THE PUZZLE GIRL

THE PUZZLE GIRL
a Meaningful Smile


__ADS_3


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


A Meaningful Smile


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


. . .


. . .



Eve dan Detective Harrys segera pergi ke kantor polisi tempat mereka membawa Dean untuk di tahan.



= = = Di dalam mobil = = =



“Eve tenanglah ...” Ucap Detective yang khawatir melihat Eve terus menggerak-gerakkan lututnya baik turun, napasnya memburu. Raut wajah Eve tampak sangat tidak tenang.



“Aku benar-benar bingung Detektif Harry, kau juga mengenal Dean ... apa tujuannya melakukan semua ini? Huuft! pasti ada yang terlewatkan olehku dan aku tidak menyadarinya … tapi apa itu …? apa?”



“kita akan segera mengetahuinya Eve ... tenanglah ...,” lagi ucap Detective Harrys mencoba untuk menenangkan Eve..



= = = = = = = = = = = = = = = =


Sesampainya di kantor Polisi:



Eve segera membuka pintu mobil dan bergegas keluar, Detective Harrys segera menyusulnya. Mereka berlari bersama ke dalam kantor polisi.



“Di mana Dean?” tanya Detective Harrys kepada rekannya.



“belum tiba, Dec..”



“Kita menunggu sebentar Eve ...” ujar Detective Harrys.



Mereka pun duduk sejenak di bangku kantor tersebut. Menunggu kedatangan Dean dengan yang hati gelisah.



Tak berselang lama, tiba - tiba terdengar bunyi suara keributan dari luar pintu, Eve segera berdiri dan keluar bersama Detective Harrys, terlihat orang-orang tengah berkerumun menyaksikan sesuatu.




“APA YANG KAU LAKUKAN PADA ANAKKU??? DARAR K*PARAT!!!“



Eve dan detective Harrys menelusup di antara kerumunan. Mencoba melihat sumber keributan.



Mereka tengah melihat dr. Mike sedang mencengkram kerah baju milik Dean, ia meremasnya erat, menarik wajahnya mendekat lalu meneriakinya.


Dean hanya terdiam menatap dr. Mike.



Dan ...



BUUUKKKKKKKK!!!!! Sebuah pukulan panas mendarat di wajah Dean.



Tubuh Dean terjatuh ke lantai. Namun dr. Mike kembali menarik kerah baju Dean..



“KENAPA KAU LAKUKAN INI DEAN!!! KATAKAN PADAKU KENAPA?” teriak dr. Mike dengan mata yang berkaca-kaca. Ia menatap Dean dengan geram dan sakit hati.



Melihat hal itu ... Eve segera berlari ke arah ayahnya, terlihat sekumpulan polisi datang dan berusaha memisahkan mereka.



“permisi.. permisi..” ucap Eve menyerobot beberapa orang di situ.



“Ayah CUKUUPPP!!! Kau sudah berjanji padaku ingat???” ucap Eve dengan lantang kepada dr. Mike.



Dr. Mike terhenti dengan mata yang masih menatap dengan geram.



“Aku bersumpah kau akan menerima semua hukumannya!!! kau harus membayar semua yang kau lakukan Dean!” lagi ancam dr. Mike lalu melepaskan kerah baju Dean dengan kesal.



Dean menatap ke arah Eve. Sedari tadi Eve pun tidak pernah melepaskan pandangannya dari Dean. Dahi Eve mengernyit, isyarat mengandung berjuta tanya yang belum terjawab.



Mereka hanya saling menatap sebentar, dan belum sempat Eve berkata apa-apa, polisi menarik lengan Dean, mendorongnya sedikit bahu dan membawanya masuk.



Kedua tangan Dean diborgol karena status tersangka yang ditetapkan padanya.



Ia berjalan melewati Eve, dengan jarak beberapa hanya beberapa meter dari wajah Eve.


Tiba-tiba Dean menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke belakang, menatap Eve dengan singkat lalu ‘tersenyum penuh dengan makna’.



Eve terkejut melihat senyuman Dean. Setelah apa yang terjadi. Dean hanya diam dan tersenyum?



Polisi kembali menarik lengan Dean, ia resmi telah pergi tanpa meninggalkan sepatah kata pun.



Eve membuka mulut dan membuang napasnya dengan tatapan nanar. Ia hanya diam terpaku menyaksikan punggung Dean yang semakin menjauh.



Begitu Dean masuk ke dalam ruangan. Eve berpaling dan berjalan mendekati dr. Mike, Eve segera memegang ke dua lengan ayahnya.



“Ayah? Ayah tidak apa-apa??” ucap Eve lembut, dengan alis menyatu ketengah.



