The Sandwich Generation

The Sandwich Generation
Di laporkan polisi


__ADS_3

Belum hilang rasa sakit hati kami karena kakak ku terus di aniaya dan di perlakukan tidak baik muncul masalah baru.


Melihat kak Yuni di aniaya saja sudah membuat hati ku sakit apalagi hampir semua tetangga ku rasa sudah melihat baju kak Yuni di sebar di jalanan depan rumah kami.


Kini si brengsek itu melaporkan kak Yuni dengan tuduhan menculik anak logikanya dimana? Seorang ibu menculik anak kandung nya sendiri?.


Benar benar sudah gak waras abang ipar ku itu


Saat kami sedang duduk duduk di teras tiba tiba datang 2 orang polisi menghampiri kami.


" selamat sore betul ini rumah pak Anwar?."


"Betul ada apa ya pak?. "


" Kami mencari ibu Yunita."


" Saya sendiri ada apa ya pak?." tanya kak Yuni.


" Ibu sebaiknya ikut kami kekantor nanti kami jelaskan di kantor." ujar ke dua polisi itu.


" Tapi atas dasar apa pak?." tanyaku ingin tahu kenapa polisi meminta kak Yuni ikut kekantor.


" Ibu Yunita di laporkan melakukan penculikan anak di bawah umur, pelapor atas nama bapak Andi."


" Kakak saya membawa anak kandung nya sendiri apa itu bisa dilaporkan sebagai penculikan?."


Mamak menangis dan menghalangi kak Yuni dengan badannya.


" Ibu sebaiknya tidak menghalangi pekerjaan polisi ini salah di mata hukum bu."


Aku meminta mamak untuk menyingkir dan membiarkan polisi membawa kak Yuni .


tetangga berdatangan ingin tahu apa yang terjadi kenapa kak Yuni di bawa polisi dan lain lain.


Ku jelaskan pada mereka duduk perkaranya agar gossip tidak berkembang liar.


Setelah ku jelaskan pada para tetangga yang entah bersimpati atau sekedar kepoh dengan urusan orang segera ku susul mobil polisi yang membawa kak Yuni .


Emi yang mengetahui hal ini bercerita pada sesama spg hingga akhirnya cerita itu sampai ke telinga Pak Rizwan manager kami.


Pak Rizwan merasa bersimpati dengan nasibku yang seperti tidak henti hentinya di terpa cobaan.


Kakak kandung pak Rizwan adalah kepala polisi di polsek di mana kak yuni dilaporkan dengan tuduhan penculikan.

__ADS_1


Atas kebaikan hati pak Rizwan dan kakaknya akhirnya kak Yuni di bebaskan setelah menginap 2 hari di polsek.


Karena memang tidak terbukti dengan tuduhan yang di layangkan abang ipar ku yang gak waras itu.


Ayah berunding dengan saudara di kampung akhirnya di sepakati bahwa kak Yuni akan tinggal di kampung dengan etek kami.


Akhirnya kami bisa bernafas lega setelah kak Yuni tinggal di kampung tidak ada drama yang membuat kami sesak nafas.


Mas Jaka mengajak ku berjalan jalan saat aku off mas jaka rela tukar jadwal off nya dengan teman nya demi menemani ku melepaskan penat setelah rentetan drama kehidupan yang harus aku hadapi seorang diri.


" Dek kamu itu hebat tahu gak sih?." Ujar mas Jaka saat kamu tengah ber boncengan diatas motor.


" Masa sich mas?." tanya ku tersipu malu.


" Betul, dan mas bangga bisa mengenal mu."


" Jarang seusia kamu bisa berfikir seperti contohnya kamu dan kakak mu aja bagaikan langit dan bumi dari cara berfikirnya.


"Kak Yuni itu korban salah didik terlalu di manjakan mamak dan ayah sedang kan aku harus tinggal dengan keluarga oom dan tante."


" Mau tidak mau aku harus menyesuaikan dengan keadaan mas."


" Insha allah mas akan membahagiakan kamu dek bukan dengan harta tapi karena adek tahu sendiri keadaan mas seperti apa."


