THE PUZZLE GIRL

THE PUZZLE GIRL
INVESTIGATION


__ADS_3

= = = = = = = = = = = = = = = = = =


= = = INVESTIGATION = = = 


= = = = = = = = = = = = = = = = = =


. . . . . .


. . . . . .


. . . . . .




Tiba –tiba Eve memandang dengan serius foto Rontgen dan hasil pemeriksaan jasad bibi Jean.



“Apa kau menemukan sesuatu yang janggal??” tanya detective Harrys penasaran melihat raut wajah Eve yang tiba-tiba berubah menjadi sangat serius.



“Apa kau melihat ini Dec??” Eve menunjuk foto tersebut.



“Ya! itu posisi peluru yang bersarang di tubuhnya, ada apa dengan itu??” tanya Detective Harrys dengan serius.



“hmmm, ayahku dulu sering membawa foto Rontgen pasiennya, dia sering bekerja walau sudah berada di rumah untuk menganalisa, aku dulu sering bertanya hal-hal yang berkaitan dengan medis. dan menurutku ... posisi peluru ini tidak kena di organ vitalnya atau bisa dikatakan, pelurunya mengenai di tempat yang tidak mematikan ... Lihatlah! ini berada di antara tulangnya, seharusnya ini bukan luka yang serius.” Eve menunjukkan area yang dia maksud. “Dan lihat ... pelurunya juga tidak mengenai pembuluh arterinya, seharusnya ia masih bisa bertahan dengan tembakan itu,” jelas Eve dengan penuturan yang serius.



“Benarkah?? Coba kulihat,” pinta Detective Harrys sambil mengambil foto dari tangan Eve untuk melihat lebih dekat.



“Jadi maksudmu dia tidak meninggal karena tembakan itu??” lanjut detective Harrys.



“hmm ....” Eve mengangguk.



“Tapi sebaiknya kita kembali menanyakan kepada dokter forensic tentang hal ini, untuk memastikan saja.”


“Aku setuju,” jawab Eve.


Detective Harrys segera memalingkan wajahnya dan menatap ke arah Claire. 


“Claire, hub dokter Forensik dan tanyakan terkait hal ini! apakah itu mungkin terjadi??”


“Baik pak…” Claire menghubungkan Video Call kepada dokter yang memeriksa mayat bibi Jean melalui laptopnya.



“Sudah terhubung pak..” ucap Claire sambil membalikkan Laptopnya.



Eve dan Detective Harrys segera menuju ke arah laptop tersebut.



“iya Dec? ada yang bisa kubantu?” ucap dokter itu lewat layar laptop saat melakukan Video call.



Eve pun mulai menjelaskan perihal pendapatnya.


. . . . . . .


. . . . . . .


“Apa kah itu mungkin Dok?” ucap Detective Harrys.



“Ya ... itu sangat mungkin terjadi!” jawab Dokter.



Eve dan Detective Harrys saling menatap optimis sekejap.



“Hmmm, jadi apa mungkin korban meninggal karena kehabisan darah, padahal luka tembakan tidak mengenai pembuluh Arteri?” tanya Eve.



“itu mungkin saja terjadi tapi seharusnya ia masih bisa bertahan beberapa hari,” ucap Dokter.



“ Bagaimana dengan penyakitnya?? Apa mungkin dia meninggal karena Asma??” tanya Eve spontan.



“Biar ku periksa lagi data paru-parunya, jika menemukan sesuatu, aku akan segera memberitahu kalian,” ucap Dokter



“Baik Dok ... terima Kasih atas bantuanmu,” ucap Detective Harrys sambil mematikan Vidcall.



. . . . . . .


. . . . . . .


. . . . . . .



“hmmm, jadi menurutmu dia tidak meninggal karena dibunuh??” tanya Detective Harrys dengan alis yang mengerut.



“Yaaa … kurasa begitu ...” jawab Eve.



“Tapi bagaimana dengan korban lainnya? Paman Jim dan polisi itu?” lagi tanya Detective Harrys.



