
Yeri saat ini sedang sangat bosan di dalam mobilnya. Ia hanya bolak-balik mengintip ke dalam sekolah dari kaca mobilnya.
Saat ia sedang menunggu, tiba-tiba Yeri bisa merasakan aura Hunter yang samar dari dalam sekolah.
Yeri pun segera keluar dari dalam mobil dan mencoba merasakan lagi aura tersebut.
"Ini..., ini benar-benar aura Hunter, dan walau samar, aku bisa merasakan aura ini cukup kuat," ucapannya sambil memandang gedung sekolah.
"Aku tahu banyak anak-anak yang bisa mengunakan sistem. Namun, bukankah peraturan dari pemerintah melarang mereka untuk menggunakannya di sekolah, kecuali jika dungeon tiba-tiba muncul..." Yeri mulai berjalan masuk ke sekolah untuk memeriksa.
"Apa di sini benar ada dungeon? Tapi, aku tidak bisa merasakan aura dungeon dari sini..." Semakin dekat dengan sekolah Yeri bisa merasakan bahwa aura tersebut semakin kuat dan bukan hanya satu saja.
"Ini aneh.... Apa murid Yungsang di bebaskan mengunakan sistem di sekolah? Atau ada Hunter lain selain murid di sini?"
"Aku harus memeriksanya," ucapnya bergegas menuju arah aura yang di rasakan nya.
"Hei Taewoon, kenapa kau lama sekali, ha!" Kim joori salah satu dari kelompok Balck rose menginjak Taewoon.
>Black rose ( 3 )<
[ Kim Joori ]
[ Level 15 | Elite II ]
"Ma-maaf, ta-tapi kan ini belum sampai 10 menit!"
Bugh!
"Ughh!" Taewoon meringis saat wajahnya di tendang oleh Joori.
"Berani sekali kau sekarang melawan! Sepertinya kau ingin sekali mati!"
"T-tidak ak-"
Bugh
Bugh
Bugh
Joori terus menendangi perut Taewoon sampai mulut Taewoon keluar darah segar.
"Ugh!, Ha... Ha..." Taewoon merasakan perutnya yang sangat sakit. Pasalnya Taewoon tahu bahwa Joori menendangnya mengunakan skill.
"Ma-maaf, aku, hiks.." ia mulai terisak, rasanya benar-benar menyakitkan.
"Joori... Jangan seperti itu," ucap seorang pria yang tadi menyuruh Taewoon membelikan makanan.
Dia adalah Joo Yunyang, ketua dari kelompok Black rose, kelompok itu bukanlah guild melainkan hanya kelompok kecil dari sekolah Yungsang. Namun dia juga merupakan anggota guild, yaitu guild JY.
__ADS_1
Alasan dia bisa melakukan sesukanya adalah, karena ia merupakan anak dari pemegang saham terbesar sekolah Yungsang sekaligus pemilik sekolah tersebut. Dan di mana ayahnya, direktur Joo Yunkang juga merupakan ketua dari guild JY, guild terbesar ke 4 di Seoul.
>Black rose ( 1 )<
[ Joo Yunyang ]
[ Level 20 | Gold I ]
[ Guild > JY ]
"Jika berhadapan dengan tikus kecil, kita harus bersikap lembut dong... Ya kan my hamster...." Yunyang menjambak rambut Taewoon hingga Taewoon mendongak melihatnya.
"My hamster yang imut..., Kenapa kau lama sekali?"
"Ma-maaf," Taewoon sangat takut dengan Yunyang, karena ia adalah orang terkuat di sekolah ini.
Yunyang menatap tajam Taewoon lalu mengeluarkan smirk dan aura sistem miliknya. Hal itu membuat Taewoon semakin gemetar.
Sebenarnya apa salah ku?, Taewoon meringis mengingat ia selalu di bully setiap hari.
Yunyang selalu saja mencari-cari kesalahan Taewoon, dan walau ia tidak melakukan kesalahan Yunyang akan tetap memukuli Taewoon.
Entah apa kesalahan yang pernah di buat Taewoon padanya. Mulai dari semester 2 kelas 1 ia selalu saja di ganggu oleh kelompok Black rose.
Yunyang mengangkat Taewoon lalu mencekik lehernya. Yunyang tersenyum sadis menatap Taewoon yang memukul-mukul tangannya.
Taewoon melihat wajah Yunyang yang seperti ingin membunuhnya.
