THE PUZZLE GIRL

THE PUZZLE GIRL
BLIND


__ADS_3

= = = = = = = = = = = = = = = = = =


BLIND


= = = = = = = = = = = = = = = = = =




“Arrrggghhhhh berisikkkk…tutup mulutnya!!!” ucap seorang yang berada disitu.



“Eeveeee kaukah itu???”


Eve mencoba mengenali suaranya..



“Joee!! Kau kah itu?? Joe?? Oh aku berharap kau tidak di sini..” ucap Eve sambil meraung sedih.



Zeeettttttt, penutup kepala Eve di tarik,



Eve menyipitkan matanya, pandangannya menjadi benar-benar buram karena ditutup saat di jalan, dan juga karena luka di bagian matanya yang membengkak, Eve hanya bisa melihat secara samar,



Eve mencoba memfokuskan kembali matanya. Mencoba memandang pria yang ada di hadapannya dengan tubuh yang masih tersungkur.



Terlihat sekilas wajah Joe yang babak belur, hidungnya berdarah cukup parah.



Tiba-tiba dari arah belakang, seorang pria menggulung kain hitam dan mengikat kain tersebut ke mulut Eve, Eve tidak dapat berbicara lagi. Mulutnya terbuka karena ikatan tebal tersebut, ujung bibirnya tertarik ke belakang. Eve hanya bisa menggigit kain tersebut, benar-benar tak dapat berbicara.



“eeerrhhhhh… ehhrrrrr…. “ teriak Eve tidak jelas.



“Hei tutup kembali wajahnya!” ucap salah satu di antara mereka.



Mereka pun menutup kepala Eve dengan kain penutup yang dikenakannya tadi, mereka mengangkat lengan Eve secara kasar dan membenarkan posisinya, mereka menyeret Eve sampai tersandar di dinding, dan membuatnya kembali dalam posisi duduk.


.


.


.


“Hei… di mana bos?? Apa kita sudah bisa membunuh mereka sekarang..?” Ucap seorang di antara mereka.



“Entahlah, aku tak bisa menghubunginya sejak tadi… dia menghilang sejak terakhir bersama mereka berdua, dan si pria brengsek ini sedang memegang senjata, sepertinya terjadi sedikit konflik di antara mereka! Hahaha...”


.


.


Eve benar-benar Shock mendengar percakapan mereka, hatinya seakan tidak ingin percaya dan menolak apa yang di dengarnya.



Dean.. benarkah Dean yang melakukan semua ini?? Tapi kenapa??? Kenapa harus kamu Dean? ucap Eve sedih dalam hatinya.



Seketika terdengar teriakan dari samping Eve, suara Joe


“JADI BENAR DEAN YANG ADA DI BALIK SEMUA INI?????? KATAKAN PADAKU KALIAN ORANG-ORANG PSCHYCO!!!!!”



“DIAM KAU!!!!!”



BUUUKKKKKKK!!!!!!!


Terdengar suara pukulan... Suara Joe tiba-tiba berhenti, namun di ganti dengan suara meringis.



BUUUKKK!!! 


Sekali lagi terdengar seperti suara tendangan ke arah Joe. 


Eve tak dapat melihat apa yang terjadi, namun telinganya masih mendengar dengan jelas. 



“Arrrrgghhhh...” Rintih Joe terdengar begitu menyayat hati.



Hati Eve terasa seperti di sobek-sobek, 



“eerrggghhhhh... eeenngggg.... ngggg....” teriak Eve dengan mulutnya yg terikat.



Eve maraung, menangis, dan terus berusaha mengatakan ‘berhenti’ walau perkataannya tidak jelas 


Dan mereka sama sekali tidak memedulikan erangan Eve.



Bunyi suara pukulan semakin terdengar intens.



BUK BUK BUUUK!!!


__ADS_1


“AAARGGGGGGHHHHH” kembali terdengar suara teriakan Joe yang kesakitan



BUK BAK BUK BUK...



BUK BUK BUK BUK… 



“HAHAHAHAHAHA “ terdengar suara tawa dari orang-orang itu, seakan senang mempermainkan tubuh Joe.



“EERGGGGHHHHHHH…!!!!! EEERRGGGHHHH!!! EEEHHHH… HIIIIKKKSSSS HIIIKKKSSSS HIIIKKKSSS!!!”


Kembali suara Eve meraung seakan mengatakan ‘Jangan sakiti dia… ku mohon jangan sakiti dia..!’




Tidak ada yang peduli, Eve tak bisa melakukan apapun, pandangannya gelap, tangan dan kakinya terikat, ia tak bisa membayangkan bagaimana kondisi Joe saat ini.



Aksi itu terus berlanjut, suara tangisan dan teriakan Eve seakan menyatu bersama suara rintihan kesakitan Joe.. Kegaduhan itu melebur bersama suara pukulan yang bertubi-tubi dan tawa jahat serta suara ancang-ancang saat mengerahkan tenaga untuk memukul dari orang-orang jahat itu. 



“he! Hia! He!”


“Rasakan ini bocah keparat!”


“He! Hia! Hahahaha”



BUK.. BUK… BUK… BUKKKK……


BUKKK…. BUKKK…


BUK..


BUK..



Tiba-tiba suara erangan teriakan Joe sudah tidak terdengar lagi.



“Heiii cukup!! Dia sudah pingsan! Atau mungkin sudah mati” ucap seorang di antara mereka.



