The Next Hero

The Next Hero
Chapter 17 : Awal Permainan


__ADS_3

Taewoon sekarang sedang duduk dan mengecek item dan kartu yang dia dapatkan sebelumnya. Dia lupa kalau masih memiliki kartu yang masih belum di buka.


"Inventory."


[ Inventory ]


> 2 Kartu Lagendaris


> 4 Kartu diamond


> 6 Kartu Gold


> 8 Kartu Silver


> 10 Kartu bronze


> 10 Poison penyembuh


> Taring goblin


"Hm... Aku punya 30 kartu yang belum ku buka.. tadi siang aku juga dapat Taring goblin, itu gunanya untuk apa ya?"


"Ah, pokoknya aku harus buka semua kartunya dulu..." seringai Taewoon muncul.


"Oke kita mulai dari kartu terendah dulu... Bronze ada 10, aku akan membuka semuanya sekaligus." Taewoon mengambil 10 kartu berwarna coklat dari dalam inventory nya.


"Gila... Aku sangat tidak sabar," ucapnya kegirangan.


"Sistem buka semuanya!"


[ 10 Kartu bronze di buka ]


[ Selamat anda mendapatkan ]


> Mana 20%


> Kecepatan +10%


> Daya tahan +20%


> Pertahanan +20%


> Damage pukulan +10%


> Damage tendangan +10%


> Pasif ketahanan +2% [ 10 Menit olahraga ]


> Pasif daya tahan +5% [ Jika terluka ]


> Pasif kecepatan +3% [ Berlari 1 kilometer ]


> Damage setiap skill +5%

__ADS_1


"Wah... Aku mendapatkan skill pasif! jika seperti ini aku bisa menaikkan kecepatan, daya tahan, dan ketahanan dengan mudah..."


"Sekarang coba kita lihat status dan stats ku.."


[ Status ]


Level : 1 [ Bronze I ] | Exp : 130


HP : 100/100 | Mana : 110/110


Guild : Tidak ada


Nama : Park Taewoon


Umur : 18 Tahun


Job : Tidak ada


Posisi : Pertarungan pedang


Title : Tidak ada


Skill point : 50/50


Attack : 66


Strength : 36


Vitality : 40


Intelligence : 40


Luck : 30


Dexterity : 20


Def : 30


"Ah.. ini benar-benar sangat lumayan untuk pemula seperti ku... Terlebih lagi aku baru membuka kartu Bronze..." Taewoon merasa senang setelah melihat status miliknya.


"Oke kita buka kartu selanjutnya..." Saat Taewoon hendak mengambil kartu silver ia berhenti saat melihat poison penyembuhan.


"Ini apa ya...?" Taewoon pun langsung mengambil poison itu. "Setahu ku poison penyembuh tidak seperti ini bentuknya... Aku baru menyadari ini sekarang."


Taewoon merasa aneh dengan warna poison itu, setahu dirinya poison yang bisa menyembuhkan luka itu pasti berwana merah atau pink.


Tapi poison yang dirinya pegang sekarang memiliki warnah hijau pekat.


"Apa pernah ada poison berwarna hijau?" Taewoon mengambil Hira dari inventory.


"Hira!" panggil Taewoon.


"Ya master! Ada apa.."

__ADS_1


"Hira.. apa kamu tahu poison ini?" Pedang itu terbang di hadapan Taewoon.


"Saya tidak tahu! Tapi jika master ingin mencari tahu, saya bisa menggunakan skill saya. Apa master ingin mencari tahu?"


"Apakah bisa?"


"Tentu saja! Tapi skill saya masih belum sempurna, karena kesalahan master..." Taewoon merasa tertusuk mendengar hal itu.


"H-hira.. aku kan sudah mengatakan aku tidak tahu... Kenapa kamu masih mengungkit itu dari kemarin..."


"Saya hanya merasa kesal karena harus tersegel selama 5 tahun... Itu benar-benar menyiksa saya!" ucap Hira sewot.


"Aku juga tersiksa tahu...! Untung saja ayah ku kaya! Jika tidak aku bakal mati saat di suruh masuk ke dungeon!" jawab Taewoon tidak kalah sewot.


"Hiks!" Taewoon melotot melihat Hira menangis.


"H-hira?"


"Hiks, m-master jahat! Master membentak Hira! Hira gak mau menuruti permintaan master!" Hira langsung jatuh ketempat tidur.


"H-hira... A-aku bercanda..." Taewoon memegang pedang itu. Dan pedang legendaris itu tidak ada respon sama sekali.


"H-hira? Kamu beneran marah? Maafkan aku Hira..." Taewoon merasa tertekan, dia seperti sedang mengurus anak kecil yang mudah ngambek.


......................


Di Mexico terdapat sebuah perkumpulan orang-orang yang sedang bermain kartu poker. Mereka terlihat sangat seru saat sedang bermain.


"Bagaimana Zixua?  Apa yang ku minta kemarin sudah ada?" Josan Kei pria yang memiliki senyum manis itu bertanya dengan orang di depannya yang sedang bertanding kartu dengannya.


"Tentu saja, aku sudah mendapatkannya... Itu sangat mudah" jawabannya.


"Haha, kau memang sangat mengagumkan... Jadi kita langsung ke intinya saja ya.." ucapnya menyerahkan semua kartu miliknya yang menunjukkan Royal Flush.


"Hm, kau memang tidak sabaran Kei."


Zixua mengambil sesuatu di dalam inventory nya. Sebuah kotak hitam kecil berlogo naga putih terlihat di depan Kei.


Josan kei yang melihat logo itu langsung menyeringai, dia tampak begitu tidak sabar untuk mengambil kotak tersebut.


"Benar! Itu dia.... Cepat berikan pada ku!" Sangking tidak sabarnya, Kei sampai berdiri. Wajahnya berseri-seri.


"Hei... Berikan dulu apa yang telah kau janjikan pada ku.."


"Cih!" Kei langsung mengambil 2 koper besar dari bawah mejanya.


"Nih! Cepat serahkan itu sekarang!" Mereka saling bertukar barang yang mereka inginkan.


Mereka saling melihat masing-masing barang yang telah mereka tukar. Koper yang sekarang menjadi milik Zixua berisi dolar Amerika yang bertumpuk.


"Haha, ini dia... Surga dunia..." Zixua sumringah, dia langsung berdiri hendak pergi dari sana. "Thank you brother! Lain kali mari kita bekerja sama lagi..." ucapnya langsung pergi dengan senyum bahagia.


"Ck, dasar mata duitan.." Kei berdecak melihat Zixua yang mulai menjauh.

__ADS_1


Dia melihat kotak itu lagi, dan kembali tersenyum dengan lebar.


"Akhirnya... Semuanya kembali seperti semula!"


__ADS_2