The Next Hero

The Next Hero
Chapter 18 : Kecelakaan


__ADS_3

Caeyeon dan Yeri masih saja berada di kafe. Caeyeon berniat menceritakan kejadian yang membuat Taewoon takut dengannya.


"Yer..." Yeri mendongak melihat Caeyeon yang gundah. Wajahnya terlihat seperti ingin berbicara tentang sesuatu namun ragu.


"Kenapa wajahmu dari tadi seperti itu Cae?" Caeyeon memandang Yeri, lalu segera menghela nafas panjang.


"Tidak, aku hanya memikirkan tentang kejadian7 tahun lalu..."


"Apa kamu masih kepikiran tentang ucapanku tadi? Cae.. aku kan sudah bilang, jika kamu tidak ingin menceritakannya. Maka tidak usah.."


"Bukan begitu..."


"Lalu kenapa?"


"Aku ingin menceritakannya... aku sudah lelah memendamnya.." Wajah Yeri terlihat kaget mendengar perkataan sahabat baiknya itu.


"A-apa kamu serius?"


"Hm... jadi.. Hm, apa kamu mau mendengarnya?" Tanyanya gugup.


"Yak! Yeri... Tentu saja!" Ucap Yeri antusias, dia dari dulu ingin mengetahui tentang kejadian yang dialami sahabatnya.


Tentang alasan kenapa Yeri selalu murung saat mengingat kejadian tujuh tahun lalu. Apalagi kejadian itu ternyata ada sangkut pautnya dengan Taewoon.


"Aku kan sahabat mu... Seorang sahabat sudah seharusnya mendengarkan dan membantu masalah temannya!" Caeyeon merasa terharu dengan perkataan Yeri.


Yeri memang satu-satunya sahabatnya yang selalu membantu dirinya jika banyak masalah. Namun ia masih tidak percaya dengan seseorang. Oleh karena itu Caeyeon selalu merasa bersalah kepada Yeri, karena walaupun Yeri sering membantunya, ia masih waspada terhadap Yeri.


Caeyeon tahu Yeri bukanlah orang jahat, ia hanya sedikit khawatir. Walaupun Caeyeon sendiri tidak tahu apa yang dikhawatirkan dirinya selama ini.


Dia hanya selalu merasa khawatir setiap saat. Tanpa tahu apa yang sebenarnya dia khawatirkan.

__ADS_1


Melihat wajah Yeri yang tampak sangat bersemangat membuat Caeyeon tersenyum.


"Baiklah, aku akan menceritakan kejadian 7 tahun lalu... kejadian yang membuat mata kiri ku menjadi seperti ini..." Ia memegang mata kirinya yang di tutupi oleh penutup mata yang setiap hari ia kenakan.


12 Juni 2018, Seoul.


"kak... aku tidak ingin bermain game ini...!" Taewoon yang masih SD merengek kepada kedua kakaknya.


"Taewoon... Tidak masalah, kami kan ada di sini bersama mu! Kenapa kamu penakut sekali? Padahal ini hanya game," ucap Caeyeon yang masih berusaha menjahili adiknya.


Taewoon memegang VR miliknya dengan gemetar. Dia tahu di dalam game ini terdapat banyak Monster, dia sudah melihat trailernya di televisi.


"T-tidak akan terjadi sesuatu k-kan?" ucapannya gugup.


"Iya! kamu tenang saja semua akan baik-baik saja..." seru Jinyoung.


"B-baiklah... T-tapi hanya sekali saja ya... habis itu jangan ganggu Taewoon belajar lagi.."


Taewoon mulai memasang VR milik Jinyoung di wajahnya, sementara Jinyoung dan Caeyeon kesenangan karena berhasil mengerjai adiknya.


Taewoon yang sudah masuk kedalam game, memulai game tersebut dari tutorial. Di tutorial, biasanya yang akan muncul pertama adalah seekor monster besar berbentuk naga. Kenapa yang muncul bukan monster kecil? Itu karena pembuat game The next Hero ini bermaksud untuk menguatkan mental pemainnya dengan membuat monster level tinggi yang muncul.


Karena di tutorial player tidak bisa terkena damage dari monster yang menyerang mereka. Oleh karena itu pembuat game tersebut ingin pemainnya bisa cepat menguasai game itu tanpa takut saat menghadapi bos monster pertama.


