
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
THE POLICE 🚔
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
.
.
.
Eve berlari sekuat tenaga mendekati bunyi mobil tersebut.
Menatap dengan penuh harapan..
Berlari dengan segenap kemampuan yang dimilikinya..
Ia mulai tersenyum saat menyadari mobil tersebut adalah mobil polisi.

Namun posisi Eve masih cukup jauh,
Ia berhenti untuk mengambil napas sejenak, memelankan langkahnya
Dan kembali berlari dengan cepat..
Tiba- tiba...
“Buuuuuukkkkkkkkkkk!!!!!!!!” tanpa sadar Eve menyambar seseorang yang datang tiba-tiba datang dari arah kiri. Pria itu langsung memegang lengan Eve
Perlahan Eve mengangkat wajahnya, melihat ke arah orang tersebut. Ia menggunakan seragam kepolisian.
“Nona... Apa kamu baik-baik saja?? Nona??” ucap orang itu pada Eve.
Tttssssttt.. tsssttt.. bunyi HT di pinggang orang tersebut,
Orang itu kemudian mengambil HT dari ikat pinggangnya, mengangkat ke mulutnya, sambil sebelah tangannya tetap memegang lengan Eve.
“Kepada Markas, ganti! Aku butuh bantuan di sini…! xxxx… xxxx “ Ucap pria itu seraya melaporkan kejadian dengan sandi khusus kepolisian.
Eve tersenyum melihatnya,
“Tolong aku...” Ucap Eve sambil menatap wajah pria itu dengan mata sayunya.
Masih terlihat lampu kelap kelip dari mobil polisi tidak bergerak dan tetap pada jaraknya yang semula, sepertinya polisi itu datang sendiri.
“Nona... Apa kamu baik-baik saja?” Kembali tanya polisi tersebut kepada Eve.
“Apa yang terjadi padamu? Kau sepertinya terluka?” Lanjutnya..
Ia kembali berbicara melalui HT nya untuk meminta bantuan.
“Tenanglah, ayo ikut denganku..” ujar polisi tersebut.
Eve mengangguk lemah...
Tiba-tiba…
__ADS_1
Zeeetttttttttttttt…..
Seorang pria bertopeng datang mengendap dari arah belakang lalu menggorok leher polisi itu dengan pisau kecil. Saat leher polisi tersebut sobek, pria bertopeng itu mengangkat tangannya lalu menusuk-nusukkan pisaunya itu dari arah belakang ke pinggang polisi tersebut.
Darah segar menyembur, dari leher dan mulutnya.
Oookccckkhhhhhh…. Okkccckhhhh… Polisi itu memegang lehernya, mulutnya terus mengeluarkan darah segar. Eve terdiam keluh, mulutnya terbuka akibat shock.
“Tidaaaakkkkkk!!!!!!” teriak Eve sambil menangis dengan suara parau.
Polisi tersebut terjatuh dengan lutut lebih dulu menyentuh jalanan.
Melihat orang bertopeng itu,
Eve segera berlari sekuat tenaga menjauhi orang tersebut.
Tujuan Eve hanya satu, ia berusaha mencapai mobil polisi itu terlebih dahulu, daripada si pria bertopeng.
Tap...Tap...Tap...
Eve beberapa kali terjatuh dan kembali berdiri untuk mencapai lampu merah-biru itu.
Sementara si pria bertopeng dengan cepat mengejarnya..
Jarak cahaya lampu mobil polisi itu terlihat semakin dekat, namun tiba-tiba bunyi sirine terhenti dan lampunya tiba-tiba padam.
Sepertinya salah satu dari mereka telah mengambil alih mobil tersebut.
“Ooohhhh.. NO” ucap Eve kesal sambil menggelengkan kepalanya.
“Please No....” Ucap Eve dengan gigi yang gemerutuk.
Tiba-tiba Rambut Eve, ditarik seseorang dari belakang..
“Arrrggggghhhhh….” Kepala Eve terangkat ke atas, sebuah benda pipih dan dingin terasa menyentuh leher Eve.
Orang itu menyenderkan pisaunya ke leher Eve, lalu berbisik ke telinganya dengan penuh ancaman.
“Hallo, gadis manis... Kali ini kami akan berurusan denganmu secara perlahan-lahan…”
“Dan ini akibatnya jika kau berani melawan dan kabur dari kami!
“kamu akan menderita seperti teman sialanmu itu!” ujar pria bertopeng dengan marah.
“Sekarang jalan!!!” perintah sang pria bertopeng agar Eve melangkah, sambil tetap menodongkan pisau di leher Eve.
