
"Hei makhluk rendahan... Kenapa kau berani sekali menginjak kawasan ku..."
"Ma-maaf kan saya pak, say-"
"Berani sekali orang rendahan seperti mu menyengah perkataan ku."
Hei pak, siapa yang menyengah perkataan anda? Anda kan bertanya, ya saya jawab, Taewoon semakin kesal di buatnya.
"Kau... aku sudah mendengar perkataan anak ku, katanya dia di bully oleh mu..."
Hei, playing victim macam apa ini? Mana ada level 1 membully level 20 an. Jika aku memiliki 1000 nyawa baru aku mungkin bisa melakukannya..., Sebenarnya Taewoon tidak terlalu terkejut sih.
Dia tahu, bahwa direktur Joo juga tidak percaya bahwa orang seperti Taewoon membully anaknya. Dan direktur Joo tahu bahwa sebaliknya lah yang terjadi.
Namun orang yang berkuasa sering memiliki keinginan menginjak yang lebih rendah dari mereka.
Menurut Taewoon orang-orang seperti itu sangat menjijikkan. Dia sangat tidak ingin berurusan dengan orang seperti itu.
Taewoon juga merupakan anak dari seorang konglomerat, bahkan sebenarnya direktur Joo jauh di bawah ayahnya. Namun ia bukan orang yang suka menginjak-injak orang lain.
"Anda terlihat seperti orang bodoh pak. Karena anda mengatakan saya membully anak bapak." Taewoon dari awal tidak berniat mengalah oleh orang seperti mereka.
Yunkang, Yunyang, dan seluruh guru yang ada di sana melotot melihat keberanian Taewoon.
"Hei! Berani sekali kamu..." Yunkang mengeram.
"Bukan kah saya berkata benar? Anda sendiri tahu bahwa anak anda memiliki level jauh di atas saya, namun anda percaya dengan perkataan tidak masuk akal anak anda..."
"Hahaha..." Yunkang tertawa keras. "Itu sebabnya orang rendahan sangat menyebalkan!" Smirk Yunkang.
"Ah, bapak juga menyebalkan!" balas Taewoon datar.
"Yak Taewoon!" Kepala sekolah yang Taewoon kenal dengan Yoo Seungki menampar Taewoon secara tiba-tiba.
"Kau, jaga ucapan mu! Apa kau tidak tahu dengan beliau? Beliau adalah direktur sekolah ini! Direktur yang memberikan mu beasiswa!" Seungki meremas erat lengan Taewoon.
Taewoon memang masuk mengunakan beasiswa, sangking ia pintarnya. Dia tidak perlu bayar uang sekolah yang besar lagi.
Dan itu alasan uang tabungannya yang banyak. Karena orang tuanya tetap memberikan Taewoon uang sekolah meski mereka tahu bahwa Taewoon menggunakan beasiswa.
Terus kenapa ya? Aku tidak terlalu peduli dengan beasiswa tuh. Aku hanya iseng mengikuti tes beasiswa kok..., Taewoon mengikuti tes beasiswa hanya agar bisa belajar giat.
Karena menurutnya, seseorang akan sangat giat jika punya target. Jadi dia memutuskan beasiswa menjadi targetnya, agar dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan belajar.
__ADS_1
"Hahaha, aku sangat suka keberanian mu! Padahal kamu hanya seorang murid yang memerlukan beasiswa untuk masuk kesini, tapi kamu sangat berani dengan orang yang memberikan mu beasiswa!" Yunkang berdiri dan menghampiri Taewoon.
"Apa kamu di ajari orang tua mu untuk tidak tahu diri?" Yunkang meremas bahu Taewoon erat. Taewoon sedikit meringis merasakan genggamannya yang kuat.
Jika ayah ku mendengarnya, kemungkinan anda akan jadi makanan bos monster level S, Taewoon bergidik memikirkannya. Ayahnya sangat tidak suka jika ada yang berbicara macam-macam tentang keluarga mereka.
"Ah sudahlah, lagian kau akan dikeluarkan dari sekolah ini, karena telah memasuki kawasan guild JY sembarangan." Yunkang kembali duduk.
Dia menyilang kan kakinya sambil meminum kopi yang ada di hadapannya.
"Aku tidak sudi berurusan dengan bocah rendahan yang menyedihkan."
"Kamu akan di keluarkan dari sekolah ini, sekaligus kamu harus membayar denda melanggar peraturan. Denda yang harus kamu bayar sebesar 10.000.000 won (Rp. 109.375.000)"
Wah... Lihat, mereka seperti orang kaya yang merampok orang susah, batin Taewoon.
"Saya tidak akan membayar! Dan saya tidak akan keluar dari sini!"
"Hahaha, kau benar-benar sangat berani... Kau sudah membully anak ku, lalu melanggar peraturan, dan juga berniat membunuh anak ku di dungeon. Tapi sekarang kau masih saja tidak tahu malu?" Taewoon tidak bergeming sama sekali.
