
Taewoon dan Caeyeon saat ini sedang dalam perjalanan kembali pulang ke rumah.
"K-kak," panggil Taewoon memecahkan keheningan yang melanda mobil itu dari tadi.
"Hem,"
"K-kenapa kakak bisa tahu tentang pembullyan ku?" Caeyeon melirik adiknya.
"Ku pikir kau sudah tahu dari mana aku tahu tentang hal ini..." Awalnya Taewoon tampak berfikir. Lalu setelah itu dia meringis.
Ah... Benar juga, semalam kan Hunter Yeri bersama kakak ku. Pasti dia yang memberi tahukan hal ini, kenapa aku bisa lupa tentang semalam!, Taewoon benar-benar tidak mengingat semalam Yeri sudah mengetahui bahwa ia adalah adik Caeyeon.
"Kau benar-benar tidak tahu rupanya."
"Taewoon hanya melupakan kejadian semalam. Apa Hunter Yeri yang memberi tahu tentang hal ini semalam?"
"Hem, dia menceritakannya kemarin."
Semalam sore.
"Yak! Kwon Yeri... Lepaskan gila! Kau ingin mati huh!" Yeri masih tidak melepaskan jambakan nya.
"Kau yang lepaskan Park Caeyeon!"
Setelah cukup lama mereka jambak-jambakan mereka mulai tersadar bahwa orang yang menjadi alasan mereka melakukan hal kekanak-kanakan ini sudah menghilang dari sana.
"Heh? Di mana Taewoon?" tanya Caeyeon melihat adiknya menghilang.
"Argh! Ini semua karena mu Cae! Kau membuat pria ku pergi kan!"
"Sekali lagi kau sebut adikku dengan 'pria ku', ku bunuh kau Kwon Ye.ri!" Caeyeon mendelik dan Yeri yang juga tidak mau kalah darinya ikut mendelik.
"Ah, sudahlah..." Caeyeon menghentikan pertengkaran kekanak-kanakan mereka.
Mereka berdua duduk di bangku dan mulai membicarakan alasan Yeri mengenal Taewoon.
__ADS_1
Caeyeon tidak menyangka bahwa Taewoon lah yang pernah menolong Yeri 5 tahun lalu.
Dia selama ini mengira adiknya adalah anak penakut yang Bahakan membunuh semut saja tidak berani dan tidak tega.
Dan Yeri pun sebenarnya hanya menceritakan tentang sistem Taewoon yang di ban dan tentang Taewoon yang menyelamatkannya. Dia tidak menceritakan kalau Taewoon di bully di sekolah.
Caeyeon juga menceritakan alasan Taewoon tidak pernah muncul di pulik dan diketahui hanya oleh sedikit orang saja, karena hal itu merupakan keinginan Taewoon sendiri.
Taewoon anak yang sangat tertutup sekaligus penakut, jadi dia tidak ingin banyak orang mengetahui tentang dirinya.
Karena orang tua mereka pernah bilang, kalau anak konglomerat pasti selalu menjadi sasaran orang jahat. Karena alasan itu Taewoon memaksa ayahnya untuk merahasiakan identitasnya.
Menurut Caeyeon itu memang alasan yang sangat konyol.
Ah, pantas saja kemarin dia bilang tidak takut dengan direktur Joo. Iya pula, tidak mungkin kan anak konglomerat ini takut dengan pak tua yang jauh di bawah mereka itu, setelah mendengar penjelasan Caeyeon, Yeri jadi tahu alasan mengapa Taewoon tidak takut dengan direktur Joo.
"Jadi, alasan Taewoon tidak pernah masuk dungeon karena dia tidak bisa menggunakan sistem?" gumam Caeyeon.
"Hem, namun kemarin dia bilang dia sudah bisa menggunakan sistem kembali." ujar Yeri mendengar gumaman Caeyeon.
"Begitu ya..."
Jika ia, berarti alasan Taewoon di bully di sekolah karena keluarganya tidak peduli dengannya? Aku tidak ingin menuduh Caeyeon seperti itu sih, pikir Yeri. Dia tidak ingin berpesangka buruk dengan sahabatnya dari SMA.
