
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
MEET
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
“Kejutan untukmu”
….
“Joeeee ... ? Joeeee!!!” Teriak Eve melihat Joe yang duduk di kursi roda.
Detective Harrys berada di ruangan tersebut sambil berdiri di belakang kursi roda Joe, menatap Eve dengan senyuman.
Eve segera bergegas dan memeluk Joe dengan perasaan haru.
“Akhirnya aku bertemu denganmu ... bagaimana kabarmu sobat??” ujar Eve sambil memeluk erat tubuh Joe.
“Awwww … Pelan-pelan Eve ... ini sakit ...” ucap Jo mengerutkan wajahnya meringis menahan sakit.
“Oooopppsss ... maaf ... aku terlalu bahagia!” ucap Eve lalu melepaskan pelukannya.
Joe tersenyum melihat Eve,
“Tentu saja kau bahagia, akhirnya kita bertemu bukan di tempat yang aneh dan bukan dalam keadaan disekap ... bukan berada dalam kurungan dan ruangan yang sepi, ataupun semua hal yang mengerikan itu ... Aku tidak ingin memikirkannya lagi ...”
“kita sudah melalui semuanya Joe ... Sudah aman sekarang ...” ucap Eve dengan senyuman yang menangkan.
“Aku masih memikirkan tentang Dean ... kenapa dia bisa melakukan semua ini, Eve??” ucap Joe menatap Eve dengan wajah sendu.
“Aku tidak tahu Joe ...” – Eve menagangkat bahunya – “Aku masih mencari apa motif dibaliknya ... dan aku masih perlu mengumpulkan semua informasi yang ada …,” jawab Eve sambil menunduk.
“Kau tahu ... Aku juga sungguh berharap bukan Dean yang melakukan semua ini ...”-Joe mengangkat wajahnya dan menatap dengan raut wajah optimis – “hei! Puzzle girl,” panggil Joe tegas “Lakukanlah kehebatanmu ... Aku akan selalu di sini untuk mendukungmu ... Aku tahu kamu bisa Eve!” ucap Joe menyemangati Eve.
Detective Harrys tersenyum simpul,
“Ok Joe, Simpan semua semangatmu itu, karena kau masih butuh istirahat dan kembali ke kamarmu, itu pun jika kau tak mau kakimu diamputasi ... Kau masih dalam masa pemulihan, terima Kasih untuk semua informasinya Joe ... Keterangan dari mu akan sangat membantu kami ...” ucap Detective Harrys sambil mendorong Kursi Joe ke perawat yang menjaga di sana.
“Bye Eve ... You can do it ... kau bintangnya! dan ingat aku pria tampannya ...” Ucap Joe sambil menyemangati Eve dengan candaan yang sering ia gunakan, Eve membuang napasnya, mengangguk dan tersenyum ke arah Joe, perawat itu pun membawa Joe kembali ke kamarnya
= = = = = = = = = = = = = = = = = =
“Kau tahu Eve? Dia menjadi sangat bersemangat saat akan menemuimu ... Kalian telah melalui hari yang berat bersama ... Cukup sulit untuk menggali informasi darinya, ia masih dalam keadaan trauma saat aku menemuinya ...” - Detective Harrys membuang napasnya – “ hmmmm.... aku juga mengerti, dengan semua yang telah terjadi padanya, ia seperti kehilangan kepercayaan terhadap orang lain ... dan aku juga merasa penyebab utama hilangnya kepercayaan Joe adalah karena Dean.
“Aku berusaha menarik informasi darinya, namun ia hanya terus terdiam kaku ... Dan saat aku menjanjikan akan mempertemukan kalian, mendengar namamu saja, dia menjadi sangat bersemangat dan mulai terbuka ... Akhirnya dia mau menceritakan semua yang kalian alami ...” Jelas Detective Harrys.
“So ... Apa kau siap untuk sesi hari ini, Eve?” Tanya Detective Harrys sebelum memulai sesi.
“ya.. aku lebih dari siap!” jawab Eve mantap.
Eve kembali duduk, dan mulai menceritakan kejadiannya satu persatu.
= = = = = = = = = = = = = =
“Saat itu aku meloloskan diri ... Aku menyerang Wolve dengan pisau dan lari, pria yang satunya segera mengejarku, itulah mengapa aku memberikan petunjuk bahwa Wolve memiliki luka di lengan kanannya ....” Jelas Eve menceritakan kejadian saat itu.
“hmmm ... Dan luka yang sama dengan luka yang dimiliki Dean ...?” tambah Detective Harrys.