Semua orang yang ada di sana terutama Yunyang cukup kaget dengan ketangguhan Taewoon.
Apa dari awal bocah ini memang seperti ini?, pikir Yunyang merasa heran.
"Baiklah... Kalau begitu aku akan menjebloskan mu ke penjara, dan orang tua mu juga harus bertanggung jawab. Jika orang tua mu tidak mampu membayarnya, maka mereka juga akan ku lempar ke penjara." Yunkang tahu bahwa anak seperti Taewoon pasti sangat sayang dengan orang tuanya dan selalu memikirkan orang tuanya.
Namun orang tua Taewoon bukanlah orang tua yang bisa di permainkan begitu saja.
Om.. sebaiknya anda jangan berurusan dengan orang tua ku. Anda seharusnya bersyukur, aku sama sekali tidak menceritakan hal ini pada mereka, batin Taewoon mengingat ayahnya yang tidak suka di usik.
Coba kulihat... Apa kau sekarang akan mencium kaki ku karena aku mengancam orang tua mu?, Yunkang berfikir bahwa Taewoon akan takut.
"Kenapa diam saja? Apa kamu takut jika orang tua mu ku lempar ke penjara?"
Bukan itu, malah aku takut anda yang di lempar ke dalam dungeon oleh ayah ku, Taewoon bergidik membayangkannya saja.
Yunkang melihat Taewoon tidak berkutik dan seperti sedang bergidik memikirkan sesuatu, membuat kepercayaan diri Yunkang semakin tinggi.
"Kalau kau memang setakut itu, seharusnya kau dari awal jangan bertingkah..." Yunkang kembali meneguk kopinya.
Taewoon hanya menyimak saja apa yang di katakan pria paruh baya itu.
"Baiklah... Aku tidak akan mengatakan apapun pada orang tua mu. tapi dengan syarat... Kau harus mencium kaki ku dan kaki anak ku... Setelah itu kau harus menekan kontrak, untuk jadi budak JY seumur hidup!"
__ADS_1
"Kau saja yang jadi budak ku, Direktur Joo!" Seorang wanita masuk ke dalam kantor itu mengunakan kacamata hitam dan dandanan mewah miliknya.
Mendengar hal itu membuat Yunkang kesal. Ia langsung melihat kebelakang bangkunya. Karena ia duduk membelakangi pintu masuk.
Dia mengenali siapa yang masuk ke dalam kantor tersebut. "Di-direktur Park?"
[ Park Caeyeon ]
[ Level 63 | Diamond VI ]
[ Guild > Carrie | Direktur ]
Taewoon juga kaget melihat orang yang masuk itu tidak lain adalah kakak perempuannya.
A-apa yang di lakukan kakak di sini?, Taewoon ternganga melihat Caeyeon muncul dan langsung duduk di bangku yang ada di hadapan Yunkang.
"D-direktur Park? Apa yang anda lakukan di sini... Lalu apa maksud anda tadi?"
"Hem, Aku menyuruh mu menjadi budak ku! Bagaimana? Apa kau mau?" ucap Caeyeon datar.
Taewoon menjatuhkan rahangnya mendengar kakaknya sangat terang-terangan merendahkan orang.
"Hahaha, anda pasti bercanda kan?" Yunkang tertawa Canggung. Melihat Caeyeon yang tidak bereaksi sedikitpun, membuat dia sadar. Bahwa wanita muda di depannya tidak lah main-main.
"K-kenapa anda tiba-tiba datang dan langsung mengatakan hal yang tidak mengenakkan seperti itu direktur Park?" ucapnya sedikit kesal.
Sejujurnya Yunkang iri dengan keluarga Caeyeon, karena mereka menguasai ekonomi Korea. Sekaligus menjadi salah satu perusahaan terhormat di dunia.
Dan terlebih lagi dia juga sering di hina oleh Caeyeon sendiri. Karena Caeyeon merupakan teman dekat musuh mereka yaitu Kwon Yeri.
Namun ia selalu menahan penghinaan dari gadis yang lebih muda darinya itu, karena mengingat setatus mereka yang berbeda jauh.
Dia sangat tidak suka harus hormat dengan anak kecil seperti Caeyeon. Tapi dia tidak ingin macam-macam dengan keluarga Park.
"Kenapa kau kesal? Kau sendiri mengatakan hal yang kurang ajar pada keluarga Park..."
"A-apa yang saya katakan? Saya tidak pernah sekalipun menghina keluarga Park!" ucapnya panik.
"Oh benar kah?"
"Benar! Tentu saja! Saya tidak mungkin mengatakan hal yang tidak sopan tentang keluarga Park!"
Caeyeon berjalan mendekati Taewoon ia berdiri di samping Taewoon.
__ADS_1
Sementara Taewoon hanya mematung. Dia tidak bisa bergeming jika bertemu dengan kedua kakaknya.
"Tapi... Tadi aku mendengar kalau direktur Joo, menyuruh adik ku untuk jadi budak mu..." ucapnya seraya merangkul Taewoon.