The Sandwich Generation

The Sandwich Generation
PoV Alin


__ADS_3

Nama ku alin aku anak ke 5 dari 7 bersaudara di bawah ku ada dua adik ku yang masih duduk di bangku sekolah dasar sedang kan aku sudah duduk di kelas 9 alias kelas 3 smp.


Aku terlahir di tengah tengah keluarga yang pas pasan meski tidak bisa di bilang kekurangan ayah ku hanyalah seorang tukang jahit yang membuka vermak di rumah dan terkadang menerima borongan dari konveksi yang kekurangan tenaga saat mereka di kejar target.


Di keluarga ini hanya lah kak Lisa yang bisa diandalkan , sedangkan kakak dan abangku yang lainnya sama sekali tidak bisa di andalkan sejujurnya aku merasa kasihan dengan kak Lisa.


Sebagai seorang gadis aku yang masih tergolong muda aku tahu kak Lisa ingin seperti gadis sebayanya , yang bisa membeli barang yang dia ingin kan dari jerih payah nya .


Tapi karena keadaan kak Lisa terpaksa mengalah sedangkan aku tahu perjalan hidup kak Lisa tidak lah mudah ,sejak kecil ia terpaksa harus berpisah dengan ayah mamak dan kami ke 6 saudaranya dia ikut dan di besarkan oleh tante kami yang tinggal di lain pulau.


Setelah lulus SMA kak Lisa kembali kepelukan ayah dan mamak tapi harus menggantikan ayah sebagai tulang punggung keluarga, padahal aku pun tahu gaji kak Lisa tidak seberapa sebagai spg dari sebuah brand underware perempuan di sebuah mall di kota ku.


Ingin rasanya aku membantu kak Lisa meringankan beban keluarga ini tapi posisi ku yang masih pelajar kelas 9 mempersulit ku untuk mencari pekerjaan.


Diam diam Ku sering melihat kaka Lisa menangis karena dia sendirian memikul beban yang begitu berat tanpa ada tempat untuknya berkeluh kesah.


Tidak heran jika kak Lisa tampak lebih tua dari usia yang sebenarnya karena tekanan beban yang harus dia pikul seorang diri.


Entah apa yang ada di benak kedua orang tuaku saat melahir anak anak hingga berjumlah 7 orang, sedangkan mereka tahu keadaan mereka tidak mampu untuk menyokong kami anak anaknya.


Ya aku tahu paradigma orang di jaman itu memang berbeda dengan paradigma orang tua yang lahir di jaman itu dengan generasi setelah nya , terlebih lagi generasi Millenial yang berfikir matang matang sebelum menentukan jumlah anak yang mereka inginkan dalam rumah tangga mereka.

__ADS_1


Semua permasalahan di dalam keluarga ini seolah olah menjadi tanggung jawab kak Lisa termasuk saat kak Yuni di timpa masalah bertubi tubi akibat perlakuan buruk abang ipar ku bang Andy semua kak Lisa yang menuntaskan.


Meskipun dari segi usia kak Yuni lebih tua tapi cara berfikir dan bersikap nya jauh lebih dewasa kak Lisa kak Yuni bersikap kekanak kanakan karena perlakuan mamak dan ayah yang berlebihan.


Memang harus ku akui diantara anak perempuan ayah Kak Yuni memiliki paras yang berbeda sendiri , paras kak yuni rupawan itu sebab nya mamak dan Ayah memperlakukan kak Yuni istimewa.


Apapun yang menjadi keinginan kak yuni selalu di turuti saat itu, karena saat itu baru bang Nasrul dan kak Yuni yang hadir di tengah tengah rumah tangga ayah dan Mamak.


Akibat perlakuan istimewa itu kak Yuni tumbuh menjadi pribadi yang lemah dan cenderung tidak bisa menentukan sikap,


meskipun telah berkeluarga dan di karuniai sepasang putra dan putri.


Bahkan ketika rumah tangganya bemasalah dia tidak bisa menentukan sikap padahal sudah di perlakukan dengan sangat tidak baik oleh bang Andy yang tidak lain adalah kakak ipar ku suami kak Yuni.


Dulu Ayah dan mamak setelah bang Johan lahir ingin tidak ingin melahirkan lagi tapi apa mau di kata karena mereka tinggal di kampung dengan lingkungan orang orang yang pendidikannya terbatas mereka mudah terpengaruh dengan orang orang sekitar.


Di jaman itu ada sebuah faham yang dianut oleh sebagian orang orang di jaman itu bahwa banyak anak banya rezeki mamak dan ayah adalah korban dari faham yang menurut ku sedikit menyesatkan itu.


Dengan kondisi perekonomian yang sangat terbatas tentunya tidak mudah bagi Ayah dan Mamak membesarkan kami ke 7 anak anak nya, aku dapat memaklumi jika menitipkan kak Lisa pada kerabat adalah jalan satu satunya saat itu.


Kak Lisa adalah pahlawan , ya dia yang seharusnya pantas menerima sebutan pahlawan setidak nya dia menjadi pahlawan bagi keluarganya, di usia yang relative masih muda dia harus memikul beban yang begitu berat.

__ADS_1


Dalam diam ku aku sering menangis mengapa aku harus menyaksikan semua ini, bukan aku menyesali terlahir sebagai Alin anak tukang jahit yang hidup dalam keterbatasan tapi yang aku sesali adalah kenapa kau harus terlahir sebagai anak ke 5 kenapa aku tidak terlahir sebagai anak pertama atau ke dua.


Aku tidak malu terlahir sebagai anak tukang jahit aku bangga dengan profesi ayah setidaknya ayah tidak memberi kami makan dengan yang tidak halal dan tetap bertanggung jawab sebagai keluarga.


Aku akan lebih malu seandainya ayah melimpahi kami dengan kemewahan tetapi di dapat dari jalan yang tidak halal misalkan menjadi koruptor.


Seandainya aku terlahir sebagai anak pertama atau kedua tenyunya aku kan berusaha menjadi lebih baik dari pada kak Yuni atau pun bang Nasrul.


Sebentar lagi tahun akan berganti yang menjadi doa ku adalah


Ya allah di tahun mendatang aku pastikan bertarung dengan manjadda wajjada Mu aku tidak punya kekuatan selain doa dan usaha .


Maka izinkan lah kun fayyakun mu menemaniku, apa pun yang terjadi padaku di tahun mendatang izinkan aku berlapang dada ,jadikan sakit ku untuk menjadi bekal untuk menjadi yang lebih baik, bekal yang akan membawaku pada kebahagiaan kelak.


Ya allah izinkan aku mematahkan keraguan orang lain terhadapku mengangkat derajat kelaurga dan menghadiahi kedua orang tua ku dan kakak ku dengan keberhasilan.


Kak Lisa suatu hari nanti akan aku buktikan pada kakak mamak dan ayah dan Dunia bahwa aku Alin akan berusaha mengangkat derajat keluarga ini.


Akan aku bayar setiap tetes keringat yang mengucur dari ayah mamak dan kak lisa dalsm membesarkan ku ya aku ingin merubah nasib keluarga kita.


Alin yang sekarang menjadi beban kalian suatu hari akan mengangkat derajat keluarga ini ini yang menjadi tekad ku tekad anak yang dari kecil harus menahan segala keinginan karena menyadari keterbatasan yang ada.

__ADS_1


Meskipun aku terlihat sebagai anak yang tidak tahu diri di mata kalian tapi jauh di dalam hati ku aku bertekad suatu hari akan kuubah cara mereka memandang kita.


__ADS_2