Namun hal itu menjadi bencana untuk Taewoon. karena ia merupakan anak laki-laki penakut. Saat pertama kali Taewoon masuk ia langsung dikejutkan oleh Naga yang ada di tutorial game. Hal itu membuat Taewoon menjerit secara histeris.


"Ahk!" Teriaknya, dan sangking takutnya Taewoon, ia sampai melepaskan stik yang d genggamannya dan terduduk di lantai. Jinyoung dan Caeyeon yang melihat hal itu hanya tertawa terbahak-bahak.


"Argh..., Ahk... ka-kakak to-tolong... hiks.." Taewoon merengek minta tolong. Namun kedua kakaknya hanya tertawa dan tidak berniat membantu Taewoon, mereka ingin lebih mengerjai adiknya.


Namun hal itu membawa malapetaka untuk mereka.

__ADS_1


Taewoon yang ketakutan dan kehilangan akal sehatnya, bukannya melepaskan VR miliknya ia malah berlari ke depan. Dan menyebabkan dirinya tersandung kabel VR yang berada di kamar Jinyoung dan Taewoon menyenggol televisi yang ada di hadapannya, menyebabkan Taewoon jatuh kesamping sementara televisi tersebut jatuh ke arah Jinyoung dan Caeyeon yang terdiam kaget karena melihat hal itu.


Kabel yang Taewoon tabrak itu juga putus, dan sialnya kabel itu mengeluarkan percikan api yang menyebabkan televisi yang jatuh tadi meledak.


Ledakan itu terjadi begitu saja, dan membuat Jinyoung dan Caeyeon terlempar kebelakang. Percikan kaca dari televisi itu tidak sengaja mengenai mata sebelah kiri Caeyeon. sementara Jinyoung, akibat ledakan itu kakinya terluka parah.


"Argh... ma-mataku.. hiksss.. to-tolong.." jerit Caeyeon memegangi mata kirinya yang mengeluarkan banyak darah. Sementara Jinyoung dan Taewoon pingsan begitu saja.


Orang-orang yang berada di rumah saat itu panik saat mendengar ledakan itu langsung bergegas menuju kamar Jinyoung.


Para pekerja yang ada di sana dengan cepat memanggil ambulance dan dengan cepat memadamkan api yang cukup besar.


Ketiga anak itu langsung di bawa kerumah sakit. Ayah dan ibu mereka yang sedang memiliki urusan bisnis di luar negeri langsung berangkat ke Korea setelah mendengar kabar tentang anak-anak mereka.


Akibat dari kecelakaan itu, kaki Jinyoung sebelah kiri cacat, ia masih bisa berjalan dengan kedua kakinya. Namun ia berjalan dengan pincang, tidak seperti biasanya.


Caeyeon juga mengalami kebutaan permanen karena hal tersebut. jika saja hanya matanya yang hancur, ia bisa saja mendapatkan donor mata. Namun salah satu sel yang berada di sekitar mata ikut rusak. itu membuatnya tidak bisa operasi donor mata.


Sementara Taewoon dia hanya mengalami luka ringan. Namun sejak kejadian itu hubungan ketiga saudara itu rusak. Dan tidak hanya itu, Taewoon merasa keluarganya menyalakan dirinya akan kejadian itu.


Karena dirinya Jinyoung menjadi penerus keluarga yang cacat dan Caeyeon juga. Taewoon jadi selalu saja menyalahkan dirinya, dan tidak pernah lagi berani lagi berbicara dengan kedua kakaknya.


Caeyeon selesai menjelaskan apa yang terjadi tujuh tahun lalu. Yeri hanya terdiam dengan wajah yang sulit diartikan.


"Ja-jadi itu alasan Taewoon selalu lari saat melihat mu?" Yeri mulai berbicara setelah terdiam cukup lama.


"Hm... begitulah, padahal..." Caeyeon melihat kearah luar jendela. "Ini kan bukan salahnya..." Yeri tampak prihatin melihat wajah Caeyeon yang seperti merasa bersalah.


"Cae... ini juga bukan salah mu..." ucap Yeri tahu apa yang di pikiran Caeyeon. "Itu hanya kecelakaan..."


Caeyeon tersenyum melihat sahabatnya yang terkadang sangat menyebalkan, namun juga sangat perhatian "Terimakasih Yer..."

__ADS_1


__ADS_2