The Sandwich Generation

The Sandwich Generation
Rekening untuk alin


__ADS_3

Aku mengaduk aduk lemari mencari kartu pelajar Alin, kebetelulan di mall tempat ku bekerja sudah 2 hari ini sedang ada bank yang membuka booth untuk menjaring nasabah baru.


Rencanaku akan aku akan membuka rekening tabungan, untuk adik ku sehingga dia bisa menyimpan uang keringat nya itu nantinya.


Akhirnya bisa ku temukan kartu pelajar Alin aku menutup pintu kamar dan menguncinya , dengan was was aku membuka amplop pemberian mas Agung yang sudah 1 bulan ada di bawah tumpukan baju dan selama itu pula aman aman saja.


Aku hitung kembali jumlah nya masih utuh aku berencana untuk menggunakan sebagian uang ini untuk deposit pembukaan rekening untuk adik ku Alin.


"Ini pelajar ya bu, jika pelajar harus QQ bu." ujar petugas yang bertugas dari bank yang membuka booth itu.


" Maksudnya?."


" Maksudnya karena karena dia pelajar masih menumpang pada tabungan induk bu, tabungan orang tuanya."


"Tapi kan dia sudah punya Nik setahu saya bisa kok di bank lain tanpa menginduk pada akun orang tua ."


" Sebentar ya bu saya tanya pada atasan saya." Pamitnya tidak lama dia kembali dan mengatakan bisa aku merasa lega sekali.


Buku tabungan dan Atm nya sudah ada di tangan, nanti saat dia pulang dari study tournya itu akan aku berikan sebagai surprise untuk nya.


Malamnya saat aku pulang kerumah aku merasa heran karena ada mobil, yang terparkir dihalaman rumah ku dan beberapa sepeda motor yang asing.


Aku melangkah kedalam rumah dengan diliputi berbagai pertanyaan ada apa dan siapa gerangan mereka?.


" Assalamualaikum." Ujarku mengucapkan salam.


" waalaikum salam." Mereka yang ada didalam kompak menjawab salam ku namun wajah mereka di penuhi raut duka.


" Ini kakaknya Alin." Ujar ayah memperkenalkan ku aku menyalami semua tamu yang hadir malam ini.


" Kami Perwakilan dari sekolah mbak, " Ujar salah satu diantara mereka.


Mereka menjelaskan bahwa kedatangan mereka untuk menyampaikan kabar yang kurang enak, Alin dan ke 3 temannya terseret ombak dan belum di temukan.


Tubuh ku terasa lemas lunglai mendengar kabar yang tidak pernah ku sangka sangka jadi benar bahwa sikap Alin yang tidak biasa pagi itu adalah sebuah firasat? .


" Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak daerah setempat mbak."


"Nanti jika ada informasi perkembangan terbaru akan kami sampaikan pada orang tua masing masing."


"Berhubung waktu sudah malam kami mohon pamit." Imbuh salah saru guru yang bertugas sebagai juru bicara sekolah itu.

__ADS_1


Aku tidak mampu berkata apa apa sesaat setelah perwakilan sekolah pergi tangis kami pecah kembali.


Aku begitu merasa menyesal teringat ucapan ku sebelum dia hilang terseret ombak bersama teman teman nya saat mengikuti study tour yang diadakan pihak sekolah.


Aku sedang berjalan jalan di sebuah tempat yang indah namun terasa asing bagi ku sebuah tempat dengan hamparan pasir putih nan elok , angin berhembus sepoi sepoi .


Tiba tiba aku merasa Lelah aku putuskan untuk beristirahan di bawah pohon kelapa yang tampak subur ,daunnya yang rindang mengalun dengan indah di terpa hembusan angin .


Saat tengah melepas lelah mataku melihat sosok adik ku dari kejauhan segera aku menggapai gapai kearahnya.


" Aliiin ayok pulang ,capek kakak mencari mu dek."


"Kak Lisa, Alin baik baik saja disini kalian tidak perlu mencari ku, nanti saat nya pulang aku akan pulan sampaikan salam ku pada Ayah dan mamak."


Ujar nya dia tersenyum manis sekali sesaat kemudia dia berlari menjauh bergabung dengan teman teman nya.


Dia mengenakan baju putih dirambutnya ada mahkota dari bunga mawar, mereka bergandengan dan tertawa riang berlarian di laut yang tampak biru berkilauan .


