
"Tapi... Tadi aku mendengar kalau direktur Joo, menyuruh adik ku untuk jadi budak mu..." ucapnya seraya merangkul Taewoon.
K-kak? Ada apa denganmu..., batinnya panik.
"Adik?" Kedua ayah anak itu berteriak.
"Hahaha, a-anda bercanda kan? Mana mungkin anak rendahan ini adik direktur Park..." Yunkang berdiri panik.
"Jika dia memang anak rendahan, apa kau pikir aku mau mengatakan dia adik ku?" Yunkang keringat dingin melihat Caeyeon sangat serius dengan perkataannya.
"T-tidak mungkin!" Kali ini Yunyang yang berbicara.
"Sebelumnya m-maaf atas ketidak sopanan saya direktur Park." ucapnya kicut melihat tatapan dingin Caeyeon.
"T-tapi saya tidak percaya bahwa Taewoon adik anda. Apa anda berbohong seperti ini karena di suruh oleh pacarnya Taewoon? Anda mungkin saja melakukannya karena pacarnya Taewoon adalah sahabat anda, Kwon Yeri."
Taewoon langsung panik karena ucapan Yungyang.
Sementara Caeyeon langsung mengubah tatapannya seperti sedang ingin memakan orang.
"Iya itu bisa saja! Saya dengar bahwa Taewoon merupakan pacar Yeri! Mengkanya dia sangat berani membully anak saya."
"Tae... Apa benar?" Taewoon sangat ingin menghilang saat ini.
"Park Taewoon... Bukankah kau bilang kau tidak punya hubungan apa pun pada Yeri...." Caeyeon menatap tajam Taewoon yang keringat dingin.
"Apa kamu berbohong dengan kakak?"
"Tidak! Aku tidak berbohong kak! Aku beneran bukan pacar Hunter Yeri!" ucapnya panik.
Kakak?, Direktur Joo meneguk Saliva nya.
"Apa yang kau katakan Taewoon! Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa kau pacarnya Yeri!" teriak Yunyang.
"Tae..."
"Kak maafkan aku! Aku memang bilang begitu pada mereka.. tapi aku tidak punya hubungan apapun pada Hunter Yeri..." Melihat Taewoon Caeyeon bisa tahu bahwa dia tidak berbohong.
Ya.. tidak mungkin anak cerdas sepertinya berkencan dengan wanita gila itu, pikir Caeyeon.
"Lupakan tentang itu... Aku tidak pernah di suruh oleh Yeri, untuk berpura-pura menjadi kakaknya Taewoon. Lagian buat apa aku melakukan hal tidak berguna seperti itu."
Caeyeon kembali duduk ke sofa, ia menyuruh Taewoon juga ikut duduk di sofa panjang yang ada di sebelahnya. Taewoon hanya menuruti perintah kakaknya itu.
__ADS_1
Sementara Yunyang dan Yunkang merasa tidak terima dan masih tidak ingin percaya dengan perkataan Caeyeon tadi.
"Direktur Joo... Aku tahu semua apa yang anak anda lakukan pada adik saya."
"A-apa maksud anda? Dia tidak mungkin adik anda kan? Anda pasti berbohong!" ucapnya masih tidak terima.
"Ah, kau sangat keras kepala sekali! Aku kan sudah mengatakan kalau dia adik ku!" Caeyeon mengeluarkan aura mengerikan miliknya.
Yunkang menunduk tidak berani menatap tatapan membunuh Caeyeon.
Taewoon dari tadi hanya menunduk saja. Dia sudah pasrah dari saat kakaknya masuk.
"T-tapi jika dia adik anda, kenapa di sekolah di tempat saya? Terlebih lagi dia mengunakan beasiswa."
"Ah, soal itu... Adikku ini punya obsesi tentang hal yang di benci banyak orang."
"Ha? Ma-maksudnya...?"
"Adikku ini sangat suka belajar, dia masuk ke sini dan mendapatkan beasiswa paling cuma iseng, dia hanya ingin mempunyai motivasi agar bisa belajar, ya kan Tae?"
Bagaimana bisa kakak mengetahuinya? Aku kan tidak pernah berbicara pada siapapun..., Taewoon menelan ludah melihat kakaknya seperti cenayang.
"Tidak perlu gugup seperti itu Tae, aku sangat mengenal mu..." ujar Yeri melihat Taewoon.
"Ya pokoknya, aku tidak tahu alasan dia masuk sini apa, tapi yang jelas soal beasiswa, itu hanya keisengan dia saja. Apa anda sudah percaya direktur Joo?"
Caeyeon awalnya tidak lah buta, namun karena suatu kejadian dia mengalami kebutaan sebelah mata. Dan saat sistem muncul dia bisa mengunakan kekuatan melalui mata kanannya yang tidak buta.
Dia memiliki kekuatan spesial yang hanya bisa digunakan dengan mata.
Mata kanan Caeyeon dapat membuat seseorang yang dia tunjuk dapat merasakan kesakitan yang luar biasa.
