
Taewoon sudah mengetahui apa yang terjadi selama ia tak sadarkan diri. Ia mendengar bahwa game yang pernah ia mainkan sekali sekarang menjadi kenyataan. Dan membuat orang-orang yang pernah bermain game tersebut menjadi memiliki kekuatan sistem atau skill.
Menurutnya itu benar-benar tidak masuk akal. Tapi melihat dan merasakan sendiri membuatnya mau tak mau mempercayai hal tersebut.
"Sistem," panggilnya.
[ Sistem ]
[ Selamat pagi Taewoon ]
"Aku tidak percaya... Mau di lihat beberapa kali pun ini memang kenyataan."
[ Sistem ]
[ Karena anda tidak sadarkan diri anda belum sempat menerima Reward dari sebelumnya ]
"Reward?"
[ Apakah anda ingin membuka Reward? ]
"Y-ya, b-buka."
[ Selamat, anda mendapatkan ]
> [ 2 Kartu Lagendaris ]
> [ 4 Kartu diamond ]
> [ 6 Kartu Gold ]
> [ 8 Kartu Silver ]
> [ 10 Kartu bronze ]
> [ 10 Poison penyembuh ]
"Wah... Ke-kenapa banyak sekali reward nya? Ap-apa kalo membunuh bos monster bisa mendapatkan reward sebanyak ini?" Taewoon bingung melihat reward yang ia terima sangat banyak.
[ Karena anda telah membunuh bos monster sekaligus menjadi player pertama yang membunuh monster mengunakan sistem, anda mendapatkan hadiah sepesial ]
"Jadi ini karena aku menjadi player yang membunuh monster untuk pertama kali?" Ia berfikir sejenak.
"Iyak, tunggu! Ta-tapi kan aku cuma mengurus sisanya! Yang membuat bos itu hampir mati kan kakak-kakak kasir..."
[ Karena anda tidak bermain party, hanya anda yang mendapatkan reward ]
"He... A-apa boleh seperti ini...? Aku jadi merasa tidak enak... Kakak, maafkan aku..." ucapnya pura-pura sedih.
[ Sistem ]
[ Anda tidak bisa menerima Reward! ]
"Eh?" Mata Taewoon membelalak.
[ Untuk sementara reward anda di tangguhkan, karena anda melanggar peraturan ]
"Melanggar peraturan? A-ku melanggar peraturan apa?" tanyanya bingung.
[ Anda menggunakan pedang Hero tanpa menggunakan skillnya. Karena hal itu pedang Hero dan seluruh skill anda di ban! ]
Taewoon bingung dengan apa yang di katakan sistem.
[ Setiap senjata yang di pilih pertama kali akan menjadi senjata anda selamanya dan akan membuat anda terhubung dengan sistem. Senjata pertama anda tidak akan pernah bisa rusak atau hilang. Karena sekarang hal tersebut akan menjadi bagian dari diri anda ]
__ADS_1
"Berarti pedang yang kemarin akan jadi punya ku terus..." gumamnya.
[ Informasi terkait Sword Hero ]
[ Senjata Sword Hero adalah item level S sepesial. Yang dimana, jika penggunaannya menjadi player yang pertama kali membunuh monster yang pertama kali muncul di dunia. Maka Sword Hero akan menjadi pedang legendaris yang hanya ada satu di dunia.
Dan bagi player lain yang memilih Sword Hero, namun tidak membunuh monster yang pertama kali muncul. Level Sword Hero akan turun yang tadinya merupakan item level S akan menjadi item level B biasa ]
Taewoon mulai paham dengan apa yang di maksud. Tapi dia masih bingung dengan alasan sistem miliknya di ban. Taewoon pun menekan informasi terkait pinalti untuk mendapatkan jawaban.
[ Informasi terkait pinalti ]
[ Anda menjadi pemilik pedang legendaris pertama, namun anda salah mengunakannya. Anda seharusnya menggunakan skill agar Sword Hero berubah menjadi item legendaris. Tapi karena anda tidak menggunakan skill milik pedang, transformasi yang dilakukan pedang tertunda. Maka pedang tersebut untuk sementara waktu harus tersegel. Dan anda tidak bisa menggunakan sistem karena senjata pertama anda yang merupakan bagian dari diri anda tersegel ]
"Mana ku tahu hal seperti itu! Aku tidak pernah main game ini tahu!" teriaknya kesal.
[ Anda bisa menunggu dengan sabar sampai masa ban berakhir ]
"Hei yang benar saja!..." Jerit Taewoon frustrasi.
07 April 2025, Seoul.
"Bu, tolong buatkan yang seperti biasanya ya," ucap Taewoon pada penjaga kantin.
"Baik Taewoon yang jenius...." ucap wanita yang cukup tua itu sambil tersenyum lembut.
Taewoon duduk di meja kosong yang berada di sana.
"Ha..." Taewoon menghela nafas.
