The Next Hero

The Next Hero
Chapter 6 : Yang menolong ku


__ADS_3

"I-iya, ak-aku kekasihnya K-kwon Yeri."


Yunyang dan ke empat temannya kaget dengan jawaban Taewoon.


"Kau tidak menipuku kan?" Yunyang mencengkram lebih erat kerah baju Taewoon.


"Ya! Berandal! Apa yang kau lakukan? Kau dengar sendiri kan? Dia bilang dia kekasihku!" jerit Yeri.


"Jadi jangan menyentuhnya!" Yeri tiba-tiba sudah berada di samping Yunyang.


Yunyang kaget dan langsung menjauh darinya.


Hunter memang bisa bergerak dengan sangat cepat, tergantung berapa banyak stat kecepatan yang bisa mereka miliki.


Namun, Yeri tidak menggunakan kecepatannya, melainkan ia menggunakan skill telportasi. Skill yang lebih cepat dari level tertinggi stat kecepatan.


Skill telportasi adalah skill yang di inginkan oleh banyak orang, karena skill itu sangat berguna untuk kabur.


Namun skill ini memiliki kelemahan, skill tersebut tidak bisa ber telportasi terlalu jauh dari area jangkauan. Jika ingin area jangkauannya bertambah, maka mereka harus mengupdate skill tersebut dulu.


Tapi masalahnya, mengupdate skill tersebut sangat sulit. Hingga membuat penggunanya kesulitan.


Dan Yeri adalah salah satu dari Hunter yang bisa mengunakan skill langka itu. Skill ini hanya dimiliki oleh kurang dari 20 player di dunia.


Oleh karena itu Yeri bisa menjadi salah satu Hunter terkuat di Seoul. Dan ia juga sangat terkenal karenanya.


"Ku peringkat kan... Jangan menggangu nya lagi...." menatap tajam Yunyang.


"Yuk dik, mari kita berkencan!" Yeri membantu Taewoon berdiri.


"Kwon Yeri.... Aku harap kau siap menanggung apa yang kau lakukan hari ini! Kau sudah berani masuk dan mengganggu guild JY!" ancam Yunyang.


Yeri tersenyum, "Haha, baiklah..., aku berharap guild JY bisa membunuhku!" ejek Yeri lalu menghilang dari sana meninggalkan Yunyang yang terlihat seperti ingin membunuh orang.


Yeri dan Taewoon ber telportasi ke taman yang ada tak jauh dari sekolah Yungsang.


"Huh!" Taewoon kaget. Baru kali ini dia mengunakan telportasi.


Taewoon melihat sekeliling, dia sudah berada jauh dari kelompok menyebalkan itu.


"Ada apa dik?" tanya Yeri.


"Ha? Oh.. Tidak ada..."


"Hm... Te-terimakasih telah menolong ku, Hunter Yeri." Taewoon membungkuk.


"Eh... Tidak masalah, seorang Hunter memang tugasnya untuk menolong." panik Yeri melihat Taewoon membungkuk.


"Tapi... Apakah tidak masalah?" tanya Taewoon. 


Yeri memiringkan kepalanya bingung.


"M-maksud ku, aku tahu kalo guild Jurim dan JY kan tidak akur... Apa itu tidak masalah untuk anda?"


"Oh... Tidak, jika pun memang terjadi masalah, aku tidak peduli!" ucap Yeri santai.


"Anda... Bukankah anda terlalu santai?" tanya Taewoon canggung.


"Tenanglah tidak akan terjadi apa-apa, kalau pun terjadi masalah, mereka yang akan mati di tangan ku!" Yeri tersenyum dengan mengepalkan tinjunya.

__ADS_1


"Ayo duduk di sana," Taewoon menurut dan duduk di bangku taman.


"Hm.. Hunter Yeri..." Taewoon merasa canggung ingin bertanya.


"Iya kenapa?"


"Kenapa kamu bilang aku kekasih mu?" Pertanyaan yang keluar dari mulut Taewoon membuat Yeri merasa malu setengah mati.


Dia tidak tahu kenapa harus memberi alasan seperti itu.


"Ma-maaf, aku tidak tahu harus memberikan jawaban apa tadi."


"Ah, begitu ya... Tidak masalah, malah seharusnya aku yang minta maaf, karena telah membuat mu dalam masalah."


"Kau masih memikirkannya? Kan sudah ku bilang, tidak akan terjadi masalah. Tenang saja..."


"Baiklah. Dan, aku benar-benar berterimakasih karena telah menolongku. Kalau tidak aku bisa mati tadi."


"Sama-sama. Tapi, kenapa mereka mengganggu mu?" tanya Yeri penasaran.


"Entahlah... Aku juga tidak tahu."


"Tapi kamu kan juga seorang player, Kenapa tidak membalas? Apakah kamu takut karena ada anak direktur Joo?" Taewoon menggeleng.


"Lalu kenapa?"


"Kami memiliki level berbeda, aku masih level 1."


"Kok bisa!" jerit Yeri.


"Aku mengira kau sudah level Master!"


"Tidak! Aku serius..." Taewoon bisa melihat bahwa Yeri tidak berbohong.


