
= = = = = = = = = = = = = = = = = =
RECOVERY
= = = = = = = = = = = = = = = = = =
. . .
. . .
. . .
Setiap orang memiliki teka-teki dalam hidupnya, bahkan untuk dirinya sendiri. Teka-teki tersebut menunggu untuk di pecahkan, entah dengan usaha diri sendiri, ataupun dengan bantuan orang lain.
Setiap orang punya rahasianya sendiri... Rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain bahkan sahabat karib, orang tua, saudara kandung ataupun pasangannya sendiri.
Hati manusia bagaikan sebuah Puzzle, terdiri dari pecahan-pecahan kecil, dan memerlukan waktu dan usaha untuk membuatnya utuh.
Kita sering mengisi bagian puzzle hati kita dengan Kasih sayang, kesetiaan, persaudaraan, meski dalam hidup ini, mau tidak mau, kita juga diisi oleh keadaan yang lain, rasa sakit, benci, dikhianati, kesedihan, kekecewaan. Namun semua itu saling melengkapi untuk membuat suatu kehidupan yang penuh warna dan arti.
Karena dalam Puzzle akan ada bagian yang menonjol dan akan ada bagian lengkungan untuk diisi dan saling menguatkan satu sama lain.
Apakah kita dapat mengetahui apa itu Cinta tanpa mengalami benci? atau apakah kita akan merasakan apa itu kebahagiaan tanpa mengalami kesedihan? Kita akan menghargai setiap moment dalam hidup kita dan menyusunnya bagai sebuah puzzle yang saling melengkapi dan menguatkan, Kepingan-kepingan puzzle itu akan membentuk suatu gambar diri kita yang indah, membentuk karakter eksklusif kita, yang unik dan berbeda dari yang lainnya.
Dalam sebuah Puzzle, tak heran sering kali akan ada bagian yang hilang, dan semua yang telah tersusun rapi, akan terasa kurang dengan bagian yang kosong itu, sebanyak apa pun bagian yang telah tersusun dan saling berkaitan tetap tidak akan berdiri kokoh tanpa satu keping pelengkap itu.
Bagian yang kosong itu adalah kehampaan, dan kehampaan memiliki banyak jenis, ia terbentuk dari beragam situasi, entah itu dari kurangnya perhatian, kurangnya kasih sayang, kurangnya kebahagiaan, Spiritualisme, kondisi yang tertekan, Kehilangan orang yang dikasihi dan berarti dalam kehidupan, juga banyak hal lain yang dapat membuat dalam diri kita terbentuk suatu “Missing Piece” atau “Bagian yang hilang”.
Setiap orang akan selalu mencari bagian yang hilang itu untuk melengkapi dirinya, dan kita tidak akan pernah tahu apa itu, sampai kepingan itu di temukan dan misteri itu dipecahkan.
Ada yang menemukannya dalam diri orang lain, ada yang menemukannya dengan jalan Spiritualisme.
Setiap manusia tidak akan mampu hidup sendiri.
Semua membutuhkan orang lain untuk melengkapi Puzzle dalam hidupnya.
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Dirumah sakit...
Tit.. tit… tit… tit…
Terdengar jelas bunyi peralatan medis yang dipasangkan di tubuh Eve,
Wangi Aroma teraphy semerbak harum memenuhi kamar rumah sakit tersebut.
Eve benar-benar terlihat tertidur pulas kali ini. Ia melepaskan semua penat dan lelah tubuhnya.
Seakan memberikan kesempatan pada dirinya untuk kembali pulih.
. . .
Tiba-tiba Eve tersadar, ia merasakan tangan yang hangat menyentuh kepalanya, membelainya dengan lemah lembut dan penuh kehangatan. Belaian itu sangat di kenalinya.
Eve membuka matanya perlahan, kamar ini begitu terang, cahaya matahari mulai masuk melalui jendela, Eve dapat merasakan kehangatan sinar matahari yang menyorot wajahnya dipadukan dengan sejuknya AC di kamar tersebut.
Eve berbaring dengan selimut sampai ke bagian dadanya, tangan Eve diinfus, terlihat selang oksigen menempel pada hidungnya. Eve dapat menghirup oksigen tersebut memenuhi paru-parunya, Rasanya sangat nyaman dapat bernafas dengan lega.