“Cuuuuhhh!!!” Terdengar suara orang tersebut meludah.



“Heh! Tangan dan kakiku sampai pegal...” keluh orang tersebut.



“Ok.. Sekarang giliran wanita brengsek ini,, aku tak sabar ingin membalasnya!!!!” ucap seorang di antara mereka, sepertinya dia orang yang Eve lukai dengan pecahan beling.




Eve benar-benar mulai sangat tegang, menunggu moment ini. Ditambah lagi ia tak dapat melihat apa-apa. Semuanya gelap karena matanya yang ditutup kain hitam.



Heh heh heh heh… Napas Eve mulai cepat dan terdengar kencang seiring dengan rasa takut yang mendalam.. Eve mengejangkan tubuhnya seperti bersiap menerima pukulan dan..



“Eerrrrgggggggghhhhhh!!!!!!” teriak Eve dengan mulutnya yang terikat. 



Salah seorang di situ menusukkan pisau menembus ke salah satu tangannya yang diikat di bagian belakang pinggangnya.



“Sekarang kau rasakan ini wanita gila!!! Hahahahahaha!!!” pria itu tertawa puas seakan puas membalas dendamnya pada Eve.



Ia kemudian menggerakkan pisau itu dengan gerakan melingkar, pisau itu benar-benar mengoyak permukaan daging tangan Eve.



“Eeeerrrrgggghhhhhhhhh!!!!!”” rintihan teriakan Eve sambil menggigit kain yang diikatkan di mulutnya saking tak kuat menahan rasa sakit yang teramat sangat. Bau amis darah mulai tercium, Eve merasakan tangannya basah oleh darahnya sendiri.



Pria itu perlahan mendekatkan wajahnya dan berbisik ke telinga Eve,


“Sssshhhh.... Sssshhhhh.... Sekarang belum saatnya aku membunuhmu... Namun Ingatlah!!!! saat aku kembali lagi ke sini, maka aku akan benar-benar membunuhmu…! Sebaiknya kamu menyiapkan kata-kata terakhir! Wanita Brengsek!”



Napas Eve terasa sesak mendengar ancaman orang tersebut, jantungnya memburu, Eve benar-benar ketakutan. Air mata seakan sudah kering untuknya, tubuhnya mulai menggigil dan gemetaran. 



. . . 


. . . 


. . . 



“Hei ayo kita pergi..!!! Kita masih harus mencari Wolve! Dia belum kembali sejak tadi...” ucap salah seorang dari mereka.



Terdengar bunyi langkah-langkah orang tersebut menjauh..



Nggiiieeekkkkk.. Bruuukkkk.. Terdengar bunyi pintu yang ditutup.

__ADS_1



Kondisi Eve mulai sangat lemah, suhu tubuhnya mulai memanas demam. Kepalanya terasa sangat sakit dan nyut-nyutan di sekitar benturan, luka di leher dan tangannya terasa sangat perih. 


Namun semua kesakitan itu tertutup dengan luka di hatinya. Hati Eve benar-benar hancur saat mengetahui bahwa satu-satunya sahabat yang paling disayanginya ternyata adalah dalang di balik semua ini.



Eve menekuk lututnya kemudian menyandarkan kepalanya, kondisinya benar-benar sangat lemah, Eve kehilangan cukup banyak darah akibat luka-luka di tubuhnya. 



Eve bahkan tak bisa berpikir dengan jelas, Eve seakan sudah pasrah dengan apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi ke depannya.



Ia hanya bisa menarik napas panjang dan menanti nasibnya.



Suasana terasa begitu hening.. sepi.. dan gelap... 



. . .



. . .


. . .



. . .



Hanya terdengar suara napasnya sendiri.



. . .


. . .


. . .


Tubuh Eve benar-benar sangat lemah. Eve terdiam dengan kepala yang menunduk, menyatu dengan keheningan di tempat itu, dan juga kegelapan yang meliputinya.


. . .


. . .


. . .



Beberapa saat kemudian, 


Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki mendekat ke arah pintu..



Eve terbangun..



Ia Mencoba tenang, Eve menahan napasnya sesekali, mencoba fokus untuk mendengar apa yang terjadi di luar.



Apakah mereka sudah kembali dan akan datang membunuhku sekarang?


Heh... Apa aku harus mati di sini dan di tempat seperti ini?


Ucap Eve dalam hati sambil meratapi nasibnya.



Hal terakhir yang bisa ia lakukan hanyalah meninggalkan petunjuk kepada polisi yang mungkin akan menemukan jasadnya kelak, pikirnya pasti akan ada yang menyelidiki kasus ini.



Eve pun mencoba menulis di lantai menggunakan jarinya, dengan tangan yang terikat di belakang.



Dengan sisa-sisa tetesan darah di tangan dan di ujung jarinya.. ia berharap dapat menulis sesuatu.




Eve pun menyapukan jarinya ke lantai, dengan darah sebagai tintanya, mencoba menuliskan nama “DEAN” di sana.



Namun baru saja ia memulai,



“BAAAAAANNNNGGGGGGG!!!!!” 



Tiba-tiba terdengar bunyi suara ledakkan yang berasal dari luar pintu..


. . .




. . .



. . .



= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


TO BE CONTINUED > > > > > > > > > > > > >


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

__ADS_1


STAY TUNED ON “THE PUZZLE GIRL”


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


__ADS_2