“Iya Eve ... ayah tidak apa-apa ...” – dr. Mike mengangguk sambil menepuk salah satu punggung tangan Eve yang memegang lengannya – “Maaf ayah segera mengikutimu kemari, melihat kau bergegas pergi tanpa memberitahu ayah, ayah merasa ada yang tidak beres, ayah memutuskan untuk segera menyusulmu kemari ... dan saat ayah tiba, mobil yang memuat k*parat itu tiba. Ayah tidak tahan dan segera menyerangnya saat turun dari mobil. Maafkan ayah Eve ... Maafkan ayah yang tidak bisa menahan emosi,” jelas dr. Mike dengan menyesal.

__ADS_1



“Tidak apa-apa yah ... ayah sebaiknya pulang dan beristirahat ... aku masih harus di sini untuk mengumpulkan semua informasi yang bisa ku dapatkan dari Dean. Ayah tak perlu khawatir. Lihat? Aku baik-baik saja sekarang,” ucap Eve seraya mencoba menenangkan dr. Mike.



Eve memeluk ayahnya dan berkata dalam hati.



aku tahu yah … aku tahu dengan jelas ... dibalik amarahmu yang besar ... pasti ada kekecewaan yang luar biasa terhadap Dean ... Sama seperti ku yah ... Dean adalah orang yang kita percayai selama ini ... namun mungkin kita telah melewatkan sesuatu yang membuatnya seperti ini. Dan sampai sekarang aku belum mengetahuinya ...



Eve menutup matanya dan mengeratkan pelukannya.



Setelah keadaan mulai tenang. Dr. Mike melepaskan pelukan Eve dan membelai pipinya.



“Kalau begitu behati-hatilah nak, dan jangan lupa minum obatmu..” ucap dr. Mike sambil mengambil sekantong kecil obat dari dalam kantongnya.



“Ingat ... ayah akan menjemputmu begitu kau selesai, ok?”



dr. Mike memegang pipi Eve dan memandangnya dengan tatapan nanar.



Mendengar perkataan dr. Mike, Eve menggeleng dan melapisi punggung tangan dr. Mike yang ada di pipinya.



“Tidak ayah ... tidak usah menjemutku ... aku akan pulang dengan Detective Harrys. Sebaiknya ayah kembalilah, mengurus semua administrasiku di rumah sakit dan pulang untuk beristirahat. Aku akan segera kembali ayah, lagi pula aku sudah lebih sehat dan ingin pulang besok.”



“Ok ...” – dr. Mike mengangguk – “berhati-hatilah, ayah akan menunggumu di rumah sakit…”



Eve mengangguk sambil tersenyum. dr. Mike pun menarik tangannya dari pipi Eve dengan lembut lalu beranjak pergi.



Eve menghela napas panjang dan memberanikan diri untuk melangkah masuk.




= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =



“Maaf, kami belum bisa mempertemukan kalian Eve, Kami khawatir kejadian akan terulang, lagi pula ... saat ini statusmu adalah korban dan Dean adalah tersangka. Jadi kau harus menunggu sampai kami memanggilmu sebagai saksi. Jangan khawatir, aku yang akan menjadi mediasimu. Kau bisa menitipkan pertanyaan apapun padaku.” ucap Detective Harrys menjelaskan.



Mendengar penjelasan detective Harrys, Eve mengerutkan dahinya dan menatap tajam tidak terima. Detective Harrys pun mencoba untuk meyakinkannya kembali.



“Sebaiknya kau kembali dan temani ayahmu dulu Eve. Bukannya besok ia akan pulang? biar aku mengantarkanmu kembali, Eve,” tawar detective Harrys.



Eve membuang napas dan mencoba memahami situasi yang terjadi.


Ia akhirnya tenang dan meminta hal yang lain.



“Dec ... Jika aku belum bisa menemui Dean, apakah aku bisa kembali ke TKP?” pinta Eve mengacuhkan pertanyaan yang dilemparkan Detective Harrys.




Eve mengangguk sebagai bentuk konfirmasi, ia setuju dengan Detective Harrys.



Eve pun kembali ke rumah sakit. Ia masuk ke kamar inapnya dan terlihat dr. Mike telah selesai mengemas pakaiannya dan bersiap untuk pulang.



Mereka pun mengurus administrasi untuk keluar rumah sakit dan mengambil beberapa obat rawat jalan yang diperlukan untuk penyembuhan luka-luka di tubuh Eve.



Setelah semua selesai, Eve dan ayahnya pulang ke rumah, tempat Eve tinggal.




= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =



“Hmmm … Home Sweet Home …” ucap dr. Mike begitu memasuki rumah yang di tinggalkannya untuk Eve.



“Hmm ... sudah lama juga ayah tidak ke rumah ini, kau sepertinya mengurusnya dengan baik, Eve,” lanjutnya.



“iya yah ... Oya, besok jam berapa ayah pulang?” tanya Eve.



“Ayah akan memesan penerbangan pagi. dr. Joan telah berulang kali menelepon ayah, mereka sepertinya sangat sibuk dan kewalahan dengan jumlah tenaga medis yang terbatas. Cuaca di sana lagi tidak mengenakan, banyak yang sakit dan ayah harus membantu mengurusinya,” jawab dr. Mike.



“Hmmm ... ok yah ... Kalau begitu ayo kita beristirahat ... hari esok pasti akan lebih baik kan?”



Mendengar ucapan Eve, dr. Mike segera menatapnya dan membelai rambut di belakang kepala Eve.



“Tomorrow will be better ...”




= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =



Keesokan harinya, dr. Mike berangkat untuk pulang kembali ke Desa tempat tinggal Eve dan Dean kecil.



Mereka saling mengucapkan salam perpisahan di depan pintu, ‘hati-hatilah, dan jaga diri’ menjadi kata-kata yang menghiasi percakapan singkat mereka sebelum berpisah.



“Ingat jangan lupa untuk selalu hubungi ayah. Ayah juga akan selalu menghubungimu dan Detective Harrys. Still keep in touch. Ok?”



“Baik yah ... aku pasti akan menghubungimu. Kini tinggal ayah satu-satunya keluargaku setelah apa yang Dean lakukan.“


__ADS_1


“Ayah yakin kamu bisa menyelesaikan ini Eve.”



“terima Kasih yah ...”



Mereka pun berpisah dan di akhiri dengan sebuah pelukan yang hangat.


. . .


. . .


. . .



Tak Berapa lama menunggu, saat Eve menyelesaikan sarapan pagi dan dan meminum obatnya, Detective Harrys datang untuk menjemputnya.



“ayo, apa kau sudah siap, Eve?”



“Ya! aku sudah Siap Dec.” Jawab Eve yakin.


Eve pun keluar dan naik mobil bersama Detective Harrys,



= = = Di dalam mobil = = =



“Eve ... kita mampir ke kantorku sejenak, aku mendapatkan laporan dari Claire bahwa beberapa data Forensik sudah ada. Aku rasa kau juga akan perlu memeriksanya sebelum kita kembali ke TKP?”



“Hmmm ... baiklah ...” ucap Eve sambil mengangguk.



. . . . . .


. . . . . .


. . . . . .



Sesampainya di kantor Detective Harrys, Claire menyerahkan seberkas dokumen dengan pembatas-pembatas dan catatan-catatan kecil pada sampingnya.



Eve menerimanya dengan senyuman dan mulai memeriksa berkas tersebut.



Di situ terdapat foto-foto korban di TKP dan beberapa foto barang bukti.



. . . . . .


. . . . . .


. . . . . .



Eve mulai bermonolog dengan hasil analisanya, wajahnya tampak serius melihat setiap lembar berkas-berkas tersebut.



“hmmm, jadi bibi Jean, memiliki riwayat asma? dan di tubuh bibi Jean ... terdapat luka tembakan ...”



“Di berkas ini tertulis juga bahwa bibi Jean menderita asma sebelumnya.”



“apa kalian melakukan pemeriksaan organ dalam dan rontgen?” tanya Eve dengan mata yang masi tertuju pada berkas-berkas di tangannya.



“Kemungkinan besar Jean meninggal karena luka tembakan di dadanya, berkas pemeriksaannya ada di situ Eve …” ucap Detective Harrys sambil menunjukkan berkas yang dimaksud.



. . . . . .


. . . . . .


. . . . . .



Tiba –tiba...


Mata Eve menangkap sesuatu, ia memandang dengan serius foto Rontgen dan hasil pemeriksaan jasad bibi Jean.



Raut wajahnya seketika berubah.



Detective Harrys yang melihat perubahan pada raut wajah Eve segera memicingkan matanya serius dan bertanya dengan penasaran.



“Eve? Apa kau menemukan sesuatu yang janggal?”



. . . . . .


. . . . . .


. . . . . .



= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


TO BE CONTINUED > > > > > > > > > >


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =



= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


*Kira-kira apa yang ditemukan Eve?


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =



= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


STAY TUNED ON “THE PUZZLE GIRL”


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =



= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


Keep in Touch


IG : @Puzzle_Girl_Novel

__ADS_1


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


__ADS_2