Meski luka di tubuh Eve masih terasa perih, namun semuanya seolah-olah sirna saat mendengar sebuah sapaan yang hangat dari orang yang sangat-sangat dirindukan Eve,
“Selamat pagi, sayang.. bagaimana perasaanmu hari ini?”
Eve mengangkat wajahnya perlahan, melihat ke arah kanan dan menatap wajah orang yang membelainya tersebut.
Eve segera tersenyum hangat,
__ADS_1
“Ayahhhh….? “
“Iya nak… ayah di sini..” Ucap dr. Mike sambil memberikan kecupan yang hangat di dahi Eve.
Wajahnya didekatkan pada wajah Eve,
“Maafkan ayah tidak dapat menjagamu dengan lebih baik, Eve…” dr. Mike mengerutkan dahinya, merasa sangat menyesal dengan apa yang terjadi.
Eve tersenyum sambil mulai berbicara,
“Tidak Ayah,, akulah yang ceroboh dan tak bisa menjaga diri, tak perlu minta maaf dan khawatir seperti itu, kita sudah di sini sekarang, dan aku ingin semuanya pulih..” ucap Eve menenangkan hati ayahnya
“hmmm, ya sayang… kamu benar… Kita sudah aman di sini... I Love you sweetheart..” kembali dr. Mike mencium kening Eve.
“bagaimana ayah bisa tahu aku di sini?’ Tanya Eve perlahan.
“Detective Harrys menelepon ayah, dan menceritakan semuanya..”-Ia terdiam sejenak- “ayah turut menyesal akan apa yang terjadi pada Joe dan Dean…” ucap dr. Mike dengan wajah lesu.
.
.
.
Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan,
“Selamat pagi Eve.. bagaimana keadaanmu??”
“Ooh, Detective Harrys... Aku merasa lebih baik sekarang, terima Kasih telah menghubungi ayahku..” ucap Eve sambil tersenyum hangat menatap ke arah detective Harrys.
“Oh, dr. Mike Richy! Senang bisa bertemu lagi denganmu...” Sapa detective Harrys sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat.
Dr. Mike Richy membalas uluran tangan tersebut dengan jabatan diikuti dengan senyuman hangatnya.
“Dan juga, aku tidak ingin kamu terlalu berpikir banyak untuk sekarang, istirahatlah dan serahkan dulu semuanya pada kami..
Jika keadaanmu sudah membaik, besok kita sudah bisa memulai sesi 30 menit,, Aku sebenarnya meminta waktu lebih banyak pada dokter yang menanganimu.. Namun melihat kondisimu saat ini hanya itulah waktu yang diizinkan doktermu untuk sekarang ini...”
Eve mengangguk, Detective Harrys melanjutkan pembicaraannya,
“kita akan lihat perkembangannya dulu, jika kau benar-benar sudah pulih dan cukup untuk berbicara banyak, aku akan sangat membutuhkan semua informasi dari mu, Eve...” tutup kalimat Detective Harrys.
Eve menarik napasnya, dan membuangnya sekaligus,
“Bagaimana keadaan Joe?” Tanya Eve Khawatir.
“Dia baik-baik saja dan sedang dalam masa pemulihan. Aku sudah menemuinya tapi dia masih belum bisa bicara, sepertinya dia masih memerlukan tambahan waktu untuk pulih dari traumanya..”
“dan Dean… apa kau sudah menemukannya??” lanjut Eve bertanya.
Sejenak Detective Harrys menatap ke arah dr. Mike lalu kemudian berpaling kembali menatap Eve dengan wajah lesu.
“Maaf Eve, kami belum menemukannya, aku juga belum mendapatkan laporan sampai saat ini...”
“Terakhir aku melihatnya berlari ke dalam hutan di bagian timur kota itu...” Ucap Eve memberikan informasi tambahan.
“Begitu ya...? Kami sudah mencari di kota tersebut namun belum menemukannya... aku akan memberitahu tim untuk memfokuskan pencariannya di seputaran hutan pinggiran kota sebelah timur.. dan terima Kasih untuk informasinya Eve” ujar detective Harrys.
“kami sudah menangkap 4 pelaku untuk saat ini.. Kami juga membongkar tempat persembunyian mereka..” lanjut Detective Harrys.
“Mereka ada 5 orang Dec, dan aku tidak bisa mengenali wajah mereka karena mereka menggunakan penutup wajah dari topeng dan kain hitam...” jelas Eve menambahkan.
__ADS_1
“Ya... kami akan mencari orang yang satunya lagi.. dari hasil interogasi, mereka memiliki nama samaran, dan yang belum kami temukan adalah Wolve...”
“Wolve? Ia memiliki luka di lengan sebelah kanannya Dec.. Aku menusuknya dengan pisau saat mencoba melawan dan melarikan diri” ucap Eve kembali memberikan informasi.
“Well noted, aku menyimpan informasimu...” Ucap detective Harrys sambil mencatat dalam buku Note.
“Oya, dan untuk saat ini kami sudah menemukan 2 korban, korban teridentifikasi bernama Jimmy dan Jean, berdasarkan data mereka berdua adalah pasangan suami istri.. tim forensic sedang melakukan otopsi pada jasad mereka, dan aku akan mendapatkan laporannya hari ini..
Doakan agar semuanya berjalan lancar, Eve... dan aku juga akan terus mendoakanmu agar cepat pulih” ucap Detective Harrys dengan lengkungan bibir di wajahnya.
“Terima Kasih Dec..” ucap Eve tersenyum membalas senyuman detective Harrys.
“Oya dan-- ”
“Cukup untuk hari ini Eve,, atau aku akan dilarang dokter untuk ke sini lagi.. ha ha ha” ucap Detective Harrys memotong pembicaraan Eve.
Gunakan hari ini untuk beristirahat full... Besok kau akan mengalami hari yang berat.. Terima kasih untuk informasi hari ini, aku pergi dulu...” Ucap detective Harrys sambil memegang pundak Eve, memberikan jabatan tangan pada ayah Eve, dan keluar ruangan.
. . .
“Istirahatlah nak.. ayah akan di sini untuk menjagamu...” ucap ayah Eve sambil duduk di kursi samping tempat tidurnya.
Eve membaringkan kembali dirinya, meletakkan kepalanya di atas bantal.
Ia kembali teringat masa-masanya bersama Dean, saat mereka pindah ke sini, Deanlah yang selalu menjaganya saat pernah masuk rumah sakit akibat kelelahan menyelidiki sebuah kasus.
Eve memang sering melupakan kesehatannya bila sudah serius menghadapi kasus, Dean yang paling setia menemaninya. Dean akan mengingatkannya untuk makan dan beristirahat, walau sering kali Dean lah yang akan kena semprotan balik dari Eve. Ia hanya akan tersenyum dan bercanda, kemudian balik memarahi Eve.
Eve seakan masih belum percaya dengan yang dialaminya… Orang yang paling ia percayai dalam hidupnya selain ayahnya, ternyata tega melakukan hal keji seperti ini.
Tapi untuk apa, Dean? pikir Eve.
. . .
“Eve… apa yang sedang kau pikirkan, sayang?” ucap dr. Mike karena melihat Eve yang tak kunjung kembali beristirahat serta memejamkan mata. Ia hanya menatap langit-langit kamar rawat itu.
Eve melirik kearah dr.Mike,
“ah.. tidak ada ayah... Aku aku akan beristirahat sekarang...” ucap Eve langsung memejamkan matanya.
Disaat yang sama Detective Harrys terus bekerja untuk mengumpulkan semua data yang ada.
Ia mengerahkan tim Forensik menganalisa dan meneliti setiap barang bukti, sidik jari, test laboratorium, hasil interogasi pelaku yang sudah tertangkap dan hal lain sebagainya yang menunjang penyidikan kasus ini, mereka sementara menunggu hasilnya, sebab untuk mengumpulkan data tidak bisa hanya sehari, di samping itu tim kepolisian telah menurunkan timnya untuk mencari Dean sesuai informasi terupdate dari Eve.
. . .
Seluruh Tim pencari memfokuskan untuk mencari Dean dan satu orang tersangka lagi sesuai petunjuk yang dikatakan Eve.
. . .
Tidak ada yang tahu, bisa saja mereka adalah orang yang sama dan memang selama ini hanyalah satu orang...
Yaitu...
“DEAN”
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
TO BE CONTINUED > > > > > > > > > > > > >
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
__ADS_1
STAY TUNED ON “THE PUZZLE GIRL”
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =