Yunyang, sekalian mengirim pesan dengan salah satu anak buahnya yang sudah ia suruh tunggu di luar.
"Sekarang ayo, kita cari dia..."
Mereka berjalan mencari keberadaan Taewoon dengan mengendap-endap. Takut jika monster itu menyerang mereka.
Mereka berjalan tidak lama, karena keberadaan Taewoon dekat dengan pintu masuk dungeon. Saat sampai di sana mereka terkejut melihat empat monster yang tadi mereka lihat mengejar Taewoon mati.
"A-apa yang terjadi... Ba-bagaimana mungkin..." Joori ternganga melihat pemandangan itu.
"Apa di sini ada Hunter lain?" tanya Dogun.
"Tidak mungkin... Aku sudah memastikan dungeon ini kosong." jawab Yunyang.
"Jadi apa yang terjadi?"
Mereka berjalan mencoba mencari keberadaan Taewoon.
"Hei Yunyang, lihat itu!" Yunyang melihat seseorang yang di tunjuk Joori.
Dia bisa melihat orang berlumuran darah yang tidak mengenakkan baju itu adalah Taewoon.
"Ti-tidak mungkin... Bagaimana bisa?" Yunyang mengeram.
Taewoon menghampiri mereka.
"Hai Yunyang! Terimakasih atas hadiahnya." ucap Taewoon datar. Taewoon sudah berada di hadapan mereka.
"Kau...! Bagaimana bisa kau selamat!" Yunyang berteriak kesal.
"Entahlah... Bagaimana ya, aku juga tidak tahu." ucap Taewoon sedikit meledek.
Hehehe Taewoon.. kau sepertinya bosan hidup... Kau bisa beneran mati nanti jika mengejeknya tahu!, batin Taewoon menyesali apa yang ia barusan katakan.
"Kau... Berani sekali kau melawan sekarang ya..." Yunyang mengeluarkan auranya.
Mampus.. Taewoon... Kenapa kau malah memprovokasinya..., Taewoon bergidik merasakan aura yang sangat kuat dari Yungyang.
"Siapa yang membantu mu!" geram Yunyang.
"T-tidak ada yang membantu ku..." Taewoon berbohong, sebenarnya aku di bantu oleh my hero si... Maaf my hero.., pikirnya.
Tak masalah master, saya senang membantu anda, ujat sword Hero girang.
Terimakasih, balas Taewoon.
"Kau pasti berbohong! Tidak mungkin kau seorang player level 1 membunuh empat monster A itu sendirian... Cepat jawab siap yang membantu mu!" teriak Yunyang semakin marah. Ia sekarang seperti ingin membunuh orang.
__ADS_1
"Hei apa yang kalian lakukan disini!"
Mereka semua melihat dua orang penjaga dungeon yang di panggil oleh Yunyang sudah datang.
Si*l Kenapa harus sekarang sih mereka datang!, pikir Yunyang kesal.
Dia menghilangkan auranya, dia tidak ingin mendapatkan masalah. Ayahnya bisa marah besar jika di mendapatkan masalah.
Persetan dengan siapa yang menolongnya! Aku harus melaksanakan rencananya dengan baik. Walaupun aku tidak menyangka dia selamat. Siapapun itu, siapapun yang menolongnya, aku pasti akan membunuh mereka!, Yunyang berfikir untuk membunuh Hunter yang menyelamatkan Taewoon.
"Penjaga, tolong kami! Dia yang menyeret kami masuk ke dalam dungeon Class A!" Yunyang berakting, dia menunjuk Taewoon.
"Hei apa maksud mu! Bukankah kau yang menjebak ku di sini! Aku hampir mati karena mu tahu!"
"Apa benar yang di katakan nya nak? Kau masuk kedalam dungeon Class A tanpa izin! Terlebih lagi kau menyeret teman-teman mu!"
"Hei! Aku kan sudah bilang, dia yang menyeret ku! Mana mungkin 1 orang menyeret 4 orang!"
"Jangan beralasan! Kau harus bertanggungjawab. Besok kau datanglah ke sekolah! Kau murid sekolah Yungsang kan! Kau akan di berikan hukuman di sana."
Ha... Sepertinya aku tahu sekarang. Dia bukan hanya berniat membunuh ku, dia juga berniat menjebak ku agar aku dapat masalah. Sebaiknya aku menuruti saja perkataan mereka, Taewoon tidak punya rencana lain. Ia tahu bahwa kedua Hunter penjaga itu pasti anak buahnya Yunyang.