"Ha... Entahlah, setelah kejadian 7 tahun lalu, dia selalu kabur jika bertemu dengan ku... "
"7 tahun lalu? Kejadian apa?"
"Ah, bukan apa-apa..." ujarnya tidak ingin membicarakan hal itu.
"Ih... Kau selalu saja main rahasia-rahasian! Bahakan kau merahasiakan adikmu yang sudah menolong ku! Kau tahu sendiri kan? Aku mencari-cari adik mu selama 5 tahun terakhir! Kau sungguh tega!" kesal Yeri.
"Hei! Kau pikir aku cenayang?" Caeyeon melotot kesal. "Mana ku tahu orang yang kau cari adik ku! Lagian kau tidak pernah bertanya!"
"Ya, a-aku kan juga tidak tahu..." Yeri mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Lalu? Bagaimana kamu bisa bertemu dengan Taewoon lagi?"
"Ah, soal itu..." Yeri ragu ingin memberi tahu soal kejadian kemarin dan juga hari ini yang menimpa Taewoon.
"Kenapa? Apa yang kau sembunyikan?" tanya Caeyeon dengan nada menuduh.
"Ha..., Aku tidak tahu kau tahu tentang hal ini atau tidak. Tapi yang jelas, aku kemarin melihat di kawasan sekolah Yungsang ada seorang murid yang menggunakan kekuatan sistem. Karena aku penasaran dengan hal itu aku menghampiri murid-murid itu," Yeri menjeda perkataannya.
"Kenapa kau berhenti?"
"Sabar! Dengar kan dulu!" Yeri kesal melihat sahabatnya yang selalu tidak sabaran.
"Aku melihat ada anak-anak yang membully seseorang menggunakan sistem... Ternyata anak-anak yang membully itu anaknya direktur Joo Yunkang dari guild JY.... Dan, yang mereka bully adalah T-taewon.." Caeyeon langsung merubah ekspresinya saat mendengar hal itu.
Yeri pun yang melihat ekspresi marah Caeyeon sekarang tahu, bahwa Caeyeon tidak mengetahui soal ini. Dan juga Yeri sedikit lega, karena sepertinya Caeyeon menyayangi Taewoon.
Tapi kenapa Taewoon selalu lari jika melihat Caeyeon?, pikirnya mengingat perkataan Caeyeon tadi.
"Carita kan apa lagi yang kau tahu." Kali ini Yeri bisa merasakan kengerian dari nada suara sahabatnya.
Karena hal itu pun Yeri menceritakan hal yang ia ketahui tentang pembullyan yang dilakukan anak direktur Joo selama setahun terakhir dan apa yang barusan mereka lakukan pada Taewoon.
Yang menjadi alasan pertemuan Taewoon dengan Yeri hari ini, Yeri menceritakan bahwa Taewoon meminta tolong padanya agar membantu dirinya besok.
Setelah menceritakan hal itu Caeyeon hanya diam, kemudian berterimakasih karena telah menolong Taewoon. Kemudian ia berdiri dan mengatakan.
"Soal besok, kau tidak perlu datang. Kau akan dalam masalah jika ikut campur. Biar aku yang mengurus masalah hari ini." ucapnya langsung pergi begitu saja.
"Sepertinya Caeyeon menemukan budak barunya..." gumam Yeri seraya menyeduh kopi di kantornya. Ia tersenyum memandangi pemandangan kota Seoul dari gedung guild Jurim.
"Tae, kenapa kau tidak mengatakan hal ini?" Caeyeon bertanya pada Taewoon yang hanya menunduk setelah mendengar penjelasan Caeyeon.
"M-maaf, ak-aku,"
"Sudahlah lupakan," Caeyeon tidak ingin terlalu berharap dengan penjelasan Taewoon.
__ADS_1
Karena ia kurang lebih tahu alasan Taewoon tidak menceritakan hal itu dengan siapapun. Dia sangat mengerti sifat adiknya yang tertutup dan penakut itu.
Terlebih lagi setelah kejadian 7 tahun lalu, yang membuat sifat penakut Taewoon semakin buruk.