
Di sore hari Taewoon terlihat sedang duduk di taman kota menunggu seseorang.
Ha... Apa sebaiknya ku batalkan saja ya..., pikiran Taewoon dari tadi berkecamuk.
"Hai adik manis!" teriak Yeri dari jauh.
"Ah, si*l. Kenapa jadi seperti ini..."
"H-hai Hunter Yeri." Mereka langsung duduk di bangku.
"Aku tidak menyangka kau langsung menelpon ku... Senangnya..." Yeri mencubit-cubit pipi Taewoon.
"Hehehe..." Taewoon menjatuhkan wajahnya dari tangan Yeri.
"Ada apa, kenapa kamu memanggil ku?"
"Huh... Sebenarnya..."
Taewoon menceritakan semua kejadian yang ia alami. Mulai dari terjebak di dungeon Class A, sampai ia di jebak oleh anak direktur JY.
Yeri juga senang mendengar bahwa Taewoon sudah bisa menggunakan sistem miliknya. Di tambah lagi sepertinya Taewoon mendapatkan sesuatu yang mungkin bisa melindunginya di dunia Hunter yang kejam ini.
"Ah... Lagi-lagi si Yungyang sial*n itu. Apa ku bunuh saja dia ya?"
"Eh... Kenapa Anda seram sekali."
Kenapa Hira dan kwon Yeri mengatakan hal menyeramkan seperti itu dengan entengnya ya..., batin Taewoon merasa cemas.
"Anda akan dapat masalah jika membunuh anak direktur Joo..." ujar Taewoon. Dan aku juga akan di bunuh kakak ku jika mereka mengetahuinya, pikir Taewoon, mengingat kakaknya yang membenci dirinya.
"Hm... Baiklah, aku akan berusaha membantu mu!"
"Maaf karena telah merepotkan anda..."
"Jangan khawatir, aku tidak merasa keberatan sedikit pun kok." Yeri tersenyum tulus. Paling ayahku akan membunuh ku nanti!, batin Yeri, mengingat ayahnya yang pasti tidak akan menyetujuinya.
"Terimakasih Hunter Yeri..."
"Hei... Kenapa masih Hunter si!"
"Tae?" Mereka berdua kaget melihat seorang wanita berambut hitam di depan mereka.
"Caeyeon, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Yeri pada sahabat dekatnya yang di ketahui oleh semua orang itu.
"K-kakak?"
"Eh, kakak?" Yeri melotot.
__ADS_1
"D-dik! K-kenapa kau tega sekali dengan ku... Kau memanggilku Hunter Yeri.. tapi kenapa kau memanggilnya kakak?" rengek Yeri mengguncang-guncang Taewoon.
"Apa aku kurang cantik darinya? Cae... Kamu lagi... Apa kamu juga mengincar pria ku..."
P-pria? Taewoon? Apa yang dilakukan orang gila ini pada adikku?, Caeyeon langsung kesal mendengar rengekan menjijikkan Yeri.
"Apa maksud mu? Tae, apa kau berkencan dengan orang yang seumuran denganku?"
"Tidak! Aku tidak berkencan dengannya!" ujar Taewoon tidak terima.
"Lalu?"
"Kami hanya temanan kak,"
"Caeyeon... Kenapa kamu di panggil 'kakak' dengan Taewoon?" Yeri memasang senyuman dengan tatapan membunuh. "Apa kau ingin mati..."
"Hunter ye-yeri b-bukan seperti itu..." Taewoon gugup melihat situasi ini. Dia tidak mengharapkan ada orang yang tahu bahwa dia adik Caeyeon.
"Taewoon... Apa aku benar-benar bukan tipe mu... Kenapa kau memanggil orang lain kakak, tapi tidak dengan ku?" Yeri mengguncang-guncang Taewoon kembali.
"Yeri..., tentu saja dia harus memanggil ku 'kakak' karena dia 'adik ku'!" Caeyeon menarik Yeri menjauh dari Taewoon.
"Hah! Adik?" Yeri ternganga.
"Hem benar.., dia adik ku! Jadi menjauh lah darinya!" Caeyeon mendorong Yeri menjauh.
Eh adik? Apa benar adik satu darah... Atau adik yang lain?, Yeri memperhatikan kedua orang itu curiga.
Mereka memang agak mirip sih... Kalau benar dia adik Caeyeon, itu artinya aku masih punya kesempatan dong!, Yeri tersenyum seperti orang bodoh.
"Kakak ipar maafkan aku!" Yeri membungkukkan tubuhnya.
