The Sandwich Generation

The Sandwich Generation
Di traktir


__ADS_3

Hingga tiga hari berselang sejak ia mengirim kan pesan belum juga ada balasan dari Mas Jaka menyangkut permintaan ku untuk mengirim kan rekening nya.


Ayah menyadari ada yang tidak beres dengan hubungan ku dengan Mas Jaka karena sudah beberapa waktu Mas Jaka tidak berkunjung kerumah kami.


Suatu sore saat aku sedang menonton siaran televisi bersama adik ku Dita ia mendekati ku.


" Sa.. Ayah tengok Jaka tak pernah singgah


kemari sudah lama kali."


Tanya ayah seraya menghisap rokok seperti biasa asap yang menyengat memenuhi ruang tamu yang sempit itu.


Aku tidak segera menjawab pertanyaan ayah ada rasa malas untuk membahasa tentang lelaki tengik itu kembali , kini mendengar namanya pun cukup membuat isi perut ku ingin meronta keluar.


U huuuk uhukk!


" Ayah bukalah pintu nya pengap kami ni." Protes Dita yang tampak terbatuk batuk karena menghisap kepulan asap rokok ayah sambil mengibas kibas kan telapak tangannya.


Tak lama ayah pun bangkit berdiri menuju pintu dan membukanya.


" Ohh sa.. dengar tak kau tu ayah nanya." Ujar ayah .


" Kami sudah putus yah jadi tak untuk apa dia kemari." Jawabku


"Oouh patut lah tak nampak" gumam ayah.


" Sudah lah yah tak payah bahas dia." Sergah ku . Seraya beranjak bangkit dari duduk dan pergi ke belakang mengambil air.


Kenapa dia belum membalas pesan ku? Ujar ku dalam hati melihat hingga kini tak kunjung ada balasan darinya.


Aku hanya ingin segera mengembalikan apa yang sudah ia berikan biar dia mengerti jika aku juga punya harga diri.


...****************...


"Ishh amit amit jabang bayi! masa sich sa dia seperti itu." Ujar Emi bergidik seraya mengelus perutnya saat aku bercerita tentang kelakuan mas Jaka.


" Betul kenapa pula aku buat buat cerita Mi." Sahut ku sambil menyodorkan ponsel ku pada Emi supaya dia bisa membaca isi pesan dari mas Jaka.


Ia mengambil ponsel yang aku sodorkan tampak serius membaca pesan mas Jaka sambil mengeleng gelengkan kepalanya.


Di serahkannya kembali ponsel itu ketangan ku.


Ia memandang ku dengan tatapan prihatin , sejurus kemudia dia mengusap usap bahu ku.

__ADS_1


" Sabar ya sa, untung lah kalian putus sempat kalian nikah teruk pula nanti." Ujar nya


" itulah mi, aku pun tak menyangka dia seperti itu." seloroh ku sambil tersenyum getir.


Tanpa pernah kuduga yang semula kau fikir jika Pak Margono sudah lupa dengan ku orang yang pernah di tabrak nya tiba tiba menghubungi ku.


Beliau berbasa basi menakan kabar dan keadaan ku mengingat beliau sangat baik dan santun aku dengan senang hati membalas pesan nya.


Aku sefikit terjejut saat beliau mengajak ku untuk bertemu dengan ku, aku berfikir ada apa dan kenapa beliau ingin bertemu dengan ku, karena aku tidak ingin menegecewakan belaiu aku menyanggupinya dengan satu syarat boleh mengajak teman.


" Pak boleh kah saya mengajak kawan?." Tanya ku saat berbicara melalui telfon.


" Ooouh silahkan tidak apa apa, bagus juga biar rame." Jawabnya ramah.


Kami memutuskan untuk bertemu di sebuah foodcourt di samping mall tempat ku bekerja aku segera memberi tahu Emi tentang undangan dari beliau yang ingin mentraktir kami makan seafood.


" Mi nanti selepas kerja ikut ku yuk." bisik ku pada Emi yang tengah merapikan beberapa item di keranjang.