"Kenapa anda berfikir seperti itu? Apa anda mengenal saya?" tanyanya.


"Ya... Sebenarnya sedikit!" Taewoon melotot mendengar itu.


Apa dia tahu aku adik kak Caeyeon? Aku tahu dia sahabat kakak. Tapi kakak tidak mungkin menceritakan ku pada temannya, Taewoon berfikir keras.


"Bagaimana caranya Hunter hebat seperti anda mengenal saya?"


"He-hebat? Hahaha, hei aku tidak sehebat itu.."  Yeri tertawa untuk menyembunyikan wajah merahnya karena di puji oleh Taewoon.


"Kau benar-benar tidak mengingat ku rupanya..." Taewoon menatap bingung.


"Tentu saja aku mengenalmu... Kan kau yang sudah menolong ku..."


"Eh? Kapan aku menolong anda? Itu mustahil.... Yang ada saya yang di tolong oleh anda..."


"5 tahun lalu..., Ada seorang kasir toserba yang di lindungi oleh anak SMP..." Yeri tersenyum.


"Dan sekarang, seorang kasir yang di lindungi anak kecil pemberani itu sudah menjadi Hunter hebat." Yeri menunjuk dirinya.


Taewoon membelalak. "Ti-tidak mungkin..."


Taewoon sangat ingat kejadian 5 tahun lalu, dia pernah menolong seorang gadis yang lebih tua darinya, tapi dia tidak mengingat wajahnya dengan jelas.


"Anda tidak bercanda kan? Anda seorang Kwon Yeri yang hebat... Pernah menangis di depan anak kecil, tidak mungkin kan?" ucapnya tidak percaya.

__ADS_1


Bagi Yeri perkataan Taewoon seperti sedang menghinanya.


"Ahk!" teriak Taewoon karena Yeri menjewer telinganya.


"Anak kecil... Jangan mengatakan hal itu lagi ya manis..." Taewoon merinding melihat senyum mengerikan Yeri.


"Ma-maaf. Aku tidak bermaksud..." ucapnya sambil memegangi telinganya yang memerah.


"Hahaha... maaf, maaf... sakit ya?" Taewoon mengangguk pelan.


"Maaf, aku hanya bercanda. Aku mengakui kalau dulu aku seorang pengecut yang menangis dan di lindungi oleh bocah SMP."


"Jadi... Itu benar anda? Aku tidak terlalu mengingat wajah anda, karena kepalaku terbentur... Tapi, syukurlah anda selamat...."


"Apa kamu menghawatirkan ku?" tanya Yeri senang.


"Bagaimana tidak... Mereka bilang hanya menemukan ku saja di reruntuhan."


"Wah... Ternyata kamu menghawatirkan kakak..."


"Eh? Tunggu, kakak?" ujar Taewoon tidak terima.


"Iya.. bukankah kamu yang memanggil ku kakak waktu itu? Aku masih ingat loh... 'Kakak tidak apa-apa?'." Taewoon sedikit merasa kesal mendengarnya.


"Tolong lupakan! Saat itu aku masih SMP." ucapnya dengan wajah yang memerah karena malu.


"Ih jahatnya.... Tidak masalah... Jangan malu seperti itu... panggil saja aku kakak. Kakak Yeri, seperti itu."  Yeri tersenyum genit.


"Apakah anda memang aneh seperti ini?"


"Jahat sekali...." Yeri mengerucutkan bibirnya.


"Oh iya benar. Aku belum mengetahui nama mu, Siapa namun dik?"


"Ah benar, aku Park Taewoon."


"Taewoon... Nama yang bagus. Salam kenal dik Taewoon, aku kakak Yeri..." ucapnya menggoda Taewoon.


"Salam kenal Hunter Yeri..." ucapnya dengan penuh penekanan.


"Hei... Pakai kakak dong... Jangan Hunter! Kenapa formal sekali? Panggil aku kakak ya..."


"Tidak akan!" balas Taewoon dingin.


"Ih... Dingin sekali." Yeri cemberut.


Mereka berdua terdiam sesaat, memikirkan hal yang berbeda di pikiran masing-masing.


"Terimakasih Taewoon." Yeri tersenyum mengelus kepala Taewoon secara tiba-tiba. Taewoon tersentak melihatnya. "Jika kau tidak ada di sana, mungkin aku akan mati. Terimakasih, karena telah menolongku."


"Bukankah seharusnya aku yang berterimakasih? Kan karena panah Hunter Yeri yang membuat kita selamat."


"Benar, tapi saat itu kamu yang mendorong ku, untuk bertahan hidup." mereka terdiam sesaat.


"Benar juga, balik ke titik awal, kenapa kamu masih level 1?" tanya Yeri.


"Aku kena ban."


"Eh? Maksudnya."

__ADS_1


Taewoon menceritakan semuanya tentang apa yang dia alami setelah ledakan itu. Dia sekarang juga tahu, kalau sebelum dirinya di selamatkan, Yeri terlempar ke tempat lain karena skill telportasi nya yang tiba-tiba muncul dan aktif dengan sendirinya. Jadi alasan tim penyelamat tidak menemukan Yeri karena dia di temukan di tempat lain.


__ADS_2