THE PUZZLE GIRL

THE PUZZLE GIRL
QUESTIONS


__ADS_3

QUESTIONS



= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


QUESTIONS 


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =



* * * 


* * *



Eve bersembunyi di sebuah gedung apartemen, ia berlari menaiki tangga sampai ke lantai atas, mencari kamar yang terbuka, menutup pintu dan menguncinya dari dalam menggunakan grendel rantai pintu.




Dengan nafas yang terengah-engah, dia mengintip dari pin hole, sebuah lubang intip pintu berbentuk kaca cembung kecil yang terpasang di daun pintu.



Eve menggeledah kamar penginapan yang ia masuki tersebut dan menemukan sebotol air mineral. Tenggorokkan Eve benar-benar kering akibat berlari dan bernapas lewat mulut. Eve segera membuka botol minuman tersebut dan langsung meneguknya habis sambil meremas botol tersebut.



Glek.. glek.. glek… Eve meminum air, lalu menyeka mulutnya dengan tangan.



Eve menarik napasnya dalam-dalam dan kembali berkonsentrasi, berpikir apa yang harus ia lakukan ke depan.



“Ok Eve! Sekarang pikirkan apa sebenarnya yang terjadi...” ucap Eve pada dirinya sendiri.



“Semua bukti sekarang mengarah pada Dean! Apa benar Dean bersekongkol dengan orang-orang tersebut??”



“Jika benar Dean, tapi apa motifnya?”



“Apa motif orang-orang jahat tersebut?”



“Apa yang mereka inginkan dari kami?”



“Bagaimana dengan Paman Jim dan bibi Jean?” 



“Mengapa hanya mereka berdua yang menjadi korban jiwa sejauh ini??”



“Bagaimana dengan aku dan Joe??? Mengapa mereka hanya menyekap kami?? Dan tidak langsung membunuh kami…? Apa yang mereka tunggu?”



“Apa karena Paman dan Bibi hanya hidup berdua saja sehingga tidak ada orang yang akan mencari tahu mereka?”



“Tempat ini , tempat yang sangat baik untuk menyembunyikan kejahatan”



“Siapa orang-orang bertopeng itu??? “



“Apa sebenarnya yang terjadi di tempat ini?”



“Kenapa Dean bersikap aneh dan hanya tersenyum saat Joe dengan ketakutannya menodongkan senjata padanya?” 



“Apa sebenarnya yang Dean lakukan? Sekian lama aku bersahabat dengannya, apa ada sesuatu yang terlewat dari pengamatanku terhadapnya..? “



“Apakah ini ada hubungannya dengan masa lalu Dean dengan paman dan bibi??”



“dan Joe… Bagaimana keadaannya sekarang?



“Bila mereka menemukannya, apa yang akan mereka lakukan padanya??”



“Aku hanya ingin berdoa mengharapkan yang terbaik…”



Eve menghela napas panjang, mencoba mengumpulkan semua informasi yang diterimanya, baik dari Joe, paman Jim, dan semua kejadian yang terjadi.



Saat Eve masih merenung dan berpikir,



Tiba-tiba....



BUK! BUK! BUK BUK!!!! Suara Gedoran pintu yang kuat membuat wajah Eve segera berpaling waspada.


__ADS_1


Eve dengan hati-hati melangkah ke arah pintu, dam mengintip melalui pin hole.


Betapa kagetnya Eve. Ia melihat si pria bertopeng yang tadi mengejarnya, berdiri di balik pintu.





BUUUUUUUUKKKKKKKKKKKKK!!!! Tap tap tap Buuuuukkkkkuk!!!!!! Suara gedoran pintu itu semakin kencang, gesture pria itu tampak benar-benar marah.



Eve langsung berlari ke arah belakang, 



Craaannnkkkkkkkkkkkkk... bunyi piring pecah



Eve mengambil piring yang terbuat dari kaca lalu melemparkannya ke lantai untuk memecahkannya menjadi kepingan-kepingan tajam, Eve kemudian mengambil pecahan belingnya untuk digunakannya sebagai senjata, tak ada lagi waktu mencari benda yang lain.



Jantung Eve berpicu dengan sangat cepat, Eve ketakutan dan sangat tegang dengan kondisi tersebut, keringat dingin kembali membasahi sekujur tubuhnya, Eve terlalu taut sehingga tidak merasakan lagi bahwa tangannya sudah terluka saat mencengkram pecahan kaca tersebut.



Eve membuka Engsel pintu.. sehingga tertinggal rantai kaitnya,, pintu itu terbuka sekitar 20 cm, tangan sang pria bertopeng pun masuk hingga sebatas bahunya, mencari cara untuk membuka kunci dengan paksa, melihat kesempatan itu, Eve segera menggerus tangan pria itu dengan pecahan kaca yang di pegangnya,


Eve menusukkannya dan mengoyakkan daging di tangan orang itu.



"aaarrrrrggggrggghhhhhhh" rintih pria itu kesakitan.



Pria itu pun mencoba menarik tangannya untuk keluar dari celah antara pintu, namun dengan cepat Eve menabrakkan tubuhnya ke pintu sehingga tangan orang tersebut terjepit.



Pria itu merintih semakin kesakitan..


“aaaaAAAaaaaaaaAAaarrrrrrrggggggggggggghhhhhhh”



Sekali lagi Eve mundur ke belakang dan berlari ke depan menabrakkan tubuhnya ke pintu, Eve menjepit dengan keras lengan pria itu menggunakan pintu. Eve menahannya untuk membuat ia menyerah.



Tapi tanpa sadar si pria berhasil meraih sebagian rambut Eve dan menariknya tiba-tiba.



“Braaaaaaakkkkkkkkkk” Pria tersebut menarik rambut Eve dengan kasar dan cepat, penuh kekuatan, Kepala Eve membentur bagian sisi ujung pintu dan ujung tembok celah antara Pintu dan dinding.



Pria itu melakukannya sekali lagi. Ia mendorong kepala Eve dan menarik rambutnya lagi dengan sangat cepat dan kuat, lagi dan lagi membenturkan samping kepala Eve ke celah antara pintu. Kepala Eve beberapa kali terpental. Eve merasakan kesakitan yang luar biasa.



“Arrrrrggggggghhhhhhhhhhhhh” Teriak Eve meringis kesakitan,




Darah segar mulai menetes dari kepala Eve.



“He..hah..he..hah.. suara napas Eve terdengar begitu kencang dan menggebu.. 



Pria tersebut menahan kepala Eve di celah pintu yang terbuka itu, ia kembali menarik rambutnya dengan kasar sampai mendekat ke wajahnya, pria itu berbisik dengan penuh amarah.



“Rasakan itu wanita gila!!! Berani-beraninya kau melukai tanganku.. kau memang cerdik tapi kau tidak sadar kau itu wanita LEMAH!!!”



Darah luka robek dari tangan orang itu dan darah dari benturan kepala Eve yang terluka dan koyak kulitnya memenuhi pinggiran pintu dan tembok tempat itu.



Eve merasakan pusing dan sakit kepala yang teramat sangat, telinganya mendengung. 



Nnnnggggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnggggggggggggggg...



nnnnggggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnggggggggggggggg...



Dengung di telinga Eve seakan menggema memenuhi seluruh ruangan itu,


penglihatannya mulai buram, Eve mulai kehilangan kesadarannya beberapa saat..


Dunia seakan berputar, ia hampir tak bisa merasakan dirinya lagi.



Eve menutup matanya, menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba untuk kembali Fokus, melakukan gerakan yang sama beberapa kali. 



Akhirnya Eve mendapatkan kembali kendali tubuhnya, ia mengambil pecahan kaca di tangannya, lalu mengarahkannya ke tangan orang yang mencengkram rambutnya, Eve menusuk-nusukkannya pecahan itu berulang, 


"Heeeeeeaaaaahhhhhhhhhhhh" teriakan Eve sambil menusuk-nusukkan dan mengoyak-ngoyakkan punggung tangan orang itu yang menjambak rambut Eve. 