"Mau ngapain dan kemana kita sa girang amat kelihatannya." Goda Emi melihat ekspresi ku yang tidak seperti biasanya.


" Ada yang mau traktir kita makan seafood mi" sahutku


" Serius? Asyiik!!." Pekik Emi tak kalah girang dengan ku.


" Silahkan pesan apa yang kalian mau." Ujar nya menyodorkan menu pada kami.


Aku dan Emi saling berpandangan sama sama merasa canggung.


" Bapak saja yang memesan kami ikut saja." Seloroh ku seraya menyodorkan menu pada Pak Margono.


Tampak nya beliau memaklumi apa yang kami rasakan, sesaat kemudian beliau memeriksa daftar menu,dan melambaikan tangan pada waitress.


Dia berbicara pada waitress beberapa saat .


" Ok saya ulangi ya pak1. Kepiting saus padang 3 ukuran besar , sup kepala ikan cah kangkung ,nasi, sotong ."


"Gonggong, ayam bawang dan kerang ya pak." ujar waitress mengulangi apa yang Pak Margono pesan beliau mengangguk sambil tersenyum.


Kami sedikit terkejut mendengar banyaknya makanan yang Pak Margono pesan mengingat kami hanya bertiga saja.


Waitress menanyakan pada kami minuman apa yang hendak kami pesan


'' Air mineral saja kak ." Sahut kami berbarengan

__ADS_1


Tidak lama pesananan pun berdatangan kemeja kamis hati ku sedikit miris melihat hidangan yang tersaji di depan kami bayangan adik adik ku berkelebat di benak ku.


Meskipun terasa nikmat rasa makanan yang terhidang tapi terasa sedikit susah untuk melewati tenggorokan ku saat mengingat keluarga ku dirumah.


Benar saja sesuai dugaan kami kami tidak sanggup menghabiskan makanan yang pak Margono pesan akhirnya meminta waitress untuk membungkusnya untuk kami bawa pulang.


Melihat kami menyuruh waitress membungkus sisa santapan kami Pak Margono tampak merasa tidak enak hati.


" Kalian boleh pesan baru untuk di bawa pulang, masa makan sisa kalian bawa pulang." Ujarnya


" Tidak usah pak, terimakasih ini kan bukan sisa orang lain" Sahut ku.


...****************...


Adik adik ku begitu gembira mendengar ku membawakan mereka gonggong dan kepiting .


" Kakak ajak lah kami sesekali kesana ." Ujar Dita


Sementara Arif lebih banyak diam sibuk menikmati makanannya.


" Enak dek?." Tanyaku kearah mereka yang tampak lahap


" Enak .. Kapan kapan kaka belikan lagi ya." Timpal Dita


" Issh kau ni, tak dengar kau ini teman kakak yang belanja ..bukan kakak!." Sela Arif sedikit sewot.


" Sudah jangan betekak, nanti kalau kakak ada rezeki lebih, kakak ajak kalian kesana." Lerai ku.


Kedua Adik ku tampak berbinar binar mendengar aku akan mengajak mereka makan seafood suatu hari nanti.


"Lahap betul makannya nak, apa itu?." Tanya mamak melihat Arif dan Dita yang mskan dengan lahap nya.


" Kepiting mak kakak bawa, teman kakak belanja in kakak." Sahut arif sambil menunjukan piring yang nyaris bersih .


" Kawan mu nak yang belanja ?." Tanya mamak


Aku menganggukan kepala.


Sementara mas Jaka tidak kunjung membalas pesan yang aku kirim kan, membuat aku sedikit merasa bingung , kira kira apa yang sudah terjadi.


" Sudah kamu kembalikan nak uang Si Jaka itu."


" Macam mana nak kembalikan mak dia pun tak membalas pesan ku."

__ADS_1


"Aku sudah suruh dia kirim nomor rekening tapi tak ada balas." Sahut ku mamak mengangguk anggukan kepalanya mendengar penjelasan ku.


__ADS_2