Biasanya orang yang terkena Serang Caeyeon akan merasakan sakit kepala yang luar biasa dan sakit di jantung. Dan bagi monster, mereka akan hancur berkeping-keping jika terkena serangan dari mata Caeyeon.
Namun mata itu memiliki efek samping, jika terlalu sering di gunakan. Maka penggunanya akan mengalami sakit kepala yang luar biasa.
Karena Caeyeon mengaktifkan kekuatan matanya tersebut, hal itu membuat ruangan itu bergetar karena aura yang sangat kuat dari Caeyeon.
"D-direktur Park, k-ka-" Yunkang tergagap melihat mata biru Caeyeon. Yang menandakan dia akan mengunakan kekuatan matanya.
"Jawab saja! Kenapa anak anda yang rendahan itu berani sekali merundung adikku selama setahun! Jangan berusaha berbohong! Apa kalian pikir aku tidak tahu? Alasan aku terlambat hari ini, karena aku menunggu bukti yang di kumpulkan oleh sekretaris ku..."
Mendengar hal itu membuatnya tidak bisa berkutik. Dia tahu bahwa koneksi keluar Park sangat besar, untuk masalah sepele seperti ini tentu saja sangat mudah bagi mereka mencari bukti. Jadi memang tidak ada gunanya berbohong.
__ADS_1
Karena panik Yunkang tanpa pikir panjang langsung menyeret Yunyang dan berlutut. Dia tidak punya waktu untuk mempercayai bahwa Taewoon adik Caeyeon, yang terpenting sekarang sekolah ini jangan sampai hancur oleh ulah Caeyeon.
Mereka saat ini sedang berlutut ketakutan. Yunyang dan Yunkang menahan malu setengah mati karena saat ini mereka sedang berada di depan banyak guru.
"M-maaf kan anak sa-saya!" ucapnya gemetar. "Yunyang cepat minta maaf!" teriaknya.
Yunyang meras enggan, namun ia melihat ayahnya seperti ingin membunuhnya.
"M-maaf! Maafkan saya! Sa-saya tidak tahu jika dia merupakan anak keluarga Park!"
"Hem... Jadi kalau dia bukan adik ku, kau akan seenaknya mengganggunya?"
"T-tidak bukan seperti itu!"
"Ah, sudahlah." Caeyeon menghilangkan auranya.
"Aku tidak butuh maaf kalian. Tapi, karena kalian sudah mengganggu keluarga Park, aku akan menghancurkan guild kalian!" Taewoon melotot mendengarnya.
"Direktur Park, saya mohon maafkan kelancanggan kami! Maafkan anak saya yang bodoh ini!"
"Hem, untuk apa? Kau tadi mengatakan, akan memperbudak adik ku. Terus aku tadi juga mendengar, itu apa ya tadi?" Caeyeon tampak berfikir. "Ah, benar. Kau tadi bilang ingin memenjarakan orang tua ku!"
"T-tidak maafkan kami. k-kami tidak bermaksud seperti itu."
"K-kak, tu-tunggu. J-jangan seperti itu," ujar Taewoon membujuk Caeyeon.
"Kenapa Tae? Bukankah kau di ganggu olehnya selama setahun? Dia juga berniat membunuh mu di dungeon kan?"
"I-iya me-memang benar... Tapi aku tidak ingin masalah nya tambah besar. Terlebih lagi jika ayah tahu.... Aku tidak ingin ibu dan ayah tahu." Melihat Taewoon memohon seperti itu, membuat Caeyeon hanya pasrah.
"Huh... Baiklah, kau beruntung karena adik ku ini sangat baik. Aku akan melepaskan kalian," mereka tampak berbinar.
"Tapi tentu saja dengan syarat! Kau pikir kau bisa lepas begitu saja tanpa kompensasi?" Yunkang meneguk saliva melihat tatapan licik Caeyeon.
"B-baiklah, ka-katakan saja syarat nya. K-kami akan berusaha memenuhinya."
"Tidak, bukan berusaha... Tapi kau harus memenuhinya!" Final Caeyeon dengan seringai licik.
Yunkang hanya pasrah dengan keputusan itu, lebih baik dia memenuhi syarat yang di berikan Caeyeon, dari pada harus di kirim ke penjara dan semua bisnisnya hancur.
Syarat yang di berikan Caeyeon adalah, 80% hasil dari Hunter JY yang masuk dungeon akan di bagikan ke Guild Carrie. Guild tersebut adalah guild Caeyeon. Karena Taewoon tidak ingin orang tuanya mengetahui hal itu, jadi persyaratan itu hanya untuk guild Caeyeon saja.
Hal itu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan I.P.C ( internasional Park Company ). Dan juga jika ayah mereka Park Jiwoo mengetahui hal ini. Bisa-bisa guild JY menghilang dari bumi.
__ADS_1
Jadi, mau tak mau Yunkang hanya menurut untuk memberikan 80% hasil tambang dari dungeon ke guild Carrie selama 10 tahun. Sebenarnya itu sudah mirip seperti kontrak budak.
Tapi Yunkang tidak punya pilihan lain, dia masih ingin hidup dan masih ingin perusahaannya utuh.