
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
RUN AWAY
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
TAK TAHAN LAGI, TIBA-TIBA JOE BERDIRI!!! MEMEGANG SENJATA YANG DISIMPANNYA SAAT DI SALURAN PEMBUANGAN BAWAH TANAH DAN MENODONGKAN PISTOL TERSEBUT KEARAH DEAN DAN BERKATA DENGAN BERTERIAK..
“KATAKAN PADAKU DENGAN JELAS DEAN!!!!! APA YANG SEBENARNYA TERJADI!!!
DARIMANA KAU BISA DAPATKAN LUKA ITU?? PISAU ITU??
DAN MENGAPA KAU BISA MENEMUKAN KAMI!!!!???
ATAU AKU BERSUMPAH AKAN MENEMBAKMU!”
“Joe!!!” ucap Eve sambil berdiri
“Tenangkan dirimu Joe, kita bisa bicarakan baik-baik….” Lanjutnya sambil mengerutkan dahi, dengan ekspresi khawatir, tegang dan takut.. Eve melihat ke arah Dean dan kembali berpaling menatap ke arah Joe.
Melihat hal tersebut Dean hanya tersenyum sambil tetap memainkan pisau di tangannya..
“hehhh…” Desah Dean, sambil tersenyum singkat
“AKU SERIUS DEAN!!!!” ANGKAT TANGANMU!” Perintah Joe sambil berteriak.
Tiba-tiba Dean menatap Joe dengan tatapan tajam, wajahnya mendominasi.
Melihat tatapan Dean itu, Seketika tangan Joe langsung gemetaran, nampak jelas dari ujung senjata yang dipegang Joe.
“AKU BILANG BERDIRI DAN ANGKAT TANGANMU!!” teriak Joe dengan tangan gemetar.
“Heh.. Dean kembali tersenyum smirk, kau mau menembakku dengan tangan gemetar seperti itu Joe??” ucap Dean santai, sambil sedikit berpaling dan mengangguk.
“Eve!! Pergilah..! Selamatkan dirimu, ada yang aneh dengan orang ini.. aku akan menahannya.. Pergi sekarang Eve..!” ucap Joe mengkhawatirkan Eve. Mata Joe tetap waspada melihat setiap pergerakan Dean, Joe berkali-kali menelan salivanya.
Eve tidak menghiraukan perkataan Joe, Ia tetap tak bergerak dari posisinya, hanya diam dan benar-benar khawatir melihat ketegangan saat itu.
“okey.. okey.. baiklah.. Aku akan melakukannya..” Ucap Dean pasrah sambil berdiri kemudian perlahan mengangkat kedua tangannya namun Dean masih memegang pisau yang dihadapkan ke atas.
“JATUHKAN PISAUNYA DEAN!!!” Ucap Joe dengan suara yang keras namun gemetar.
“Ck! Mengapa aku harus melakukannya?? Kamulah yang tanpa alasan tiba-tiba menodongku dengan pistol! Kau tahu dari kecil aku sering bermain Darts bersamamu , dan aku juga selalu mengalahkanmu,Joe... Kamu pasti tahu dengan jelas, aku bisa saja dengan mudah melemparkan pisau ini tepat di wajahmu sebelum kau dapat menarik pelatuknya.. Mengapa tidak kau saja yang melepaskan pistolmu itu, heuh??” ucap Dean mengancam balik Joe.
Mendengar perkataan Dean.. Joe semakin takut dan gemetar.. Keringat dingin mulai membasahi dahinya.
__ADS_1
Eve yang melihat hal tersebut mencoba mencairkan suasana.
“Dean, aku mohon jangan lakukan itu….” Ucap Eve perlahan meyakinkan Dean.
Dean hanya tersenyum kepada Eve dan mengalihkan kembali tatapannya kepada Joe sambil tetap waspada bila Joe tiba-tiba menembak.
“KAU JANGAN PURA-PURA TIDAK TAHU DENGAN APA YANG KAU LAKUKAN PADA KAMI, DEAN!! ” ucap Joe sambil tetap menodongkan pistolnya pada Dean.
Mereka tetap saling menatap, seakan menunggu saat yang tepat untuk menyerang atau mengalah.
Tiba-tiba terlihat Cahaya lampu motor dari arah kota mengarah ke tempat mereka.
Brrrmm… brrrrmmm… brrrmmmmm…..
bunyi bising suara motor mulai mendekat.
