
"Iya ayah kenapa nak, " Tanya mamak kebingungan.
Saat kami tiba di lapak ayah masih tertawa meski tidak sekeras tadi.
" Astagfirullah Uda, kenapa Uda ini.?" Ujar mamak sambil merangkul ayah airmatanya berderai melihat lelaki yang telah memberinya 7 anak itu bertingkah aneh.
" Sabar dan tawakal Hahahaha hahhahaha hahha." Ayah kembali mengulangi kata kata yang entah sudah berapa kali dia ucapkan sambil tertawa terbahak bahak.
" Mak ayah kenapa mak ," Ujar ku semakin panik
Plak ..plak!
Tanpa kuduga mamak melakukan tindakan diluar dugaan ,dia menampar ayah berkali kali setelah mendapat tamparan bertubi tubi ayah menghentikan tawanya.
" Astagfirullah, istighfar.. uda istighfar..!" Pekik mamak dengan suara parau
" Sa ambikan air dulu." Ujar mamak.
Aku berlari masuk kedalam rumah induk untuk mengambil segelas air.
" Ini yah pelan pelan minumnya," Ujar ku sambil mengelus punggung ayah , ayah mulai agak tenang setelah meminum air yang ku berikan.
Aku menutup lapak dan meminta ayah masuk kedalam rumah untuk beristirahat mamak membimbing ayah masuk kedalam kamar.
Keesokan paginya aku bertanya pada mamak keadaan ayah saat kami sedang di dapur.
"Macam mana keadaan ayah mak?." Ujar ku.
"Sudah tenang dia masih terguncang dengan kepergian Alin nak." Sahut mamak yang juga tak kuasa menahan kesedihan saat mengingat Alin matanya tampak berkaca kaca.
Di usapnya matanya denga lengan bajunya.
" Sabar ya mak kita berdoa semoga ada keajaiban tidak ada yang tidak mungkin di mata Allah." Ujar ku menguatkan mamak.
Mamak hanya mengangguk dan meneruskan mengiris iris bumbu.
****************
Pihak sekolah memberi tahu bahwa akan diadakan yasinan ,mengenang 40 hari hilang nya adik kami dan ketiga temannya yang di nyatakan hilang terseret ombak saat mengikuti study tour.
" Mak mamak mau ikut yasinan tidak?."
__ADS_1
" Yasinan dimana nak?." Sahut mamak
" Disekolah tadi gurunya memberi tahu lewat whatsapp."
" Kamu saja lah nak yang mewakili." Ujar mamak.
Pagi itu itu aku bersama dengan ketiga orang tua siswi teman Alin berada diaula bersama dengan guru guru, dan seluruh siswa/ siswi kelas 3 berkumpul di aula untuk mengirim doa pada para korban.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Kepala sekolah membuka acara tahlilan pada pagi hari itu.
"Rekan rekan sesama guru, anak anak ku siswa siswi Smp xxx yang bapak cintai khususnya nak anak bapak siswa/ siswi kelas 3 rekan rekan guru yang saya , dan para wali murid sekalian yang saya hormati."
" Marilah sejanak kita meluangkan waktu untuk mendoakan ke empat Ananda kita yang tertimpa musibah, saat sedang mengikuti acara study tour yang di selenggarakan oleh pihak sekolah."
Suasana di Aula sekolah menjadi haru biru oleh isak tangis yang hadir pada pagi hari itu ,tentu semua tidak ada yang menghendaki kejadian seperti ini.
Aku mereview semua perlakuan ku pada Alin rasa sesal semakin mendera hati ku , terutama saat kuingat semua kata kata yang pernah aku ucapkan padanya.
Saat saat terakhir sebelum kepergian nya begitu manis dia dengan polosnya menyuruh ku membeli apapun yang aku mau ,dengan gajinya yang tidak seberapa namun terasa besar untuk nya tergambar dengan jelas di benak ku.
Aku menjadi sulit bernafas karena hidung ku tersumbat karena menangis di sepanjang acara . Menjelang acara berakhir , kami sesama wali murid yang menjadi korban saling berpelukan dan saling menguatkan satu sama yang lainnya.
