
12 Juni 2018, Seoul.
7 Tahun lalu.
"Wah... game ini benar-benar luar biasa...," seru Park Caeyeon
"Benar kan." Park Jinyong berjalan menuju adiknya yang baru melepaskan VR miliknya.
"Hm, ini sangat menyenangkan. Aku ingin langsung mengunduhnya di komputer ku," ucapnya bergegas berdiri dari kursi dan hendak keluar, namun ia di tahan oleh Jinyong.
"Eit, Tunggu sebentar!" Jinyong menarik lengan Caeyeon.
"Ada apa? Aku ingin cepat bermain game ini di kamar ku!" ucapnya dengan wajah kesal.
Park Caeyeon awalnya hanya ingin mengetahui seperti apa game yang sedang ramai di perbincangkan di sosial media itu. Ia mengetahui bahwa kakaknya yang hanya beda 1 tahun dengannya juga bermain game tersebut. Jadi dia mencobanya terlebih dahulu, untuk mengetahui seberapa bagus game ini.
Park Caeyeon merupakan gadis yang sedikit aktif di keluarganya, berbeda dengan kedua saudaranya. Caeyeon sangat menyukai hal berbau petulangan yang menantang.
Walau begitu, dia sebenarnya tidak menyukai bermain game, sama seperti adik laki-lakinya Park Taewoon.
Dia menganggap bahwa game adalah permainan membosankan dan tidak seru, karena hanya bermain secara virtual.
Sebelum ia mencoba The Next Hero, ia sama sekali belum pernah bermain sebuah game. Tapi karena teman-teman sekolahnya semua membicarakan tentang game itu, ia jadi sedikit penasaran.
Jadi Caeyeon memutuskan mencoba game itu, dengan ekspektasi yang biasa saja terkait game tersebut. Namun setelah ia mencobanya, hal itu malah di luar ekspektasinya, game yang barusan saja dia mainkan benar-benar luar biasa. Itu terasa sangat nyata baginya dan menantang baginya.
Karena Caeyeon adalah orang berjiwa bebas yang menyukai hal menantang, ia jadi sangat menyukai game yang barusan ia cobain sekitar 2 jam lebih.
"Hei... Jangan memasang wajah menyeramkan seperti itu, kau ingin membunuh ku?"
"Iya, jika kau terus mengganggu ku!" Jinyong menelan ludah.
"I-iya, aku tidak menggangu mu... Aku cuma mau bilang, kau kan menyukai game ini, bagaimana jika kita juga mengajak Taewoon bermain... Biar makin seru." Jinyong mengeluarkan senyum jahilnya.
Melihat Jinyong tersenyum seperti itu membuat Caeyeon mengetahui apa yang akan di lakukannya. "Hehe, benar juga... Adik ku yang jenius itu kan sangat penakut...."
"Bagaimana?"
"Baiklah ayo," jawab Caeyeon.
Di kamar, Taewoon lagi sibuk mengerjakan tugas miliknya yang sangat banyak. Ia sangat menyukai mengerjakan itu semua.
Tuk!
Tuk!
Fokus Taewoon hancur karena ketukan di luar.
__ADS_1
Itu pasti mereka lagi, apa mereka tidak senang jika sehari saja tidak menggangu ku, batinnya mengetahui siapa yang mengetuk.
"Masuk!" Pintu terbuka memperlihatkan kedua kakaknya yang sering menjahilinya.
"Hei adikku yang jenius..." sapa Caeyeon. "Taewoon, kenapa kau senang sekali bersama tumpukan kertas itu." Taewoon menatap kesal kakaknya yang beda 5 tahun dengannya.
"Kenapa kalian selalu menganggu waktu belajar ku!" ucapnya kesal.
"Hei, kau jahat sekali, siapa juga yang menggangu mu. Kami cuma ingin mengajak mu bermain," ucap Jinyong.
"Aku sedang belajar,"
"Hei... Adik ku tersayang, ayo bermain dengan kami.... Sebentar saja, kau juga harus istirahat, agar otak mu refreshing."
