The Next Hero

The Next Hero
Chapter 3 : Masa lalu. Part 2


__ADS_3

[ Sistem ]


[ Selamat, anda sekarang merupakan seorang player ]


"He?" Taewoon mengernyit.


"A-apa ini?" Taewoon melihat gadis itu kebingungan memandangi kosong ke depan.


Apa dia juga bisa melihat hal ini?, batinnya.


"Ap-apa kamu juga bisa melihat ini?" Taewoon menunjuk tabel sistem miliknya.


Gadis itu tampak terkejut melihat Taewoon yang tiba-tiba bertanya padanya.


Ia mengarahkan pandangannya pada jari Taewoon, tapi dia tidak melihat apapun.


Dia menatap Taewoon lalu menggeleng.


Sepertinya kami hanya bisa melihat punya kami masing-masing, pikir Taewoon.


"Maksudku, apa kamu melihat sebuah tabel kotak berwarna biru melayang di depan mu?" Gadis itu tampak terkejut, lalu ia mengangguk.


"Begitu ya, sudah kuduga."


"Kau juga bisa melihatnya?"


"Hm, tapi aku hanya bisa melihat punya ku, aku tidak bisa melihat punya mu." Gadis itu tampak bingung dan ingin bertanya.


Namun ia tidak jadi bertanya karena, tiba-tiba muncul lagi tabel yang baru.


[ Sistem ]


[ Pilih salah satu senjata yang ingin anda gunakan ]


[ Sword Hero ] - [ Sword B1 ]


[ Sword SSS 1 ] - [ Arrow A1 ]


"Apakah kau juga di suruh memilih senjata?" tanya Taewoon.


"I-iya..."


"Pilih lah yang kau bisa, untuk kita melawan monster itu." Gadis itu tercengang.


"Apa kau gila?" pekiknya.


"Tidak, aku waras!"


Brak!


Mereka melihat goblin itu sudah menerobos dan menghancurkan kamar mandi. Kini goblin itu berada dekat dengan mereka, tatapan mereka dan sang goblin bertemu.


"Cepat pilih senjata mu!" Teriak Taewoon.


Taewoon juga segera memilih senjata yang ia inginkan.


Bagaimana ini aku tidak tahu senjata yang mana yang bagus, batinnya bingung.


Taewoon melihat goblin itu berlari kearah mereka.


"Ah sudahlah, aku tidak peduli!" Ia dengan cepat menekan pilihannya.

__ADS_1


[ User Park Taewoon, memilih 'Sword Hero' sebagai senjata pertama ]


Tiba-tiba muncul sebuah pedang berwarna putih yang indah di tangan Taewoon.


Graahhh!


Goblin itu menyerang, Taewoon secara refleks mengayunkan pedangnya.


Pedangnya sangat tajam sehingga membuat lengan sang goblin berbadan besar itu terputus.


"Nice!" serunya.


Graahhh!


Goblin itu mengamuk dan menyerang mereka lagi. Melihat hal itu Taewoon menarik gadis di sampingnya dan segera menghindar.


Taewoon bisa melihat gadis itu ketakutan, dan sepertinya dia juga belum memilih senjatanya.


"Hei! Dengarkan aku!" ucapnya menatap gadis itu. "Tenanglah... Kita akan aman disini. Aku akan melindungi mu dari monster itu, tapi kau juga harus membantu ku untuk membunuh monster itu."


"Ba-bagaimana caranya?" Dia terisak.


"Apa kau ingin mati disini!" teriak Taewoon.


Gadis itu menatap Taewoon takut. Kini Taewoon merasa bersalah melihat gadis yang lebih tua darinya itu tampak takut dengannya.


"Aku tidak ingin mati!" teriak gadis itu.


"Mengkanya dengarkan aku! Berhenti merengek dan pilih senjata mu! Kau tidak perlu menyerang monster itu, kau cukup gunakan senjata itu untuk melindungi dirimu saat aku menyerang monster itu!"


"Apa kau tidak takut?"


"Tidak, aku takut! Aku sangat takut! Bagaimana mungkin anak SMP tidak takut dengan monster! Tapi, dibandingkan dengan rasa takutku, keinginan untuk hidupku lebih besar! Jadi kita harus selamat dulu dari sini!"


Plak!


Taewoon terkejut melihat gadis itu tiba-tiba menampar wajahnya sendiri.