****************
" Apa sich kerja kalian kok penjualan terus merosot?, kalau begini terus bagaimana mau perusahaan menggaji kalian!." Cecarnya tanpa perasaan.
Aku dan Emi hanya tertunduk tidak mampu menjawab sepatah kata pun.
" Semangat.! gimana caranya supaya dagangan laku jangan kebanyakan ngobrol." Imbuhnya lagi sebelum melenggang pergi.
" Iiih pingin ku kuncir muncung nya itu."Dengus Emi kesal .
Setelah bu Hana tidak terlihat dari hadapan kami, aku menjawil tangannya sambil menahan tawa.
" Dia fikir jualan itu gampang apa?." Tanpa di duga Hana muncul dari belakang kami.
" Muncung siapa yang kamu mau kamu kuncir Emi.?" Tanya Bu Hana mengagetkan kami .. kami tidak menyangka jika Bu hana hanya memutar dan kini berdiri di belakang kami sontak membalik kan badan kearah asal suara.
" Hehehe Ini Lisa bu." Ujar Emi kikuk
" Jangan cengengesan! kamu fikir saya bodoh ?,kalau tidak suka keluar!." Bentaknya.
__ADS_1
Emi tampak mengkerut ketakutan melihat Bu Hana yang tampak emosi.
" Maaf kan saya bu." Ujar Emi sambil tertunduk tangannya sibuk memain kan ujung kemeja saking groginya tangannya terlihat gemetar menahan rasa takut.
" Kali ini saya maaf kan, awas kamu lain kali!." Ujar Bu Hana dengan ketusnya.
"Huhh! Semoga aja gw cepat, dapat kerjaan di tempat lain biar gak ketemu nenek sihir." Dengus Emi kesal.
" Mi ..siapa tahu dia ngeprank kita lagi malah bisa gawat nanti." Ujar ku berusaha mengingat Emi yang masih bersungut sungut.
Hingga pergantian shift penjualan tetap sepi kami bergegas pulang dengan langkah gontai menuju parkiran.
" Duluan ya mi, jangan lah pindah kalau kamu pindah gw gimana?." Bujuk ku
"Iya sa gw cuma tadi kesal aja, sama tuch nenek sihir."
" Udah lah jadikan aja sebagai semangat buat kita. " Aku segera melajukan motor ku meninggalkan parkiran.
...****************...
Setelah kepergian Alin aku begitu fobia melihat air dalam jumlah banyak seperti bendungan atau laut.
Kebetulan untuk pulang menuju rumah ku aku harus melewati jalan yang kanan kirinya diapit oleh waduk yang di gunakan sebagai sumber air bersih di kota ku.
Entah tersugesti atau apa spontan aku melirik kearah waduk ,tiba tiba aku seperti melihat tangan yang melambai lambai dari arah waduk aku menatap kearah lambaian tangan itu dan.
Braaaaak!!
Aku tidak ingat apa apalagi begitu tersadar sudah terbaring dirumah sakit, aku merasakan sedikit pusing dan ngilu di bahuku jika di gerakan.
" Alhamdullilah mbak sudah sadar." Tanya seorang bapak bapak bertanya dengan perlahan senyum nya terlihat begitu meneduhkan.
" Saya Pak Margono yang tadi nabrak mbak." ujarnya.
Kami mengobrol panjang lebar aku tak henti hentinya mengucap syukur ,Allah masih melindungiku aku tidak cedera serius hanya luka lecet di mata kaki dan bahu ku bergeser.
Pak Margono berjanji akan membantu sampai aku betul betul pulih dia menyodorkan sebuah kartu nama yang bertuliskan nama dan nomor handphone nya .
Rupanya pak Margono adalah pengusaha cathering yang cukup besar di kota ku beliau juga melayani acara aqiqah.
Karena luka yang aku alami tidak serius aku diizinkan pulang hari itu juga ,dengan diantar pak Margono.
__ADS_1
" Mbak tinggal dimana saya antar, motor mbak sedang saya perbaiki." ujarnya.