Namun gulungan ombak besar tiba tiba datang menghantam dan menggulung mereka tangan mereka menggapai gapai minta pertolongan


" Kakak tolong aku kak aku tidak bisa berenang."


Aku segera berlari menyusul aku berusaha sekuat tenaga berenang melawan kuat nya ombak.


Aku berhasil menggapai tangan Alin kami berpegangan namun seperti ada kekuatan besar yang menarik tubuh Alin sehingga pegangan kami terlepas .


" Alin pegang tangan kakak dek."


" Kak Alin sesak tolong kak, tooolong kak." Teriaknya suara nya semakin lemah seiring tubuhnya yang hilang timbul.


Saat Aku nyaris bisa kembali meraih tangan nya


tiba tiba ada kekuatan besar yang menghempaskan tubuhku kembali kedaratan .


" Aliiiin!!!! Aku terbangun dengan keringat membasahi sekujur tubuh ku tenggorokan ku terasa sangat kering.


" Ternyata hanya mimpi." Ujar ku saat tersadar .


Bergegas Aku keluar dar kamar untuk mengambil air minum.


Glek glek glek!

__ADS_1


Dua gelas air putih meluncur membasahi tenggorokan ku


"Ya Allah apakah ini sebuah petunjuk? ."


ujar ku dalam hati sambil beranjak kembali menuju kamar


Aku mencoba melanjutkan tidur tapi mata ku enggan terpejam kembali setelah terbangun dari mimpi yang membuat ku merinding tiba tiba .


Pandangan ku tertuju pada tas ransel yang teronggok diatas nakas aku turun dari ranjang ku berjalan kearah nakas dan mengeluarkan buku tabungan yang sedia nya akan ku jadikan surprise untuk nya.


Namun kini dia hilang tanpa jejak, ya allah semoga ada kejaiban intuk adik ku dan teman teman nya doaku dalam hati.


Alin Sofiati nama yang tertera pada buku rekening itu air mata ku tak kuasa aku bendung saat mengeja nama yang tertera disana, " dimana kamu dek, pulang dek." Ratap ku


...****************...


Sudah genap satu bulan Alin dan ketiga temannya dinyatakan hilang petugas yang melakukan pencarian menyerah dan pencarian pun resmi di hentikan.


Sementara di karenakan usia yang memang sudah senja ,di tambah lagi hilang nya Alin membuat kesehatan Ayah menurun drastis dia kini sakit sakitan dan menjadi pemurung.


" Yah mau makan apa? Lisa belikan." Bujuk ku karena sudah beberapa hari ini Ayah tidak berselera untuk makan.


" Ndak lah sa macam mana Ayah bisa tertelan nasi sedangkan anak ayah tak jelas nasib nya." Ujar nya pelan .


Air mata mengalir melalui sudut matanya dan menetes membasahi pipinya, yang sudah penuh dihiasi keriput hati ku tersayat melihat ayah menangis seperti ini.


" Ayah jangan putus doa sabar dan tawakal pada ketetapan yang sudah Allah gariskan." Ujar ku sambil menyeka air mata yang mengalir pipinya.


" Sabar dan tawakal? Hahahahahahahahaha." Ayah tertawa terbahak bahak aku sangat terkejut melihat sikap ayah.


" Sabar dan tawakal hahhhha hahahajahahaha," Ayah mengulangi ucapan nya dan kembali terbahak bahak.


" Hahahhaha hahahhahaha hahahhaha"


uhhukk uhuk uhuk!. Tawanya sempat terhenti karena terbatuk sesaat namun kembali ia tertawa dan mengulangi kata katanya.


" Hahhahaha hahhaha hahahha." Ayah terbahak bahak tanpa henti tangannya memukul mukul bangku meja tempat mesin jahitnya.


Aku semakin panik melihat tingkah ayah , tanpa menghiraukan Ayah yang masih saja terbahak bahak aku berlari kedalam rumah mencari mamak.


Langsung menarik tangan mamak yang sedang menonton sinetron.

__ADS_1


" Apa saaa, mamak jatuh nanti." Ujar mamak yang kaget karena tiba tiba aku menarik tangan nya


" Ayah maak ayahhh." Ujar ku setengah menyeret mamak untuk menuju lapak menjahit ayah.


__ADS_2