"Terserah, aku tidak peduli." Dia berjalan begitu saja meninggalkan ke tujuh Hunter tersebut.
"Hei! Kau!" panggil Hunter penjaga.
"Sudahlah biarkan saja dia pergi," ucap Yunyang datar.
"Eh, tapi tuan muda."
"Biarkan saja, besok dia akan mendapatkan akibatnya... Aku akan menyuruh ayah meminta denda yang besar! Orang miskin sepertinya tidak mungkin bisa membayar denda."
"Baik tuan muda."
"Kau bertanya lagi? Tentu saja, kan tuan muda JY memang keren!" balas penjaga satunya lagi.
Mendengar dua penjaga itu mengatakan hal itu, entah kenapa membuat Yunyang semakin kesal.
"Diam! Bukan aku yang melakukannya." Taewoon pergi begitu saja dari sana.
"Yak, Yunyang tunggu!" seru Joori.
"Jadi rencana mu sebenarnya adalah membuat Taewoon membayar denda?" tanya Jiwon.
"Hm, aku ingin dia lebih memohon lagi dengan ku!" Awalnya Yunyang kesal, tapi dia sekarang tersenyum mengerikan.
"Aku tidak sabar melihatnya bersujud dan mencium kaki ku!"
Di rumah Taewoon sudah membersihkan diri. Untung saja orang tuanya jarang berada di rumah, jadi dia aman saat kembali ke dalam rumah dalam keadaan tidak menguntungkan baju.
"Sword Hero!" panggilnya.
"Iya master!"
"Kamu bilang aku harus memberikan mu nama kan?"
"Iya!"
Hehe, cepat sekali jawabnya, pikir Taewoon gemas melihat keimutan pedang di depannya.
"Apa kamu tidak punya nama yang kamu suka? Aku tidak pandai menamai sesuatu..."
"Tidak ada master!"
__ADS_1
"Ha... Baiklah, eumm." Taewoon tampak berfikir keras. "Bagaimana, dengan Hira?"
"Hira?"
"Hum! Hira, pelesetan dari kata Hero. Apa kamu suka? Jika tidak maka aku akan cari yang lain..."
"Tidak! Saya suka master! Hira... Hehehe nama saya Hira..." seru pedang itu kegirangan.
"Hehehe b-baiklah, sepertinya kamu beneran senang."
"Sekarang, aku akan membuka Reward yang sudah 5 tahun ku tunggu!"
"Sistem! Berikan reward ku!"
[ Sistem ]
[ Anda sekarang bisa menerima Reward yang di tangguhkan ]
[ Reward yang di terima ]
> [ 2 Kartu Lagendaris ]
> [ 4 Kartu diamond ]
> [ 6 Kartu Gold ]
> [ 8 Kartu Silver ]
> [ 10 Kartu bronze ]
> [ 10 Poison penyembuh ]
[ Apa anda ingin membuka kartu? ]
"Tidak, nanti saja aku membukanya. Aku punya urusan lain yang lebih penting..."
[ Baik. Semua item akan tersimpan di dalam inventory ]
[ Anda bisa mengambilnya di dalam inventory ]
[ Sekarang anda bisa menggunakan seluruh fitur sistem ]
"Baiklah, sekarang.... Apa yang harus ku lakukan!"
"Ada apa master? Apa ada masalah yang menggangu anda!"
"Benar... Aku punya masalah besar... Aku bisa mati jika di keluarkan dari sekolah.... Si ber*gs*k itu menjebak ku agar aku mendapatkan masalah..."
"Apa saya harus membunuhnya?"
"Y-ya jangan seperti itu.... kenapa pedang 'Hero' senang sekali membunuh?"
"Saya kan hanya membunuh musuh master!"
"Haahaahaa, te-terimakasih atas perhatiannya..." Taewoon tertawa Canggung.
"Sama-sama master!"
"Ayo Taewoon. Berfikir lah dengan kepala jernih... Apa yang harus kau lakukan besok... Pasti aku akan di keluarkan, aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada ibu dan ayah. Mereka akan lebih marah padaku nanti." Taewoon berfikir sambil mondar-mandir di kamarnya.
Taewoon tanpa sengaja melihat kartu nama Kwon Yeri yang semalam di berikan perempuan itu.
Ia tampak berfikir setelah melihat kartu itu.
__ADS_1
Apa aku harus meminta tolong padanya...? Mengingat sifat anehnya saja sudah membuatku merinding..., Taewoon bergidik mengingat Kwon Yeri.