
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
\= \= \= \= \= CRIME BOARD \= \= \= \= \=
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
Now, what is they missed?
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
. . . . . .
. . . . . .
. . . . . .
Eve maju perlahan lalu membisikkan sesuatu kepada Detective Harrys.
Seiring dengan bisikan Eve. Ekspresi Detective Harrys perlahan mulai terkejut. Ia mengangguk mengerti. Detective Harrys segera memanggil Claire dan memberikan sebuah instruksi untuk dikerjakan tepat seperti yang disampaikan Eve padanya.
“Aku menunggu hasilnya secepatnya, Dec!" ujar Eve.
. . . . . .
Mereka pun segera kembali dan langsung menuju kantor Detective Harrys.
Barang bukti yang ditemukan Eve segera dikirimkan ke Lab untuk mengidentifikasi kepemilikannya.
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
“Kapan kau akan menjelaskan semuanya padaku Eve?” tanya Detective Harrys penasaran.
“Setelah semua data yang kubutuhkan dan hasil testnya keluar Dec! Aku akan menjelaskannya padamu.”
Detective Harrys masih menatapnya penuh harap. Merasa penjelasannya kurang, Eve melanjutkan kalimatnya dengan nada datar.
“Berikan aku waktu sampai besok. Aku akan menyusun semuanya sambil menunggu hasil laboratoriumnya keluar.”
Eve mengambil napas sejenak. Menjeda kalimatnya “Dan kau ...” Eve mengangkat wajahnya sambil tersenyum smar. “hanya perlu untuk merekam dan mencatat semuanya sebagai bukti.”
Detective Harrys mengerutkan dahinya. Merasa belum yakin dengan Eve.
“Aku berjanji akan membuat tersangka langsung mengakui seluruh perbuatannya. Nanti tanpa penyangkalan lagi atau pun membuat karangan cerita lain yang dapat membuat semuanya menjadi ambigu,” jelas Eve.
“Apa kau yakin akan hal itu?” tanya detective semakin penasaran.
“Ya! Karena bukan hanya kita yang melewatkan sesuatu Dec. Dan sekarang aku menyadari bahwa ... mereka juga melewatkan sesuatu.”
“Apa yang mereka lewatkan?” tanya Detective Harrys semakin penasaran.
__ADS_1
Eve tersenyum tipis.
“As I told you Dec ... Just wait and See!“
Mendengar perkataan Eve, Detective Harrys hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tersenyum dengan bangga, menatap Eve dan berkata,
“You are really ‘THE PUZZLE GIRL’ as they Told me..”
Eve hanya tersenyum mendengar perkataan Detective Harrys.
“Kalau begitu, sekarang bisakah kau mengantarku pulang?” pinta Eve. “Aku hanya ingin menikmati sisa hari ini dengan kelegaan Dec. Ini merupakan teka-teki tersulit dalam hidupku. Banyak hal yang telah kulalui dan kupelajari dari semua ini.”
Eve menghela napas panjang merasa lega dengan apa yang telah disimpulkannya.
. . . . .
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
. . . . .
Eve pulang ke rumahnya. Ia membuat secangkir Kopi dan mulai mengambil pin, tali merah, foto-foto pelaku, notes post it, peta, alat tulis, dan semua kelengkapan yang dibutuhkan untuk membuat papan analisa perkara dan rentetan kejadian yang terjadi.
Dengan sebuah papan yang menempel di dinding. Ia bersiap dan mulai mengurutkan setiap kejadian yang terjadi pada dirinya dari awal. Semua foto-foto korban dan pelaku disusunnya satu persatu pada papan itu. Papan yang biasa dia gunakan untuk membantunya menyambungkan dan mengurutkan rentetan peristiwa saat menyelesaikan kasus-kasus yang sudah pernah ditangani sebelumnya.
Wajah Eve tampak sangat serius saat membuatnya. Terlihat keringat mulai menetes di pelipisnya. Tatapan dan pandangannya tak lepas dari papan itu. Ia sangat fokus memasang pin-pin, lalu mengaitkannya satu sama lain dengan benang merah. Ia menyambungkan semua kejadian lewat papan itu, dan .…
“Aku tidak menyangka wajahku akan terpajang pada Crime Board ini.” ucap Eve sambil tersenyum tipis.
Ia mundur beberapa langkah ke belakang kemudian kembali mengamati apa yang telah disusunnya itu.
Raut wajahnya perlahan-lahan mulai berubah sedih .… Alisnya menyatu ke tengah. Dahinya mengerut. Ia menghela napas-napas pendek.
Eve memang merasa lega dengan terungkapnya kasus yang menjadi teka-teki terberat dalam hidupnya. Namun dalam hati kecilnya, ia sangat terluka! Kasus ini telah melibatkan dirinya sendiri dan orang-orang yang di sayanginya. Terlebih saat ini. Saat ia mengetahui dan harus membuktikan kebenaran yang sesungguhnya.
Kebenaran yang mengungkap semuanya ....
Bahwa kita tak akan pernah tahu teka teki dan misteri yang dimiliki seseorang dalam hatinya.
Seseorang yang terlihat aneh, belum tentu akan melakukan hal-hal yang di luar batas, demikian sebaliknya, orang yang terlihat normal dan bahagia bukan berarti ia baik-baik saja.
Terlalu banyak hal yang terselubung dalam hati manusia, bahkan orang terdekat pun tak bisa mengetahui seluruhnya.
Eve menarik napas panjang.
“Everything is gonna be alright, Eve..!!” ucap Eve kepada diri sendiri seraya menenangkan dan menguatkan batinnya.
Kembali ia menghela napasnya ... Kalimatnya terbata-bata.
“its ….”
__ADS_1
“gonna ….”
Sudara Eve mulai terdengar gemetar.
“be …. ” kini matanya mulai berkaca-kaca.
‘Al ... right”
Eve mengambil satu tarikan napas yang dalam dan panjang.
“AaaaaAAAAAAAAaaaaAaaaaaAAAAAaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Ia berteriak! Eve mulai menangis tersedu. Air matanya mulai menetes di pipinya.
Lagi dengan tangisan yang membanjiri pipinya, ia menarik napasnya dengan sangat panjang, seakan mengumpulkan semua energi dari luar. Hal itu tidak membantu. Dadanya sesak. Eve berteriak sekuat tenaganya.
“NO.. NO… NOOOOO!!!”
“AaaaaaaaaaaAaaaAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaa….. NOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!”
Air mata Eve semakin deras membasahi leher sampai pada kerah bajunya.
Eve tak dapat membendung lagi perasaan yang ada dalam hatinya saat membuat kesimpulan itu.
Ia kembali berteriak, mencoba melepaskan rasa sakit di dadanya.
“AAAAaaaAAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaaAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Teriakannya membuat Eve terbungkuk sambil mencengkram kerah bajunya. Rasanya terlalu sakit. Eve baru bisa meluapkan semuanya sekarang. Tak ada lagi yang dapat dilakukannya. Semua sudah jelas terbukti di hadapannya. Crime Board yang disusunnya menjadi saksi bisu saat Eve mengeluarkan semua emosinya.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaaaaa!!!! AaaaAAAAAAaaaaaaAAAAAAAAAAAAAAAaa!!!!”
. . . . . .
. . . . . .
. . . . . .
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
TO BE CONTINUED for the FINAL LAST CHAPTER!
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
Are you ready?
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
__ADS_1