"Kapan sistem sial*n ini bisa ku gunakan?" tanyanya sambil memandangi jendela sistem yang hanya terdapat gambar sebuah gembok.
"Kalau menyuruh ku untuk menunggu, setidaknya kasih dong kejelasan sampai kapan aku harus menunggu!" Taewoon menenggelamkan kepalanya. "Ini sudah 5 tahun loh..."
"Aku sudah muak di bully seperti ini..." gumamnya pelan.
Seorang gadis berambut panjang terlihat seperti sedang mengawasi SMA Yungsang dari dalam mobilnya. Ia dari tadi hanya mondar mandir melihat-lihat sekitaran sekolah tersebut.
"Apa pak tua sial*n itu menipu ku?" ucapnya kesal.
"Kenapa tidak terjadi apa-apa di sini? Aku sudah menunggu selama 3 jam lebih! Awas saja jika kau benar menipuku pak tua!!" jeritnya.
4 jam lalu, Kantor Guild Jurim.
"Pak tua, ada apa? Kenapa kau memanggilku yang sedang sibuk ini!" Ia berbicara dengan pria yang cukup berumur yang sedang duduk di meja yang terdapat sebuah nama bertuliskan, Direktur Kwon Dosang.
"Ya! Kenapa kau selalu tidak sopan dengan ku!" geram Kwon Dosang pada gadis di depannya.
[ Kwon Dosang ]
[ Level 46 | Grand Master III ]
[ Guild > Jurim | Direktur ]
"Karena kau selalu saja menganggu waktu libur ku!" balasannya kesal.
"Kalau kau memang tidak ingin diganggu, biar ku pecat kau sekarang!"
"Iya jangan sampai seperti itu dong, aku tidak bisa makan nanti... Kau kejam sekali pak tua," cemberutnya.
"Bocah ini!"
"Iya, iya maaf."
__ADS_1
"Jadi? Ada apa anda memanggil saya?"
"Yeri, aku akan memberikan mu tugas untuk mengawasi kawasan sekolah Yungsang."
[ Kwon Yeri ]
[ Level 54 | Diamond II ]
[ Guild > Jurim | Sekertaris ]
"SMA Yungsang? Apa akan ada dungeon yang muncul di sana?" Direktur itu mengangguk.
"Benar, tim penyelidik memperkirakan di sana akan ada dungeon yang muncul, dan mereka menduga sepertinya itu dungeon tingkat S."
"Tingkat S?"
"Hm, oleh karena itu kau coba periksa lah ke sana dan awasi murid-murid di sana. Banyak anak-anak yang mungkin dalam bahaya jika di sana benar akan muncul dungeon tingkat S, segera hubungi Guild."
"Tapi kenapa kita tidak memberi tahu saja sama mereka pak? Kan mereka bisa aman."
"Benar, tapi kan kau tahu sendiri... SMA itu milik si curut dari guild JY."
"Ah, benar juga."
"Jadi kau selidiki saja dulu, kalau benar maka kamu harus menghubungi kami dan lindungi semua murid di sana terlebih dahulu."
"Baiklah pak," ucap Yeri dan segera pergi.
Yeri memandangi sekolah itu di balik kaca mobilnya.
"Pak tua itu sepertinya memang ingin membunuhku."
"Ha.... Semoga saja dungeon itu tidak benar-benar muncul di sana. Aku kan bisa kerepotan melindungi semua siswa di sekolah sebesar ini." gumamnya.
"Taewoon ini pesanan mu!" panggil wanita penjaga kantin.
"Ha..." Taewoon menghela nafas, ia berdiri dan segera mengambil pesanannya.
"Terimakasih Bu," Taewoon segera pergi ke rooftop, tempat orang-orang yang sering membully dirinya.
Saat tiba di depan pintu rooftop Taewoon berhenti dan memandangi pintu itu.
Ha... Aku tidak ingin masuk kesini, batinnya.
Kelk
Pintu rooftop tiba-tiba terbuka, membuat Taewoon kaget. Ia melihat pria tinggi yang membuka pintu, itu adalah Lee Yunte, orang yang paling tidak ia sukai.
> Black Rose ( 2 ) <
[ Lee Yunte ]
[ Level 17 | Elite III ]
"Hei cupu! Kenapa kau lama sekali!
"Ma-maaf, aku ta- Ahk!" Yunte mencekik Taewoon lalu mengangkatnya.
"Yy-yunte..." ucapnya berusaha melepaskan cengkeraman Yunte.
"Hei culun! Kau tahu kan, kalo bos tidak boleh sampai kelaparan! Kenapa kau lama sekali!" Yunte mencampakkan Taewoon dengan keras.
Buk!
__ADS_1
"Ughh!"
Yunte menutup pintu rooftop, dan meninggalkan Taewoon yang sekarang di kelilingi oleh kelompok mereka yang berada di sana.