“Yah kau benar Dec ... setelah itu aku bertemu paman Jim ... ia membawaku ke tempat persembunyian bawah tanah ... Paman Jim juga menceritakan apa yang terjadi di kota itu, mengapa bibi Jean kembali ke kota itu, dan juga bagaimana ia meminta bantuan Dean untuk mencari bibi Jean ... ” tutur Eve menjelaskan.
__ADS_1
“Oya ... dia mengatakan sempat melapor polisi terkait hilangnya bibi Jean, namun laporannya masih ditunda karena belum hilang selama 1x24 Jam ... Apa kau sudah memeriksanya, Dec?”
Detective Harrys mengangkat tubuhnya dan berpaling ke arah Claire,
“Claire ... hubungi kantor polisi yang menangani wilayah di sekitar tempat tinggal Mr. Jimmy, periksa apakah benar ada laporan tersebut!” Instruksi Detective Harrys.
“Baik pak,” sahut Claire merespon dan segera menelepon.
“Lanjutkan ceritamu Eve ...” pinta detective Harrys penasaran.
“Kemudian setelah itu aku dikunci oleh paman di ruangan itu, aku berlari ke pintu dan menggedor-gerdor pintunya tapi di acuhkan olehnya ...”
Eve mengernyitkan dahinya,
“Aku rasa saat itu, dia hanya ingin aku aman dari para penjahat yang lainnya ...
“Ah! dia juga membawakan Joe padaku ...
“Kami berdua dikunci di ruangan tersebut ... Aku sangat menyesal dengan apa yang terjadi padanya, ia hanya ingin kita aman sehingga mengunci kami di sana ... dia warga asli kota itu, dan dia mengetahui seluk beluk kota itu dengan baik, bahkan jalan-jalan kecil yang tidak diketahui semua orang..” ucap Eve sedih mengenang paman Jim.
“Aku turut berduka cita dengan apa yang terjadi, Eve ... Joe sudah menceritakan semuanya, kami cukup sulit untuk menemukan mayatnya di sana..” ujar Detective Harrys.
Eve melanjutkan ceritanya,
“Aku dan Joe kemudian memutuskan mencari jalan keluar, dan di situlah kami bertemu dengan Dean..”
Lanjut Eve menjelaskan.
“hmm, dan di situ juga kau dan Joe mulai curiga saat melihat pisau yang sama dengan yang kau gunakan untuk menusuk lengan Wolve?” Sambung Detective Harrys, yang mencoba mengkorelasikan cerita yang didapatnya dari Joe dengan Eve. .
Eve mengangguk.
“Jadi ... Apa benar ini pisaunya?” Tanya Detective Harrys
“Benar… itu pisaunya Dec, ada Inisial J&J di situ..” lanjut Eve mengonfirmasi.
“kalau begitu kita tunggu saja hasil lab nya” ucap Detective Harrys bersemangat.
“lanjutkan, Eve…” kembali pinta Detective Harrys.
“Kami berlari ke pinggiran kota, ke arah hutan sebelah timur seperti yang sebelumnya ku informasikan padamu. Di situlah kami tanpa sengaja melihat luka di tangan Dean juga kain Hitam seperti yang digunakan mereka saat menutup kepala ... Saat itu Joe menjadi sangat panik melihatnya, aku mencoba berulang-ulang menenangkannya agar tidak bertindak gegabah, ia malah menodongkan pistol pada Dean. Kemudian para pria bertopeng itu mendekati kami dan hampir mengepung kami ... Joe melepaskan tembakannya tapi meleset.. Dean melarikan diri ke hutan ... dan kami melarikan diri ke Kota”
Detective Harrys memegang dagunya,
“hmmm.. di daerah itulah kami menemukan pisaunya ...” sahut Detective Harrys.
Eve mengangguk samar, lalu melanjutkan ceritanya,
“Kami memutuskan berjalan terpisah.. karena keadaan Joe yang terluka, saat itu aku bertemu dengan seorang polisi, tapi naas, sementara ia serius bertanya padaku, kami tak memperhatikan dari belakang si Pria kejam bertopeng itu menggorok lehernya dan membunuhnya, aku segera berlari ke arah mobil, namun seseorang ada di mobil itu, ia mematikan lampu sirine, dan aku pun di bawah ke tempat di mana kalian menemukanku ...”
“Di situ juga tempat Joe dipukuli dan matamu ditutup dengan kain ... “ Lanjut detective Harrys.
Eve mengangguk.
“Mereka saling berbicara dan mengatakan bahwa salah satu anggota yang mereka cari ada di hutan bersama kami di tempat kami duduk... Seketika, Joe berteriak soal Dean yang menjadi dalang semua ini, dan dia langsung dipukuli saat itu ...”
“Dari situlah aku yakin dengan apa yang terjadi, sehingga memutuskan meninggalkan jejak di sana, kamu sendiri melihatnya aku menuliskan nama Dean ...”