Sadarlah gadis bodoh!, Kau sudah 18 tahun, kenapa kau bisa bersikap seperti bocah di depan seorang bocah begini! Tenanglah... kau seorang gadis yang kuat!, batinnya.


Gadis itu menghapus air matanya. "Ma-maaf dik, ak-aku sangat terkejut tadi. Maaf, karena telah bersikap seperti anak-anak, kakak ini benar-benar memalukan, kan?" Taewoon memandangi gadis itu yang kini sudah tenang.


"K-kau tidak masalah kan menyerang monster itu mengunakan pedang mu?" Taewoon mengangguk.


"Baiklah, sekarang kau serangan dia dari dekat mengunakan pedang, dan aku akan memilih panah untuk menyerangnya dari jauh. Kau paham kan?"


"Ah, i-iya baiklah. Tapi, apa kakak baik-baik saja?"


Kakak? Gadis tersipu di panggil kakak oleh pria kecil di depannya. Ah, sadarlah! Kau tadi menangis seperti anak kecil di depan anak kecil, sekarang kau malah tersipu oleh anak kecil! Kau memang sudah gila!, pikirnya.


"Ah, iya aku baik-baik saja. Sekarang ayo kita mulai." Taewoon mengangguk.


"Jangan sampai terluka ya dik!"


"Oke!"


Rarrhh!


Monster itu datang ke arah mereka, Taewoon segera maju dan menyerang goblin besar yang sedang marah tersebut, sementara gadis itu berlari menjauh dan segera mengambil posisi untuk membidik panahnya.


"Eh tunggu! Benar juga! Aku tidak punya anak panah!" jeritnya.

__ADS_1


[ Gunakan skill anda untuk menembak ]


"Skill? Skill apa!"


[ Skill milik anda ]


"Wah.... Aku bisa gila!" ia menjambak rambutnya sendiri.


"Ada apa kak!" teriak Taewoon yang berada jauh dari gadis itu.


"Ah, bukan apa-apa! Dik, tolong ulur waktu sebentar ya!"


"O-oke."


"Skill?" gumamnya berfikir.


"Aku bermain game TNH, di game itu player juga mengunakan skill untuk memanah, agar anak panahnya keluar," gumamnya berfikir. "Tapi kan ini bukan game! Aduh... Bagaimana ini, aku harus cepat, aku takut anak itu terluka nanti."


"Ah sudahlah, coba saja! Siapa tahu berhasil,"


Gadis itu mulai membidik. "Tombak panah!" jeritnya.


Tusk!


Sebuah anak panah besar berbentuk tombak keluar dan mengenai monster goblin itu.


"Berhasil!" jeritnya girang.


"Tidak sia-sia aku mengikuti ekskul panah di sekolah!"


Goblin itu tumbang, namun ia masih hidup. Melihat kesempatan itu Taewoon langsung mengunakan pedangnya dan memenggal kepala goblin tersebut.


[ Sistem ]


[ Selamat, anda telah membunuh Bos Goblin level F ]


"Be-berhasil,"  gumamnya lemas.


"Dik! Apakah berhasil?" Gadis itu berlari kearah Taewoon.


"I-iya dia sudah mati! Aku mendapatkan notifikasinya. Katanya kita sudah membunuh bos Goblin level F!"


"Wah benarkah? Pantas saja dia sangat besar. Kita selamat! Ini semua berkat mu dik, terim-"


Booom!


Ledakan terjadi lagi, namun sekarang ledakan itu terjadi karena bos Goblin yang mereka kalahkan tiba-tiba meledak.


Hal itu membuat mereka terlempar jauh.


"Ugh!"


Gadis itu merasakan kepalanya sangat pusing, ia tidak bisa bergerak. Dia melihat Taewoon yang tidak jauh darinya tergeletak tak sadarkan diri penuh dengan luka.


"D-dik," panggilnya lirih, sebelum semuanya menjadi gelap.


30 September 2020, Seoul.


Taewoon tidak sadarkan diri selama 3 hari akibat ledakan dari bos monster itu. Kini ia sudah berada di ruangan perawatan.


"Ugh, kepala ku," gumamnya merasa kepalanya berdenyut.

__ADS_1


Taewoon sudah mengetahui apa yang terjadi selama ia tak sadarkan diri. Ia mendengar bahwa game yang pernah ia mainkan sekali sekarang menjadi kenyataan. Dan membuat orang-orang yang pernah bermain game tersebut menjadi memiliki kekuatan sistem atau skill.


__ADS_2