" Begini saja aku sudah bahagia


Etek memberi kabar yang tidak mengenakan tentang kak Yuni,sudah dua bulan setiap malam kak yuni menangis dan selalu bilang ingin kembali ke kota kami.


Karena kangen dengan anak anaknya


Bang Andi memang tidak mengizinkan kak Yuni membawa anak anak mereka pulang bersama kak Yuni ke kampung halaman kami.


Ayah dan mamak sudah kehilangan akal akhirnya membiarkan kak Yuni pulang kembali ke kota ini tanpa pernah memberi tahu ku.


Hal ini justru ku ketahui dari Etek , Etek memberitahu bahwa Yuni sudah ada di kota ini dan kembali pada suaminya.


Aku merasa marah sekali atas kejadian ini marah pada yah dan mamak kenapa begitu lemah terhadap rengekan kak Yuni.


"Ayah ,mamak aku sudah tidak mau tahu apa apa lagi jika terjadi sesuatu pada kak Yuni,"


"Ini keputusan ayah dan mamak jadi kalau terjadi apa apa padanya silahkan mamak dan ayah selesaikan." tegas ku .


Sebenarnya aku tidak tega mengatakan hal ini pada mereka walau bagaimana pun mereka adalah orang tua ku tapi sikap mereka yang tidak tegas membuat ku jengkel.

__ADS_1


Untuk membelikan kak Yuni tiket aku rela meminjam uang dari rentenir tapi kini?


Buntut dari kejadian ini ayah tidak mau berbicara padaku berhari hari., ayah tetap membela kak Yuni.


.


"Sudah lah nak mengalah lah pada ayah mu


berdosa kamu nak." pinta mamak agar aku mau menegur ayah lebih dulu .


" Kenapa ayah dan mamak selalu membela kak Yuni dalam apa pu.? lihat sekarang hasilnya biang masalah."


" Sa pantaskah kamu berbicara seperti itu pada orang tuamu? Kami tahu kamu mungkin sakit hati karena kami menitipkan mu pada oom dan tante." sergah ayah


" Kamu tidak ikhlas membantu kami? Salah kah kami .?"


" Ya kalian salah mendidik dia sampai detik ini! Kalian tega pada ku tapi tidak tega pada dia si biang masalah!."


" Sudah lah nak, kami tahu kami salah , pusing mamak. " ujar mamak sambil menangis.


tempat ku mengadu adalah mas Jaka


"Kenapa sich dek."


"Entahlah mas stress aku dirumah."


" Udah sabaaar ya, mereka orang tua mu bagaimana pun juga tidak baik kalau melawan mereka dek."


Bang Nasrul kakak lelaki tertua mengirim kan pesan, dia mengeluh kehiduapnnya di medan sangat sulit dan ingin datang ke Kota ini untuk memperbaiki kehidupan keluarga kecilnya .


PLAAAK!


Kutepuk jidat baru saja bisa bernafas lega karena terbebas dari drama kehidupan kak Yuni, kini aku harus kembali hidup dalam drama baru.


Masalah di keluarga ku seperti lingkaran setan berputar di situ situ saja satu masalah belum sepenuhnya selesai datang masalah baru.


Bang Nasrul akan datang kekota ini sudah pasti akan meminta ongkos dari ku untuk tiket dan belak selama perjalanan.


Hutangku pada rentenir dulu pun belum lunas dari mana aku mendapat kan uang untuk ku berikan pada bang Nasrul nanti?."


" Sa sepatu adik mu itu sudah berlubang bawahnya kalau kamu ada uang tolong lah belikan sepatu adik mu itu." ujar mamak suatu pagi saat aku hendak berangkat kerja.


Rasanya aku benar benar ingin menangis dan menjerit sekuat nya kenapa semua di beban pada ku? aku merasa jadi sapi perah bagi keluarga ku.

__ADS_1


" Mak kan tahu, aku ini hanya mengandalkan gaji apa salahnya kalau mamak atau ayah punya uang belikan sepatu Arif, jangan selalu bergantung aku. "


Mendengar perkataan ku mamak tidak menyahut tapi berlalu menuju ke dapur aku yang sudah siap berangkat kerja tidak begitu peduli saat mamak pergi ke dapur.


__ADS_2