__ADS_1
“Hmmm... Lalu bagaimana menurutmu Eve? Apakah benar Dean pelakunya?” ujar Detective Harrys meminta pendapat Eve
“Semua bukti mengarah padanya ... Kita tinggal memastikan dengan hasil pemeriksaan forensic..”
Ucap Eve.
“Baiklah kalau begitu ... Kini kita tinggal mencari motifnya?”
“Inilah yang membuatku bingung Dec ... Sulit untuk mendapatkan motif tanpa introgasi pada tersangka langsung ..” ujar Eve.
“Kita bisa meneliti semua informasi tentangnya Eve ... Setelah itu kita analisa kira-kira apa motifnya ... Melakukan semua ini ...
“Jika korbannya adalah kau, bibi Jean, paman Jimmy dan Joe ... Maka kita perlu menelusuri semua latar belakang yang ada ...” ujar Detective Harrys
“Ide Bagus Dec!”
“Claire , you got it? Aku ingin semua informasi tentang mereka, bahkan hubungan sengketa, perselisihan, kekerabatan, hubungan emosional, dan apa pun itu ... aku ingin semua data, gossip atau pun fakta, minta semua informasi baik dari tetangga sahabat terdekat dan keluarga yang saling berkaitan ...”
“Got it Dec!” Claire merespon dan mencatat semua yang di perintahkan oleh Detective Harrys.
“oya Eve, ini foto para pelaku yang kami tangkap apa ada yang kau kenali di antara mereka?”
Eve mengambil foto dari tangan detective Harrys..
Terlihat beberapa foto beserta bar tinggi badan di belakang mereka,
Eve mencoba mengenali wajah mereka, namun tak satu pun yang familiar dari foto itu.
“Apa kau sudah menginterogasi mereka?? Dan apa motifnya??” tanya Eve.
“Mereka memang buronan Bandar Narkoba, dan rela melakukan apapun demi Uang ... catatan Kriminal mereka juga sudah banyak, mereka terlibat aksi Gank dan perkelahian. Polisi juga memang sudah lama mengincar mereka, beruntunglah juga menemukan kasus ini dan bukti yang kuat untuk menangkap mereka.”
“hmmm… jadi penjahat bayaran yah? Kalau begitu benar bahwa ada dalang dibalik semua ini, Dec!!!” Eve mengepalkan tangannya.
“Proses Introgasi masih berlanjut, aku juga sedang menunggu laporannya, untuk menemukan salah satu teman mereka dan– “
Krriiiinggggg~~
Telepon Claire berbunyi, ia segera mengangkatnya, dan berbicara. Terlihat Claire mengangguk, lalu menutup telponya.
Claire langsung menyela pembicaraan Detective Harrys dan Eve,
“Maaf memotong pembicaraannya pak, tapi aku barusan mendapat telepon bahwa Dean sudah ditemukan, berdasarkan informasi dari Interogasi ke 4 tersangka ... Akhirnya mereka mau mengaku” Ujar Claire memotong pembicaraan dengan informasi yang sangat penting tersebut
“ dan-- maaf Eve, aku turut menyesal” ucap Claire wajah sendu.
“Berdasarkan informasi dari hasil interogasi yang ku terima, mereka akhirnya mengatakan bahwa Dean lah salah satu di antara mereka ...” ucap Claire dengan wajah sendu memberikan informasi pada Eve.
Eve benar-benar tersentak, semua bukti telah mengarah pada Dean. Eve mengira bahwa ia telah benar-benar mempersiapkan dirinya dengan baik, untuk segala kemungkinan yang ada. Namun ternyata ia salah ... Ia benar-benar tidak siap ... Mendengar kabar Dean telah di temukan dan informasi baru yang di terimanya, ia seketika Shock dan terdiam dengan mata membelalak, Eve tak mengucapkan sepatah kata pun. Emosi benar-benar membara dalam dirinya ... jantungnya berdebar kencang! wajahnya memerah, napasnya tidak beraturan, Eve meremas ujung bajunya dengan erat, tangannya mengepal sampai gemetar.
“Eve tenanglah!!! Eve ... Kendalikan dirimu! Eve!!!!” Panggil Detective Harrys memegang dan menggoyangkan pundak Eve, terus mencoba menyadarkannya kembali.
“Eve!!!!... Evee!!!! Eve!!!!”
Eve mengerjap, matanya masih memandang penuh emosi,
“DETECTIVEEE!!!!! BAWA AKU SEKARANG JUGA UNTUK MENEMUINYAAAAAAAAAAA!!!!!!!!”
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
__ADS_1
TO BE CONTINUED > > > > > > > > > > >
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =