
= = = = = = = = = = = = = = = = = =
FOUND
= = = = = = = = = = = = = = = = = =
Tiba-tiba terdengar bunyi ledakan yang berasal dari luar pintu..
“BAAAAAANNNNGGGGGGG!!!!!”
Eve tersentak kaget, ia segera menarik kakinya ke dada dan meletakkan wajahnya di antara lutut, Eve menelengkup dan mengeratkan tubuhnya, seakan bersiap untuk sesuatu yang buruk yang akan terjadi padanya.
Eve tak bisa melihat apa-apa, tapi ia mendengar jelas beberapa langkah kaki masuk dan juga bunyi suara Handy Talky (HT).
Eve mengangkat wajahnya dan tiba-tiba berkas cahaya menembus kain hitam yang menutupi matanya, seperti cahaya dari lampu senter.
“tssstttssstttt… tssstsss 8-9-1!” terdengar bunyi noisy dari HT
“Tssstttssttt… tsss .. Chief.. 10-22 Chief!” Kembali terdengar suara orang berbicara.
“TSSST--- Lapor kasus 6-3 please contact 1-1 to Chief!!”
“10-33.. roger.. 10-33… kami menemukan kasus 6-3! Mohon secepatnya kirim Ambulance ke lokasi. St.31 Xii tsssttt Over!”
“10-34 sstttsss 351!!! 10-33! stttssttt Over! ”
“kami menemukan dua korban yang terluka parah! mohon segera kirimkan ambulance!”
Ucap salah seorang yang masuk ke ruangan itu.
Mendengar semuanya itu, Eve segera membuang napas dan melemaskan tubuhnya. Beban yang selama ini dirasakannya seolah terlepas, ia sangat bahagia mendengar bantuan telah datang. Rasa sakit seolah hilang seketika mengetahui keadaannya yang sudah benar-benar aman untuk sekarang.
Salah satu polisi penyelamat yang datang, mendekati Eve dan segera melepaskan ikatan di tangan dan kaki Eve, ia juga membantu untuk membuka penutup di kepala dan ikatan di mulut Eve.
Meski pandangannya masih buram, namun Eve dapat melihat beberapa orang sedang memegang tandu dan lewat di hadapannya berjalan keluar ruangan.
“Joe….” Ucap Eve lemah sambil melihat ke arah Joe yang sudah diangkut menggunakan tandu,
Matanya mengikuti para petugas yang membawa tandu tersebut, terlihat salah satu tangan Joe terjatuh dari tandu, seorang petugas mengambilnya dan meletakkan kembali di dadanya, sementara salah seorang lagi sedang memompakan oksigen ke mulut dan hidung Joe.
Eve tak melihat dengan begitu jelas… ia termenung melihatnya... Seakan semua bunyi sekejap lenyap, pandangannya sayu melihat tim penyelamat mondar-mandir dengan senjata dan beberapa peralatan, Eve hanya menatap khayal, tanpa sadar seorang polisi sudah berbicara dengannya dari tadi.
“Permisi.. Nona…”
“Hello? Permisi..”
“Nona… apa kau bisa mendengarku?”
“Apa kamu tidak apa-apa?”
“Nona, apa kau bisa mendengarku??”
“Apa anda baik-baik saja, tolong merespon, apa kau bisa mendengarku? “
__ADS_1
ucap seorang polisi berulang-ulang meminta jawaban dari Eve, ia terus memanggil sambil mengarahkan senter ke samping wajah Eve.
Kesadaran Eve mulai kembali, Eve merespon dengan mengangguk secara perlahan..
“Siapa namamu nona??”
“ Eve…..” Suara Eve terdengar pelan dan Lemah
Polisi itu melapor sejenak menggunakan HT, dan lanjut berbicara pada Eve.
“Apa kau masih bisa berjalan, Eve??” ucap polisi itu.
Eve kembali mengangguk mengonfirmasi petugas itu dengan tatapan hampa.
Beberapa saat kemudian seorang petugas medis yang lainnya segera datang dan melingkarkan selimut di punggung Eve. Rasanya sangat hangat dan nyaman.
Ia mengeluarkan sebuah botol air dalam kemasan lalu segera memberikan Eve minum.
Eve meminum air yang di berikan beberapa
lalu membantunya berdiri.
Mereka membawa Eve dengan pengawalan yang ketat.
Eve melangkah perlahan, dengan selimut di punggungnya, dan seorang wanita berpakaian perawat merangkul bahunya, membantunya untuk berjalan ke luar untuk menuju mobil ambulance.
Saat keluar dari bangunan itu,
Kali ini Ia akan benar-benar selamat. Eve bernapas lega dan sedikit tersenyum.
Ia melihat salah satu mobil ambulance yang mungkin memuat Joe segera pergi dan menjauh.
Eve hanya terdiam menatap hampa, petugas medis yang lain segera menyambutnya dari sisi yang satu lalu mereka membantu Eve berjalan sampai ke mobil ambulance yang lain.
Eve duduk di bagian belakang mobil ambulance tersebut dengan Kap mobil yang terbuka, ia membelakangi mobil dengan kaki yang menggantung, Eve masih mengenakan selimut. Merasakan tubuh Eve yang masih dingin di ujung-ujung jarinya, mereka segera memberikan Eve minuman hangat.
Petugas medis kemudian mulai membersihkan luka di tubuh Eve secara perlahan. Mereka mengikatkan kain kasa di kepalanya, mereka merawat Eve dengan sangat hati-hati, Perihnya alcohol dan desinfectan saat mengenai lukanya, seakan terasa biasa saja dibandingkan rasa sakit yang dialaminya sebelum ini.
. . .
. . .
Dari kejauhan, seorang pria paruh baya berpakaian rapi mendekatinya.
“Hei, Eve! Apa kau baik-baik saja???” ujar pria tersebut saat tepat berdiri di hadapan Eve.
Suaranya terdengar familiar, Eve segera mengangkat wajahnya dan ke arah orang tersebut.
“Detective Harrys?? hehh…” Eve membuang tersenyum sambil membuang napas lega saat berhasil mengenali pria tersebut.
“Ternyata benar ini kamu... Tenanglah, Eve... Aku akan membantumu menyelidiki kasus di tempat ini, tapi aku juga akan sangat membutuhkan bantuan dan semua informasi dari mu. Tentunya seperti yang biasa kita lakukan, aku akan sangat membutuhkan kemampuan analisamu..” ucap Detective Harrys sambil tersenyum hangat.
__ADS_1
Eve hanya mengangguk dan tersenyum, ia tak dapat banyak bicara karena tubuhnya terasa sangat lemah seakan tak memiliki tenaga.
Kondisi Eve sudah tidak lagi dalam keadaan tegang, kini rasa letih benar-benar sangat terasa di tubuhnya.
“Beristirahatlah dulu dengan baik Eve! Aku harap kau segera pulih..”
“Untuk sekarang aku akan mengumpulkan terlebih dahulu semua data-data dan informasi yang di perlukan, tim forensic juga sudah turun kelapangan melaksanakan tugasnya..” lanjut Detective Harrys menjelaskan keadaan.
“J.. Joooee.. ba.. bagaimana dengannya?” ucap Eve dengan tergagap mengkhawatirkan Joe.
“Ia terluka cukup parah, tim medis sudah membawanya untuk pengobatan, kau tenanglah dan tidak perlu khawatir, semua sudah aman sekarang, Eve...”
“d… dannn.. ba. Ba.. bagaimana dengan Dean??” ucap Eve terbatah-batah
“Dean?? Kami belum menemukannya... Namun kamu tidak perlu terlalu memikirkannya Eve, tim kami sudah pergi berpencar untuk mencarinya, juga orang-orang jahat yang menyekapmu sudah kami tangkap sebagian. Kami akan mengurus sisanya. Yang kau perlukan sekarang hanyalah beristirahat, dan sementara ini, serahkan semuanya padaku.. yah??” ucap detective Harrys dengan hangat sambil memegang pundak Eve, seraya memberikannya support dan menenangkan Eve akan apa yang telah dihadapinya.
Eve mengonfirmasi dengan anggukan dan senyuman.
Petugas medis melanjutkan menempelkan perban pada luka di leher dan tangannya.
Mereka memasangkan Infus di tangan Eve, seraya memberikannya energy tambahan.
Mereka membaringkan Eve di mobil ambulance.
Eve merasa sangat aman sekarang, matanya terasa begitu berat, ia merasakan kelelahan yang sangat, Eve mulai tertidur diiringi dengan bunyi mobil ambulance yang membawanya ke rumah sakit.
Tubuh Eve memang beristirahat, tapi pikirannya seakan berjalan dan terus menganalisa apa yang sebenarnya terjadi, dan apa motif Dean melakukan ini semua? pasti ada alasan dan sebabnya.
Orang yang paling tidak dicurigainya, kini menjadi tersangka utama,
Dari dalam lubuk hati Eve, ia benar-benar ingin Dean selamat dan menjelaskan semua ini kepadanya.
“Apa sebenarnya yang terjadi????”
“Dan apa kesalahan yang telah di perbuatnya??”
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Keterangan Sandi polisi:
10-22 melapor langsung
891 situasi
6-3 penganiayaan berat
1-1 hubungi via hp
10-33 Keadaan Darurat
10-34 butuh bantuan ada kesulitan di..
351 Penganiayaan berat
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
TO BE CONTINUED > > > > > > > > > > > > >
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
STAY TUNED ON “THE PUZZLE GIRL”
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
__ADS_1