"Ak-" ucapnya terpotong karena Jinyong dan Caeyeon menariknya keluar.
"Ha...." Taewoon pasrah, lebih baik dia menuruti mereka dengan cepat, agar dia bisa segera kembali belajar.
"Kita mau main apa?" tanyanya.
"Oh, benar. Kami belum memberi tahu mu, apa kau tahu tentang game The Next Hero?"
"Ah, game itu. Aku sedikit tahu, soalnya teman-temanku banyak membicarakannya di sekolah."
"Apa kamu tidak ingin mencoba game itu?" tanya Jinyong.
"Hei! Kau masih SD, kenapa kau sok sibuk sekali seperti itu." Caeyeon merangkul adiknya yang lebih pendek darinya.
"Terserah ku!"
"Iya-iya, adikku yang paling sibuk." Taewoon mendengus.
"Jadi kita akan bermain game itu?" Caeyeon dan Jinyong mengangguk.
"Huh, baiklah. Tapi jangan lama ya, aku ingin kembali belajar."
"Oke!" ucap kedua orang itu bersemangat.
27 September 2020, Seoul.
Sebuah mobil sedan lewat di tengah kota Seoul, di jalanan banyak orang yang berlalu lalang.
"Pak kita ke toserba dulu," ucap Park Taewoon yang kini terlihat sudah mengunakan seragam sekolah menengah pertamanya.
"Baik tuan muda."
Mobil sedan yang di naikin Taewoon berhenti di sebuah toserba yang ada di tengah kota.
__ADS_1
Taewoon turun dari mobil dan masuk ke dalam toserba tersebut.
"Huh, aku tadi lupa membeli susu pisang," gumamnya seraya mengambil susu pisang kesayangannya.
Taewoon mengambil 4 susu pisang sekaligus dan segera membawanya ke kasir.
"Semuanya 6000 won," ucap kasir perempuan yang mengunakan kacamata bulat.
Booom!
Sebuah suara ledakan terdengar memekakkan telinga, setelah Suara ledakan itu kini suara orang-orang berteriak lah yang memekakkan telinga.
"Kyaa!"
"Ahkkk!"
Taewoon dan gadis kasir itu terkejut mendengar suara ledakan tadi, mereka saling memandang lalu mereka melihat keluar pintu.
Mata kedua orang itu membelalak melihat sebuah monster-monster besar yang berkeliaran di luar.
"Ap- apa yang terjadi," ucap Taewoon gemetar.
Blam!
Mereka mulai keringat dingin saat melihat monster yang mungkin adalah seekor goblin masuk dan menghancurkan tembok toserba tersebut.
Sekarang mereka dalam keadaan berbahaya.
Goblin yang sangat besar itu masuk kedalam dan membuat toserba itu berantakan, Taewoon merinding melihat monster tersebut, tapi ia tersadar bahwa ada seorang perempuan di sebelahnya.
Taewoon melihat gadis yang lebih tua darinya itu kini menangis. Tanpa pikir panjang Taewoon masuk kedalam tempat kasir dan menarik gadis itu dan berlari menjauh dari monster tersebut.
Sang gadis yang masih terkejut hanya pasrah melihat Taewoon menariknya.
Mereka tanpa sadar masuk kedalam kamar mandi karyawan. Saat ini mereka masih tidak bisa berfikir jernih karena terlalu terkejut.
"Ha... Ha..." Taewoon menarik nafas cepat, ia harus fokus untuk menyelamatkan dirinya dan orang yang tengah menangis di depannya ini.
"Sst, tenang lah..." ucapnya pelan, Taewoon berusaha mendiamkan gadis di depannya yang sedang terisak.
Gadis itu yang melihat Taewoon pun mulai sedikit tentang.
"Ap-apa yang sebenarnya terjadi?" bisik gadis itu sambil terisak.
"Aku juga tidak tahu, tapi yang terpenting sekarang kita harus selamat dulu dari si-" ucapan Taewoon terpotong oleh munculnya sebuah gambar sistem tiba-tiba di hadapannya.
[ Sistem ]
__ADS_1
[ Selamat, anda sekarang merupakan seorang player ]