“Joee!!! Mereka datang!! Kita harus segera pergi dari sini!” kata Eve kepada Joe sambil melihat ke arah motor yang berdatangan .
“Aku tak percaya kau menjebak kami di sini Dean!! Pergilah Eve… Selamatkan dirimu, Aku akan melindungimu darinya! PERGILAHHH!!!! Kau harus melarikan diri dari sini!! Kamu harus selamat Eve!”
Kata Joe meyakinkan Eve tanpa melepas todongan pistolnya ke arah Dean.
“Tapi Joe!!” kata Eve sambil mengernyitkan keningnya.
“Mereka semakin mendekat Eve... Tidak ada ada waktu lagi, cepat pergilah!!!!” kata Joe dengan tegas dan keras.
Mendengar bunyi motor semakin dekat, Joe mengerutkan wajahnya, menutup matanya rapat dan bersiap menembakkan senjatanya, Joe menarik pelatuk senjatanya dan...
“BAAAANGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” bunyi senjata terdengar begitu nyaring.
Dean yang sudah menyadari gerak-gerik awal Joe yang akan mulai menembak langsung menggulingkan badannya menghindar sehingga tembakan Joe tidak mengenainya, Dean pun berlari masuk jauh ke dalam hutan.
Brmmm brrrmmmm ngengggg ngeeengg ngeeeng...
bunyi suara Gas motor yang dimainkan,
Motor-motor dan orang-orang bertopeng tersebut semakin mendekat ke arah mereka, Joe segera menarik tangan Eve dan berlari dengan sekuat tenaga walau kakinya masih sakit, dan tertatih.
Mereka kembali berlari ke arah pinggiran kota melangkahi selokan, dan meloncati pembatas jalan, mereka berlari melalui arah jalan yang sulit di lewati motor sehingga dapat menghambat gerak motor tersebut,
Terlihat 2 motor masih mengikuti mereka , sementara yang lainnya terhenti dan berubah arah mencari jalanan lain untuk mengejar Eve dan Joe.
__ADS_1
Dengan sisa-sisa tenaga yang ada mereka berlari menyusuri gang sempit, namun salah satu motor mendapati jejak mereka dan berjalan ke arah mereka.
Mereka sampai ke persimpangan jalan gang. Di tempat itu terdapat beberapa barang milik warga sebelumnya, drum-drum, ember dan Loyang serta beberapa jemuran pakaian yang masih tergantung.
Dengan sigap, Eve merobohkan ember-ember dan drum ke arah jalan, menggelindingkan barang-barang tersebut untuk menghalangi jalan motor yang mengejarnya.
“Joe, Kita harus berpencar!!!!” kata Eve.
“Kakimu terluka, pergilah ke arah kanan , kau masih punya peluru! Larilah dan aku akan mengalihkan perhatian mereka untuk mengejarku!” jelas Eve
Joe mengangguk tanda mengerti,
“Eve!.. berhati-hatilah!” ucap Joe sambil memegang pundak Eve.
Eve merespon dengan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
“cepat! Pergilah!” ucap Eve sambil mengerutkan dahinya serius.
Joe mengikuti instruksi Eve, ia berlari ke arah jalan mereka sepakati, menjauh dari jalan utama.
Tak lama setelah itu terlihat salah satu motor mulai mendekat.
Eve keluar dari persembunyiannya dan menunjukkan dirinya sambil berkata:
“Heiii!!!! HEiii!! Kau makhluk bertopeng sialan! Aku di sini!” Ucap Eve dengan suara yang keras sambil melambaikan tangannya.
Melihat Eve, orang tersebut mengejarnya dengan motor, Eve segera berlari ke arah yang berbeda dengan Joe, mereka terpisah.
Orang bertopeng itu terhalang dengan jebakan-jebakan jalan yang dibuat oleh Eve.
Eve berlari sekencang-kencangnya, dan bersembunyi di sebuah gedung.
Mereka pun terpisah kembali….
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
TO BE CONTINUED > > > > > > > > > > >
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Note: [DARTS merupakan sebuah permainan dengan cara melemparkan anak panah kecil menggunakan 1 tangan ke arah target yang berupa papan bundar dengan level sasaran yang berbeda-beda (Bagian tengah merupakan nilai tertinggi) dan biasanya di tempelkan di dinding]
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
STAY TUNED ON “THE PUZZLE GIRL”
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
__ADS_1