Sepertinya aku akan benar-benar mati kali ini, batin Taewoon pasrah.
"Hei! Apa yang kalian lakukan!" Mereka semua terkejut melihat gadis berambut biru panjang di atas mereka.
Mereka tidak terlalu melihat dengan jelas wajahnya, karena sinar matahari yang silau dari belakang gadis tersebut.
"Siapa kau! Kenapa kau ada di sini?" tanya Dogun.
>Black rose ( 5 )<
[ Seok Dogun ]
[ Level 12 | Elite II ]
"Hei... Masa kalian tidak mengenal kakak yang cantik ini? Sedihnya..." Gadis itu melompat dari atas.
Kali ini mereka bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu.
"Tu-tunggu, kau K-kwon Yeri?" Joori kaget setelah melihat Yeri.
"Wah ternyata kalian mengenal ku!" Yeri bertepuk tangan senang.
__ADS_1
"Tapi, aku tadi bertanya... Apa yang kalian lakukan di sini? Kalian sedang membully anak itu ya?" Yeri menunjuk Taewoon yang masih di cekik oleh Yunyang.
"Hei... Lepaskan dia, kalian ingin membunuh orang? Bukankah seorang Hunter di larangan melukai warga sipil?" Yunyang melepaskan Taewoon dan membuat Taewoon terhempas ke bawah.
Taewoon berusaha berdiri, ia menatap Yeri yang juga menatapnya.
Saat mata mereka saling bertemu Yeri bisa melihat dengan jelas wajah Taewoon.
Tunggu, anak ini, batin Yeri menatap Taewoon.
"Dia bukan warga sipil!" ucap Yunyang datar. "Dia hanya player yang tidak berguna." Yeri kembali fokus menatap Yunyang.
Ternyata bocah ini... Anak ke tiga direktur Yunkang. Sepertinya satu keluarga mereka memiliki sifat yang buruk, pikirnya menatap datar Yunyang.
"Oh, benarkah? Maaf ya karena telah salah paham..." Yeri tersenyum. "Tapi... Apakah seorang siswa di perbolehkan mengunakan sistem di sekolah?" Yeri kembali menatap datar ke lima murid itu.
"Apalagi sistem di gunakan untuk membully..."
"Ah benar... sepertinya sekolah ini yang busuk.... Sama seperti guild JY. Ya kan Joo Yunyang!" Yunyang mengeram mendengar perkataan Yeri.
Yunyang tentu saja mengenal Yeri karena ia merupakan sekertaris dari musuh ayahnya. Guild Jurim dan JY sudah lama saling bermusuhan.
Tapi Yunyang tidak berani dengan Yeri, perbedaan level mereka sangat jauh.
"Seharusnya aku yang bertanya dengan mu sekertaris Yeri... Apa yang kau lakukan di kawasan kami?"
"Ah aku...? Aku ingin menemui pacar ku..." Mereka terkejut mendengar perkataan Yeri.
"Eh? Pacar?" gumam Dogun.
"Benar... Aku ingin menemui kekasih ku... Apa tidak boleh?"
"Terserah mu mau melakukan apa Kwon Yeri, cari lah pacar mu dan segera pergi dari sini. Jangan menggangu kami!" Yunyang menatap tajam Yeri.
"Hei... Kau galak sekali.. Tapi maaf, pacar yang ku maksud itu dia." Yeri menunjuk Taewoon.
Taewoon dan kelima orang itu terkejut dengan apa yang dilakukan Yeri.
"Omong kosong macam apa itu! Kau berpacaran dengan orang yang beda 5 tahun dengan mu? Terlebih lagi itu si cupu ini?" ucap Yunyang kesal.
"Omong kosong? Tidak tuh! Aku benar-benar kekasihnya... Ya kan dik?" Yeri mengedipkan matanya.
Eh, Apa-apaan orang ini.. aku tidak pernah mengenal mu tahu! Aku hanya tahu kau dari TV saja tuh, batin Taewoon menganggap aneh Yeri.
"Hei cupu! Jawab, apa kau kekasih Kwon Yeri?" tanya Yunyang memegang kerah Taewoon.
Lebih baik aku mengiyakan saja, kalau tidak aku bisa mati dengan pereman ini, Taewoon berfikir untuk mengiyakan apa yang di katakan Yeri.
"I-iya, ak-aku kekasihnya K-kwon Yeri."
__ADS_1