Leher Eve terasa perih karena gesekan pisau itu, bagian tajamnya sedikit melukai kulit leher Eve. Leher Evepun berdarah, bahkan sampai membasahi kerah bajunya.
Apa yang harus aku lakukan sekarang… apaaaa??? ucap Eve berpikir dalam hatinya sambil terus berjalan mengikuti dorongan orang yang menyanderanya.
Eve di bawa ke sebuah bangunan kosong yang lain.
Tempat itu tampak seperti bangunan-bangunan lain di kota itu, kosong dan tidak terawat.
Namun bagian dalamnya cukup bersih seperti habis di tinggali..
“Masuuukkkk!!!!” Pria itu mendorong Eve masuk ke sebuah ruangan.
__ADS_1
Hanya ada 2 orang di sana, yang satunya adalah pria bertopeng dengan luka sobek di tangannya, Eve kemudian tersadar bahwa pria itulah yang di lukainya dan bergelut dengannya di gedung apartemen. Ia nampak sementara melilitkan perban pada luka di lengan dan telapaknya, pria yang satunya lagi adalah Pria yang menodong Eve dengan pisau.
“Kau membawanya ke sini tanpa menutup matanya?? Bagaimana kalau wanita sialan ini kabur lagi??!!” ujar Pria bertopeng yang tangannya terluka.
“Sudahlah! Aku PANIK! Kau tahu aku baru saja membunuh seorang polisi! Kenapa kita tidak segera menghabisinya dan semua selesai!!
“Kau tahu? Kita sudah terlalu jauh dan terlibat banyak masalah.. Setidaknya kita harus harus segera menyelesaikannya di sini..!!!” ucap Pria yang menodong Eve.
“Apa kau bodoh…? Heuh? kita tidak diizinkan untuk membunuhnya sekarang.. kau ingat?? Tenanglah... Akan tiba saatnya kita benar-benar akan habisi dia” ucap pria dengan luka di tangan.
“Aaaaarrggghhh!!!!!! Masa Bodoh!!! Biar ku habisi saja dia di sini secara perlahan!!!!” ucap pria yang menodong Eve dengan emosi.
Mendengar semua percakapan tersebut.. Eve menjadi semakin takut.. ia bingung.. tapi Eve tetap menyerap semua informasi yang bisa didapatkan dari percakapan tersebut.
“Aaa.. apa mau kalian??? Kenapa kalian lakukan ini pada kami??” ucap Eve dengan suara yang pelan dan gemetar..
“heh!!!! DIAM KAU WANITA GILA!!!! Tutup matanya, sekarang!” ucap pria yang terluka.
Si pria bertopeng menutup wajah Eve dengan sebuah kain hitam, ia memasukan kain itu ke kepala Eve, panjang kain hitam itu sampai ke leher Eve.
Seketika Eve tidak dapat melihat apapun. Bahunya tiba-tiba di dorong kasar dari belakang.
“JALAN!!!!”
Deg Deg Deg Deg Deg Deg Deg Deg Deg..
Debaran jantung Eve terdengar begitu kencang.
Ia seakan pasrah dengan apa yang akan terjadi.
Eve tak dapat berbuat apa-apa lagi, terlebih dia hanya seorang wanita sementara dua pria itu terlalu kuat untuk di lawan, apalagi kondisi Eve yang benar-benar semakin lemah. Seluruh tubuhnya terasa sakit. Luka-luka di kepala dan lehernya terasa perih.
Eve terus mengikut perintah pria tersebut.
Mereka akhirnya berhenti berjalan, Pria itu mengikat tangan di belakang, talinya mencengkram pergelangan tangan Eve dengan kencang, rasanya sakit.
Kembali mereka menyatukan kaki Eve lalu mengikatnya juga dengan tali.
Eve semakin tidak bisa berjalan.
“Masuk!! Kau gadis sialan!!!” mereka mendorong tubuh Eve dengan begitu kasar sampai jatuh tersungkur ke lantai, dagu Eve menghantam lantai cukup keras. Eve kembali meringis kesakitan.
Ia tak dapat melihat apapun.
.
.
“LEPASKAN AKU!!!!” Eve hanya bisa menggeliat karena tangan dan kakinya diikat.
.
.
“Arrrggghhhhh BERISIK! Tutup mulutnya!!!” perintah salah satu pria tadi.
.
.
“E..Eveeee kaukah itu???” terdengar suara seorang pria yang memanggilnya dengan nada suara yang lemah.
Eve segera mengenali suaranya..
Suara seorang pria yang sangat dikenalinya..
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
TO BE CONTINUED > > > > > > > > > > > > >
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
STAY TUNED ON “THE PUZZLE GIRL”
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
__ADS_1