"Ha!" Taewoon mendengarnya seperti ingin menghilang dari bumi saja.
K-kenapa aku harus bertemu dengannya..., batinnya tertekan.
Caeyeon meras kesal, ia langsung bertanya dengan nada membunuh. "Taewoon... Kamu benar tidak berkencan dengannya kan?" Taewoon menggeleng cepat.
"Ah begitu ya... Sepertinya kamu ketempelan setan gila..." Yeri mendongak melihat Caeyeon mengatainya setan.
"Setan! Yak, kau kejam sekali jadi teman!" Yeri menarik-narik kerah Caeyeon.
"Kenapa kau kejam kali Cae... Kau tidak pernah bilang bahwa Taewoon adikmu... Kenapa kau menyembunyikan... Kau kejam, kejam... Pokoknya kejam." Yeri merengek tidak jelas sambil memukul-mukul dada Caeyeon.
"Ah... kenapa aku bisa berteman dengan si gila ini..." gumamnya kesal.
"Aku tidak gila! Seharusnya aku yang kesal! Kau tidak pernah bilang bahwa Taewoon adikmu!" Yeri menjambak rambut Caeyeon.
__ADS_1
"Argh, Kau tidak pernah bertanya sinting! Lagian kau, kenapa bisa mengenal adik ku!" Caeyeon membalas menjambak Yeri.
"Argh lepaskan..."
Taewoon yang melihat perdebatan mereka yang seperti anak kecil tidak tahan lagi. Dia kabur diam-diam dari sana, meninggalkan kedua orang yang tidak sadar dengan kepergiannya.
Dia sudah pergi menjauh dari sana. Dia benar-benar menyesal akan keputusannya tadi untuk bertemu dengan Yeri.
"A-apa mereka selalu bertengkar seperti anak kecil begitu..." gumam Taewoon mengingat adegan jambak-jamba kan ke dua Hunter hebat itu.
"Ha... Apa yang harus ku lakukan sekarang?" gumamnya mengingat apa yang akan terjadi besok.
"Aku tidak terlalu berharap Hunter Yeri membantu ku... Dia pasti bisa dalam masalah jika membantu ku.."
Keesokan harinya Taewoon datang dalam keadaan cemas. Dia pasti di keluarkan, dan mungkin saja dia harus membayar denda.
Dia adalah anak jenius yang paham akan sistem dunia. Yang di mana, bagi mereka uang adalah segalanya.
Dan mengingat sifat Yunyang yang selalu memeras uangnya padahal dia merupakan anak direktur di sekolah, dia tahu bahwa Yunyang hanya ingin melihat dia menderita.
Dia kan menganggap ku orang pecundang yang tidak punya apa-apa, pasti dia akan menyuruh ayahnya untuk meminta uang dengan nilai yang besar padaku, pikir Taewoon saat memasuki gedung sekolah.
"Dia pasti berharap aku menjilat kakinya ya..." dia bisa merasakan semua orang melihat kearahnya dengan tatapan tajam.
Pasti sudah tersebar rumor menyebalkan!, batinnya kesal.
"Ya, berapapun uang kompensasinya aku pasti bisa membayarnya. Aku selalu menabung saat ayah dan ibu memberikan ku uang saku. Tapi bukan itu yang ku khawatir kan..." Taewoon sudah berada di depan kantor kepala sekolah.
Bagaimana jika aku di keluarkan! Aku bisa mati jika tidak belajar....!, Itu lah yang di pikiran oleh seorang maniak belajar seperti Taewoon.
Hiks, Sepertinya aku memang harus menjilat sepatunya, agar aku masih bisa belajar..., batin Taewoon pasrah.
Taewoon pun segera masuk kedalam kantor tersebut, ia melihat direktur Joo dan Yungyang beserta guru-guru berkumpul semuanya di sana.
"Halo, saya Park Taewoon," Taewoon memperkenalkan diri.
"Ah, jadi kamu yang masuk ke kawasan dungeon milik ku dengan sembarang..." ucapnya dengan suara berat khas bapak-bapak.
[ Joo Yunkang ]
[ Level 42 | Grand Master II ]
[ Guild > JY | Direktur ]
"Berani sekali makhluk rendahan seperti mu masuk ke kawasan ku.." Direktur Joo berbicara dengan tajamnya. Suaranya terdengar sangat angkuh di telinga Taewoon.
Siapa yang bapak sebut rendahan? Nama ku Park Taewoon tahu! Bukan rendahan!, Taewoon kesal, namun ia masih menunduk tidak ingin menatap wajah menyeramkan Joo Yunkang.
__ADS_1