“Jika dilihat dari lukanya, itu adalah murni pembunuhan ... apa kau punya data interogasinya, Dec..??”


__ADS_1


“hmm, kita masih menunggu hasil Lab untuk uji DNA dan sidik jari di pisau itu,” jawab detective Harrys.



“Bagaimana dengan Motif, Dec? Apa sudah ada hasil penelusuran riwayat social kami??”



“Claire??” ucap detective Harrys mengisyaratkan meminta laporannya.



“Dean, tinggal dengan orang tuanya, dan tidak ada masalah serius di antara mereka. Terkait dengan tuan Jim dan nyonya Jean, keluarganya sempat memiliki konflik terkait warisan keluarga, tapi semua sudah selesai,” jelas Claire.



“Siapa yang menang atas konflik itu?” tanya Eve tertarik.



“Orang tua Dean mencabut gugatannya, terlebih saat mendengar berita Steve anak dari tuan Jim dan nyonya Jean meninggal.”



“Hmmm, jadi mereka mengalah untuknya ... menarik!” ucap Eve sambil memegang dagunya.



“Lalu ... apa yang terjadi dengan Steve?? Bagaimana ia bisa meninggal??” tanya Eve penasaran.



“Ia meninggal karena kecelakaan.” jawab Claire lugas.



“Hmmm ... jadi mereka mengalah untuk meringankan beban paman Jim dan keluarganya,” kata Eve berpendapat. 



Claire melihat ke arah Eve dan kembali melanjutkan laporannya.


“Namun karena Hal itu, keluarga Dean bangkrut dan terpaksa harus pindah ke desa untuk memulai hidup yang baru. Mereka melalui masa-masa yang sulit, namun dapat kembali pulih.”



“Hmmmm… jadi seperti itu ... bagaimana terkait hubungan Dean dengan Joe? Keluarga, latar belakang? Dan lainnya?”



“hmmm, tidak ada yang special, semuanya normal.”



Lalu kenapa Dean juga menjebak Joe? Bahkan mengurungnya bersama bibi Jean saat itu di perpustakaan? Apa karena Joe menjadi saksi saat itu? Saat di rumah itu? Atau Joe berada di situasi dan waktu yang tidak tepat saja? pikir Eve dalam hatinya.



“Lalu, bagaimana dengan hubungan Dean dan Eve?” tanya detective Harrys pada Claire.



“Mereka baik-baik saja dan saling membantu.” 



Eve tersenyum singkat.


“Ya setahuku, kami tidak pernah punya masalah apa-apa, Dec.” timpal Eve.



“Apa kau sudah menelusuri semuanya? Konflik dan hubungan kedua orang tuanya? Joe, maupun Eve??”



“Tidak ada konflik yang special Dec untuk hubungan keluarga Dean dengan Joe maupun dengan Eve. mereka baik- baik saja. Baik dari keluarga maupun sahabat-sahabatnya,” lanjut Claire.



Claire terdiam sejenak, lalu melanjutkan laporannya.


“Namun ... semenjak berteman dengan Eve, Dean menjadi penggila teka-teki, ia selalu mencarikan kasus untuk dipecahkan oleh Eve. Kami memeriksa semua informasi tentangnya, Dean sering mengumpulkan dan mencari kasus-kasus yang belum terpecahkan untuk di bawa kepada Eve. Termasuk kasus kita dulu Dec, bukankah Dean yang memohon untuk keterlibatan dia dan sahabatnya? dia bagaikan pintu untuk menghubungkan Eve dengan teka-teki dan berbagai kasus,” ucap Claire lanjut menjelaskan. “Dan Semua kasus yang di tangani oleh Eve datangnya dari Dean.” Tutup Claire.



“Hmmm … kau benar Claire! aku baru menyadarinya … dia … memang seperti terobsesi dengan semua kasus itu ... dan semuanya terpecahkan olehku.” jawab Eve dengan pandangan kosong.


