THE PUZZLE GIRL

THE PUZZLE GIRL
Dad's Love


__ADS_3

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


Dad’s LOVE


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = =




Krrriiiiiiinnnggggggg,,,,


Bunyi alarm yang dipasang Assisten Detective Harrys menunjukkan bahwa waktu telah habis, 



“Sudah 30 menit, pak..” Ucap Claire mengingatkan 


Detective Harrys mengangguk untuk mengonfirmasi..



“Oke.. baiklah Eve sampai di sini dulu untuk hari ini… Aku akan datang besok dan menemuimu lagi…” ucap Detective Harrys sambil membereskan catatannya.



“Aku merasa masih bisa melanjutkan ini Dec… bagaimana kalau kita selesaikan saja sekarang, aku merasa baikkan..” Cegat Eve ingin melanjutkan sesinya.



“hmm.. Maaf... Aku tak bisa mengingkar janjiku pada dokter yang menanganimu.. tapi setelah ini .. aku akan mencoba menemuinya dan juga memintanya untuk memeriksa kondisimu kembali, mungkin ia akan berubah pikiran saat melihat kondisimu yang membaik .. Jika hasilnya baik, aku bisa meminta waktu lebih lama untuk berdiskusi denganmu...” ucap Detective Harrys dengan lembut.



“okey baiklah Dec.. terima Kasih untuk hari ini. Aku harap besok aku juga bisa menerima informasi yang lengkap dari mu..” ujar Eve tersenyum.



“Itu pasti Eve…! Kita akan memecahkan kasus ini bersama-sama…” Detective Harrys tersenyum dan berjalan keluar.


Dr. Mike sudah menunggu di luar dan berpamitan dengan Detective Harrys dan asistennya.


. . . . . .


. . . . . . 



Tak berapa lama kemudian.. 



Ayah Eve masuk dan menemui Eve kembali..



“bagaimana hasilnya??” Tanya dr. Mike penasaran.



“kami masih menyelidikinya yah..” ucap Eve tersenyum datar..



“Apa ayah tidak kembali ke rumah sakit?? Aku rasa aku sudah aman sekarang... aku merasa baikkan... ayah seorang dokter pasti tahu kondisiku saat ini... aku sudah lebih baik... pasien di sana lebih membutuhkan ayah daripada aku…” ucap Eve mensupport ayahnya.



“Mana mungkin ayah bisa meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini...?” ucap dr. Mike menyanggah perkataan Eve.



“Tapi Ayah.. aku bukan anak kecil lagi, anak kecil yang memaksa ayah untuk selalu ada buatku... Aku sudah bisa mengurus diriku sendiri, lagi pula ada Detective Harrys di sini, aku akan banyak menghabiskan waktu bersamanya untuk penyelidikan ini. Sebaiknya ayah beristirahatlah dan pulang… lagi pula dari kemarin aku sudah bosan mendengar dering telepon ayah.. hahaha.. seorang dokter haruslah mengutamakan pasiennya, aku tidak boleh egois untuk memiliki ayah seorang sendiri… lagi pula aku sudah tidak apa-apa kan??“



“hmmm, sekarang kau berani mengusir ayah ya!”



“haha, tidak yah... Ayah masih bisa datang lagi menemaniku saat persidangan nanti.. Kita gunakan saja waktu ini seefektif mungkin..” jelas Eve menawarkan usulnya.



“okey.. okey.. kalau kau yang berkata begitu.. Tapi berjanjilah 1 hal padaku,!! Tolong jaga dirimu baik-baik, minum vitamin dan makan yang teratur.. Jika aku mendengar kau sakit, aku akan datang dan membuatmu makan masakan ayah!” Ucap dr Mike ketus sambil tersenyum mengejek Eve.



“hahahaha.. ayah..” Eve tertawa lepas dengan ayahnya.



“Kalau begitu, Ayah akan tinggal sampai lusa, dan pulang… ayah akan kembali lagi saat persidanganmu dimulai..”


__ADS_1


“He em!!!” Eve mengangguk mantap.



Lanjut ucap Eve dalam hatinya:



“hmmm,,, trima kasih yah.. aku tidak ingin lebih membebanimu di sini.. aku juga tidak ingin kau bertemu dengan Dean nantinya... sebelum semuanya selesai.. aku tidak ingin ayah juga berada dalam masalah.. aku hanya ingin yang terbaik untukmu yah.. aku benar-benar tidak ingin membuatmu lebih khawatir..”



Dr. Mike hanya bisa tersenyum sambil membelai lembut rambut Eve.



= = = = = = = = = = = = = = =



Keesokan harinya..



“hmm, kondisi mu sudah jauh lebih baik,,” ucap Dokter yang menangani Eve.



“Detective Harrys menemuiku untuk meminta waktu tambahan,, melihat kondisimu, aku rasa kau sudah bisa menjalani sesi yang panjang, tapi ingat! Kau harus makan dan minum obat tepat waktu.. juga beristirahat yang cukup .. “



“Siap dokter!” ucap Eve ceria



Selesai memeriksa Eve, dokter yang menanganinya keluar dari ruangan, Eve menatap ayahnya dan berkata:



“ayah,, bisa kah kau mengantarku menemui Joe..?”



“hmmm… sepertinya tadi dia sedang bersama Detective Harrys.. kita sebaiknya tidak menggangu mereka dulu..”



“Bagaimana kalau kita jalan-jalan ketaman rumah sakit dulu.. kau harus mulai beraktivitas dan melatih otot-otot kakimu.. Udara segar juga baik untuk kesehatanmu, kau juga perlu terkena sinar matahari... itu akan baik untuk … ..”




Mereka berjalan-jalan dan berbincang-bincang di seputar taman rumah sakit.. 







Eve dan ayahnya terlihat bahagia, walaupun dalam hati Eve terus memikirkan teka-teki yang harus ia pecahkan.



Eve memutuskan untuk menikmati sejenak momentnya bersama ayahnya..



Mereka terhenti di sebuah bangku, duduk dan menikmati pemandangan di sana..







Eve bersandar pada pundak ayahnya.



“Eve,, maafkan ayah yang jarang menemuimu.. ayah sempat sengaja melakukannya, menyibukkan diri dengan pasien-pasien ayah dan pekerjaan ayah.. semua karna ayah pengecut.. “ ucap ayah Eve



Eve hanya diam dan mendengarkan..

__ADS_1



“Kau tahu? Kau sangat mirip dengan ibumu… ayah menjadi sangat pengecut, setiap kali melihatmu.. ayah teringat ibu,, dan … ayah belum siap saat itu.. “



“ibumu meninggal di tangan ayah,, ayah sendirilah dengan tim yang mengoperasi ibumu.. namun aku tak bisa menyelamatkannya..” Ucap ayah Eve dengan nada sendu dan mata berkaca-kaca.



“itu bukan salah ayah.. ayah sudah melakukan yang terbaik…” ucap Eve



“Hidup dan mati kita sudah diatur oleh Tuhan.. kita hanya perlu menjalaninya dengan penuh arti,, dan bersyukur untuk setiap saat yang kita lalui..” lanjut Eve menenangkan ayahnya.



“hmmm… Eve kecil ayah sudah dewasa rupanya..” kata dr. Mike sambil tersenyum mengangkat sedikit bahunya meledek Eve.



“Ayah.. berjanjilah satu hal padaku..!”



“Apa itu?”



“Mengenai Dean,, apabila benar ia terbukti bersalah,, aku tidak ingin ayah membencinya.. walau bagaimanapun,, dia adalah bagian dari keluarga kita,, dia pasti punya alasan khusus melakukan semua ini.. kita hanya perlu mencari jauh lebih ke dalam .. mencari bagian yang hilang itu.. bahkan ke hal-hal yang tidak terpikirkan..”



“bagian yang hilang yah.. seperti saat ayah kehilangan ibumu..!”



“yah.. bagaikan aku yang kehilangan ibu dan sebagian masa kecilku, tapi saat itu Dean dapat melengkapinya.. aku benar-benar ingin tahu apa sebenarnya bagian yang hilang pada Dean.. walau semuanya terlihat baik-baik saja.. pasti ada yang terlewatkan olehku..”



“ayah tidak bisa menjanjikan itu Eve.. tapi ayah janji akan berusaha.. hati ayah mana yang tidak akan terluka jika melihat anaknya terluka..!! setidaknya akan ayah pastikan dan tuntut dia dengan hukuman seberat-beratnya!!”



“heh,,,” -Eve tersenyum- ”- untuk sebagian orang, sesungguhnya ia sudah mengalami hukuman yang berat bahkan jauh sebelum ia melakukan suatu kejahatan.. hanya saja caranya menemukan pelengkap untuk mengisi kekosongan di hatinyalah yang salah, dan semua itu adalah misteri dan teka-teki yah..”



“kau benar-benar jadi sangat mirip dengan ibumu.. bukan hanya perawakanmu, tapi kecerdasanmu, dan pemahamanmu itu.. ayah akan berusaha.. itu saja yang bisa ayah janjikan..!”



“ok.. “ mengulurkan kelingkingnya untuk membuat sebuah janji kecil



‘ok..” Ayah Eve menyambutnya dengan melingkari jari kelingkingnya di jari Eve.








Selesai berjalan-jalan di taman, mereka kembali ke kamar Rumah sakit.


Ayah Eve membuka pintu dengan perlahan dan membantu Eve melangkah masuk.


Eve tiba-tiba kaget melihat seseorang di dalam kamar rawatnya, 



“Hai Eve.. Kejutan untukmu..!!”



= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


TO BE CONTINUED > > > > > > > > > > > > >


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


STAY TUNED ON “THE PUZZLE GIRL”



Reach and Say Hallo to me on IG: @Puzzle_girl_Novel

__ADS_1


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


__ADS_2