The Next Hero

The Next Hero
Chapter 9 : Pertarungan


__ADS_3

[ Sword Hero diaktifkan]


Bzzt


"Aaargh!!!" jerit Taewoon saat pedang berwarna putih muncul di tangannya.


"Haa... Haa.. a-apa yang terjadi?" Taewoon tiba-tiba tidak merasakan sakit lagi. Sakit yang tadi dia rasakan hilang begitu saja.


"Master! Maaf telah menunggu!" Taewoon mendelik melihat pedangnya melayang di hadapannya.


"A-apa kamu bisa berbicara?" Taewoon bertanya, karena dia tidak salah dengar tadi. Dia mendengar sebuah suara perempuan dari pedagang itu.


"Benar, saya item spesial yang bisa berbicara. Gunakan saya untuk menyelamatkan hidup anda master!" Taewoon meneguk ludah. Ia mengambil pedang yang melayang dihadapannya.


"A-apa aku harus pakai skill?"


"Tidak perlu master. Saya hanya memerlukan skill saat masih menjadi item level S saja. Karena skill di perlukan untuk kebutuhan transformasi."


"O-oh baiklah,"


Percuma dong aku menghafal banyaknya skill?, batin Taewoon merasa kesal.


"Tidak masalah master, skill juga berguna untuk hal lain." Taewoon melotot.


"A-apa kau bisa mendengar pikiran ku?"


"Benar, saya bisa membaca pikiran orang. Dan saya juga bisa melakukan telepati dengan pemilik saya."


"Ah, haha.." Taewoon tertawa hambar mendengarnya.


"Master, monster-monster nya semakin dekat," Taewoon melihat monster itu sudah semakin dekat dengannya yang tadi terpental jauh.


"Oh benar."


"Apa anda sudah siap untuk bertarung master?"


"Ah... Aku tidak ingin mati di makan oleh monster menjijikkan itu."


"Baik."


Taewoon berlari mendekati monster itu.


Aduh.. mereka tinggi sekali, bagaimana bisa aku menyerangnya, Taewoon yang tadi percaya diri, kini kembali takut melihat monster yang lebih tinggi 10 kali lipat darinya.


"Bukan masalah master!"


"Ahk!!" Taewoon kaget karena tiba-tiba dia bisa terbang.


"Eh, a-apa yang terjadi."


"Itu salah satu kemampuan saya. Saya bisa terbang. Pemilik saya bisa memiliki semua kemampuan saya. Dan anda adalah pemilik saya, jadi anda bisa menggunakan skill terbang milik saya."


"Ah, b-begitu ya.." Taewoon mulai membiasakan diri. "Baiklah, kalau seperti ini, kita bisa menang dengan mudah."


"Mari kita mulai sword Hero!"


Taewoon mulai menyerang satu persatu monster-monster itu, namun tampaknya akan sulit karena kulit ular itu sangat tebal.


"Apa anda ingin melihat informasi master?"


"Eh apa maksud mu? Apa kau bisa melihat informasi juga?"

__ADS_1


"Tentu saja." Taewoon melihat satu ular, lalu ia bisa melihat informasi milik ular tersebut.


[ Snake S. A 1 ]


[ Level A | Hp. 758% ]


> [ Strength \= 37 ]


> [ Agility \= 7 ]


> [ Vitality \= 60 ]


"Eh... Curang sekali skill mu!"


"Apa anda tidak suka?"


"Bu-bukan begitu... Tapi ini... Ah, sudah lah."


"Tapi hp milik 1 ular ini saja masih tersisa 758%. Bagaimana mengalahkan ketiganya kalau begini? Apalagi daya tahan hidup mereka 60..."


"Master, gunakan salah satu skill saya."


"Tapi katamu tidak perlu skill lagi!"


Shing


Ular itu menyerang, Taewoon segera menghindar. Ia harus fokus dulu, karena keempat ular itu menyerangnya secara bersamaan.


"Master memang tidak perlu menggunakan skill lagi, tapi jika menggunakan skill, saya akan bertambah kuat!"


"Uhg baiklah," Taewoon kesal dengan pedang yang bertele-tele itu.


"The black Hero!"


"Informasi!"


[ Snake B. A 2 ]


[ Level A | Hp. 349 ]


> [ Strength \= 36 ]


> [ Agility \= 7 ]


> [ Vitality \= 60 ]


"Wah bener, hpnya turun sangat banyak."


"Baiklah kalau gitu, aku akan menyelesaikan kalian dengan cepat!"


Taewoon mulai menyerang dengan berutal, ia berulang kali menebas ke empat ular tersebut dengan sangat kuat.


Namun karena ular itu juga punya skill yang mengeluarkan api dari mulutnya, hal itu membuat Taewoon, kesulitan.


Ia juga beberapa kali terhempas oleh ekor ular tersebut. Tapi karena kali ini dia punya pedang yang sangat kuat, dia mampu menangkis semuanya dengan baik.


Shing!


Dengan tubuh yang di penuhi darah, dan beberapa luka. Taewoon berhasil memberikan tebasan terakhir yang di layangkan Taewoon pada ular terakhir.


Kini Taewoon selamat melawan monster level A sendirian, untung saja monster itu hanya empat ekor.

__ADS_1


Taewoon sangat yakin bahwa di dalam ada lebih banyak monster. Syukurlah dia berada tidak jauh dari portal. Karena di dekat portal, hanya ada sedikit monster.


"Ha.... Akhirnya selesai juga..."


"Benar master."


"Terimakasih sword Hero." Taewoon tersenyum.


"Sama-sama master, saya senang melakukannya. Dan jangan panggil saya seperti itu?" Pedang itu seperti sedang ngambek.


"Eh? Jadi... Apa kau punya nama?"


"Anda yang harus memberikannya master!"


"Eh, aku?"


"Benar!"


"Hm... Baiklah, tapi kita pikirkan itu nanti, aku tidak punya ide saat ini."


"Baiklah, tidak masalah master."


"Sekarang aku harus kembali, sebelum monster-monster yang lainnya datang ke sini."


"Ah, iya, aku lupa tidak pakai baju. Pantas saja sangat dingin." Ia menyilang kan tangannya menutupi badan sixpack miliknya.


Sebenarnya Taewoon banyak berlatih bela diri di tempat pelatihan khusus dari saat SD, karena ia merupakan anak konglomerat yang harus bisa melindungi diri mereka sendiri dari ancaman. Hal itu lah yang membuat ia cukup pandai bertarung.


Tapi karena keberadaan sistem, bisa di bilang kemampuan bela dirinya akan kalah dengan orang yang menggunakan sistem.


Dan sebenarnya, walau ia pandai bela diri dari SD, ia sebenarnya sangat penakut dengan hal-hal berbau monster. Tapi karena sekarang dunia sudah menjadi seperti saat ini, terlebih lagi dia sudah pernah menghadapi monster secara langsung, jadi ia mau tidak mau, harus berani pada monster.


Saat berbalik ia terkejut melihat kelompok black rose yang membawanya ke sini tampak terkejut melihat dirinya.


Orang-orang ber*gs*k ini..., Taewoon mengeram.


Apa master ingin membunuh mereka, ucap pedang melakukan telepati.


"Eh... jangan seperti itu aku bisa gawat nanti..."


Baiklah master, jawabnya sedih.


Dari kejauhan Taewoon bisa melihat Yunyang yang sepertinya sangat marah saat melihat dirinya.


Pasti dia sangat kesal karena tidak sesuai dengan harapannya, Taewoon berjalan menghampiri mereka.


"Ba-bagaimana mungkin bocah itu!" Yunyang mengeram melihat Taewoon yang berjalan ke arahnya.


30 menit yang lalu.


"Yunyang, apa benar-benar tidak masalah..." Dogun berbicara seperti sedang khawatir.


"Tenang saja... Aku sudah mencair informasi tentang monster di dalam dungeon ini. Monster di sini tidak memakan orang, mereka hanya menyerang mereka sampai sekarat! Bisa dibilang cuma ingin bertahan hidup saja."


"Tapi, walau begitu, dia bisa saja mati loh..." ucap Joori.


"Tenang saja... Aku juga sudah menandai anak itu dengan ini...." Mereka melihat apa yang di pegang oleh Yunyang.


Itu adalah item Class B yang bisa memberi tahu seseorang yang sedang sekarat atau mati.


"Jika ada ini kita tidak perlu khawatir kalau dia mati. lagian aku juga tidak terlalu peduli kalau dia beneran mati. Aku akan sedikit sedih sih, karena kacung ku menghilang. Tapi terlepas dari itu aku tidak peduli, malah sangat bagus jika dia mati!"

__ADS_1


"Kau ini... Benar-benar mengerikan ya...," Jiwon bergidik.


__ADS_2