Eve menarik napasnya dan melanjutkan kalimatnya.


“Dulu kami memulainya dengan hanya sering bermain game misteri. kemudian ia mulai mencarikan game yang semakin sulit saja ... semakin hari semakin sulit, bahkan ia sampai membawaku pada sebuah kasus pembunuhan yang sebenarnya ....” –Eve mengerutkan dahi- “dan pada akhirnya ... aku selalu dapat memecahkannya ... selalu seperti itu.” 



“Eve, apa mungkin semua ini karena Obsesinya???” tanya detective Harrys memberikan pendapat.



Eve menatap ke arah Detective Harrys, menunjukkan ketertarikannya. Melihat hal tersebut, detective Harrys melanjutkan perkataannya.


“Itulah mengapa sebabnya kau dan Joe tidak dibunuhnya ... berbeda dengan paman Jim dan bibi Jean, dan juga polisi itu ... apa dia sudah berpesan kepada 4 orang lainnya untuk tidak membunuh kalian? padahal gampang saja sebenarnya untuk membunuh kalian pada kondisi itu?” ucap Detective Harrys.



Eve terdiam. Mencoba menyerap dan memikirkan semua perkataan detective Harrys.



“Apa dia hanya ingin bermain-main dengan kalian karena obsesinya? Kali ini teka-teki ini tak akan bisa dipecahkan oleh Eve?? Karena dia yang terlibat langsung di dalamnya, ia sengaja membuat semua ini karena obsesinya padamu, dan melibatkan Joe sebagai teman masa kecil kalian? dan kebetulan saat itu Joe datang untuk berkunjung padanya??” lanjut Detective Harrys menganalisa motif utama Dean. “Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, sekalian dia juga dapat membalaskan dendam dan konflik paman Jim dan bibi Jean dengan kedua orang tuanya, atas masa-masa sulit yang terpaksa harus dijalani bersama kedua orang tuannya.” ucap Detective Harrys bersemangat.



“Itu Motif yang kuat pak..!” kata Claire.



“Ya ... kau benar Dec! kurasa itulah yang terjadi ...,” ucap Eve dengan sedih.



Eve meremas tangannya. 


“Aku tak menyangka semua ini terjadi .... Semua hanya gara-gara aku? seandainya saja aku dapat menahan diriku, dan tidak memecahkan salah 1 saja kasusnya, mungkin semua ini tidak akan terjadi.” ucap Eve sambil mengencangkan rahangnya.



“Tenanglah Eve ... ini bukan salahmu ... kita tak akan pernah bisa menebak kepribadian seseorang bahkan yang terdekat dengan kita sekalipun,” ucap Detective Harrys mencoba menenangkan Eve.



Mata Eve berkaca-kaca mendengar kesimpulan dari investigasinya dengan Detective Harrys. 


__ADS_1


“Aku akan segera memasukan laporan ini ... jika semua bukti dan datanya sudah terkumpul, kita akan memulai persidangannya Eve ... aku harap kau siap dengan ini!”



“Aku pun berharap aku siap Dec ...” ucap Eve sendu.


. . . . . . .


. . . . . . .


. . . . . . .


= = = = = = = = = = = = = = = =



Detective Harrys mengantarkan Eve pulang ke rumahnya. Di perjalanan, Eve terus memandang ke luar jendela sambil memikirkan tentang Dean.



Mengapa Dean?? Mengapa kau harus melakukan semua ini?



Kau seharusnya tidak perlu melakukan semua ini padaku … aku tidak membutuhkan teka-teki! Aku hanya membutuhkan sahabat! Semua telah berubah Dean ... dulu teka-teki adalah jalanku untuk selalu bisa merasa dekat dengan ibu ... dulu aku merasa bagaikan ibu ada di sampingku saat aku bergelut untuk memecahkan semua teka-teki itu ... ibu adalah bagian yang hilang dalam hatiku! the missing Piece, dan aku mengisinya dengan teka-teki. Tapi dengan kehadiranmu ... kau sudah menggantikan missing piece itu Dean … seharusnya kau tidak perlu melakukan semua ini!!”