"hhhhaaaahhhhhhhhhh" Kembali Eve berteriak sambil terus menusukkan beling tersebut, mencoba agar pria itu melepaskan rambutnya.



Namun begitu tangguh, orang tersebut hanya berteriak tapi tetap kokoh mencengkram rambut Eve, seakan tidak akan membiarkan Eve pergi.

__ADS_1



Menyadari orang tersebut begitu kuat, Eve mengarahkan pecahan kaca ke rambutnya, Eve menarik kepalanya sampai rambutnya mengencang, dan dengan pecahan kaca di tangannya, Eve memotong rambutnya bisa terlepas dari cengkraman pria bertopeng itu.



Eve segera berlari ke arah jendela, dengan langkah sempoyongan. Ia keluar lewat jendela, dan berpindah dari balko ke balkon di sebelahnya.




Eve melangkah keluar pagar balkon dan mencoba dengan gerakan perlahan meraih pagar balkon lantai bawah yang sedikit lebih lebar sehingga memungkinkannya memijak, saat melepaskan pegangan.



Dengan jantung yang berdetak kencang, tangan yang gemetar, kaki Eve mencoba meraih pagar balkon kamar bawah, ia terpeleset sampai tubuhnya bergelantungan.


Keringat yang bercampuran dengan darah segar dari luka di kepalanya menetes ke pipinya, membasahi hampir seluruh bagian lehernya dan sebagian menetes ke bawah.



Dengan beberapa kali percobaan, dan hampir tidak kuat lagi menahan berat tubuhnya, Eve berhasil meraih balkon bawah.. ia segera berpegangan erat, dan melompat ke bawah..



Eve kemudian mencoba membuka pintu jendelanya namun masih dalam keadaan terkunci, Eve mendobrak jendela tersebut, tapi tubuhnya terlalu lemah, Eve tidak berhasil. 



Kembali lagi ia melihat ke samping kanan dan kirinya, terlihat ada jendela dengan kondisi terbuka, dengan segenap tenaga yang ia miliki, Eve berpindah ke sana dan berhasil menggapainya,



Ia masuk ke kamar itu, dan berlari keluar gedung..



tap.. tap.. tap.. tap.. heh.. heh.. heh.. heh.. heh.. Napas eve terengah-engah, oksigen seakan tak cukup untuk paru—parunya.



Bunyi langkah kaki Eve bercampur napas yang memburu tidak beraturan seakan memenuhi ruang kota kosong itu. 



Eve berlari menuju jalan raya besar, sendirian, ketakutan dan tanpa arah tujuan.


.


.


.


.


Tiba-tiba di ujung jalan, dengan matanya yang sedikit buram karena mulai bengkak dengan pertarungan tadi, Eve melihat kilap cahaya Merah dan biru di kejauhan.



Cahaya itu tampak kecil.


Eve menyipitkan matanya agar Fokus, 



Kemudian terdengar bunyi sirine mobil polisi..



“Niu Niu Niu Niu Niu Niu.. niiiiiiii….. niuuuuuu,,,, niu niu niu niu”


“Niu Niu Niu Niu Niu Niu.. niiiiiiii….. niuuuuuu,,,, niu niu niu niu”



Mata eve membelalak, Eve segera berlari sekuat tenaga mendekati bunyi sirine tersebut,,



Eve menatap ke depan dengan penuh harapan.



Berlari dengan segenap kemampuan yang dimilikinya..



Ia mulai tersenyum saat menyadari mobil tersebut adalah mobil polisi.



Namun posisinya masih cukup jauh,



Eve memelankan langkahnya, ia berhenti sejenak untuk mengambil napas,


memegang lututnya dan kembali berlari dengan cepat..



“Bruuuuuukkkkkkkkkkk!!!!!!!!” 



Tanpa sadar Eve menyambar seseorang yang datang tiba-tiba dari arah kiri memblokade jalan Eve dan menahan tangannya…




= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


TO BE CONTINUED> > > > > > > > > >


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


Thankyou for Like ... :”)


Jangan lupa komentarnya ya...


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


STAY TUNED ON “THE PUZZLE GIRL”


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

__ADS_1




__ADS_2