Kenapa kau harus melakukan semua ini??



kau malah hanya tersenyum padaku seperti itu??



Apa maksud senyumanmu itu??



Apa kau bangga akhirnya kau bisa membuat misteri segila ini?



apa kau kehilangan akal sehatmu Dean?



Aku berharap, aku bisa memutar waktu dan menahan diriku untuk tidak memecahkan semua teka-teki dari mu. Dan hal ini tidak akan terjadi karena aku dapat menghentikan obsesi gilamu terhadapku dan teka-teki!



Dan kau pikir, aku tidak akan pernah mencurigaimu? Begitu? Dan semua ini tidak akan terpecahkan dan kau menang?



lalu memangnya apa yang kau dapatkan dari semua ini? Apa kau merasa puas dengan semua ini?



Seharusnya aku dapat lebih mengenal dan memahamimu Dean … semua salahku karena kurang peka terhadapmu. Aku egois dan hanya memikirkan diriku sendiri ... aku egois membuat dirimu untuk tetap di sampingku, tanpa mengetahui semua masalah hidupmu, dan apa yang kau alami. Aku terlalu sibuk dengan diriku dan kehadiranmu membuatku nyaman tanpa mengenal dirimu dengan lebih baik. Semuanya hanya tentang aku dan aku .... Maafkan aku Dean ....” 



Tak terasa air mata Eve menetes jatuh ke tangan yang ada di pangkuannya. Tatapan Eve terlihat kosong dan hampa.



Menyadari hal itu, Detective Harrys segera menatap Eve.


“Eve?? Apa kau tidak apa-apa?” 



Eve segera menyeka air matanya. “Aahh ... aku tidak apa-apa Dec,” ucap Eve sambil tersenyum.



“Kau harus kuat untuk semua ini, Eve.”



Eve mengangguk seraya menguatkan dirinya.



. . . . . . .


= = = = = = = = = = = = = = =


. . . . . . .


Sesampainya di rumah, Eve segera membaringkan tubuhnya di kasur. Eve menutup matanya perlahan, badannya terasa letih karena pikirannya yang lelah menerima semua informasi tadi. Terlebih kesimpulan yang sangat menyakiti hatinya.



“Ayooo, Eve berpikirrr … berpikirrr ... berpikirrrr.” Eve memejamkan matanya dan mencoba berpikir keras.



Dalam keheningan kamarnya. Pikirannya terbuka dan mulai melakukan Flash Back atas semua kejadian yang terjadi hari itu. Mulai dari masa kecil mereka, sampai hari di mana Dean datang ke rumahnya terakhir kali sebelum menghilang. Semua kejadian yang dialaminya di kota itu. Informasi yang diterimanya dan bukti-bukti forensic yang ada. 



Semua kejadian itu bagaikan gambar-gambar Slide di otaknya, berputar begitu cepat. Eve menyusunya dengan teliti. Mengamati dan menjaga agar tidak ada satu pun petunjuk yang terlewat. Mencari semua bukti untuk dapat menguatkan kesimpulan akhirnya dengan Detective Harrys.



zet.. zet.. zet.. zet.. zet.. zet.. zet…



TIBA-TIBAAAAAAAAAA……


MATA EVE TERBUKA LEBAR! EKSPRESINYA KAGET KARENA MENYADARI SESUATU! WAJAH EVE SEAKAN MENEMUKAN SUATU PETUNJUK BESAR YANG DAPAT MENJAWAB SEMUA MISTERI, PERTANYAAN DAN KECURIGAANYA TERHADAP DEAN!!!!!!! 




= = = = = = = = = = = = = = = = = = 



TO BE CONTINUED > > > > > > > 


*Apa ya petunjuknyaaa????



STAY TUNED ON “THE PUZZLE GIRL”


= = = = = = = = = = = = = = = = = =

__ADS_1



__ADS_2